Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 1 & Preview Episode 2 (2016)

“Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo” adalah drama korea terbaru yang menggantikan serial “Doctors” yang episode terakhirnya sudah tayang minggu lalu. Sejak pertama kali diumumkan, drama ini sudah banyak ditunggu oleh penggemar kdrama karena dibintangi oleh bintang-bintang ternama, termasuk IU dan Lee Joon-Gi. Nah, seperti apa sinopsis episode perdananya? Simak langsung deh setelah pesan-pesan berikut ini.

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 1

Di pinggir danau, Ko Ha Jin (IU) duduk sendiri dan meminum sebotol soju. Seorang pengemis, Park Young-Gyoo (Choi Byung-Mo), yang duduk tidak jauh di sampingnya, menatap botol soju tersebut dengan wajah ngarep. Ha Jin pun lantas memberikan botol soju tersebut, yang disambut Young-Gyoo tanpa ragu.

“Ahjussi,” kata Ha Jin, “Pernahkah kau ingin tidur selama seratus atau seribu tahun lebih? Semuanya selalu tak ada yang beres dan semuanya itu tak kunjung berjalan sesuai apa yang diharapkan.”

“Kau meyakinkan dirimu sendiri, ‘aku yakin semuanya berjalan dengan baik’, lalu muncul lagi masalah,” lanjut Ha Jin dengan nada lirih. Terdiam sejenak, Ha Jin menghela nafas lantas melanjutkan curhatnya.

“Aku lebih suka jika aku tertidur dan tidak pernah bangun lagi. Aku ingin melupakan segalanya, tapi itu tak ada hasilnya juga. Si brengsek itu meninggalkanku dengan setumpuk utang. Si jalang itu menipuku dan lari dengan dia. Astaga, aku seharusnya jangan mudah percaya dengan orang.”

Mata Ha Jin mulai berkaca-kaca. Air mata mulai menetes membasahi pipinya.

“Ahjussi,” ucap Ha Jin, “kau tahu ku pikir kalau aku tak berubah, orang yang ku percayai dan orang yang ku sukai juga takkan berubah. Tapi aku salah. Kenapa hidupku seperti ini?”

Sedari tadi terdiam dan sibuk dengan sojunya, mendadak pengemis Young-Gyoo berkata, “Hidupmu tak berubah sesuai keinginanmu. Mungkin bisa berubah kalau kau meninggal lalu hidup lagi.”

Ia pun tertidur usai menasehati Ha Jin. Tiba-tiba saja seorang anak tercebur masuk ke dalam danau tanpa disadari oleh orang tuanya. Ha Jin sempat bimbang apakah menolongnya atau tidak karena ia sudah kapok mengurusi orang lain. Tapi setelah berdebat dengan dirinya sendiri, ia pun berlari ke arah kolam dan melompat sembari berteriak kenapa harus selalu dia.

Suara deburan air saat Ha Jin melompat membuat keluarga si anak yang bernama Eun-Yoo itu tersadar. Demikian pula dengan si pengemis yang tadinya sempat tertidur. Sang ayah segera naik ke perahu untuk menyelamatkannya. Untungnya ia berhasil. Setelah Eun-Yoo naik ke perahu, ayah Eun-Yoo mengulurkan tangannya untuk menarik Ha Jin ke atas perahu. Saat hendak naik, saat itu juga tiba-tiba terjadi gerhana matahari total.

Seketika langit menjadi gelap dan tubuh Ha Jin tertarik masuk ke dalam air. Potongan kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini dialami Ha Jin terlintas dalam pikirannya hingga akhirnya ia masuk ke dalam sebuah bayangan / pusaran hitam.

adegan_scarlet_1a

Di tempat lain — atau lebih tepatnya di era lain, era Goryeo — usai terjadi gerhana matahari total, pangeran Wang So (Lee Joon-Gi) memacu kudanya dengan diikuti oleh pasukannya. Mereka tiba di sebuah pasar tradisional dan penduduk sekitar pun berlari ketakutan sambil meneriakkan julukannya, anjing serigala. Keadaan menjadi sangat rusuh. Pacuan kuda Wang So semakin lama semakin melambat hingga ia berhenti di depan stand penjual jepit rambut. Terlihat bahwa si pangeran menggunakan topeng di wajah sebelah kirinya.

