Rekap Sinopsis The K2 Episode 16 *TAMAT* (12 November 2016)

Sama seperti kemarin, sinopsis The K2 episode 16 versi rekap dulu yah. Masih way behind schedule nih 🙁 Tapi kali ada (beberapa) gambarnya kok, suer, hehehe. Eniwei, di episode sebelumnya, Choi Sung-Won (Lee Jung-Jin) yang masuk ke dalam Cloud Nine menyalakan bom yang sudah ia bawa. Choi Yoo-Jin (Song Yoon-A) tidak berniat untuk menyerahkan Mirror karena apabila bom meledak Sung-Won pun juga akan mati, sehingga ia yakin adiknya itu pada akhirnya pasti akan mematikan bom tersebut. Kim Je-Ha (Ji Chang-Wook) pergi untuk mengambil flashdisk Suk-Han yang ia simpan, namun lantas ia berikan pada Jang Se-Joon (Cho Seong-Ha) sedang ia sendiri mencari keberadaan Park Gwan-Soo (Kim Kap-Soo) untuk membunuhnya. Keadaan menjadi makin gawat dengan Gwan-Soo yang menculik Anna dan memerintahkan anak buahnya untuk membawa Anna ke Cloud Nine, yang kurang dari sejam lagi akan meledak. Apa yang selanjutnya bakal terjadi di sinopsis drama korea The K2 episode 16 (END) kali ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 16

Berusaha untuk tetap sadar, Je-Ha bergegas memacu mobilnya menuju markas JSS. Sementara itu di Cloud Nine, Sung-Won masih berusaha untuk menggertak Yoo-Jin dengan bom yang ia miliki.

Yoo-Jin menanyakan mengapa JB Group tidak ada di dalam daftar anggota konsorsium. Sung-Won mengatakan bahwa ia memang sudah meninggalkannya karena merasa kondisinya sudah tidak kondusif lagi. Sayangnya, di dalam flashdisk Suk-Han, namanya masih tetap disertakan oleh Suk-Han, sehingga ia pun mau tidak mau berusaha untuk ikut mengamankan flashdisk tersebut. Yoo-Jin lantas menanyakan apakah Sung-Won benar otak dari Kumar-gate. Sung-Won mengakuinya.

Yoo-Jin kemudian meminta Sung-Won untuk mengakhiri permainannya dan mematikan bom tersebut. Ia juga meminta Sung-Won untuk membuat surat pernyataan bahwa ia akan memberikan saham JB Group miliknya pada Yoo-Jin. Sung-Won menolak dan memilih untuk mati bersama. Beberapa saat kemudian tiga orang anak buahnya mulai panik dan menggedor-gedor pintu, minta dikeluarkan dari sana. Yoo-Jin tersenyum dan mengancam untuk membukakan pintu bagi mereka karena yakin mereka akan berbuat apa saja untuk tetap hidup.

“Ingin aku mengajarkanmu apa yang lebih sulit daripada mati?” tanya Yoo-Jin.

Mirror memberitahu ada telpon masuk dari Kim Dong-Mi (Shin Dong-Mi). Ia mengabarkan bahwa lobi JSS sudah dinetralisir, namun masih ada beberapa anak buah Sung-Won yang berkeliaran di dalam gedung, sehingga ia masih butuh waktu sedikit untuk membereskan mereka semua. Dengan senang Yoo-Jin mempersilahkan Dong-Mi untuk melakukannya dengan santai.

Tiba-tiba datang master Song Young-Choon (Song Kyung-Cheol), memberitahu Dong-Mi bahwa Ko Anna (Im Yoona) ada di dalam gedung JSS. Saat Dong-Mi dan Yoo-Jin heran mengapa Anna bisa berada di sana, datanglah agen Jang Mi-Ran (Lee Yea-Eun) dan Lee Sung-Kyoo (Lee Jae-Woo), mengabarkan bahwa Anna telah diculik oleh polisi — yang diyakini sebagai orang suruhan Gwan-Soo — dan kini dibawa ke markas JSS. Dong-Mi segera memerintahkan para bodyguard untuk mencarinya, sementara Sung-Won tersenyum senang mendengarnya.

Anna sendiri saat itu sedang bersembunyi dari anak buah Gwan-Soo yang sedang mencarinya. Salah satu bodyguard Gwan-Soo kemudian menghubungi Gwan-Soo, memberitahunya bahwa Anna berhasil lolos dan mereka masih berusaha untuk mencarinya. Gwan-Soo menjadi stres mendengarnya, sampai-sampai ia melampiaskannya dengan memukul-mukul mejanya dengan tiang kayu.

Sung-Won mencoba membuat Yoo-Jin gentar dengan mengatakan bahwa Se-Joon pasti akan menyerahkan flashdisk Suk-Han apabila nyawa Anna terancam. Meski terlihat bimbang, Yoo-Jin menjawab bahwa belum tentu Se-Joon akan melakukannya. Sung-Won lantas tertawa dan kembali mengatakan akan menunggu saja hingga nanti bala bantuannya datang. Mendengarnya, Yoo-Jin lalu membukakan akses elevator bagi tiga anak buah Sung-Won yang ada di sana, sembari memerintahkan Dong-Mi untuk menangkap mereka begitu mereka keluar dari lift.

Se-Joon dan ketua Joo (Jeon Bae-Su) tiba di JSS. Dari Dong-Mi mereka mendapat informasi mengenai Anna yang masih dalam usaha pencarian. Tiba-tiba Yoo-Jin menelpon Se-Joon dan memintanya untuk menuju Cloud Nine bersama ketua Joo demi mengamankan flashdisk Suk-Han. Dong-Mi diminta untuk ikut mengantarkan mereka.

Je-Ha tiba di markas JSS. Dokter kepala JSS (So Hee-Jung) segera berniat untuk merawatnya, namun begitu medengar dari Sung-Kyu bahwa Anna masih belum diketemukan, Je-Ha segera pergi mencarinya.

Anna berhasil diketemukan oleh anak buah Gwan-Soo. Tepat pada saat itu Je-Ha datang dan dengan sisa-sisa tenaganya berhasil mengalahkan satu demi satu anak buah Gwan-Soo. Kecuali satu.. yang kemudian menodongkan senjata ke arah Anna. Je-Ha diam-diam memberikan tanda pada Anna untuk menunduk, begitu ia melakukannya, Je-Ha melepaskan tembakan ke arah anak buah Gwan-Soo. Kehabisan tenaga, Je-Ha pun terjatuh.

Se-Joon tiba di Cloud Nine. Yoo-Jin membukakan pintu ruang utama agar ia bisa masuk sementara ketua Joo diminta untuk keluar dan berjaga di atas.
Setelah mematikan mode suara, Yoo-Jin meminta Se-Joon untuk menyerahkan flashdisk Suk-Han kepadanya. Se-Joon menolak seraya menyatakan bahwa ia butuh flashdisk tersebut untuk menyelamatkan Anna.

“Kamu akan kehilangan kesempatanmu untuk menjadi presiden apabila kamu melakukan itu,” ujar Yoo-Jin.

“Yah, mau bagaimana lagi,” respon Se-Joon.

“Kamu akan kehilangan segalanya juga,” tambah Yoo-Jin.

“Aku tidak peduli,” balas Se-Joon.

“Kamu sungguh akan membuang kesempatanmu untuk menjadi presiden karena putrimu?”

“Aku tidak tahu tentang itu. Tapi alasanku untuk menjadi presiden adalah agar aku bisa menjadi lebih kuat darimu dan menghancurkanmu,” ucap Se-Joon tegas.

Yoo-Jin kaget mendengarnya dan berharap andai saja Se-Joon setegas itu dari awal. Se-Joon menimpali bahwa tetap tidak akan ada yang berubah seandainya kondisinya seperti itu. Yoo-Jin setuju.

Yoo-Jin kemudian memberitahunya bahwa bukan ia yang membunuh Ume Hye Rin. Ia juga tidak memerintahkan siapapun untuk melakukannya.

“Lalu kenapa kamu selama ini berpura-pura seolah kamu yang membunuhnya?” tanya Se-Joon.

“Mungkin karena aku takut kamu akan meninggalkanku,” jawab Yoo-Jin, “Tidak. Itu mungkin karena aku takut untuk mengkonfirmasi bahwa aku telah mengambil keputusan yang salah. Karena aku ingin membuktikan ke semua orang… tidak, ke almarhum ayahku bahwa aku telah mengambil keputusan yang benar hingga akhir. Dan jikapun aku membuat keputusan yang salah, aku ingin membuktikan bahwa aku bisa melaluinya sehingga keputusanku adalah yang benar.”

