Sinopsis Love In The Moonlight Episode 4 & Preview Episode 5 (2016)

Di sinopsis Love In The Moonlight episode sebelumnya (alias Moonlight Drawn By The Clouds), putra mahkota Hyomyeong / Lee Young (Park Bo-Gum) akhirnya mengetahui beban berat yang ada di pundak ayahnya, King Soonjo (Kim Seung-Su). Setelah melihat sendiri bagaimana ayahnya harus bersusah payah hanya untuk sekedar bertemu dengan selir Park (Jeon Mi-Sun) yang ia cintai, Lee Young memutuskan untuk membantu ayahnya dengan cara meminta sang raja memberikan mandat kepadanya sebagai pemegang kekuasaan sementara. Sementara itu, Hong Ra-On (Kim You-Jung) dipindahtugaskan ke dongungjeon, bangunan kediaman putra mahkota. Tugas pertamanya adalah mengambil buku di perpustakaan bagi putra mahkota. Saat bertemu Lee Young di sana, ia masih saja belum ngeh jika ‘temannya’ itu adalah si putra mahkota. Hingga akhirnya Lee Young mengungkapkan kepadanya bahwa itulah nama aslinya. Bagaimana kisah selanjutnya?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 4

Episode 4: Setelah Permainan Berakhir

Cerita mundur sejenak ke saat dimana King Soonjo hendak memberikan mandat pada Lee Young sebagai perwakilan raja sementara. Meski terlihat mendukung, perdana menteri Kim Hun (Cheon Ho-Jin) sebenarnya tidak ingin agar Lee Young menjadi wali / wakil raja sementara. Ia pun berusaha membuat King Soonjo bimbang dengan menyinggung masalah perang beberapa waktu lalu (yang merupakan salah satu penyebab mimpi buruk raja), yang mengakibatkan hubungan dengan kerajaan Qing memburuk. Menurut Kim Hun, pengangkatan Lee Young haruslah atas sepengetahuan (dan persetujuan) mereka. Dan seperti biasa, dengan dipimpin oleh Kim Ui-Gyo (Park Chul-Min), pejabat istana lainnya membeo mengiyakan apa kata Hun.

Melihat ayahnya yang mulai gemetar karena tidak tahu apa yang harus diperbuat, Lee Young berdiri dan dengan tegas mengatakan ia sendiri yang akan menyambut mereka di acara peringatan ulang tahun ke-40 King Soonjo yang kebetulan akan berlangsung sebentar lagi.

Kembali ke perpustakaan putra mahkota, saat dimana Lee Young akhirnya memberitahu namanya yang sebenarnya pada Ra-On. Bukannya percaya, Ra-On justru mentertawainya karena menganggapnya bercanda, hingga ia tersadar bahwa yang boleh masuk ke perpustakaan tersebut hanyalah putra mahkota. Ia pun segera membungkukkan badannya berlutut di hadapan Lee Young, saking kerasnya hingga penutup kepalanya terlempar, dan memohon agar dibiarkan tetap hidup.

Lee Young mengambil penutup kepala Ra-On lalu memasangkannya kembali di kepala Ra-On sembari berkata, “Membunuh atau membiarkan engkau tetap hidup, apakah hanya ada dua pilihan? Terutama karena kita adalah teman.”

Ra-On mendongakkan wajahnya, menatap ke arah Lee Young dengan bingung.

“Bukankah kamu yang (sebelumnya) mengucapkan kata-kata itu?” lanjut Lee Young sambil tersenyum. “Jika kita bukan teman, lalu kita apa?”

adegan_moonlight_4a

Beberapa waktu kemudian, Ra-On curhat pada Kim Byung-Yeon (Kwak Dong-Yeon) sembari meratapi kebodohannya selama ini yang tidak menyadari siapa Lee Young sebenarnya. Tiba-tiba ia menanyakan apakah Byung-Yeon juga benar seorang pengawal, atau jangan-jangan ada pula yang ia sembunyikan. Byung-Yeon menjawab tidak ada dan lantas pergi, sehingga Ra-On pun curiga bahwa Byung-Yeon pun memiliki suatu rahasia.

