Rekap Sinopsis The K2 Episode 15 & Preview Episode 16 (11 November 2016)

Sinopsis The K2 episode 15-nya sementara versi rekap dulu ya (minim dialog dan gambar). Lagi ada banyak kerjaan nih, ntar diupdet lagi (dengan dialog dan gambar) kalo sudah ada waktu 🙂 Di episode sebelumnya, Kim Je-Ha (Ji Chang-Wook) berhasil mendapatkan flashdisk yang berisi data rahasia yang bisa menjatuhkan orang-orang yang terlibat dalam Kumar-Gate, termasuk Park Gwan-Soo (Kim Kap-Soo) dan Choi Sung-Won (Lee Jung-Jin). Namun ia terluka parah saat berusaha melarikan diri sehingga harus menjalani perawatan insentif di Cloud Nine. Bekerjasama dengan Gwan-Soo, Sung-Won memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang markas JSS secara langsung. Ia juga berhasil membujuk direktur JSS Kook Chae-Wan (Ko In-Beom) untuk membelot kepadanya dan memberikan akses ke Cloud Nine. Apa yang selanjutnya bakal terjadi di sinopsis drama korea The K2 episode 15 kali ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 15

Pihak kepolisian yang memang sudah ‘dibeli’ oleh Gwan-Soo berdatangan ke markas JSS. Mereka berjaga di luar sembari memasang police line. Di dalam, satu demi satu bodyguard JSS berhasil dilumpuhkan dan ditawan di satu ruangan. Terlihat dokter kepala JSS (So Hee-Jung) serta master Song Young-Choon (Song Kyung-Cheol) untuk saat ini berhasil bersembunyi dari pasukan Sung-Won.

Bersama dengan direktur JSS, Sung-Won dan empat orang bodyguardnya memasuki Cloud Nine. Dengan geram Choi Yoo-Jin (Song Yoon-A) segera meminta Mirror untuk mengunci pintu ruang utama, dimana ia dan Je-Ha berada. Je-Ha langsung mengenali bahwa koper yang dibawa oleh bodyguard Sung-Won berisi bom. Yoo-Jin pun terpaksa mengaktifkan mode komunikasi dengan bagian luar ruangan agar bisa berkomunikasi dengan Sung-Won.

Dokter kepala JSS kebingungan karena tersudut oleh beberapa orang anak buah Sung-Won yang menyisir area markas JSS. Untunglah tiba-tiba muncul master Song yang menariknya ke sudut agar tidak terlihat oleh mereka. Master Song kemudian meminta dokter kepala JSS untuk menuruti instruksinya.

Dengan santai Sung-Won mengaktifkan bom yang ia bawa. Waktu yang disetel adalah 2 jam. Je-Ha meminta Mirror untuk kembali menghidupkan mode soundproof dan menanyakan keberadaan Ko Anna (Im Yoona) pada Yoo-Jin. Hati Yoo-Jin hancur mengetahui pada saat itu yang dipikirkan Je-Ha adalah Anna. Namun begitu, ia tetap memberitahunya bahwa Anna saat ini berada di airport untuk menuju ke Spanyol.

Je-Ha meminta Mirror mematikan kembali mode soundproof. Tak lama ponsel Yoo-Jin berbunyi. Sung-Won memintanya untuk menerimanya karena itu mungkin berasal dari partnernya. Dan benar, yang menelpon adalah Gwan-Soo. Gwan-Soo mengatakan bahwa yang ia butuhkan hanyalah flashdisk Kim Suk-Han. Sung-Won menimpali bahwa yang ia butuhkan hanyalah Cloud Nine.

Dengan sebelumnya mengaktifkan mode soundproof, Je-Ha meminta Yoo-Jin untuk memberitahu mereka bahwa flashdisk Suk-Han tidak ada padanya, sehingga ia bisa keluar dan menyerang Gwan-Soo. Yoo-Jin menyetujuinya dan memberitahukan hal tersebut pada Gwan-Soo. Direktur JSS mengkonfirmasi kebenarannya.

Gwan-Soo menanyakan juga hal itu pada Je-Ha. Je-Ha membenarkannya, sembari menyindir bahwa Gwan-Soo kelihatannya tidak berniat untuk membayarnya karena anak buahnyalah yang telah menembaknya. Gwan-Soo membantahnya. Direktur JSS dan Sung-Won kaget mengetahui Gwan-Soo meminta bantuan Je-Ha untuk itu. Mereka percaya dan merasa kasihan pada Yoo-Jin.

