Sinopsis Love In The Moonlight Episode 12 (2016)

Di sinopsis Love In The Moonlight episode sebelumnya, Jung Yak-Yong (Ahn Nae-Sang) ternyata adalah kakek dari Hong Ra-On (Kim You-Jung). Ia datang ke istana untuk membantu Lee Young (Park Bo-Gum) membuktikan bahwa King Soonjo (Kim Seung-Su) tidak diracun dan ayah anak penjual lampion tidak bersalah. Meski demikian, raja tetap ingin agar Lee Young melangsungkan pernikahan dengan Jo Ha-Yeon (Chae Soo-Bin). Ra-On sadar bahwa ia tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga ia pun pasrah menyerahkan keadaan pada Lee Young. Untuk membahagiakan Ra-On, Lee Young mencari keberadaan ibunya dan akhirnya ia berhasil mempertemukan keduanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Moonlight Drawn By The Clouds episode 12 kali ini?

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 12

Episode 12: Keyakinan Menjadi Takdir

Tanpa diduga, ibu Ra-On selama ini sebenarnya tinggal bersama Yak-Yong. Lee Young juga baru mengetahuinya saat ia menemui Yak-Yong pagi tadi. Saat ini ia hanya bisa ikut bahagia dan tersenyum dengan mata berkaca-kaca melihat pertemuan kembali pasangan ibu dan anak yang telah terpisah sekian lama itu. Yak-Yong juga melihatnya dari kejauhan.

adegan_moonlight_12a

Ibu Ra-On kaget begitu menyadari orang yang mempertemukan dirinya dengan Ra-On adalah putra mahkota kerajaan. Raut mukanya langsung berubah. Sementara itu, Lee Young menemui Yak-Yong dan berterima kasih karena tetap membiarkannya untuk mengambil keputusan sendiri, walau Yak-Yong sebenarnya tidak menyetujui Ra-On bertemu dengan ibunya.

“Takdir tidak tercipta karena kita mengharapkannya, dan tidak pula terhindari karena kita menginginkannya,” ujar Yak-Yong.

“Itu juga yang ingin ku katakan,” balas Lee Young.

Tak lama kemudian Ra-On dan ibunya datang. Lee Young berjanji akan segera mengirim Ra-On pulang, sehingga ibunya tidak perlu bersedih saat ini. Ibu Ra-On mengiyakan. Setelah berpamitan dengan kakeknya, Ra-On dan Lee Young pun pergi kembali ke istana.

“Sekarang terserah Ra-On untuk memutuskan,” ucap Yak-Yong sepeninggal keduanya.

“Itu bukan masalah dia memutuskan,” respon ibu Ra-On. Ia khawatir terhadap keselamatan Ra-On yang kini berada di istana.

adegan_moonlight_12b

Hujan turun dengan deras. Lee Young dan Ra-On terpaksa menghentikan langkah mereka menuju dongungjeon. Ra-On meminta Lee Young untuk menunggu sejenak sementara ia mencarikan payung. Alih-alih menyetujui, Lee Young justru menggandeng tangan Ra-On dan berjalan perlahan di tengah derasnya air hujan. Ra-On minta agar Lee Young mempercepat langkahnya, namun Lee Young malah semakin memperlambat jalannya sembari diam-diam tersenyum. Ia lantas menarik tubuh Ra-On ke dekatnya, memayungi kepalan Ra-On dengan tangannya, lalu mengajaknya berlari. Bagai anak kecil, keduanya pun berlari sambil tertawa.

Di dongungjeon, Kim Byung-Yeon (Kwak Dong-Yeon) masuk diam-diam untuk mengembalikan buku catatan (yang dulu sempat ia ambil?). Saat hendak keluar, tiba-tiba ia melihat ada orang hendak masuk ke dalam. Ia segera bersembunyi di balik pintu. Yang masuk ternyata adalah Ra-On dan Lee Young.

Ra-On mengambil kain untuk mengelap wajah Lee Young yang basah. Lee Young menghentikannya, membuka topinya, lalu menggendong Ra-On, dan membawanya ke kursi serta memangkunya. Sekarang giliran Lee Young yang mengelap wajah Ra-On.

“Aku takut,” ujar Ra-On. “Karena aku sangat bahagia. Bagaimana jika kebahagiaan seseorang juga datang kepadaku? Lalu bagaimana jika mereka mengambilnya kembali?”

Lee Young menatap dalam wajah Ra-On. Ia bertanya, “Apakah kamu bahagia melihat ibumu lagi?”

“Aku punya orang yang aku ingin bersama, baik di dalam maupun di luar istana. Bagaimana bisa aku tidak bahagia?” jawab Ra-On sembari tersenyum.

“Jika kamu bahagia, maka aku bahagia,” ujar Lee Young. Dengan sedikit merajuk ia melanjutkan, “Namun begitu, kamu berbicara seolah kamu akan bahagia di luar sana tanpaku. Aku terluka.”

“Jangan takut, yang mulia. Aku tidak akan pergi kemana-mana tanpa ijinmu.” balas Ra-On.

adegan_moonlight_12c

Tindakan Byung-Yeon sebelumnya ternyata adalah perintah dari kasim Han (Jang Gwang), yang ingin agar Lee Young sadar bahwa perbuatannya dinilai oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Sebelum pergi, Byung-Yeon menanyakan kapan kasim Han akan memberitahu Ra-On. Kasim Han menjawab bahwa ia menunggu waktu hingga Lee Young tidak bisa berbuat apa-apa.

Lee Young memanggil Kim Ui-Gyo (Park Chul-Min). Di hadapannya ada setumpuk dokumen banding atas tuduhan korupsi Ui-Gyo. Lee Young heran mengapa selama ini ia tidak mendengar mengenai kasus-kasus tersebut. Ia lalu mempertanyakan hal tersebut pada kepala sekretaris kerajaan. Sempat saling melirik dengan Ui-Gyo, sekretaris kerajaan berdalih bahwa banding tersebut tidak dapat dikonfirmasi sehingga hanya dianggap sebagai fitnah. Lee Young tersenyum sinis mendengarnya.

Ia lalu mengambil buku catatan dan meletakkanya di meja. Buku tersebut (yang sebelumnya diletakkan oleh Byung-Yeon) ternyata berisi catatan detil mengenai kasus suap Ui-Gyo, termasuk dengan siapa, kapan, dimana, jumlah uang yang diberikan, serta jabatan yang diinginkan. Ui-Gyo berdalih bahwa tuduhan tersebut tidak fair. Lee Young kembali bertanya pada sekretaris kerajaan yang sebelumnya sudah ia minta untuk melakukan konfirmasi dan kali ini sekretaris kerajaan berpihak pada Lee Young. Ia mengatakan mereka semua telah mengakuinya. Ui-Gyo melirik ke arah sekretaris kerajaan dengan wajah emosi.

Ui-Gyo kembali berdalih bahwa ia dijebak. Namun Lee Young tidak menghiraukannya dan meminta agar mulai saat itu juga Ui-Gyo diberhentikan dari jabatannya. Ui-Gyo kaget mendengarnya. Dengan terbata-bata ia meminta agar Lee Young baru memutuskan setelah melakukan investigasi yang lebih mendalam. Dengan tegas Lee Young menjawab bahwa ia akan memastikan hal itu terjadi.

adegan_moonlight_12d

Sedikit ralat dan tambahan penjelasan dari sinopsis-sinopsis sebelumnya agar tidak salah paham: Nama dari klan Hong Gyeong Nae adalah Baekwoon Group. Dengan demikian, berhubung orang yang ditemui Byung-Yeon di episode 10 adalah ketua Baekwoon Group, berarti ia adalah Hong Gyeong Nae sendiri alias ayah Ra-On (akan didobel ralat lagi jika ternyata salah). Selain itu, di episode 5 (kalo tidak salah), saat Byung-Yeon mencuri buku catatan dari sebuah rumah, ternyata itu adalah rumah milik Ui-Gyo dan buku catatan yang diambil adalah yang kini berada di tangan Lee Young.

Ui-Gyo melaporkan apa yang terjadi padanya ke ayahnya, perdana menteri Kim Hun (Cheon Ho-Jin). Ada Kim Geun-Gyo (Bang Joong-Hyun) dan Kim Yoon-Sung (Jin Young) juga di sana. Ia heran mengapa buku yang dulu dicuri Baekwoon Group bisa berada di tangan pangeran. Sesaat kemudian anak buah mereka, Chool Sung, masuk dan melaporkan, bahwa putri dari Hong Gyeon Nae bernama Hong Ra-On. Yoon-Sung menghela nafas panjang mendengarnya.

Esok harinya, Yoon-Sung berniat untuk menemui Lee Young guna mendiskusikan masalah pernikahannya. Kasim Jang (Lee Joon-Hyuk) yang standby di dongungjeon mengatakan bahwa saat itu putra mahkota sedang berada di perpustakaan. Yoon-Sung pun pergi menuju ke sana. Setibanya di sana, ia melihat Lee Young sedang tidur di meja dengan saling berhadapan bersama Ra-On. Ia hendak kembali ke luar, namun langkahnya terhenti begitu mendengar Lee Young memanggil nama Ra-On. Ia kaget setengah mati menyadari wanita yang ia kejar adalah Hong Ra-On, anak dari Hong Gyeon-Nae.

adegan_moonlight_12e

Ui-Gyo dan Geun-Gyo mengatur strategi untuk memfitnah kaum pemberontak alias Baekwoon Group dengan cara membuat kekacauan di dongungjeon dan meninggalkan topeng putih ciri khas mereka di sana.

“Ini bagai membunuh tiga burung dengan satu batu,” ujar Ui-Gyo dengan tatapan licik. “Kita dapat mempercepat pernikahan putra mahkota, meningkatkan ketakutan terhadap Baekwoon Group, serta membuat pangeran arogan itu berlutut di kaki kita.”

Geun-Gyo menanyakan bagaimana dengan Kim Hun. Ui-Gyo tidak terlalu mempedulikannya karena seandainya ia tidak memperbolehkanya pun ia tidak akan berbuat apa-apa untuk menghentikannya.

Jung (Ahn Se-ha) mengintip ke dalam kediaman putri Myungeun (Jung Hye-Seong) lantas meninggalkan sebuah bungkusan di depan pintu. Tanpa diduga, saat ia membalikkan badan, ternyata putri Myungeun ada di belakangnya. Putri Myungeun menanyakan mengapa ia sampai berani datang ke tempatnya. Jung berdalih bahwa ia sedang mencari seorang wanita cantik yang dulu sempat bekerja di sana, namun sekarang sudah tidak lagi. Putri Myungeun jadi penasaran. Ia lalu meminta dayangnya mengambil bungkusan yang diletakkan Jung di depan pintu. Isinya ternyata kue kering.

Melihatnya, putri Myungeun sempat lupa diri dan berniat untuk menyantapnya. Tapi sesaat sebelum kue tersebut masuk ke mulutnya ia pun tersadar dan menghentikan gerakannya. Dengan sedikit berat hati, ia memberikan kue-kue tersebut kembali pada Jung dan menyuruhnya pergi.

adegan_moonlight_12f   adegan_moonlight_12f2

Kasim Han menemui ibu Ra-On. Ia berjanji kali ini akan melindunginya dan juga Ra-On. Ibu Ra-On tidak setuju dan justru mempertanyakan apa yang kali ini direncanakan oleh mereka terhadap Ra-On. Tanpa menjelaskan lebih detil, kasim Han meminta ibu Ra-On membantunya agar nyawa ribuan orang yang telah mati tidak sia-sia. Ibu Ra-On menjawab bahwa ia tidak tahu keberadaan suaminya dan meminta agar Baekwoon Group tidak melibatkan dirinya dan Ra-On dalam urusan mereka kali ini.

Sementara itu, Lee Young mencari Byung-Yeon di jahyeondang. Saat melangkah, ia melihat ada seonggok kain berlumuran darah serta sebuah topeng putih milik Baekwoon Group. Lee Young teringat kembali saat ia sedang bersama Byung-Yeon dan menemukan topeng seperti itu tergeletak di tanah. Tiba-tiba Byung-Yeon muncul di belakangnya. Lee Young segera menanyakan apakah Byung-Yeon terluka. Byung-Yeon mengiyakan, beralasan bahwa ia terluka saat sedang berlatih. Ia menambahkan bahwa sekarang kondisinya baik-baik saja.