“Maaf, jika aku telah membuatmu hidup seperti ini,” lanjut Yoo-Jin.

Se-Joon terkejut, tidak menyangka seorang Yoo-Jin bisa meminta maaf. Ia lantas tertawa dan berbalik menghampiri Yoo-Jin.

“Apa kamu baru saja mengatakan kalau kamu minta maaf?” tanyanya dengan mata berkaca-kaca.

Dokter dan beberapa orang bodyguard membawa Je-Ha ke klinik untuk dirawat. Dong-Mi mencegat Anna dan meminta bodyguard untuk membawanya ke Cloud Nine.

Setelah tahu Anna sudah diketemukan, Yoo-Jin meminta Se-Joon untuk meminjamkan sebentar flashdisk Suk-Han padanya. Ia lantas menggunakannya untuk mengambil data rekening anggota konsorsium untuk membuktikan kepada mereka bahwa ia benar-benar memiliki flashdisk tersebut. Ia juga mengancam akan mempublikasikannya apabila dalam 10 menit masih ada anak buah Gwan-Soo di wilayah markas JSS.

Tak lama kemudian Dong-Mi datang bersama Anna. Saat pintu ruang utama dibuka, tanpa diduga Sung-Won mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan menembak kaki Dong-Mi. Ia lantas menarik Anna dan menodongkan pistol ke kepalanya, mengancam akan membunuhnya apabila Yoo-Jin tidak membukakan pintu ruang utama. Tanpa diduga Yoo-Jin menurutinya.

“Kamu tidak menyangka bahwa aku memiliki pistol, big sis?” tanya Sung-Won sembari melangkah perlahan ke dalam ruang utama.

“Aku rasa hanya orang-orang di bawah kita yang menggunakan perlengkapan seperti itu,” jawab Yoo-Jin.

“Kamu benar, tapi kamu tahu latar belakang keluargaku bukanlah orang terkenal,” respon Sung-Won.

Sung-Won lantas meminta semua orang untuk duduk. Yoo-Jin langsung meminta Mirror untuk mematikan elevator. Untuk mencegahnya Sung-Won menembak Yoo-Jin, namun Yoo-Jin masih sempat untuk menyelesaikan perintahnya pada Mirror. Sung-Won kemudian meminta Se-Joon untuk menyerahkan flashdisk Suk-Han apabila ia tidak ingin Anna mati. Mau tidak mau Se-Joon memberikan flashdisk tersebut.

Kepala polisi memberitahu Gwan-Soo bahwa ia harus menarik mundur anak buahnya dari markas JSS. Gwan-Soo menyadari itu adalah perintah dari konsorsium sehingga ia pun menghubungi mereka. Ia pun memberitahu mereka bahwa bom yang ada di JSS tidak bisa dimatikan, sehingga apabila bom itu meledak, maka semua orang yang ada di sana, termasuk juga flashdisk Suk-Han, akan musnah, dan ia menjadi satu-satunya orang yang punya bukti tentang Kumar-gate (juga satu-satunya kandidat presiden yang tersisa). Para anggota konsorsium menjadi bimbang harus berpihak kepada siapa. Gwan-Soo lantas menegaskan, apabila mereka ingin selamat, maka mereka harus mematikan listrik dan juga saluran komunikasi di JSS.

Je-Ha tersadar dan segera memberitahu yang lain soal bom yang tidak bisa dimatikan. Ketua Joo menghubungi Se-Joon dan menceritakannya akan hal itu, yakin bahwa Gwan-Soo telah menipu Sung-Won. Sung-Won terkejut mendengarnya. Ia segera menuju ke bom dan mencoba untuk mematikannya. Ternyata benar, bom tersebut tidak bisa dimatikan. Semua yang ada di sana menjadi panik.

Sung-Won memohon pada Yoo-Jin untuk menghidupkan kembali elevator. Yoo-Jin sempat enggan, namun akhirnya menurutinya. Tanpa diduga, sebelum Yoo-Jin sempat memerintahkan Mirror untuk menghidupkan kembali elevator, aliran listrik JSS mati dan elevator tidak bisa menyala. Sung-Won segera berlari keluar untuk mengecek hal itu.