Di kerajaan, pangeran ke-10 Wang Eun (Byun Baek-hyun) menceburkan dirinya ke kolam, diikuti oleh pangeran ke-14 Wang Jung (Ji Soo). Tak jauh dari kolam, pangeran ke-3 Wang Yo (Hong Jong-Hyun) memperhatikan mereka sambil minum secangkir teh. Sesaat kemudian ganti pangeran ke-13 Baek Ah (Nam Joo-Hyuk) melintas di sisi kolam yang lain, bergantian dengan pangeran ke-8 Wang Wook (Kang Ha-Neul) di seberangnya.

Sementara itu, pangeran ke-9 Wang Won (Yoon Sun-Woo) sedang memamerkan ototnya di samping Wang Yo, saat seorang dayang tanpa sengaja menyiram jarinya dengan air panas. Wang Yo yang kesal hendak memukulnya, namun urung karena Wang Wook mendatanginya dan menanyakan keberadaan kakak ke-4 (alias Wang So). Wang Wook mengatakan bahwa seharusnya Wang So sudah datang untuk mandi di kolam tersebut karena akan menghadiri ritual keagamaan. Saat Wang Yo memperhatikan Wang Wook, Wang Eun memberi tanda pada si dayang agar pergi meninggalkan mereka.

“Apa dia pernah melakukan kegiatan seperti yang kita lakukan?” tanya Wang Yo. “Tak usah pikirkan dia, membuat pusing saja.”

Wang Eun menanggapi bahwa sudah sifatnya Wang Wook untuk selalu khawatir dengan orang lain. Sembari masuk ke dalam kolam, Wang Wook berdalih bahwa ia dan Wang So lahir di tahun yang sama, jadi sudah sewajarnya jika peduli pada Wang So.

“Ini pertama kalinya So Hyungnim akan menghadiri ritual keagamaan, kan?” tanya Wang Wook. “Aku ingin tahu apa Yang Mulia punya alasan tertentu menyuruh dia datang.”

“Apa kau sudah tahu kalau saudara keempat kita membantai keluarganya di Shinju?” pancing Wang Eun. “Kabarnya itu sangat brutal, dia seperti serigala pembunuh manusia.”

Tapi tak ada satu pun saudaranya yang mempercayai hal tersebut dan menganggap itu hanya rumor. Mereka tidak yakin kemampuan bela diri Wang So sehebat itu hingga bisa mengalahkan pemerintah dan tentara setempat. Wang Yo lantas meminta saudara-saudaranya untuk berhenti bercanda dan tidak membahas hal tersebut. Ia menegaskan bahwa Wang So pasti akan datang setelah ritual keagamaan yang ia lakukan selesai.

Tanpa diduga Wang Eun kembali becanda dengan mengajak mereka untuk bertaruh lama-lamaan mengapung di air. Meski dicegah oleh yang lain, ia tetap berlari dan melompat masuk ke kolam yang ada di luar. Saat itu tiba-tiba saja Ha Jin yang sudah mengenakan baju jaman kerajaan muncul dari dalam kolam dengan tampang bingung.

Wang Eun lantas berteriak kaget dan memanggil kakak-kakaknya sembari berenang keluar dari kolam. Semua saudara Wang Eun juga kaget melihat ada seorang wanita tiba-tiba muncul di sana. Saat Ha Jin sedang kebingungan, Chae-Ryung (Jin Ki-Joo) memanggilnya dari balik batu yang ada di pinggir kolam. Ia pun segera mengikuti Chae-Ryung meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Wang Eun sempat mencoba mengejarnya, namun tersandung di dalam kolam.

adegan_scarlet_1e

Chae-Ryung lantas menyeret Ha Jin sambil mengomelinya karena selalu membuat masalah. Ha Jin mencoba mencerna apa yang terjadi.

“Kau kenal aku? Tempat ini kan bukan taman? Apa yang ku lakukan di sini?” tanya Ha Jin.

Chae-Ryung menatapnya dengan wajah heran. Ia lantas memandangi wajah Ha Jin lalu berkata, “Apa maksudmu kau tidak tahu tempat ini. Ini area pemandian terbesar di Songak.”

Ha Jin langsung terperanjat melihat keadaan di sekelilingnya yang memang benar merupakan sebuah pemandian.

“Apaan ini? Memangnya aku sudah mati? Jadi tempat ini adalah alam baka?” tanya Ha Jin pada dirinya sendiri sembari tersenyum kecut dan terjatuh tak sadarkan diri sesaat kemudian.