Je-Ha menyadari bahwa Yoo-Jin pasti sudah tahu mengenai hal itu. Ia pun berpura-pura minta maaf, sementara Yoo-Jin berpura-pura geram karena dikhianati. Di balik itu, dengan menggunakan pandangan mata, mereka saling berkomunikasi yang sebenarnya.

Gwan-Soo lantas meminta Je-Ha untuk mengambil flashdisk tersebut dan membawakannya kepadanya. Sebelum pergi, Je-Ha meminta Yoo-Jin untuk mengirim ketua Joo (Jeon Bae-Su) ke tempat ia menyembunyikan flashdisk. Sembari mengatakan bahwa ia tidak akan kembali, Je-Ha menyarankan agar Yoo-Jin melepaskan Cloud Nine karena ia yakin Yoo-Jin akan bahagia tanpanya. Yoo-Jin tidak bisa melakukannya karena baginya Mirror dan dirinya adalah satu. Itu juga sebabnya ia memberikan akses Mirror pada Je-Ha.

“Jika saja kita bertemu dalam situasi yang lebih baik atau waktu yang lebih baik,” ujar Yoo-Jin sebelum mengucapkan selamat tinggal.

Je-Ha pun pergi meninggalkan Cloud Nine dengan dikawal oleh bodyguard Gwan-Soo (yang sebelumnya menembak Je-Ha) yang menyertai Sung-Won.

Pesawat Anna menuju Spanyol akan segera berangkat. Dengan sedih ibu penjaga rumah dan Jang Mi-Ran (Lee Yea-Eun) melepas kepergiannya. Di belakang mereka Lee Sung-Kyoo (Lee Jae-Woo) hanya bisa terdiam. Anna lalu menghampiri Kim Dong-Mi (Shin Dong-Mi) dan memintanya untuk menjaga Je-Ha, sembari menambahkan bahwa ia juga sudah melupakan apa yang telah diperbuat Dong-Mi selama ini kepadanya. Dong-Mi tidak dapat berkata apa-apa.

Begitu Je-Ha meninggalkan markas JSS, sambil tersenyum Yoo-Jin meminta Mirror untuk mematikan lift dan memutus semua sambungan telpon. Ia juga meminta Mirror untuk mengirimkan siaran CCTV di sana ke ponsel Dong-Mi. Begitu Dong-Mi melihatnya, ia langsung bergegas menuju markas JSS seraya memerintahkan semua agen JSS yang berada di luar untuk kembali ke markas.

“Kalau begitu, bisakah kita memulai permainannya sekarang?” tanya Yoo-Jin dengan tatapan dingin.

Dan dengan santai, ia memerintah Mirror untuk mengirimkan pembunuh bayaran ke alamat cucu direktur JSS yang tinggal di Amerika. Direktur JSS syok mendengarnya dan memohon agar Yoo-Jin tidak melakukannya karena cucunya tidak bersalah. Yoo-Jin menerimanya, namun sebagai gantinya, ia meminta direktur JSS untuk bunuh diri. Tanpa ragu direktur JSS melakukannya.

“Madam, terima kasih. Aku pasti akan membayar hutangku kepadamu di neraka,” ucapnya sebelum menembak kepalanya sendiri.

Sung-Won kaget melihatnya, namun ia berusaha tenang dan meresponnya dengan tepukan tangan. Langkah Yoo-Jin berikutnya adalah meminta tiga anak buah Sung-Won yang ada di sana untuk menembaknya dengan imbalan satu juta won. Ketiganya langsung mengarahkan pistolnya ke arah Sung-Won. Meski sempat kaget, Sung-Won tidak hilang akal dan mengatakan bahwa hanya dialah yang mengerti password untuk mengatifkan bomnya. Kali ini ia pun masih bisa selamat.

Yoo-Jin mau tidak mau membatalkan perintahnya dan meminta anak buah Sung-Won untuk pergi keluar karena ia akan berbicara empat mata dengan Sung-Won.

Je-Ha tiba di depan rumah sakit. Begitu ia mengambil flashdisk yang ia sembunyikan, bodyguard Gwan-Soo segera memukulnya dan merebut flashdisk tersebut. Ia lantas menghubungi Gwan-Soo, yang kemudian memerintahkan dirinya untuk menghabisi Je-Ha. Untunglah, sesaat sebelum ia menembak Je-Ha, ketua Joo lebih dulu menembaknya.