Esok harinya, Ra-On menjalankan tugasnya sebagai kasim di dongungjeon. Ia diminta oleh kasim Jang (Lee Joon-Hyuk) untuk membangunkan putra mahkota. Masih malu dan takut untuk bertemu Lee Young, Ra-On mencoba minta ditugaskan di tempat lain, yang ditanggapi oleh Jang dengan tuduhan bahwa Ra-On tidak suka padanya dan sengaja ingin membuat Jang susah. Ra-On membantahnya. Saat ia akan menjelaskan pada Jang, tiba-tiba Lee Young muncul.

“Jadi, apakah itu karena aku?” tanyanya.

Berhubung pangeran sudah bangun dan sudah mengetahui keberadaannya, mau tidak mau Ra-On melayaninya. Saat sedang memakaikan bajunya, Lee Young kembali menanyakan alasan Ra-On tidak mau bertugas di dongungjeon. Ra-On menjawab bahwa hal tersebut tidak mungkin karena seorang bawahan harus selalu menuruti perintah atasannya. Lagipula, ia seharusnya dihukum karena sudah banyak melakukan ‘perbuatan tidak menyenangkan’ pada Lee Young sebelum ia mengetahui jati diri Lee Young yang sebenarnya.

“Apakah kamu menyesal dekat denganku?” tanya Lee Young tiba-tiba.

“Ya. Aku menyesalinya,” jawab Ra-On lirih. “Jika saja kamu menceritakan yang sebenarnya sejak awal, aku pasti tidak akan memintamu untuk berteman denganku.”

“Itu sebabnya aku tidak memberitahumu,” respon Lee Young. Ia menjelaskan bahwa jika Ra-On mengetahui dia adalah putra mahkota, pastilah Ra-On tidak akan memperlakukannya seperti kemarin-kemarin. Sembari meminta maaf, Lee Young pun menambahkan bahwa saat tidak ada orang lain, Ra-On tetap boleh memperlakukannya sebagai seorang teman. Saat Ra-On masih bingung harus menjawab apa, Lee Young memerintahkannya untuk memasangkan tutup kepalanya. Ia pun sempat-sempatnya mengerjai Ra-On sehingga ia nyaris terjatuh dan membuat tutup kepala tersebut terpasang miring di kepala Lee Young.

adegan_moonlight_4b

Sementara itu, Kim Yoon-Sung (Jin Young) sedang menemui Hun dan Ui Gyo. Hun menanyakan apakah Lee Young sudah tahu tentang Mok Dea Gam, sang ambassador Qing, yang akan datang pada peringatan ultah ke-40 King Soonjo. Dari informasi yang dimiliki Yoon-Sung, Dea Gam adalah salah satu orang yang paling dipercaya oleh raja. Ui Gyo mengatakan bahwa perkataan Dea Gam seringkali terdengar sebagai bualan, tapi Yoon-Sung yang juga sudah mengetahui meyakini perkataan Dea Gam yang terlihat kosong sebenarnya memiliki arti di baliknya.

“Akan ada kerusuhan besar karena banyak hal yang akan ia minta,” pesan Hun, yang lalu meminta agar Yoon-Sung menciptakan waktu bagi mereka untuk berbicara khusus pada Dea Gam. Yoon-Sung menolaknya karena menganggap hal tersebut tidak membawa manfaat. Meski tidak setuju dengan pendapat Yoon-Sung, Hun mencoba untuk tidak mempermasalahkannya.

Setelah Yoon-Sung pergi, Ui-Gyo mengatakan bahwa mereka sebaiknya membiarkan Yoon-Sung melakukan apa yang ia inginkan sembari terus memuja-muja dan berbuat baik pada dirinya. Yang penting adalah nanti Yoon-Sung berpihak pada mereka untuk tidak mendukung pengangkatan Lee Young sebagai wakil raja. Hun lantas memberitahu bahwa sifat ugal-ugalan si putra mahkota bisa membantu memuluskan usaha mereka untuk menjegalnya. Ui-Gyo langsung paham akan rencana Hun, untuk mengadu domba dubes Dea Gam dengan putra mahkota, sehingga hubungan kedua negara bakal bertambah rusuh. Tanpa mereka sadari, Yoon-Sung masih berdiri tidak jauh dari tempat mereka berbicara.

Kembali ke dongungjeon, Lee Young menanyakan hal-hal apa saja yang dirindukan oleh Ra-On di dunia luar. Mendengar jawaban Ra-On, Lee Young lantas memintanya untuk bersiap-siap karena ia akan berjalan-jalan ke luar dan Ra-On harus mengawalnya. Sempat girang, Ra-On lalu menolaknya karena ingat kata-kata kasim Jang yang akan menghukumnya apabila ia membawa Lee Young keluar dari istana.

“Baiklah kalau begitu,” ujar Lee Young, “Aku mau perpustakaan, bawa buku-buku ini ke sana.”

Di perpus, Lee Young meminta Ra-On untuk mencari sebuah buku. Sudah mengubek-ubek berbagai rak, Ra-On masih belum juga mendapatkannya. Saat ia menanyakan hal tersebut pada Lee Young yang berdiri di sudut ruangan, ia baru sadar bahwa orang itu bukanlah Lee Young, melainkan kawannya sesama kasim, Sung-Yeol (Oh Eui-Sik), yang diminta oleh Lee Young untuk menyamar menjadi dirinya.

adegan_moonlight_4c

Kasim Sang (Jo Hee-Bong) sedang sibuk mempersiapkan peringatan ultah raja saat Yoon-Sung datang menghampirinya. Sang curhat kepadanya mengenai kondisi yang sedang kacau karena mereka kekurangan tenaga kerja untuk membantu persiapan acara. Tanpa diduga, kedatangan Yoon-Sung sebenarnya juga untuk menanyakan apakah ada orang yang bisa membantunya. Tidak enak menolaknya, Sang lantas memanggil Ra-On yang kebetulan sedang melintas di sana bersama dengan Sung-Yeol dan Do-Gi (Tae Hang-Ho).

Sementara itu, Lee Young ternyata pergi ke desa bersama dengan Byung-Yeon. Tujuannya adalah menemui guru Da San / Jung Yak-Yong (Ahn Nae-Sang). Dari seorang penduduk, didapat informasi bahwa orang yang mereka cari sedang melakukan dog fight. Ternyata dog fight yang dimaksud benar-benar dog fight dalam arti sesungguhnya, dimana Da San sedang berkelahi dan saling balas menggonggong dengan seekor anjing.

Di tempat lain di desa, Ra-On yang menemani Yoon-Sung pergi ke pasar, sedang memperhatikan sebuah gaun yang mengingatkannya kembali pada masa lalunya dimana ibunya tidak memperbolehkannya menggunakan baju wanita karena ia adalah ‘seorang laki-laki’. Begitu menyadari Yoon-Sung ada di belakangnya, Ra-On pun segera beranjak pergi. Yoon-Sung sendiri langsung membeli gaun tersebut tanpa sepengetahuan Ra-On.

Dalam perjalanan pulang tiba-tiba hujan turun. Yoon-Sung lantas menggandeng tangan Ra-On dan membawanya ke sebuah gubuk untuk berteduh. Melihat baju Ra-On yang basah, Yoon-Sung memintanya untuk menggunakan baju wanita yang ia beli. Sempat kaget, Ra-On menolaknya karena tidak mungkin bagi seorang pria untuk mengenakan baju wanita. Tetap saja, Yoon-Sung lalu meletakkan pakaian tersebut di kepala Ra-On untuk melindungi kepalanya dari tetesan air, dan berpamitan untuk sejenak pergi membeli payung.

Tak lama, Lee Young yang juga kehujanan datang berteduh ke gubuk tersebut. Baik Lee Young maupun Ra-On tidak menyadari keberadaan satu sama lain. Sambil merasakan tetesan air hujan di jemarinya, Lee Young teringat kembali masa dimana ia dan ibunya bermain bersama di tengah guyuran air hujan, tanpa mempedulikan status mereka sebagai seorang ratu dan seorang pangeran.

