Sinopsis Love In The Moonlight Episode 3 & Preview Episode 4 (2016)

Di cerita sebelumnya (baca sinopsis Love In The Moonlight episode 2), Hong Ra-On (Kim You-Jung) yang berniat untuk sengaja gagal ujian kasim malah bisa terus melaju hingga ke ujian akhir. Mulai dari ratu Kim (Han Soo-Yeon) yang tiba-tiba diberitakan hamil sehingga membuat raja Soonjo (Kim Seung-Su) yang sedang melakukan uji fisik terhadap Ra-On tanpa sengaja menjatuhkan stempelnya tepat di tanda lulus, hingga tes tulis yang ia isi asal-asalan ternyata malah diawasi oleh Lee Young (Park Bo-Gum) yang memberikan kunci jawaban kepadanya. Apesnya, menjelang pengumuman hasil ujian ketiga, princess Myungeun (Jung Hye-Seong) menyadari tulisan Ra-On yang mirip dengan tulisan pada surat cinta yang ia terima sebelumnya. Bersama beberapa orang prajurit, ia pun bersiap untuk memenggal kepala Ra-On. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 3

Episode 3: Aku Berdiri Di Belakangmu

Kasim Jang (Lee Joon-Hyuk) sedang menceritakan pada Lee Young mengenai Ra-On yang dipastikan telah gagal ujian karena mengumpulkan kertas jawaban kosong. Belum sempat Jang menjawab Lee Young yang menanyakan pertanyaan ujian Ra-On, Kim Byung-Yeon (Kwak Dong-Yeon) masuk dan meminta Lee Young untuk mengikutinya. Ternyata ia membawanya ke tempat princess Myungeun berniat untuk memenggal kepala Ra-On.

“Stop!”, teriak tegas Lee Young, menghentikan ayunan pedang princess Myungeun.

“Kamu akan melukai tanganmu. Berikan itu padaku,” ujar Lee Young sembari menghampiri adiknya dan mengambil pedang tersebut dari tangannya.

Lee Young lantas meminta mereka untuk membawa Ra-On ke pengadilan dengan dalih untuk mengetahui alasan Ra-On melakukan hal tersebut. Ia juga akan meminta ayah mereka, King Soonjo, untuk memberikan hukuman seberat-beratnya pada Ra-On, yang saat itu terus menundukkan kepala karena ketakutan. Mendengar hal tersebut, princess Myungeun yang tidak mau kejadian yang dialaminya tersebar ke publik, termasuk ke ayahnya sendiri, meminta Lee Young untuk membatalkan niatnya.

“Lalu,” tanya Lee Young lembut pada adiknya, “apa yang akan kita lakukan kepadanya?”

“Apa kamu akan merasa baikan jika kamu membunuhnya di sini?” lanjut Lee Young. “Kamu bukanlah orang yang bisa melukai orang lain. Biarkan dia pergi.”

Lee Young berbalik dan melangkah pergi. Setelah terdiam sejenak, princess Myungeun pun hendak menyusulnya. Tapi kata-kata Ra-On menghentikan langkahnya.

“Yang mulia, ini semua salahku,” ucap Ra-On perlahan sembari menangis, “aku tidak menyadari bahwa menuliskan surat cinta atas nama seseorang bisa melukai perasaan orang lain seperti ini. Aku meminta maaf dari lubuk hatiku yang terdalam.”

adegan_moonlight_3a

Princess Myungeun meneteskan air matanya dan berlalu meninggalkan Ra-On. Dalam perjalanan keluar, Byung-Yeon menanyakan mengapa Lee Young tidak memberitahukan kepada Ra-On siapa sebenarnya dirinya. Lee Young menjawab bahwa toh nantinya Ra-On akan tahu pada saat ia sudah terpilih menjadi kasim.

Ra-On sendiri yang kini bersama dengan calon kasim lainnya untuk menanti pengumuman hasil ujian terakhir mereka sedang melamun seolah tak percaya apa yang baru saja ia alami. Sambil memukul-mukul pipinya sendiri, ia bersyukur bahwa sebentar lagi semuanya akan berakhir. Beberapa saat kemudian Ma Jong-Ja (Choi Dae-Chul) memanggil para calon kasim satu persatu. Saat tiba nama Hong Sam Nom (nama samaran Ra-On) dipanggil, dengan sumringah ia maju.

“Lulus!” ujar Jong-Ja tegas.

“Terima kasih!” respon Ra-On secara reflek sebelum akhirnya ia tersadar. Ia pun menanyakan bagaimana bisa lembar jawaban kosongnya diluluskan. Kasim Jang yang kebetulan mendampingi Jong-Ja lalu mengatakan bahwa ia sendiri tidak mengerti mengapa putra mahkota meluluskan jawaban tersebut. Begitu mengetahui bahwa pertanyaan dan jawaban tersebut ternyata diperuntukkan bagi putra mahkota, Ra-On tidak bisa berkata apa-apa lagi. Lee Young sendiri, pada saat mengoreksi hasil ujian Ra-On, mengingat percakapan mereka berdua (plus Byung-Yeon) di malam sebelumnya, saat mereka sedang makan ayam rebus bersama. Menurut Lee Young, jawaban Ra-On yang sesungguhnya sudah ia dengar secara langsung pada saat itu.

Tanpa mempedulikan Ra-On yang kebingungan, Jong-Ja memberitahu bahwa Ra-On ditugaskan di Jipbokheon dan diminta untuk melapor di sana esok harinya. Sementara itu, aksi keren Byung-Yeon yang sedang melatih tentara kerajaan membuat para pelayan wanita tergila-gila. Lee Young yang kesal dengan mereka sempat memamerkan kemampuannya dengan melesakkan panahnya tepat ke titik tengah target, membelah anak panah lain yang sudah lebih dulu tertancap di sana.

adegan_moonlight_3b

Saat melangkah bersama Byung-Yeon, Lee Young mendapati Ra-On yang sedang berbaring di tanah meratapi nasibnya. Saat ditanya apa yang sedang ia lakukan, Ra-On tidak menjawab dan malah mendadak melangkah pergi sembari mengatakan bahwa ia akan menemui putra mahkota. Byung-Yeon dan Lee Young segera menghadang langkah Ra-On dan menanyakan tujuannya, dengan dalih putra mahkota bukan orang yang bisa dengan sembarangan ditemui. Ra-On menjawab bahwa ia ingin tahu mengapa putra mahkota membenarkan jawabannya.

Dengan gontai Ra-On menuruti kata-kata mereka dan mengurungkan niatnya.

“Hidupku kacau gara-gara dia,” ujar Ra-On.

Sempat emosi mendengarnya, Lee Young menahan diri lalu bertanya, “Memangnya apa yang dia lakukan?”

“Aku tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang kasim,” jawab Ra-On lirih. “Tapi aku terperangkap di istana ini gara-gara dia.

“Lalu kenapa ia menahanmu jika kamu memang tidak memenuhi syarat?” tanya Byung-Yeon sambil menoleh ke arah Lee Young.

“Sejujurnya, aku telah melakukan kesalahan besar, jadi aku rasa ia ingin menyiksaku,” jawab Ra-On dengan raut muka sedih.

Dengan nada kesal, Lee Young berbisik pada Byung-Yeon dan menanyakan apa yang seharusnya ia lakukan apabila ada orang yang benci karena telah ia selamatkan. Dengan tampang serius Byung-Yeon mengeluarkan pedangnya dan menanyakan apakah ia perlu membunuhnya sekarang. Sembari mendorong pedang Byung-Yeon hingga kembali ke sarungnya, ia meminta Ra-On dan Byung-Yeon untuk mengikutinya.

Lee Young membawa mereka ke salah satu sudut bukit yang ada di belakang istana. Ra-On terkagum-kagum melihat kemegahan istana dari atas sana.