Pangeran ke-empat tiba di istana Goryeo bersama anak buahnya. Saat hendak masuk, seorang pengawalnya berkata, “Setelah ritual selesai, jangan lama-lama dan kembalilah ke Shinju. Kau itu diadopsi di keluarga Kang, jadi jangan lupa itu. Tolong tegakkan nama keluarga kita di hadapan raja.”

“Adopsi?” respon Wang So sembari tersenyum sinis. “Dan di sini ku pikir aku dijadikan sandera olehmu selama ini.”

Wang So lalu masuk ke dalam istana. Setelah gerbang tertutup, ia turun dari kudanya, mengambil pedangnya, dan lantas menebas leher kuda tersebut tanpa ragu.

adegan_scarlet_1b

Seorang pengawal mengingatkannya bahwa pedang tidak boleh dipergunakan di dalam istana. Dengan santai Wang So menyerahkan pedang berlumuran darah tersebut pada si pengawal dan melangkah pergi. Saat ditanya apakah perlu disiapkan kuda untuk perjalanannya pulang nanti, Wang So menjawab bahwa ia tidak akan pulang ke Shinju.

“Aku takkan kembali ke sana. Aku takkan kembali ke Shinju sebagai sandera.”

Sementara itu, Ha Jin terbangun di sebuah kamar tidur dengan kepala dibalut perban. Selain Chae-Ryung, ada seorang wanita lain di sana, Madam Hae (Park Shi-Eun). Kebingungan Ha Jin bertambah setelah Chae-Ryung dan Madam Hae memanggilnya dengan nama Hae Soo.

“Ah iya, aku sudah mati,” ucap Ha Jin, mencoba menyelesaikan sendiri kebingungannya.

“Kau tidak mati,” ujar Chae-Ryung, “tapi kau hampir mati tadi.”

“Aku tidak mati?” tanya Ha Jin dengan kaget. Ia pun tersadar bahwa ada sesuatu yang aneh sedang terjadi. Bergegas ia melangkah ke luar ruangan dan menyadari bahwa tempat ia berada saat ini — sebuah rumah besar dengan banyak pelayan di dalamnya — bukanlah tempat ia berasal.

“Ini bukan mimpi. Kalau aku tidak mati, lalu dimana aku?”

Chae-Ryung dan Madam Hae menyusulnya. Madam Hae lalu meminta Chae-Ryung untuk memanggil dokter. Mengira Ha Jin kehilangan ingatan, madam Hae mengatakan bahwa nama Ha Jin adalah Hae Soo dan ia sendiri adalah Myung Hee, sepupu keenamnya. Saat itulah Ha Jin baru menyadari bahwa jiwanya saat ini berada di dalam tubuh orang lain alias Hae Soo.

Madam Hae melanjutkan, bahwa saat ini Ha Jin sedang berada di Songak, tepatnya di rumah pangeran ke-8 Wang Wook. Berpikir sejenak, Ha Jin pun sadar bahwa saat ini ia sedang berada di jaman Goryeo. Madam Hae mengiyakan.

“Kalau begitu, sekarang siapa rajanya?” tanya Ha Jin.

“Tentu saja Yang Mulia yang mendirikan negeri ini,” jawab Madam Hae.

“Taejo Wang Geon?” tanya Ha Jin setengah tak percaya.

adegan_scarlet_1c

Sementara itu, taejo Wang Geon alias King Wanggun (Jo Min-Gi) yang dimaksud Ha Jin, sedang memarahi anak buahnya yang lalai sehingga memungkinkan adanya sebuah percobaan pembunuhan terhadap putra mahkota. Seseorang ternyata telah meracuni sarapan putra mahkota, yang untungnya tidak ia makan karena sedang tidak lapar. Apesnya, seekor burung yang memakannya lah yang kemudian menjadi korban racun di dalam makanan tersebut. Ia pun memerintahkan mereka untuk menangkap orang yang berusaha membunuh putra mahkota.

“Kita harus cari tahu kenapa hal ini bisa terjadi,” ujar menteri Wang Sik-Ryum (Park Jung-Hak), “Apa yang akan berubah kalau kita cuma menangkap pelakunya saja?”

“Apa maksudmu?” tanya raja.

“Bukankah putra mahkota harusnya berperilaku sebagai putra mahkota. Pada pertemuan majelis, dia hanya menerima salam dari utusan asing lalu pergi. Dia ada di medan perang atau mengunjungi pemandian air panas. Apa Anda tahu bahwa ada rumor kalau putra mahkota mengidap penyakit tak tersembuhkan?”