Je-Ha mengambil alih ponsel si bodyguard dan menanyakan kemana ia harus mengantarkan flashdisk tersebut. Dengan gugup Gwan-Soo terpaksa mempersilahkannya untuk datang ke tempat persembunyiannya.

Je-Ha masuk ke mobil Jang Se-Joon (Cho Seong-Ha) dan melihat lukanya yang kembali terbuka. Ia memberitahu apa yang terjadi di Cloud Nine pada mereka dan menyatakan bahwa ia kini berniat untuk mempublikasikan isi flashdisk tersebut. Ketua Joo mengingatkannya bahwa jika itu terjadi maka karir politik Se-Joon juga akan hancur. Je-Ha tidak peduli karena saat ini hanya itu satu-satunya cara untuk menjatuhkan Gwan-Soo dan Yoo-Jin. Ketua Joo tidak mempermasalahkan Yoo-Jin karena baginya ada kepentingan yang lebih besar. Je-Ha langsung menyanggahnya dan mengungkit soal dulu ketua Joo yang membiarkannya pergi dari blackstone dengan alasan serupa.

Ketua Joo tidak terima dan mengatakan itu karena Je-Ha telah menjadi penjahat perang. Je-Ha pun menjelaskan yang sesungguhnya, bahwa ia meninggalkan Blackstone bukan karena menjadi penjahat perang, namun karena menjadi saksi atas kejahatan perang yang dilakukan blackstone. Ketua Joo terdiam begitu mengenai kebenarannya. Namun demikian, pada akhirnya Je-Ha menyerahkan flashdisk tersebut dan pergi untuk menemui Gwan-Soo.

Sung-Woon menawarkan separuh saham JB Group miliknya pada Yoo-Jin, sebagai gantinya ia juga ikut memiliki Mirror. Yoo-Jin menolaknya karena toh saat ini Sung-Won juga terjebak di sana bersama dengan bomnya, sehingga jika ia mau selamat mau tidak mau ia harus mematikan bom itu.

Jaksa Kim, yang sedari tadi juga menyertai Se-Joon, mengatakan bahwa ia tidak bisa lagi berada di pihaknya apabila Se-Joon melakukan konferensi pers untuk mempublikasikan isi flashdisk. Se-Joon meminta pendapat ketua Joo, dan ketua Joo berharap Se-Joon memberitahu Yoo-Jin terlebih dahulu. Se-Joon menyetujuinya. Ia pun menghubungi Yoo-Jin dan memberitahunya bahwa saat ini ia memiliki flashdisk Suk-Han. Ia juga memberitahu bahwa Je-Ha memintanya untuk mempublikasikan isi flashdisk tersebut untuk menyelamatkan Yoo-Jin. Yoo-Jin terkejut mendengarnya. Namun begitu, ia tetap meminta Se-Joon untuk melakukan sesuai rencananya dan menggunakan flashdisk tersebut untuk menjatuhkan Gwan-Soo serta konsorsium Kumar-Gate-nya.

Se-Joon segera meminta jaksa Kim untuk membatalkan konferensi pers. Ia lantas menghubungi Gwan-Soo dan memberitahunya bahwa ia memiliki flashdisk Suk-Han. Se-Joon meminta Gwan-Soo mengumpulkan anggota konsorsium karena ia ingin berbicara dengan mereka semua. Gwan-Soo mulai menyadari bahwa Je-Ha hanya berpura-pura menurutinya. Ia pun kembali ke kantornya, meminta anak buahnya yang ada di tempat persembunyian untuk nantinya menangkap Je-Ha, serta memerintahkan polisi untuk menangkap Anna.

Anna sudah berada di dalam pesawat. Ia meneteskan air mata melihat foto-foto Je-Ha yang ada di ponselnya. Pramugari kemudian memberitahunya untuk mematikan ponsel sejenak karena pesawat hendak berangkat. Sayangnya, saat itu Je-Ha sedang berusaha untuk menelpon Anna. Begitu tahu ponselnya tidak aktif, Je-Ha mengira bahwa pesawat Anna sudah berangkat.

Sesaat sebelum pesawat lepas landas, seorang detektif polisi masuk ke pesawat dan meminta Anna untuk mengikutinya.