Saat itulah Ra-On baru menyadari ada Lee Young di sampingnya. Ia pun mengeratkan kain penutup kepalanya agar tidak dikenali olehnya. Melihatnya, Lee Young lantas penasaran dengan wajahnya dan berusaha untuk mengintipnya. Untunglah tiba-tiba Yoon Sung datang dan mengatakan bahwa itu adalah wanitanya sembari menutupi pandangan Lee Young terhadap Ra-On. Lee Young yang kebetulan tidak terlalu akrab dengan Yoon-Sung akhirnya memilih untuk pergi.

adegan_moonlight_4d

Malam harinya, Lee Young teringat kembali pertemuannya siang tadi dengan gurunya, yang mengkonfirmasi bahwa ia memang harus meminta persetujuan dari Qing untuk menjadi wakil raja. Guru Yak-Yong memberitahukannya bahwa perwakilan dari Qing pasti akan menyetujuinya apabila mereka tidak melihat Lee Young sebagai ancaman. Oleh karena itu, tugasnya adalah menjamu mereka dengan baik dan mendengarkan perkataan mereka. Lee Young lantas mengungkapkan keinginannya untuk mengubah hubungan dengan Qing menjadi partner yang setara dan ia butuh masukan untuk itu. Yak-Yong secara tidak langsung menjawab bahwa itu bukanlah hal yang mudah, dan yang harus ia lakukan pertama adalah memenggal kepala para pengkhianat kerajaan.

“Jika aku tahu akan mendengarkan nasehat semacam itu darimu, akan lebih baik jika aku langsung menemui seorang pembunuh bayaran berpengalaman ketimbang menemui. Aku rasa ekspektasiku terlalu tinggi.” respon Lee Young.

Saat Lee Young melangkah pergi, tiba-tiba Yak-Yong mengatakan bahwa ada cara lain untuk menang tanpa harus menumpahkan darah. “Jika bisa membunuh mereka dengan madu yang manis, mengapa harus menggunakan racun.”

Kembali ke saat sekarang, Lee Young berdiri dan pergi menuju Jangag Won. Kasim Jang yang menyambutnya menanyakan keperluan Lee Young di tempat tersebut pada malam yang telah larut. Setelah melihat keadaan di sekelilingnya, Lee Young pun mendapat ide.

Jika aku bisa membuat mereka berlutut dengan nyanyian dan dansa, maka aku tidak perlu untuk menghunus pedangku.

Esok harinya, Kim Hun dkk melihat sekelompok gadis cantik berjalan menuju istana. Oi-Gyo sempat tersandung gara-gara terpana melihatnya. Kim Geun-Gyo (Bang Joong-Hyun) lantas memberitahu Hun bahwa semalam pangeran mengirim surat ke delapan provinsi dan meminta mereka mengirimkan para pedansa paling cantik dan paling berbakat yang mereka punya. Ia juga akan memimpin secara langsung upcara penyambutan ambassador Qing. Hun pun mulai curiga adanya udang di balik pintu.

Menyambut para pedansa, Lee Young, melalui para kasimnya, membagikan kertas berisi instruksi dansa pada para pedansa. Ia juga meminta kasim Sam Nom (alias Ra-On) untuk terus berada di sampingnya dan merekam semua detil festival tanpa ada satu pun yang terlewat. Kasim Jang yang ada di samping Lee Young sempat memberi isyarat mata agar ia juga dipilih untuk menemani Lee Young, tapi Lee Young mengabaikannya sehingga ia pun bete.

Saat sedang mengawasi latihan, salah satu pedansa yang bernama Ae Shim terus saja melakukan kesalahan. Lee Young sempat kesal dibuatnya karena kebetulan itu adalah pedansa terakhir yang memiliki peran paling besar dalam rencananya. Ra-On memberi isyarat pada Lee Young untuk memaafkannya dan dituruti oleh Lee Young. Bahkan saat Ae Shim tanpa sengaja terjatuh ke dada Lee Young, Lee Young mematuhi isyarat Ra-On untuk menepuk-nepuk pundak si pedansa agar ia tidak panik.