Semua yang ada di sana terdiam mendengar perkataan Sik-Ryum, termasuk sang raja dan juga putra mahkota Wang Moo yang kebetulan mendengar kata-kata Sik-Ryum dari luar ruangan.

Sik-Ryum melanjutkan, “Oleh karena itu saya memohon pada Anda. Tolong berhentikan pangeran ke-1, pangeran Moo, sebagai putra mahkota. Saya memohon dengan sangat untuk mencari kandidat putra mahkota baru.”

“Apa kalian semua setuju dengan dia?” tanya raja. “Menurut kalian, siapa di antara kalian yang pantas mengisi posisi itu jika bukan putra mahkota saat ini.”

Tiba-tiba Wang Wook maju ke depan dan berlutut, meminta raja untuk menarik kembali perkataannya karena tidak ada seorang pun di antara mereka yang ingin menjadi putra mahkota. Berturut-turut Baek Ah dan pangeran-pangeran yang lain melakukan hal yang sama.

adegan_scarlet_1d

Raja lantas memberi tanda pada Choi Ji-Mong (Kim Sung-Kyun), peramal kerajaan, untuk menyampaikan ramalannya. Dengan sigap ia pun menjelaskan penafsirannya.

“Bintang putra mahkota Wang Moo adalah bintang kerajaan di langit. Itu bintang pertama dari lima bintang utara dan bintang itu bersinar terang setiap hari. Bersinar terang bersama dengan istana raja Goryeo. Itu artinya pangeran Moo pantas menjadi putra mahkota.”

Raja lalu menegaskan kembali perkataan Ji-Mong dan mengatakan bahwa selama ritual keagamaan berlangsung, pangeran Moo akan melakukan ritual pengusiran roh jahat yang ada di Goryeo.

Tak lama setelah itu, Sik-Ryum menemui Queen Yoo (Park Ji-Young) yang mengatakan bahwa putra mahkota sangat beruntung dan panjang umur. Beberapa saat kemudian seorang pelayan masuk dan memberitahukan pada ratu bahwa pangeran Wang So datang untuk menemuinya. Ia menolak untuk menemuinya dengan alasan sedang tidak ingin diganggu. Si pelayan pun terpaksa berbohong dan mengatakan pada Wang So yang menunggu di luar bahwa ibunya sedang tidak enak badan.

Ha Jin merenungkan kembali apa yang sudah terjadi pada dirinya di dalam kamar. Setelah sempat meratap, ia pun menyemangati dirinya kembali dan menganggap telah diberi kesempatan kedua untuk hidup. Tiba-tiba Chae-Ryung menggedor pintu kamarnya dan meminta dibukakan pintu. Ha Jin menjadi ketakutan kembali mengingat ia tidak tahu apapun mengenai dunia luar di masa itu.

Tak lama Wang Wook datang dan menghampiri madam hae yang sedang terbatuk-batuk di depan kamar Ha Jin. Mereka lantas memberitahu Wang Wook bahwa Hae Soo siang tadi tercebur ke dalam air selama dua jam dan berhenti bernafas. Madam Hae mengatakan bahwa dokter sempat menyatakan Hae-Soo sudah meninggal, namun ternyata ia hidup kembali dan kini kehilangan ingatannya. Madam Hae lalu menambahkan bahwa ia khawatir Hae Soo akan melakukan hal-hal yang berbahaya dengan kondisinya saat ini.

Tanpa basa basi Wang Wook menendang pintu kamar Ha Jin dan mendekatinya. Melihat Ha Jin yang meringkuk ketakutan melihatnya, ia pun menjaga jaraknya dan berkata, “Soo, jangan takut. Aku yang membawamu ke tempat ini, jadi aku akan membantumu sampai akhir.”

Ha Jin mendongakkan wajahnya dan menatap Wang Wook dengan wajah heran setelah mendengar perkataannya barusan.

“Menghindari masalah ini takkan mengubah apapun,” lanjut Wang Wook. “Kau harus kuat”.

Wang Wook mengulurkan tangannya pada Ha Jin dan memintanya untuk percaya padanya. Merasa memang sudah tidak bisa kembali dan tidak bisa mengubah apapun, Ha Jin bertekad untuk tetap hidup dan bertahan di sana. Perlahan ia pun menyambut uluran tangan Wang Wook.

=== bersambung besok pagi ya ===

Preview Episode 2

» Sinopsis ep 2 selengkapnya

Reply