Se-Joon meminta Anna untuk menekan luka Yoo-Jin sementara ia menyusul Sung-Won untuk melihat kondisi lift. Yoo-Jin heran dengan Se-Joon yang masih lebih mementingkan dirinya sendiri di saat genting seperti itu dan meminta mereka berdua untuk meninggalkannya saja. Namun Anna kemudian tetap tinggal dan melakukan apa yang diminta ayahnya.

Sepeninggal Se-Joon, Yoo-Jin menceritakan yang sebenarnya pada Anna, bahwa yang membunuh ibunya adalah master Song atas perintah ayah Yoo-Jin. Dan semua itu ia lakukan untuk melindungi Yoo-Jin. Di saat kejadian, sebenarnya Yoo-Jin juga ada di sana, sayangnya ia tiba setelah master Song melakukannya. Ume Hye Rin sempat masih tersadar pada saat Yoo-Jin datang dan meminta tolong kepadanya. Namun Yoo-Jin akhirnya memilih untuk pergi meninggalkannya.

“Pada hari dimana ibumu meninggal, aku menuruti perintah yang diberikan oleh setan yang ada di dalam diriku,” ujar Yoo-Jin dengan air mata bercucuran.

Yoo-Jin kemudian mempersilahkan Anna untuk melepaskan tekanannya pada lukanya, karena secara tidak langsung ialah yang telah membunuh ibu Anna. Anna terdiam.

Je-Ha dan ketua Joo mencari jalan untuk menuju Cloud Nine. Tiba-tiba master Song dengan membawa tali, memberitahu mereka untuk mengikutinya ke basement karena itulah jalur paling dekat menuju Cloud Nine. Je-Ha lantas meminta ketua Joo untuk mengumpulkan bodyguard dan mengirimnya ke basement, sementara ia pergi bersama master Song.

Jalur yang dimaksud master Song ternyata adalah melalui jalur lift. Bodyguard yang lain mulai berdatangan sesaat sebelum Je-Ha turun. Ia pun menginstruksikan agar mereka segera menarik tali apabila nanti ia memberi aba-aba dari bawah.

Tak lama kemudian Je-Ha tiba di lift Cloud Nine. Sung-Won yang kebetulan melihatnya segera berlari ke Cloud Nine dan kembali menodongkan senjata ke arah Anna. Begitu Je-Ha sampai di Cloud Nine, Sung-Won mengancam akan menembak Anna apabila mereka berdua tidak diangkat ke atas terlebih dahulu. Anna sempat memberontak karena tidak ingin meninggalkan Je-Ha. Tanpa disadari Sung-Won, gerakan Anna itu membuat flashdisk Suk-Han terjatuh. Je-Ha segera memberi tanda dengan matanya pada Anna untuk menendang flashdisk tersebut menjauh. Anna berhasil melakukannya.

Di lift, Je-Ha sempat menolak memberi aba-aba pada rekan-rekannya untuk menarik Sung-Won. Sung-Won lantas menembak kaki Je-Ha. Anna langsung melepaskan diri dari Sung-Won dan berlari ke arah Je-Ha. Rekan-rekan Je-Ha pun akhirnya mau menarik Sung-Won ke atas. Di atas, Sung-Won membohongi mereka dan memberitahu bahwa bom akan meledak 3 menit lagi seraya menjatuhkan tali yang digunakan untuk menariknya ke atas ke dasar lift. Bodyguard JSS kebingungan harus berbuat apa. Je-Ha kemudian memberitahu mereka untuk menunggu sekitar 1 menit lagi dan kemudian menembak kabel lift apabila ia sudah memberi aba-aba.

Je-Ha dan Anna kembali ke ruang utama untuk membawa yang lain menuju lift. Tanpa diduga, Yoo-Jin menolak dan meminta untuk ditinggalkan saja di sana. Ia berpesan pada Je-Ha untuk membawa Dong-Mi serta dan menyelamatkan Anna.

Berempat mereka kemudian menuju lift. Je-Ha berencana untuk menjatuhkan lift ke bawah agar mereka bisa selamat dari ledakan bom. Rekan-rekan bodyguard Je-Ha segera mulai menembak begitu mereka masuk ke dalam lift. Tanpa disangka, Se-Joon kemudian memutuskan untuk keluar dari lift, dengan alasan untuk mengurangi beban lift pada saat nanti terhempas. Tanpa mempedulikan Anna yang menangis, Se-Joon berpesan pada Je-Ha untuk menjaga Anna, lantas menutup pintu lift.