Dari kejauhan, ratu Kim (Han Soo-Yeon) dan Oi-Gyo memperhatikan apa yang dilakukan pangeran. Ratu Kim menyindir, jika Lee Young benar dilantik menjadi wakil raja, maka akan banyak pelacur yang diberkati oleh keberuntungan.

“Katakan pada ayahku agar jangan khawatir. Di hadapan utusan Qing malam nanti, ia akan dapat menyaksikan sesuatu yang menarik,” ucap ratu Kim sembari berlalu. Oi-Gyo tersenyum sinis mendengarnya.

adegan_moonlight_4e

Di dongungjeon, Ra-On yang penasaran sempat mempertanyakan mengapa tarian akan berhenti di hitungan ke-50. Lee Young memintanya untuk tidak perlu memusingkan hal tersebut, karena yang pasti, pertunjukan yang sesungguhnya akan dimulai setelah itu. Lee Young lantas menanyakan mengenai Ra-On yang saat itu terus menggambar dan mencatat gerak tarian yang tadi dilihatnya. Ra-On menjawab bahwa meski ia tidak bisa menghapalkan teks, tapi ia tidak pernah lupa gerakan dan nyanyian yang pernah ia lihat atau dengar sekali saja. Sempat tidak percaya, Lee Young jadi terkagum-kagum sendiri setelah membuktikan bahwa gambar yang dibuat Ra-On benar-benar sesuai dengan gerakan dansa yang ada. Tapi saat Lee Young hendak memujinya, ternyata Ra-On sudah tertidur pulas karena kecapekan.

Esok harinya Ra-On terbangun dan mendapati dirinya tertidur di dongungjeon. Ia bergegas bangun dan hendak meninggalkan tempat tersebut, namun saat melihat Lee Young yang tertidur tidak jauh dari tempatnya ia pun terpana melihat wajahnya. Tiba-tiba saja kasim Jang datang untuk membangunkan pangeran. Karena sebelumnya Ra-On sudah diajarkan mengenai pangeran yang akan batuk-batuk sebagai tanda bahwa ia sudah siap dan pelayannya boleh masuk, Ra-On yang mulai panik lantas batuk. Kasim Jang kebingungan mendengar suara batuk Ra-On, yang berbeda jauh dengan suara batuk putra mahkota. Ia bahkan mengira bahwa itu adalah sinyal yang baru dari pangeran. Namun karena mengira pangeran benar-benar sudah bangun, ia pun berniat untuk masuk.

Ra-On semakin panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Untunglah, di saat Jang hendak membuka pintu kamar, Lee Young tiba-tiba mengatakan bahwa ia masih tidur beberapa saat lagi, sehingga Jang urung masuk ke kamar. Tak lama, Lee Young membuka matanya.

“Kamu seorang pria, tapi kamu takut akan banyak hal,” ujar Lee Young pada Ra-On sembari mendorong kening Ra-On dengan telunjuknya.

Beberapa saat kemudian, Ra-On bertemu dengan Byung-Yeon di taman. Karena khawatir dicurigai yang tidak-tidak, sebelum Byung-Yeon mengatakan apa-apa, Ra-On langsung berdalih bahwa ia tidak pulang semalam karena banyak kerjaan dari kasim kepala. Byung-Yeon tidak mempedulikan hal tersebut dan justru meminta Ra-On untuk sungguh-sungguh membantu Lee Young karena festival tersebut penting baginya dan akan ada orang-orang yang memanfaatkan keadaan jika ada satu saja kesalahan kecil.

Sementara itu, Oi-Gyo ditemani oleh kasim Sung yang menimba ilmu kasim di Qing menyambut utusan Qing yang telah tiba. Saat Sung dengan pedenya memberikan kata-kata sambutan dalam bahasa Cina, Dae Gam si dubes malah menjawab dengan bahasa Korea sehingga membuat Sung keki. Setelah memberi salam pada Yoon-Sung, Dae pun masuk dengan diantar oleh Oi-Gyo, Yoon-Sung, dan yang lainnya.

adegan_moonlight_4f

Malam harinya, acara penyambutan segera dimulai. Tanpa diduga, ratu Kim menemui Ae Shim dan mengancam akan membunuh keluarganya apabila ia tidak pergi meninggalkan istana dengan kereta kuda yang sudah ia siapkan di gerbang belakang.