Je-Ha tiba di tempat persembunyian Gwan-Soo. Dengan bom C4 yang sudah ia siapkan, ia menghancurkan pintu ruang rahasia Gwan-Soo. Ia kaget mendapati tidak ada seorang pun di sana. Dari salah satu bodyguard, ia mengetahui bahwa Gwan-Soo telah menculik Anna dan memintanya untuk menyerahkan flashdisk Suk-Han apabila ingin Anna selamat. Suara ledakan bom sebelumnya membuat bodyguard Gwan-Soo lain yang ada di sana berdatangan. Tapi karena jumlahnya tidak banyak, Je-Ha bisa melumpuhkan mereka satu demi satu.

Dalam perjalanan menuju tempat Gwan-Soo, Je-Ha menghubungi Mi-Ran dan memintanya untuk mengkonfirmasi apakah Anna masih ada di pesawat atau tidak. Ternyata benar yang dikatakan bodyguard tersebut, Anna tidak lagi ada di pesawat.

Gwan-Soo menghubungi Se-Joon dengan menggunakan video call. Gwan-Soo terlihat sedang berada di sebuah tempat konstruksi bangunan. Dengan senyum puas ia menunjukkan Anna yang ada di belakangnya dalam kondisi terikat. Ia pun meminta Se-Joon untuk menemuinya di Cloud Nine dengan membawa flashdisk Suk-Han. Se-Joon menyanggupinya tanpa berpikir panjang. Usai menutup telponnya, Gwan-Soo meminta sekretarisnya (Lee Cheol-Min) untuk membawa Anna menuju markas JSS dan menyelesaikan semuanya malam itu juga.

Je-Ha tiba di tempat konstruksi. Tanpa disangka petugas-petugas konstruksi yang ada di sana adalah anak buah Gwan-Soo. Mereka pun mulai mengeroyok Je-Ha dengan menggunakan besi, sekop, palu, dan sebagainya. Meski berkali-kali terkena hajaran mereka dan darah mulai bercucuran dari kepalanya yang sempat terkena pukulan balok kayu, Je-Ha terus melangkah maju dan mengalahkan mereka satu demi satu dengan sekuat tenaganya.

Sayangnya ia terlambat. Ia baru tiba tepat di saat Anna dibawa masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkannya. Ia berusaha mengejarnya namun sia-sia. Bahkan kembali beberapa orang bodyguard Gwan-Soo mengepungnya, dipimpin oleh sekretaris Gwan-Soo. Je-Ha kembali berhasil mengalahkan mereka dan mulai menghampiri sekretaris Gwan-Soo yang tersisa.

Bersama dengan satu bodyguard JSS yang berhasil selamat, master Song membebaskan bodyguard-bodyguard JSS lain yang sedang ditawan, walau aksi pertarungannya sama sekali tidak meyakinkan.

Bodyguard Gwan-Soo tiba dengan membawa Anna. Saat hendak masuk ke lift, bodyguard JSS, termasuk master Song, yang menyamar sebagai pasukan Sung-Won, berhasil melumpuhkan mereka. Namun polisi kemudian datang dan mereka kini harus menghadapi polisi-polisi korup tersebut. Master Song segera meminta Anna untuk pergi melalui tangga darurat sementara ia membantu bodyguard yang lain.

Anna kemudian tiba di parkiran mobil. Beberapa anak buah Sung-Won mengejarnya. Di depannya tiba-tiba terlihat cahaya lampu mobil yang akan melintas. Dengan ketakutan Anna melangkah mundur untuk mencari tempat bersembunyi. Mendadak master Song muncul dan menariknya ke balik mobil sembari menyekap mulutnya dan memintanya untuk tenang. Saat itulah Anna teringat bahwa orang yang pada waktu itu ada di kamar ibunya saat ibunya meninggal dan menyekapnya adalah master Song!

Dengan wajah berlumuran darah, Je-Ha melangkah mendekati sekretaris Gwan-Soo dan menyatakan dimana Anna berada. Sekretaris Gwan-Soo memberitahunya bahwa saat ini Anna ada di Cloud Nine. Je-Ha pun memintanya untuk membawanya ke sana. Sekretaris Gwan-Soo melihat jamnya lalu mengatakan bahwa mereka tidak mungkin menuju ke sana karena bom yang ada di sana sudah diatur tidak akan bisa dimatikan begitu bom tersebut aktif dan sebentar lagi akan meledak.

Je-Ha berteriak lantang melampiaskan rasa frustrasinya.

Preview Episode 16

Berikut ini video preview episode 16 dari drakor The K2:

» Sinopsis The K2 eps 16 selengkapnya

Reply