Kembali ke Cloud Nine, dengan sekuat tenaganya Se-Joon mengangkat kotak bom ke dalam ruang utama dengan harapan itu bisa mengurangi efek ledakan. Yoo-Jin tersenyum dan meminta Se-Joon keluar agar ia bisa menutup pintu ruang utama. Se-Joon dengan tenang memintanya untuk menutup pintu tersebut sekarang juga. Dengan terbata, Yoo-Jin melakukannya. Se-Joon melangkah menghampirinya.

“Maukah kamu menjadi pendampingku dalam perjalanan menuju akhirat?” tanya Se-Joon, seraya memeluk Yoo-Jin.

Yoo-Jin tersenyum. Air mata menetes di kedua pipi mereka.

“Kita hampir tampak seperti pasangan yang bahagia, bersikap seperti ini.” ujar Yoo-Jin.

Waktu tinggal beberapa detik lagi. Kabel lift akhirnya bisa terputus. Lift meluncur ke dasar dengan kencang bersamaan dengan meledaknya bom di Cloud Nine. Sesuai rencana Se-Joon, dampak ledakan tidak terlalu besar untuk ruangan di luar Cloud Nine.

Rekan-rekan Je-Ha segera berusaha menghubungi Je-Ha, namun tidak juga ada jawaban. Beberapa saat kemudian, terdengar suara dan ternyata Anna yang menjawab panggilan mereka. Je-Ha kemudian menyambungnya dan meminta agar ia segera dikeluarkan dari sana karena ia sudah sangat kesakitan. Rekan-rekan Je-Ha girang mendengarnya.

Je-Ha memenuhi panggilan mahkamah militer untuk bersaksi terhadap kasus Blackstone.

Anna kini menjadi penerus tunggal dari Choi Yoo-Jin dan Jang Se-Joon. Ia tiba di rumah Yoo-Jin dan terlihat tidak nyaman berada di sana. Di tempat lain, pihak konsorsium tidak terlalu khawatir terhadapnya, menganggap Anna masih polos dan tidak mungkin bisa berbuat apa-apa meski flashdisk Suk-Han ada di tangannya.

Je-Ha menculik Gwan-Soo dan membawanya ke suatu tempat. Ia menyerahkan Gwan-Soo pada sekretarisnya (Lee Cheol-Min) yang sudah menunggunya di sana.

Setelah Je-Ha pergi, sekretaris Gwan-Soo membuka ikatannya dan membawanya pergi ke sebuah pohon dimana sudah terikat tali untuk bunuh diri di sana.

Sung-Won dengan tersenyum melangkah menuju mobilnya. Begitu pintu dibuka, tanpa diduga ada Dong-Mi di sana, sedang memegang sebuah pistol. Bodyguard yang ada di belakangnya segera mendorong Sung-Won untuk masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya. Terdengar dua kali suara tembakan. Dong-Mi lantas keluar dari mobil dan terlihat tubuh Sung-Won yang sudah tidak bernyawa.

Anna janjian dengan Je-Ha di restoran Subway. Je-Ha mengabarkan bahwa segala urusannya dengan hukum sudah beres dan ia sudah bebas pergi kemana saja. Anna sendiri menceritakan bahwa ia sudah mendatangi rumah Yoo-Jin dan merasa tidak nyaman berada di sana.

Anna dan Je-Ha kini berada di loteng di rumah persembunyian Anna dahulu. Je-Ha memasukkan memory card (ternyata selama ini bukan flashdisk, tapi cuma kotak memory card) ke dalam slot laptop dan meyakinkan Anna apakah ia benar-benar akan mempublikasikan isi memory card tersebut. Saat Je-Ha sedang berceramah, Anna sudah langsung menekan tombol Upload begitu saja, sehingga Je-Ha terbengong-bengong melihatnya. Ia pun lantas merajuk karena seharusnya mereka lebih menikmati momen bersejarah seperti itu.

“Wow, aku tidak percaya ini. Selalu melakukan yang kamu inginkan, huh?” ujar Je-Ha.

Anna perlahan mendekatinya lalu menciumnya.

“See? Kamu selalu melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaanku…”

Anna kembali menciumnya. Kali ini Je-Ha membalasnya. Keduanya pun berciuman dengan mesra.

Pada akhirnya, Anna dan Je-Ha pergi ke Spanyol dan menjalani hari-hari mereka dengan penuh kasih dan suka cita.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply