Sinopsis Love In The Moonlight Episode 15 & Preview Episode 16 (2016)

Di sinopsis Love In The Moonlight episode sebelumnya, setelah menghabiskan waktu-waktu terakhirnya di istana dengan penuh kenangan indah bersama putra mahkota Lee Young (Park Bo-Gum), Hong Ra-On (Kim You-Jung) akhirnya diam-diam pergi meninggalkan istana dengan bantuan Kim Yoon-Sung (Jin Young). Identitas asli Ra-On sendiri sudah diketahui oleh perdana menteri Kim Hun (Cheon Ho-Jin) (dan juga Lee Young), sehingga, dengan dalih ia sebagai mata-mata Baekwoon Group, pencarian terhadapnya di istana dimulai. Setelah menyadari kemungkinan hubungan antara putra mahkota dan Ra-On, Kim Hun pun mengatur siasat untuk menjebak keduanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Moonlight Drawn By The Clouds episode 15 kali ini?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 15

Episode 15: Semua Kebohongan Yang Tampak Benar

Adegan flashback muncul. Saat memasuki dongungjeon, Lee Young mendapati sebuah surat di mejanya, yang memintanya untuk datang ke sebuah tempat yang sama dengan yang dituju oleh Ra-On. Keduanya pun bertemu seperti yang terjadi di akhir episode lalu.

“Aku hanya akan mendengarkanmu,” ujar Lee Young sembari melepas pelukannya. “Tidak peduli kebohongan yang kamu katakan, aku akan mempercayainya. Apakah kamu tulus dengan semuanya yang telah kamu tunjukkan padaku?”

Belum sempat Ra-On menjawab, Kim Byung-Yeon (Kwak Dong-Yeon) tiba-tiba masuk dan memberitahu mereka untuk segera kabur karena perkiraan Lee Young benar. Dan begitulah, saat Kim Geun-Gyo (Bang Joong-Hyun) masuk bersama pasukannya, mereka hanya mendapati Lee Young seorang diri dengan menghadap tembok di sana. Tanpa ia duga, sesaat kemudian beberapa orang pasukan kerajaan lain masuk dan menghadang mereka.

Sementara Byung-Yeon pergi melalui pintu belakang bersama dengan Ra-On, Lee Young melangkah mendekati Geun-Gyo, yang tidak lagi bisa berkutik. Ia menanyakan tujuan Geun-Gyo datang ke sana karena Lee Young sendiri sedang mencari tahu siapa yang berusaha menjebaknya dengan surat palsu. Geun-Gyo berdalih bahwa ia datang karena mendapat info tentang pertemuan seseorang dengan pemberontak Baekwoon Group.

“Berani-beraninya mereka mencoba untuk menjebak putra mahkota dengan pengkhianatan?”, ujar Lee Young. Dengan nada tegas ia melanjutkan, “Bawa dia kepadaku! Itu satu-satunya cara agar kamu bisa hidup. Mengerti?”

Geun-Gyo terpaksa mengiyakan.

1

2

Kembali ke dongungjeon, Byung-yeon melaporkan bahwa Ra-On selamat dan ia akan segera membawanya ke tempat yang aman dan tersembunyi. Ia juga mengiyakan saat Lee Young mengkonfirmasi bahwa sebaiknya ia tidak tahu keberadaan Ra-On karena itu akan membuat keadaan menjadi semakin rumit.

“Bagaimana aku bisa menjadi seseorang yang membuat hidup menjadi susah untuk Ra-On.”, ujar Lee Young.

Sebelum berpisah dengan Ra-On, ternyata Ra-On juga meminta Lee Young untuk tidak kepo dengan keberadaannya.

“Tidak peduli berita apa yang engkau dengar,” ujar Ra-On saat itu sebelum melangkah pergi, “ku mohon jangan goyah. Aku pun akan melakukan hal yang sama.”

Jo Ha-Yeon (Chae Soo-Bin) sedang menemui ratu Kim (Han Soo-Yeon). Mencoba mengompori, Ratu Kim menceritakan kepadanya bahwa tanggal pernikahan belum juga ditentukan karena putra mahkota terus menolak dengan berbagai alasan. Meski terlihat sedih, tapi Ha-Yeon mengatakan bahwa pasti putra mahkota punya alasan tersendiri.

“Pasti demikian. Sejak hilangnya kasim yang mirip wanita, ia menjadi patah hati.”

Ha-Yeon kaget mendengarnya. Sambil diam-diam tersenyum licik, ratu Kim meminta Ha-Yeon untuk menghibur putra mahkota.

Dalam pertemuan dengan beberapa anggota Baekwoon Group, Byung-Yeon mengaku tidak tahu keberadaan Ra-On saat ini. Kasim Han (Jang Gwang) meyakini bahwa pelaku penjebakan adalah orang yang dekat dengan mereka. Ia memastikan tidak akan memaaafkannya apabila nanti mereka tahu pelakunya.

Ra-On kembali bersama dengan ibunya. Ibunya meminta agar Ra-On memaafkan ayahnya karena telah membuat mereka menjadi menderita seperti sekarang.

“Kamu mengatakan bahwa itu adalah hal yang benar dan harus dilakukan oleh seseorang.”, ujar Ra-On sembari menatap wajah ibunya.

“Ya, itu benar. Tapi aku tidak ingin suamiku yang melakukannya. Daripada seseorang yang melakukan perbuatan hebat, aku menginginkan sebuah keluarga dimana aku bisa makan, tidur, tertawa, dan menangis bersama. Bagaimana bisa aku tidak membencinya?” ujar ibunya sembari tersenyum.

“Ibu, aku mendengarnya seolah engkau merindukannya,” respon Ra-On.

Ibunya pun tertawa mendengarnya. Tak lama, saat Ra-On keluar dari rumah, ia melihat sebuah bungkusan berwarna hitam berada di atas tumpukan jerami.

3

5

4

Di dongungjeon, Lee Young sedang menginterogasi seorang dayang, yang ternyata merupakan orang yang meletakkan surat jebakan terhadap Lee Young di mejanya. Dengan ketakutan, dayang tersebut mengaku bahwa ia tidak pernah melihat orang yang memintanya untuk melakukan itu di istana sebelumnya. Karena ia juga mengaku ingat dengan wajahnya, Lee Young segera memerintahkan untuk mendatangkan seorang pelukis.

Anggota Baekwoon Group yang berkhianat ternyata adalah yang sebelumnya memerintah Byung-Yeon. Saat ini ia datang untuk menemui perdana menteri Kim Hun dan yang lainnya. Ia mengaku percaya dengan kekuatan uang, sehingga Kim Hun tidak perlu khawatir ia akan mengkhianatinya. Kim Ui-Gyo (Park Chul-Min) lantas memberikan upah atas kerjanya sebelumnya, sembari memintanya untuk secepat mungkin membawa Hong Ra-On ke hadapan mereka.

Sebuah kejadian tidak terduga lainnya terungkap. Saat membuntuti orang yang membawa bayi ratu Kim keluar dari istana, Yoon-Sung lalu melumpuhkannya dan mengambil bayi tersebut. Ia lalu membawanya ke ruang kisaeng dan meminta mereka untuk merawatnya, beralasan itu adalah bayi yatim piatu yang ia temukan. Seorang kisaeng yang ditemui Yoon-Sung berjanji akan merawatnya dengan baik.

Kembali ke rumah ibu Ra-On, beberapa orang ala ninja tiba-tiba datang untuk menculik Ra-On. Ibu Ra-On yang mengetahuinya ikut jadi korban, dipukul oleh salah satu dari mereka di bagian punggung hingga terjatuh tak sadarkan diri. Untunglah tak lama kemudian Byung-Yeon datang dan mengalahkan mereka semua. Walau demikian, satu di antaranya yang sepertinya dikenali oleh Byung-Yeon, berhasil melarikan diri.