Lee Young diam-diam mengkonfirmasi hal tersebut dengan prajurit istana dan ia mengatakan bahwa kemarin tidak ada latihan dan saat ini Byung-Yeon justru pergi meninggalkan istana. Lee Young terdiam dengan wajah curiga.

adegan_moonlight_12g

Yoon-Sung tidak sengaja berpapasan dengan Chol Sung yang hendak pergi ke kediaman Kim Hun. Saat ditanya tujuannya, Chol Sung mengaku telah mengetahui keberadaan Hong Ra-On, yaitu di dalam istana. Ia bahkan sudah memiliki buktinya. Yoon-Sung lantas mempersilahkan Chol Sung untuk pergi terlebih dahulu.

Diam-diam Yoon-Sung mengikuti Chol Sung. Tak lama Chol Sung menyadari dan segera membalikkan badannya. Ia lega begitu yang ada di belakangnya ternyata Yoon-Sung.

“Aku lupa memberitahu sesuatu,” ujar Yoon-Sung.

Ia lalu meminta Chol Sung untuk mendekat. Chol Sung menurutinya. Tanpa ia duga, tiba-tiba Yoon-Sung menusukkan pisau ke lehernya dan ia pun menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum pergi, Yoon-Sung mengambil bukti yang dibawa oleh Chol Sung. Saat membacanya, ia membelakkan matanya dan bergegas pergi.

adegan_moonlight_12h

Tujuannya ternyata adalah dongungjeon. Ia menemui Lee Young dan mengatakan bahwa saat ini Ra-On perlu pergi dari istana. Lee Young sudah terlanjur cemburu karena tahu Yoon-Sung juga menyukai Ra-On, sehingga ia tidak mempedulikannya.

“Selama kalian berdua bersama, kamu akan selalu berada dalam bahaya, yang mulia,” ujar Yoon-Sung.

Kata-kata tersebut membuat Lee Young terdiam. ia teringat Yak-Yong yang juga pernah mengatakan hal serupa.

“Lupakan saja,” ucap Lee Young tegas. “Jika hal semacam itu bisa merubah pikiranku, dari awal aku tidak akan memulainya. Sebaiknya kamu pergi sekarang.”

adegan_moonlight_12i

Rencana Ui-Gyo dimulai. Dengan bantuan Geun-Gyo, sekelompok orang dengan mengenakan topeng putih masuk dan menyerbu dongungjeon. Tanpa ragu mereka membunuh penjaga dan dayang yang berada di sana. Tak lama kemudian Lee Young mendengar sesuatu dari luar kamarnya. Saat pintunya dibuka, ternyata kawanan bertopeng itu sudah menangkap Ra-On dan menghunuskan pedang di lehernya.

Sementara itu, saat melangkah keluar dari dongungjeon, Yoon-Sung merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dan benar, begitu ia membalikkan badan, dua orang prajurit yang berjaga di depan segera menyerangnya. Tidak butuh lama baginya untuk mengalahkan mereka.

Kembali ke dalam dongungjeon, kawanan bertopeng melangkah perlahan mendekati Lee Young sembari tetap menghunus pedang mereka ke leher Ra-On. Melihat kondisi tersebut, Lee Young terpaksa menjatuhkan pedangnya.

“Aku tidak tahu apa yang kalian inginkan, tapi lepaskan dia sebelum kita mulai.” ujar Lee Young sembari mengulurkan tangannya untuk menggapai Ra-On.

Saat itulah kawanan bertopeng mulai menyerang Lee Young. Dengan tangan kosong Lee Young coba untuk mengimbangi mereka. Untunglah tak lama kemudian Yoon-Sung masuk dengan gaya yang keren (lompat menerobos tembok) dan membantu pangeran menghadapi mereka. Yang tidak disangka oleh Lee Young adalah, saat salah satu di antara mereka hendak menusuknya dengan pedang, Yoon-Sung menghentikan pedang tersebut dengan tangan kosong guna menyelamatkan Lee Young. Dengan tangan berlumuran darah, ia tetap menggenggam pedang tersebut, sebelum akhirnya Ra-On melemparkan pedang ke arah Lee Young, sehingga Lee Young bisa membantu Yoon-Sung.