“Apa hak seorang pria yang mana istana adalah rumahnya untuk tinggal di sana?” ucap Lee Young.

“Istana adalah rumah?” tanya Ra-On bingung.

adegan_moonlight_3c

Lee Young sempat bingung menjelaskannya karena khawatir Ra-On akan mencurigainya dan tahu siapa dirinya sebenarnya. Untung saja Ra-On tidak menunggu jawaban Lee Young dan lanjut berkata bahwa selama ini ia belum pernah punya tempat yang disebut ‘rumah’.

Tidak semua orang suka tinggal di istana,” respon Byung-Yeon. “Tapi jika orang yang kamu suka ada di sana, itu menjadi tempat yang berharga untuk ditinggali.

“Benarkah?” tanya Ra-On. “Jadi menurutmu itu juga bisa terjadi padaku?”

Tanpa menjawab, Lee Young dan Byung-Yeon serempak menoleh ke arah Ra-On.

Esok harinya, kasim Hong alias Ra-On melapor ke Jipbokheon tempat selir Park (Jeon Mi-Sun) dan princess Youngeun (Heo Jung-Eun) tinggal. Karena agak kurang badan, Park meminta Ra-On untuk menemani princess Youngeun bermain di taman. Di tempat lain, ratu Kim menemui ayahnya, perdana menteri Kim Hun (Cheon Ho-Jin), dan menceritakan kekesalannya karena tidak bisa beristirahat dengan tenang gara-gara suaminya, raja Soonjo, yang tidak bisa tidur dan sering mendapat mimpi buruk setiap malam. Mendengarnya, Kim Hun memberi tanda agar ratu Kim tidak melanjutkan kata-katanya dan dengan perlahan memintanya untuk bersabar karena sebentar lagi semuanya akan berakhir. Ratu Kim mengiyakan.

Saat selir Park sedang beristirahat, Lee Young diam-diam mendatanginya dan menggenggam tangannya. Ingatannya kembali ke masa 7 tahun lalu, dimana jarinya terluka saat ia sedang belajar bermain dawai. Park mendatanginya dan berniat untuk mengobatinya. Namun Lee Young kecil menolak karena almarhum ibunya pernah berpesan agar ia menjadi orang yang kuat. Park tersenyum mendengarnya, lalu mengatakan bahwa ibu Lee Young telah menitipkan pesan rahasia bagi Lee Young, yang memperbolehkannya untuk menangis karena butuh keberanian untuk itu. Ia menambahkan bahwa ibu Lee Young juga berpesan agar Park meminjamkan lengannya di saat Lee Young ingin menangis. Lee Young yang saat itu memang masih dirundung duka karena kepergian ibunya pun mulai menangis dan meminta Park untuk meminjamkan lengannya.

adegan_moonlight_3d

Di taman, Ra-On sedang curhat masalah pria kelas atas yang menyebalkan (alias Lee Young) pada princess Youngeun. Tanpa ia sadari, princess Youngeun malah asik mengejar kupu-kupu dan justru Lee Young yang ada di belakangnya. Begitu tahu Lee Young ada di sana, ia segera mengalihkan pembicaraan dan menanyakan apa yang sebenarnya pekerjaan Lee Young di istana.

“Kamu mau tahu?” jawab Lee Young dengan tatapan dan senyum menggoda.

“Ya,” jawab Ra-On. “Dari kasim hingga penjaga istana, dan sekarang kamu malah mirip seorang playboy. Kamu harus berhati-hati.

“Atau apa?” jawab Lee Young yang sudah tidak lagi tersenyum setelah mendengar kata-kata Ra-On barusan.

Kamu mungkin akan membuat kesal atasanmu jika kebanyakan bermain-main.

Lee Young berusaha menahan tawanya mendengar kata-kata Ra-On. Ra-On bahkan menambahkan bahwa ia memberikan saran karena ia perhatian sebagai seorang teman. Lee Young akhirnya tidak dapat lagi menahan tawanya dan mengatakan bahwa hubungan mereka bukanlah pertemanan, melainkan antara anak anjing dan pemiliknya. Mendengarnya, Ra-On hampir saja keceplosan menyebutkan nama aslinya, yang dibalas dengan ejekan Lee Young tentang nama Sam Nom yang aneh.