Kim Hun dan Yoon-Sung menemui ratu Kim. Tanpa sadar bahwa itu bukan bayi ratu Kim, Kim Hun menggendong ‘cucunya’ itu dengan penuh kasih sayang. Ratu Kim mengaku merawatnya sendiri karena ia senang sudah melahirkan seorang pangeran.

“Kamu senang?” tanya Yoon-Sung.

“Tentu saja. Aku tidak bisa mengekspresikannya dengan kata-kata.” jawab ratu Kim.

“Kamu benar-benar senang?” tanya Yoon-Sung kembali dengan tatapan dingin ke arah ratu Kim.

Ratu Kim tidak menjawabnya. Yoon-Sung juga tahu bahwa ia tidak akan menjawabnya sehingga ia pun pamit meninggalkan mereka.

5

6

7

Byung-Yeon akhirnya tahu dan melihat dengan mata kepalanya sendiri siapa pengkhianat di dalam Baekwoon Group. Ia mengkonfrontirnya dan mempertanyakan tindakannya itu. Dengan tenang, si pengkhianat Baekwoon menjawab bahwa ia yakin Byung-Yeon tidak akan mampu berbuat apa-apa karena rahasianya dan juga Han akan terbongkar apabila ia ditangkap.

“Itu sebabnya aku memperingatkanmu bahwa putra mahkota bukanlah temanmu.”

Dengan penuh emosi Byung-Yeon memukuli wajahnya. Namun tiba-tiba prajurit istana datang dan langsung menahan si pengkhianat itu begitu tahu bahwa ia adalah orang yang sedang dicari-cari oleh Lee Young. Setelah mengetahuinya, Lee Young mengumpulkan pejabat istana dan memberitahu mereka bahwa orang yang menjebaknya sudah tertangkap. Ui-Gyo dan Geun-Gyo langsung terlihat panik. Apalagi setelah Lee Young mengatakan bahwa orang tersebut mengaku melakukan hal tersebut karena diperintahkan oleh seseorang.

Geun-Gyo berusaha tetap tenang dan meminta agar orang tersebut segera dihukum. Ia mengatakan bahwa ia sendiri yang akan melakukannya jika perlu. Lee Young menjawab bahwa orang tersebut sudah meminta untuk diadakan interogasi secara publik karena ia akan membuka kebenaran di hadapan semua orang. Ui-Gyo yang makin panik diam-diam melirik ke arah Kim Hun. Lee Young yang mengetahuinya juga ikut melihat ke arah Kim Hun. Kim Hun sendiri sedari tadi tetap berusaha cool dan tidak berkata apa-apa. Usai pertemuan, Geun-Gyo mengatakan pada Ui-Gyo bahwa mereka harus menemui pengkhianat Baekwoon terlebih dahulu untuk memastikan ia tidak berbicara yang tidak-tidak.

Kasim Han datang ke rumah Ra-On. Ia lalu menceritakan keadaan Lee Young saat ini yang semakin menyedihkan karena terus dikejar pernikahan yang tidak ia inginkan. Kasim Han ingin agar Ra-On bisa melepaskan ikatannya dengan Lee Young karena itu yang terbaik bagi Lee Young. Ia pun berpamitan setelah mengatakan hal tersebut.

8

9

10

Ui-Gyo dan Geun-Gyo mendatangi ruang tahanan bersama seseorang. Tampaknya mereka berusaha untuk diam-diam membunuh si pengkhianat Baekwoon. Tanpa diduga Lee Young datang bersama Byung-Yeon dan beberapa orang prajurit. Ui-Gyo dan Geun-Gyo beralasan mereka datang karena penasaran alasan si ‘penjahat’ itu menjebak putra mahkota. Jawaban mereka ternyata menjadi blunder. Lee Young berbalik mempertanyakan bagaimana mereka bisa yakin bahwa orang yang ada di tahanan itu adalah pelaku penjebakan yang dimaksud oleh Lee Young sebelumnya karena ia sama sekali tidak pernah menyebutkan nama maupun memberitahu ciri-cirinya. Bahkan komandan prajurit yang saat itu bersama dengan Lee Young juga tidak mengetahuinya. Lee Young lantas memerintahkan komandan untuk membangunkan tahanan agar bisa diinterogasi. Tanpa diduga, tahanan tersebut ternyata sudah meninggal. Lee Youn menjadi kaget sekaligus murka karenanya.

Dalam pertemuan pejabat berikutnya, Kim Hun tiba-tiba datang dan mengajukan pengunduran dirinya, mengaku tidak lagi bisa menjabat dalam kondisi dituduh telah melakukan pengkhianatan. Ia berjanji akan memulihkan nama baiknya dengan mencari dan menangkap pelaku sebenarnya. Geun-Gyo dan Ui-Gyo segera melihat kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan mereka dengan minta agar mereka juga dicopot dari jabatannya karena itu semua adalah kesalahan mereka.

Poster pencarian Hong Ra-On mulai disebar ke penjuru ibukota. Di salah satu sudut kota, seseorang tiba-tiba datang dan merobek poster tersebut. Di dongungjeon, Byung-Yeon memberitahukan pada Lee Young bahwa dengan kondisi yang sekarang akan sulit bagi Ra-On untuk tetap tinggal di sekitar kerajaan.

“Apakah ia benar tidak punya sesuatu yang ingin ia dengar atau ia katakan kepadaku?” tanya Lee Young dengan mata berkaca-kaca. Ia lalu meminta untuk dipertemukan dengan Ra-On sekali saja sebelum ia benar-benar pergi.

Sementara itu, ibu Ra-On mengajak Ra-On untuk pergi meninggalkan wilayah kerajaan dan tinggal di tempat yang jauh dari sana agar mereka bisa hidup dengan tenang. Dengan menahan tangisnya, Ra-On mengiyakan hal tersebut.

Kim Hun kini mengetahui pula hubungan Yoon-Sung dengan Ra-On. Ia memarahinya karena malah jatuh cinta pada putri seorang pemberontak, sedang ia sudah meminta Yoon-Sung untuk mencari wanita yang lain.

“Seperti kamu, kakek? Haruskah aku menghabiskan malam dengan seseorang dan meninggalkannya begitu saja setelah itu? Tidak peduli itu wanita, pria, atau bahkan anakmu sendiri, kamu membuang mereka begitu kamu tidak membutuhkan mereka lagi. Apakah itu tradisi keluarga kita? Apakah itu hidup yang kamu ingin aku jalani?” tanya Yoon-Sung.

“Mengapa kamu begitu membenciku?” tanya Kim Hun balik.

“Itu adalah gambar yang engkau buat di tanganmu. Kamu telah membuat gambar yang besar denganku di pikiranmu”

“Itu benar. Aku telah membuat rencana jangka panjang untuk keluargaku dan masa depanmu. Apakah kamu mengatakan kamu membenci semua itu?

Yoon-Sung mengiyakan. “Bahkan jika itu rencana yang buruk dan merendahkan, aku ingin menggambar masa depanku sendiri.”

11

12

13

15

Sesuai dengan permintannya, Byung-Yeon mempertemukan Lee Young dengan Ra-On. Melihat Ra-On yang menjaga jarak dengannya, Lee Young mempertanyakan apakah ada hal yang membuatnya dalam bahaya.

Sambil menahan perasaannya, Ra-On menjawab, “Saat ini bersamamu adalah saat yang paling berbahaya bagiku. Hanya dengan satu kata darimu dapat membuatku ditangkap.”

Lee Young melangkah mendekat, hendak menenangkannya. Tanpa diduga, Ra-On mengeluarkan pisau kecil dan mengarahkannya ke tubuh Lee Young. Meski sempat kaget, Lee Young lantas meminta Ra-On untuk meletakkannya.

“Aku tidak akan pernah meminta orang untuk menyakitimu. Haruskah aku mengucapkan hal yang sudah jelas seperti itu?”

“Yang Mulia, banyak hal sudah berubah sejak sebelum engkau tahu identitasku.”

“Apa itu maksudnya?” tanya Lee Young heran.

“Aku mendengar bahwa raja menderita banyak sakit di pikirannya yang ia dapat karena ayahku 10 tahun yang lalu,” jawab Ra-On.

“Kamu akan melukai dirimu sendiri. Letakkan pisau itu,” ujar Lee Young sembari berusaha meraih pisau dari tangan Ra-On.

“Kamu juga pasti membenci ayahku,” respon Ra-On sambil mundur selangkah. Dengan lantang ia berkata, “Namun bagaimanapun aku juga merasa benci karena orang yang telah menuduh ayahku sebagai pemberontak jahat dan membuatnya mati.”

Lee Young hanya terdiam. Selangkah demi selangkah ia mendekat ke arah Ra-On lalu menggenggam tangannya. Perlahan ia mengarahkan pisau tersebut ke arah gelang yang ia gunakan dan memotongnya.

“Aku sudah katakan kepadamu. Aku akan percaya apapun yang engkau katakan, termasuk kebohonganmu.” ujar Lee Young sambil menangis. “Aku tahu maksudmu, jadi hentikanlah. Aku tidak akan pernah meminta untuk bertemu denganmu lagi.”

16

17

Pernikahan Lee Young dengan Ha-Yeon akhirnya digelar. Sebelum dimulai, Jo Man-Hyung (Lee Dae-Yeon) menemui Ha-Yeon untuk memberikan nasehat-nasehatnya.

“Ini adalah saat terakhirku bisa memanggil namamu sebagai seorang ayah. Ku mohon tetaplah kuat dan perhatikan dirimu sendiri.” pinta Man-Hyung.

“Kamu berkata seolah-olah kita tidak akan bisa bertemu lagi,” ujar Ha-Yeon.

Man-Hyung mengangguk. Dengan menangis Ha-Yeon lalu melangkah maju dan memeluknya. Sama halnya dengan Lee Young, kasim Jang (Lee Joon-Hyuk) menyiapkan pakaiannya sembari memberi selamat dan doa pada Lee Young. Hal itu justru membuat Lee Young kembali teringat pada Ra-On. Ra-On sendiri saat itu berada di atas bukit dan memandang istana dari kejauhan sembari tersenyum. Dalam perjalanan kembali ke rumah, Ra-On nyaris berpapasan dengan sejumlah prajurit istana. Ia segera bersembunyi di balik tembok begitu melihat mereka. Sementara itu, seseorang mendatangi ibu Ra-On yang sedang mengangkat jemuran. Begitu membalikkan badan, ibu Ra-On langsung terkejut melihat wajah orang yang ada di belakangnya: Hong Gyeong Nae.

18

19

Setibanya di rumah, Ra-On kaget mendapati rumah dalam keadaan berantakan. Di dalam rumah, ibu Ra-On terlihat sedang duduk dengan pandangan mata kosong. Sementara itu, King Soonjo (Kim Seung-Su) sedang tidak sabar menanti acara pernikahan dimulai bersama dengan ratu Kim dan juga kasim Han. Tiba-tiba kepala pejabat pengadilan datang dan memberitahukan sesuatu yang membuat mereka semua tertegun. Beberapa saat kemudian, Kasim Jang mengabarkan pada Lee Young bahwa ayahnya baru saja pingsan. Dan penyebabnya adalah berita bahwa Hong Gyeong Nae baru saja ditahan.

Preview Episode 16

» Sinopsis ep 16 selengkapnya

Reply