Hilangnya si pedansa mulai menimbulkan kehebohan di kalangan kasim, termasuk Ra-On. Yoon-Sung yang diam-diam memperhatikan menanyakan pada kasim Jang apa yang sedang terjadi. Setelah mengetahuinya, Yoon-Sung pun bergegas ikut mencari keberadaannya. Ra-On sendiri, setelah sempat ditimpuki barang-barang karena mendadak nyelonong masuk ke ruang ganti para pedansa, akhirnya mendapat informasi bahwa Ae Shim sempat berada di sana namun menghilang begitu saja dengan meninggalkan pakaian dansanya. Mengingat kembali pentingnya peran Ae Shim bagi rencana Lee Young, Ra-On memutuskan untuk menggantikan Ae Shim dan menjadi penari terakhir. Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang memperhatikannya dari luar jendela saat ia bersiap dan berganti pakaian.

Sementara itu, Kim Hun coba mengompori Dae Gam dengan memberitahukan mengenai insiden tersebut dan mengaitkannya dengan ketidakmampuan pangeran dalam membuat acara sambutan. Dae Gam mengatakan bahwa untuk bersimpati dengan beban berat kerajaan (terhadap pangerannya), ia akan tetap berada di sana hingga acara berakhir meskipun hal tersebut mengecewakan baginya.

Senyum culas Kim Hun mendadak hilang begitu si pedansa (alias Ra-On) datang dan mulai menari di hadapan mereka. Begitu pula dengan ratu Kim, Oi-Gyo, dan Lee Young yang kebingungan dengan sosok sebenarnya dari si penari. Yoon-Sung sendiri, meski agak bingung, sepertinya sudah tahu bahwa itu adalah Ra-On.

Gemulai gerak tarian Ra-On membawa Lee Young teringat kembali dengan saat-saat ia bermain air dengan ibunya. Matanya mulai berkaca-kaca. Bahkan khayalannya pun terbang ke tempat dimana ia dan si penari hanya berdua saja. Namun lamunannya terhenti karena sudah tiba di acara pemberian sambutan terakhir.

adegan_moonlight_4g

Setelah maju ke tengah panggung, tanpa diduga Lee Young meminta perdana menteri Kim Hun untuk melangkah ke depan. Ia memberikan sebuah kertas (yang berisi sambutan) pada Kim Hun dan memintanya untuk membacanya. Dengan sedikit ragu karena tidak mengetahui isinya, Kim Hun pun membacanya dengan lantang.

Sudah 30 tahun sejak reformasi pertama yang kau berikan. Hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-40. Dengan tulus aku berdoa supaya engkau hidup lebih lama daripada pegunungan selatan. Aku akan pastikan bahwa semua pelayan melihat cahaya di wajah sang raja, mengakui bahwa singgasana raja bukanlah tempat yang bisa dengan mudah didapat. Bersama dengan anugerah suci yang aku ratapi, sebagai satu-satunya cahaya di timur, tetaplah seperti ini hingga keabadian.

Oi-Gyo menyadari bahwa kata sambutan tersebut merupakan pengakuan terhadap kekuasaan King Soonjo, tepat di depan utusan Qing. Terlebih, mau tidak mau, Kim Hun menutup bacaan tadi dengan memberikan beberapa sesembahan terhadap sang raja.

“All hail the King”, ucapnya beberapa kali, diikuti oleh pejabat istana lain yang ada di sana.

Dengan pandangan puas Lee Young menatap wajah Kim Hun. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah para penari, namun sudah tidak menemukan sosok si pedansa terakhir di sana. Ra-On sendiri saat itu sedang bergegas kembali ke ruang ganti untuk menghilangkan make-up dan mengganti pakaiannya. Tanpa disadari, Lee Young melihatnya sedang mengendap-endap dan berniat untuk menghampirinya. Tiba-tiba saja sebuah tangan menarik Ra-On ke balik semak-semak. Dan tangan itu adalah milik Yoon-Sung.

Preview Episode 5

» Sinopsis ep 5 selengkapnya

Sumber gambar dan video: Youtube

Reply