“Bagaimana denganmu? Siapa namamu sebenarnya?” tanya Ra-On.

Tanpa menjawab, Lee Young mendekatkan wajahnya ke arah Ra-On, yang menjadi salah tingkah dibuatnya. Ia lalu tersenyum sembari mencabut bunga-bunga di kepala Ra-On yang sebelumnya dipasangkan oleh princess Youngeun. Princess Youngeun sendiri saat itu sedang berlari-lari di istana dan tanpa sengaja bertabrakan dengan Kim Hun. Saat Kim Hun mengajaknya berbicara, princess Youngeun malah menatapnya dengan wajah ketakutan dan berlari meninggalkannya.

Setibanya di ruangannya, Lee Young mendapati kasim Jang (Jang Gwang) menunggunya. Ia meminta Lee Young untuk menemui ayahnya. Saat ditemui, King Soonjo menceritakan tentang kegelisahannya dan kewajiban Lee Young untuk melanjutkan tahtanya nanti.

“Aku tidak ingin,” jawab Lee Young, yang membuat King Soonjo marah mendengarnya.

“Ini bukan sesuatu yang kamu lakukan karena kamu ingin,” bentak ayahnya. “Kamu adalah putra mahkota dari kerajaan ini.”

“Itu benar,” jawab Lee Young dengan tenang. Lanjutnya, “Aku tidak punya pilihan untuk menjadi putra mahkota. Namun bagaimanapun, itu terserah padaku untuk memutuskan putra mahkota seperti apa aku nanti akan menjadi.

adegan_moonlight_3e

Lee Young pun memberi hormat sebelum pergi meninggalkan King Soonjo yang menahan emosinya. Sementara itu, Ra-On diminta selir Park untuk memberikan surat pada raja melalui kasimnya. Ra-On mengiyakan. Saat hendak menuju ke tempat tinggal raja, princess Youngeun turut memintanya untuk memastikan surat tersebut sampai ke tangan raja. Ia pun kembali mengiyakan.

Ternyata, sesaat setelah kasim Sung (Jo Hee-Bong) yang berjaga di tempat raja menerima surat tersebut, ia langsung memberikan surat lain (yang berupa lembaran kertas kosong) sebagai ‘balasan’ dari surat yang diberikan Ra-On. Ra-On yang kaget sempat teringat dengan pesan salah satu pelayan Park sebelumnya, yang memintanya untuk menjalani apa yang terjadi tanpa banyak bertanya. Namun ia tetap tidak terima dan meminta kembali surat tersebut. Saat keduanya sedang ribut masalah surat, ratu Kim datang bersama pelayan-pelayannya. Ia menanyakan mengenai kabar selir Park, yang dijawab Ra-On jika ia sedang tidak enak badan. Ia lalu meminta Ra-On untuk mendekat dan tiba-tiba menampar pipinya, lantas memerintahkannya untuk menerima surat yang diberikan oleh kasim Sung tanpa berkata apa-apa lagi. Dengan berbisik, kasim Sung yang juga kaget melihat kejadian tersebut meminta Ra-On untuk segera pergi.

Saat melangkah sembari menangis, Kim Yoon-Sung (Jin Young) yang ternyata melihat kejadian tersebut mendatangi Ra-On dan mengajaknya pergi ke suatu tempat di taman istana. Di sana, ia mengatakan bahwa jika kehidupan istana terasa berat, yang harus ia lakukan adalah mengistirahatkan pikirannya di tempat itu. Dalam percakapannya, Yoon-Sung sempat secara tidak langsung menyinggung bahwa Ra-On adalah seorang wanita, namun ia segera mengalihkan pembicaraannya agar Ra-On tidak curiga jika ia telah mengetahui jati diri Ra-On sebenarnya.

Sekembalinya di Jipbokheon, tanpa sengaja Ra-On bertabrakan dengan seorang kasim yang sedang membawa dokumen-dokumen untuk raja. Mengetahui hal tersebut, Ra-On lantas menyelipkan surat Park di dalamnya. Pada akhirnya, surat tersebut bisa sampai ke tangan King Soonjo dan (entah bagaimana caranya) Ra-On mendapatkan surat balasan dari raja. Dengan gembira ia segera mendatangi selir Park untuk menyerahkan surat tersebut. Tanpa diduga, Park yang sempat merasa bahagia karena mendapat balasan dari raja, mendadak kecewa karena surat yang diberikan masih sama dengan yang sebelumnya: lembaran kosong.

Dengan lirih Park berkata, “Aku rasa, aku harus berhenti menghiraukannya sekarang. Ia pasti ingin menyampaikan pendapatnya dengan jelas melaluimu.”

Menyadari surat balasan tersebut ternyata kosong, Ra-On segera meminta maaf. Park tidak mempermasalahkannya dan memperbolehkan dirinya untuk undur diri. Namun sebelum ia pergi, Park mengeluarkan kertas-kertas balasan dari raja, yang semuanya kosong, dan meminta Ra-On untuk membakarnya karena ia bukan orang yang mudah move on.

Saat bimbang menghadapi tumpukan kertas dari Park, angin membawa beberapa di antaranya terbang. Untunglah ada Lee Young dan Byung-Yeon yang tiba menghampiri Ra-On di saat itu dan membantu menangkap kertas-kertas tersebut. Saat ditanya Lee Young, Ra-On menceritakan bahwa itu adalah kertas-kertas milik selir Park, balasan dari raja Soonjo. Ia juga menambahkan mengenai kekesalannya pada raja Soonjo yang dianggapnya kejam karena selalu saja membalas dengan kertas kosong.

Lee Young membela ayahnya dengan mengatakan bahwa itu bukan balasan asli dari king Soonjo. Namun Ra-On mengatakan bahwa kali ini adalah balasan yang asli karena raja sendiri yang memintanya untuk memberikan surat balasan tersebut. Ia pun menceritakan bahwa sebelumnya ia menyelipkan surat dari Park agar bisa diterima langsung oleh raja. Mendengar hal tersebut, Lee Young berlalu sambil mengatakan bahwa Ra-On telah merusak harapan Park yang tinggal sedikit.

Lee Young lantas menemui ayahnya, memintanya untuk menemui selir Park di jipbokheon karena kondisi kesehatannya sudah memburuk. Mula-mula ayahnya menolak dengan alasan kedatangannya tidak akan membantu menyembuhkannya. Namum kemudian ia mengaku bahwa ia tidak bisa menemui selir Park karena takut akan melukai hati ratu Kim yang sedang sensitif karena kehamilannya.

“Apa yang kamu takutkan?” tanya Lee Young.

“Apa yang sangat kamu takutkan hingga tidak bisa melakukan apa-apa?” tanya Lee Young kembali dengan geram.

“Tidak, kamu tidak akan melakukan apa-apa,” lanjutnya. “Sama seperti ketika ibu meninggal.”

Flashback tersaji di saat ibu Lee Young baru saja meninggal. Ayahnya mengatakan bahwa ibunya meninggal karena sakit yang tidak diketahui, sedangkan Lee Young kecil mendengar rumor bahwa ibunya meninggal karena dibunuh. Ia terus memohon agar ayahnya mau mencari pelakunya dan menceritakan kebenarannya ke publik, tapi king Soonjo menolak untuk melakukannya.

Meskipun tidak ada yang akan berubah, meskipun itu tidak berguna, engkau seharusnya melakukan sesuatu ketimbang gemetar ketakutan. Karena kamu adalah raja Joseon.” ujar Lee Young pada ayahnya. Ia pun lantas pergi meninggalkan ayahnya yang terdiam.

adegan_moonlight_3g

Tujuannya berikutnya adalah jipbokheon tempat tinggal Park. Di sana, ia mengatakan akan tetap mengunjunginya hingga ia sembuh, yang dibalas dengan candaan Park bahwa ia akan tetap sakit agar Lee Young mendatanginya setiap hari. Saat sedang mengenang kembali saat dulu Park menghiburnya yang baru saja kehilangan ibunya, Lee Young berjanji bahwa ia pasti akan membalas kebaikan yang ditunjukkan Park pada saat itu. Park lantas memeluk Lee Young sembari menangis. Begitu pula dengan Lee Young yang diam-diam meneteskan air matanya.

Sementara itu, Ra-On masih belum juga membakar kertas-kertas tersebut. Saat ditanya oleh Byung-Yeon, ia beralasan berat untuk melakukannya karena kertas tersebut, yang ia terima langsung dari raja, berbau harum buah apel. Byung-Yeon terdiam dan memikirkan sesuatu saat mendengar kata-kata Ra-On barusan. Tiba-tiba saja ia melemparkan pisaunya untuk mematikan api di lilin karena Ra-On hendak mulai membakar kertas tersebut. Tanpa menghiraukan Ra-On yang syok, Byung-Yeon menghidupkan kembali lilin tersebut, mengambil kertas balasan raja, dan menghadapkannya di depan api.

Byung-Yeon ternyata menyadari bahwa raja menggunakan cuka apel untuk membalas surat Park sehingga tulisan pada lembaran kertas tersebut baru akan muncul apabila di dekatkan pada cahaya. Ra-On lega mendengarnya dan senang punya teman cerdas seperti Byung-Yeon. Byung-On yang belum menyadari bahwa Ra-On adalah wanita menjadi salting mendengarnya.

Ra-On segera bergegas menuju jipbokheon untuk menemui Park dan mengabarkan hal tersebut. Ia sempat berpapasan dengan Lee Young dan sekilas menceritakan apa yang baru saja terjadi. Setibanya di jipbokheon, ia segera meminta Park untuk menemui raja. Park yang kebingungan menjadi gembira begitu Ra-On menunjukkan isi surat balasan dari raja kepadanya.

Selir Park, sebagian dari diriku berharap engkau akan membaca surat ini. Sebagian darinya berharap engkau tidak akan pernah menemukannya. Aku adalah raja yang tidak kompeten, suami yang tidak berdaya, serta ayah yang pengecut.
Aku memohon maaf padamu karena mengungkapkan perasaanku dengan hanya cara seperti ini. Menunggu hari hingga akhirnya engkau membaca surat ini, setiap malam aku pergi ke Ae Ryun Garden tempat dimana kita biasa berjalan bersama.

adegan_moonlight_3f

Dari seberang taman, Lee Young, bersama dengan Ra-On, melihat keduanya bertemu. Ia jadi teringat kembali pertemuan terakhirnya dengan ayahnya tadi siang serta kata-kata ayahnya sesaat sebelum ia meninggalkannya.

Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku harus tidak melakukan apa-apa. Karena hanya dengan itu aku bisa membuatmu selamat.

“Ketika aku mencoba melakukan sesuatu sebagai seorang raja, aku kehilangan 2000 orang. Aku bahkan kehilangan sang ratu. Aku kehilangan semua guru dan temanku dengan cara yang sama. Karena aku tidak kompeten, ini adalah satu-satunya cara agar aku bisa melindungi rakyatku. Aku harus.. aku harus tidak melakukan apa-apa.”

Ra-On mengungkapkan kebahagiaannya melihat Park yang akhirnya bisa bertemu sang raja dan mengetahui perasaan sang raja sebenarnya. Ia juga sempat bertanya pada dirinya sendiri, mengapa seorang raja yang punya kekuasaan justru harus diam-diam menulis surat kepada orang yang dicintainya seolah ada sesuatu yang ditakutinya.

Aku tidak menyadarinya hingga saat ini. Ia tidak hanya seorang raja dengan mahkota di kepalanya, tapi ia juga suami dengan orang yang dicintainya, dan seorang ayah yang tidak dapat tergantikan.“, ucap Lee Young dalam hati.

