Sinopsis Solomon’s Perjury Episode 9 & Preview Episode 10 (14 Januari 2017)

Di rekap sinopsis Solomon’s Perjury episode sebelumnya, kebenaran di balik kasus pembakaran rumah keluarga Choi mulai terungkap. Pelakunya ternyata adalah seorang pembakar profesional bernama Firework Artisan, yang bekerja atas permintaan dari CEO Choi sendiri. Melalui informasi yang diberikan oleh ibu Choi Woo-Hyuk, Han Ji-Hoon memberi informasi kepada pihak kepolisian melalui Ko San-Joong dan detektif Oh. Alhasil, dalam waktu singkat, kedua pelaku tersebut berhasil ditahan oleh polisi. Sementara itu, Ko Seo-Yeon mendapatkan petunjuk penting terkait kasus kematian Lee So-Woo, yaitu adanya lima buah panggilan misterius ke telepon milik So-Woo dari lima unit telpon umum di lima lokasi yang berbeda. Ia pun meyakini ada satu orang lagi dalam lingkaran kasus So-Woo yang belum mereka ketahui identitasnya. Apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Solromonui Wijeung episode 9 kali ini?

Dok. gambar dan video © JTBC of Korea Selatan

Sinopsis Episode 9

11 tahun lalu. Han Kyung-Moon yang masih menjadi jaksa menangani kasus pembunuhan ibu Yang Ji-Hoon yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Sebagai satu-satunya saksi, Ji-Hoon — yang saat itu masih berumur 7 tahun — awalnya tidak mau membuka mulut karena takut pada ayahnya. Namun Kyung-Moon berhasil menguatkannya dan Ji-Hoon akhirnya bersaksi.

Beberapa waktu kemudian, Kyung-Moon mendengar kabar bahwa ayah Ji-Hoon melakukan bunuh diri di penjara. Ia lalu mendatangi Ji-Hoon yang saat itu tinggal di panti asuhan dan mengajaknya untuk berjalan-jalan bersama. Singkat cerita, Ji-Hoon yang merasa nyaman dengan Kyung-Moon mengaku menginginkan sebuah keluarga. Kyung-Moon pun mengabulkannya dan mengangkat Ji-Hoon sebagai anaknya.

Saat ini. Ji-Hoon berusaha meyakinkan Choi Woo-Hyuk bahwa ia masih punya kesempatan untuk merubah hidupnya, tidak seperti dirinya. Tanpa berkata apa-apa, Woo-Hyuk pergi meninggalkan Ji-Hoon dan Bae Joon-Young.

Sementara itu, istri CEO Choi membeberkan semua yang ia ketahui tentang aksi pembakaran yang dilakukan suaminya bersama Firework Artisan pada pihak kepolisian. Tidak itu saja, masalah kekerasan yang biasa dilakukan CEO Choi juga ikut dilaporkan oleh istrinya. Meski lega kasus tersebut bisa diselesaikan, San-Joong merasa heran sekaligus kagum dengan Ji-Hoon yang bisa membujuk istri CEO Choi untuk bercerita tentang Firework Artisan. Detektif Oh akhirnya menyadari bahwa saat beberapa hari lalu Ji-Hoon menemui mereka, tujuan utamanya bukan untuk mengkonfirmasi tentang Firework Artisan, melainkan justru memberikan petunjuk pada mereka.

Malam harinya, ibu Woo-Hyuk bergegas mengemasi barang-barangnya dan mengajak Woo-Hyuk untuk ikut dengannya pergi meninggalkan kota.

Kyung-Moon dan asistennya menemui pak wakasek. Pak wakasek yang saat itu masih kaget dengan terbongkarnya ulah CEO Choi diminta oleh Kyung-Moon untuk tidak usah memikirkan hal tersebut dan lebih berfokus pada masalah sidang sekolah. Ia meminta agar pak wakasek membubarkan klub sidang sekolah setelah pengadilan sekolah usai dan apabila mereka membangkang maka pak wakasek diinstruksikan untuk mengeluarkan mereka semua yang terlibat. Asisten Kyung-Moon menambahkan adanya rumor kepala sekolah sedang berusaha menemui salah satu anggota klub sidang sekolah untuk memberi kesaksian, walau masih belum jelas apa yang akan ia bicarakan.