Namun keadaan tiba-tiba menjadi runyam. Saat Yoon-Sung mengejar beberapa orang yang hendak kabur, Lee Young berusaha melindungi Ra-On yang kini ikut menjadi sasaran serangan mereka. Tanpa disangka, Lee Young terkena tebasan dan tusukan pedang dari mereka. Dengan tubuh bersimbah darah ia pun terduduk.

adegan_moonlight_12j   adegan_moonlight_12j2

Lee Young melihat ke arah satu orang dari komplotan bertopeng yang tersisa (dan yang tadi menusuknya).

“Apakah itu kamu, Byung-Yeon?”

Tanpa menjawab, orang tersebut mengangkat pedangnya, berniat menghabisi Lee Young. Tiba-tiba ia terjatuh dan muncul Byung-Yeon di belakangnya.

“Ya, yang mulia, maaf aku terlambat,” ujar Byung-Yeon.

Lee Young jatuh pingsan di pangkuan Ra-On. Yoon-Sung yang melihatnya lalu pergi meninggalkan mereka. Berita penyerangan tersebut tiba ke telinga king Soonjo, yang seperti biasa langsung panik tidak karuan. Perdana menteri Kim Hun memintanya untuk menginterogasi kawanan yang tertangkap sembari tetap menjaga agar berita tersebut tidak menyebar ke luar, berdalih bisa menimbulkan kepanikan di masyarakat. Kasim Han menatap ke arah Kim Hun dengan tatapan curiga.

adegan_moonlight_12k

Saat itu Ui-Gyo dan Geun-Gyo bukannya senang namun malah stress. Ternyata mereka mengirimkan 10 pembunuh untuk menyerang dongungjeon, sementara jumlah mayat yang ada hanya 9 orang. Mereka galau antara memberitahu Kim Hun masalah itu atau tidak.

Ra-On menanyakan pada tabib istana mengenai kondisi Lee Young. Si tabib tidak menjawab, justru membentaknya dan menyuruhnya pergi. Mau tidak mau Ra-On hanya bisa menunggu dan mendoakan agar Lee Young baik-baik saja.

Setelah dirawat, Lee Young mulai sadarkan diri. Ia meminta tabib agar memanggil seseorang dari dongungjeon karena ada sesuatu yang ingin ia ambil di sana. Sementara itu, Ra-On mendatangi dongungjeon dan berdiri di depan kamar Lee Young. Ia menangis dan berharap agar Lee Young selamat. Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dan itu adalah Lee Young.

“Kurang ajar sekali. Tidak ada seorang pun yang bisa mengambil kebahagiaanmu tanpa ijinku.” bisik Lee Young di telinga Ra-On. “Jadi janganlah menangis. Aku tidak akan pernah melepaskan tanganmu.”

adegan_moonlight_12l

Ra-On hendak bepergian ke tempat kakeknya untuk bertemu dengan ibunya. Lee Young memintanya untuk segera kembali sebelum matahari terbenam. Setibanya di sana, tanpa sengaja Ra-On mendengar ibunya sedang berbicara dengan Yak-Yong.

“Ra-On dan putra mahkota saling jatuh cinta. Kamu tahu apa itu artinya?” ujar ibu Ra-On. “Aku berusaha keras untuk membebaskannya dari takdir yang membelenggunya. Aku memukulnya dan memaksanya hidup sebagai seorang laki-laki. Aku tidak bisa membiarkannya di istana lebih lama lagi. Bagaimana jika seseorang mengetahui bahwa Ra-On adalah anak dari Hong Gyeong Nae?”

Tiba-tiba pintu terbuka dan Ra-On masuk dengan wajah tidak percaya. Begitu pula dengan ibu Ra-On dan Yak-Yong yang kaget melihat keberadaan Ra-On.

adegan_moonlight_12m

Di dongungjeon, Lee Young kesal dengan Ra-On yang tidak kunjung kembali meski hari sudah mulai gelap. Ia lantas menunggu di depan jahyeondang dengan sedikit kekhawatiran Ra-On telah meninggalkannya.

“Apakah kamu sudah menunggu lama, yang mulia?”

Lee Young membalikkan badannya dan melihat Ra-On akhirnya tiba. Keduanya pun saling melempar senyum, walau mata Ra-On terlihat berkaca-kaca menahan tangis.

[socialpoll id=”2390424″]

Preview Episode 13

» Sinopsis ep 13 selengkapnya

Reply