Esok harinya, raja Soonjo memarahinya para pejabat istana yang ia anggap selalu membantah perintahnya. Ia bahkan menyarankan perdana menteri Kim Hun untuk duduk di singgasananya karena orang-orang lebih percaya padanya. Kim Hun memintanya untuk tenang. Karena dianggap menolak, raja lantas ‘menawarkan’ pada menteri keuangan serta menteri administrasi pemerintahan yang juga menolaknya. Karena tidak ada yang berminat, ia pun meminta kepala kasim Han (Jang Gwang) untuk mendatangkan putra mahkota.

Tanpa diduga, begitu Lee Young tiba di hadapannya, raja langsung menitahkan sang putra mahkota untuk menjadi raja sementara. Mengganggap bahwa raja tidak bersungguh-sungguh, Kim Ui-Gyo (Park Chul-Min), Kim Geun-Gyo (Bang Joong-Hyun), dan pejabat-pejabat lainnya memintanya untuk membatalkan perintah tersebut dengan alasan hal tersebut belum pernah terjadi dalam sejarah. Raja lantas menanyakan pendapat perdana menteri Kim Hun yang menjawab bahwa jika putra mahkota bersungguh-sungguh mau menerimanya, itu akan menjadi hal terhebat yang pernah terjadi. Semua pejabat kaget mendengarnya.

Respon pertama Lee Young adalah ia merasa masih terlalu muda untuk menerima tanggung jawab tersebut. Ui-Gyo langsung bergosip dengan Geun-Gyo, mengatakan bahwa sikap Lee Young tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Geun-Gyo pun menyetujuinya dan tersenyum sinis.

“Bagaimanapun, pada pemikiran kedua, tidak ada alasan aku tidak dapat melakukannya,” tanpa diduga Lee Young melanjutkan kata-katanya. Sembari berdiri dan menegakkan badannya ia berkata pada ayahnya dengan tegas, “Yang mulia, ini akan menjadi kegembiraan bagiku untuk mematuhi perintahmu.”

adegan_moonlight_3h

Ternyata, pada malam harinya, setelah raja usai bertemu dengan Park, Lee Young menemuinya dan mengatakan bahwa ia akan berbagi beban dengan ayahnya. Semua yang terjadi pada pagi hari itu adalah rencana Lee Young dengan ayahnya. Namun Lee Young mengajukan satu syarat pada raja.

“Aku butuh seseorang yang bisa aku percaya di saat aku lemah dan takut. Aku butuh seorang ayah.”

Mata King Soonjo berkaca-kaca dan ia menyanggupi permintaan Lee Young.

Sementara itu, Ra-On dipindahtugaskan ke dongungjeon untuk melayani putra mahkota. Tugas pertamanya adalah membawakan buku pada putra mahkota yang sedang berada di perpustakaan. Setibanya di sana dan bertemu dengan Lee Young, ia malah bertanya padanya apakah ia melihat putra mahkota di sana. Lee Young menjawab tidak sehingga Ra-On pun lega. Tiba-tiba seseorang datang dan meminta Ra-On untuk meninggalkan tempat tersebut karena perpustakaan itu dikhususkan bagi putra kerajaan. Masih tidak menyadari bahwa putra mahkota yang dimaksud adalah Lee Young, Ra-On malah meminta Lee Young untuk ikut keluar bersamanya agar tidak ketahuan oleh ‘putra mahkota’.

Dalam perjalanan keluar perpustakaan, Lee Young memikirkan kembali semua percakapannya dengan Ra-On. Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.

“Hei, kamu pernah bertanya siapa namaku,” ujarnya.

Lee Young lantas mendekati Ra-On dan berkata, “Namaku adalah Lee Young”.

Ra-On melongo mendengarnya.

Preview Episode 4

» Sinopsis ep 4 selengkapnya

Sumber gambar dan video: Youtube

Reply