Berita tentang menghilangnya Woo-Hyuk dan ibunya sampai ke telinga Seo-Yeon dkk. Saat mereka masih belum tahu hendak merespon seperti apa, bu guru Kim datang dan mengajak mereka makan bersama di sebuah restoran. Sembari makan, bu guru Kim mengusulkan agar mereka menunda sidang sekolah untuk sementara waktu karena dengan menghilangnya Woo-Hyuk keadaan menjadi tidak seimbang antara pihak terdakwa dengan penuntut. Ji-Hoon menolak karena baginya yang lebih dibutuhkan oleh Woo-Hyuk saat ini adalah adanya orang yang mau berada di sampingnya dan mau berusaha untuk menolongnya. Walau begitu, Seo-Yeon berjanji akan mendiskusikan lagi masalah itu nanti.

Detektif Oh memikirkan kembali segala sesuatunya tentang Ji-Hoon dan kemungkinan keterkaitannya dengan Lee So-Woo. Setelah memeriksa ulang dokumen-dokumen keduanya serta mendatangi sebuah rumah sakit, detektif Oh mengundang reporter Park untuk menemuinya. Ia lalu memberitahunya hasil penyelidikannya, bahwa saat So-Woo dirawat di rumah sakit jiwa, ada seorang anak seumuran dengannya yang juga dirawat di sana. Anak itu adalah Ji-Hoon. Meski akhirnya bisa membongkar misteri sosok teman rahasia So-Woo, detektif Oh masih heran kenapa Ji-Hoon justru memilih untuk menjadi pengacara Woo-Hyuk, bukannya menjadi jaksa penuntut.

Di ruang klub, Seo-Yeon mengungkapkan kegundahannya tentang jalannya sidang karena merasa usul bu guru Kim ada benarnya. Ia mengaku sebelumnya tidak memikirkan perasaan Woo-Hyuk dan hanya ingin agar misteri kematian So-Woo bisa terpecahkan melalui sidang sekolah. Ji-Hoon menyatakan bahwa Woo-Hyuk sudah menyadari bahwa ada kemungkinan ia akan terluka apabila mengikuti sidang sekolah, namun ia memutuskan untuk ikut serta, sehingga bagi Ji-Hoon tidak ada alasan untuk menghentikan sidang sekolah di tengah jalan.

Seo-Yeon menganggap hal itu tidak sama karena masih belum benar terbukti bahwa Woo-Hyuk bukanlah pelakunya. Bisa saja ia menyuruh orang lain untuk menghubungi So-Woo di malam kejadian sehingga si pemilik toko tidak mengenali orang yang ia lihat dari foto-foto yang disodorkan Seo-Yeon pada saat itu. Ji-Hoon tidak lagi membantah dan memilih untuk berdiam diri.

Di kamarnya, menyadari bahwa foto cover di akun sosmed Jeung-Guk Watchman adalah lukisan favorit So-Woo, Ji-Hoon jadi teringat satu hal. Ia akhirnya berhasil membuka folder rahasia di akun sosmed Jeung-Guk Watchman yang selama ini di-password oleh So-Woo dan mendapati foto dokumen-dokumen VIP yang dulu diperoleh oleh So-Woo dari kamar kerja Kyung-Moon.

Sementara itu, dalam perjalanan pulang ke rumah, Seo-Yeon merasa kedinginan. Dengan malu-malu Joon-Young memegang dahi Seo-Yeon untuk memeriksa suhu badannya. Namun begitu, Seo-Yeon bahwa ia tidak apa-apa.

Sayangnya tidak demikian. Pagi harinya, kedua orang tuanya mendapati Seo-Yeon dalam keadaan demam parah. Mereka bergegas membawa Seo-Yeon ke rumah sakit untuk diperiksa. Teman-temannya, anggota klub sidang sekolah, segera mengunjungi rumah sakit begitu mengetahui hal tersebut.

Tiba di rumah sakit, mereka bertemu dengan ayah Seo-Yeon yang hendak keluar untuk membelikan bubur untuk Seo-Yeon. Setelah yang lain masuk ke dalam ruang UGD untuk menemui Seo-Yeon, San-Joong memberitahu Ji-Hoon bahwa kini adalah gilirannya untuk membantu Ji-Hoon.

Seo-Yeon sendiri kondisinya sudah baikan. Lee Yoo-Jin kemudian memberitahunya bahwa pak kepsek menghubunginya dan berniat untuk bersaksi di sidang sekolah.

Malam harinya, Woo-Hyuk masih belum juga membalas pesan Ji-Hoon. Ji-Hoon mencoba untuk mendatangi apartemen keluarga Woo-Hyuk, namun tidak ada seorang pun di sana. Sebelum pergi, ia sekali lagi mengirim pesan pada Woo-Hyuk dan memintanya untuk datang di sidang esok hari karena ia bisa membuktikan bahwa Woo-Hyuk tidak bersalah.

Hari berganti. Sebelum berangkat ke sekolah, Seo-Yeon dengan ditemani oleh Yoo-Jin dan Kim Soo-Hee menemui pak kepsek di sebuah cafe. Tanpa mau memberitahu secara detil, pak kepsek hanya mengatakan ia hendak bersaksi tentang hubungan pihak sekolah dengan So-Woo. Tak lama setelah Seo-Yeon dan teman-temannya pergi, tanpa disangka Kyung-Moon muncul dan duduk di meja pak kepsek.

Hingga sidang akan dimulai, Woo-Hyuk masih belum juga muncul. Karena secara peraturan pengadilan masih bisa berjalan tanpa kehadiran terdakwa, maka para anggota klub sidang sekolah tetap bersemangat untuk melanjutkan sidang hari ketiga.

Tiba di ruang sidang, Choi Seung-Hyun mendapati ada tiga gelas kopi di meja pengacara. Ji-Hoon langsung menyadari ada sesuatu dan bergegas pergi menuju ruang terdakwa. Tebakannya benar, ada Woo-Hyuk di sana.

Sidang dimulai. Saksi pertama yang hendak dihadirkan oleh pihak jaksa, pak kepsek, ternyata batal muncul. Mau tidak mau Seo-Yeon memutuskan untuk melewati gilirannya dan melanjutkan ke saksi dari pihak jaksa. Ia pun kaget begitu yang melangkah maju adalah ayahnya sendiri, San-Joong.

Dalam kesaksiannya, San-Joon membeberkan tentang kasus pembakaran yang dilakukan oleh CEO Choi dan Firework Artisan. Firework Artisan inilah yang kemudian menjadi saksi keberadaan Woo-Hyuk di kamarnya pada saat malam kejadian. Hal itu sontak membuat heboh para pengunjung sidang, yang merespon dengan menyebarkan berita tersebar ke teman-teman mereka yang lain. Seo-Yeon sendiri, walau sempat kesal karena ayahnya tidak memberitahunya tentang hal itu, pada akhirnya bisa menerimanya.

Karena pihak jaksa tidak lagi memiliki saksi, Ji-Hoon melanjutkan dengan mengajukan terdakwa sebagai saksi. Meski heran karena tidak diberitahu terlebih dahulu oleh Ji-Hoon, Woo-Hyuk pun menurutinya. Tanpa ia sangka-sangka, Ji-Hoon ternyata membahas mengenai penyebab munculnya surat dakwaan terhadap Woo-Hyuk dengan memintanya memikirkan kembali apa saja yang sudah ia lakukan terhadap murid-murid lain di SMA Seung-Guk. Dengan perbuatan buruk Woo-Hyuk, Ji-Hoon menegaskan wajar saja banyak orang yang tidak menyukainya dan ingin membuatnya jatuh. Salah satunya tentu saja adalah si pembuat surat dakwaan itu sendiri, Lee Joo-Ri, yang pernah harus semalaman terkunci di kamar mandi akibat ulah Woo-Hyuk.

Semua orang terdiam mendengar perkataan Ji-Hoon. Tanpa diduga, dengan lirih Woo-Hyuk kemudian mengucapkan permintaan maafnya kepada semua orang di sana. Joo-Ri, yang ternyata setelah terkunci sempat hendak bunuh diri dengan cara naik ke pinggir atap gedung, tiba-tiba maju ke depan dengan penuh emosi dan menyatakan bahwa surat dakwaan yang ia tulis bukanlah sebuah kebohongan. Ji-Hoon menanggapinya dengan tenang dan mengatakan bahwa ia tahu Joo-Ri sudah pernah naik ke atap gedung sehingga bisa mengetahui ada bagian pinggir atap yang berbunyi. Joo-Ri masih tetap berdalih dan melampiaskannya pada Woo-Hyuk yang ia anggap pantas untuk mati. Woo-Hyuk hanya terdiam membisu mendengar perkataan Joo-Ri.

Preview Episode 10

Berikut adalah video preview episode 10 dari drakor Solomon’s Perjury:

=== belum tersedia ===

» Sinopsis Episode 10 selengkapnya

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply