Sinopsis Love In The Moonlight Episode 1 & Preview Episode 2 (2016)

Love In The Moonlight” atau “Moonglight Drawn By The Clouds” adalah drama korea terbaru yang mengisi slot tayang serial “Beautiful Mind” yang telah berakhir minggu lalu. Mengambil latar di era abad 19, drakor ini menceritakan tentang hubungan Hong Ra-On (Kim You-Jung), seorang gadis biasa yang menyamar menjadi pria untuk mencari nafkah, dengan Lee Young (Park Bo-Gum), seorang putra mahkota kerajaan, yang tidak sengaja bertemu dengannya. Bagaimana kisah selengkapnya di episode perdananya yang tayang tanggal 22 Agustus 2016 lalu? Simak deh sinopsis lengkapnya di bawah ini.

Dok. gambar dan video © KBS2 of Korea Selatan

Sinopsis Episode 1: Takdir Dalam Cahaya Bulan

Seorang pria menemui Ra-On untuk meminta saran mengenai cara menyatakan cintanya pada seorang wanita yang disukainya. Semua temannya tidak mendukung niatnya untuk dekat dengan si wanita, sehingga ia pun frustrasi dan stress. Ra-On menenangkannya sembari mengatakan bahwa belum pernah ada pria yang terbunuh gara-gara mengungkapkan rasa cintanya, sehingga ia pun juga tidak perlu merasa takut.

Setelah melihat sendiri sosok wanita yang disukai pria tersebut, Ra-On mulai merancang strategi. Mulai dari sengaja menghilang selama 10 hari, pura-pura tidak sengaja bertemu di jalan, dan menyelamatkan si wanita dari dahan pohon yang tiba-tiba terjatuh. Cara itu sukses dan si wanita secara tidak langsung membuka hatinya untuk si pria.

Di kerajaan, putra mahkota Hyomyeong (alias Lee Young) sedang belajar sastra bersama dengan gurunya, Jung Yak-Yong (Ahn Nae-Sang), saat ayahnya, King Soonjo (Kim Seung-Su) datang dan mengawasinya dari seberang kolam. Ia sempat kagum dengan kemampuan menghapal anaknya, hingga akhirnya angin tiba-tiba bertiup dan kertas contekan yang ada di meja Hyomyeong terbang ke arah Kim Ui-Gyo (Park Chul-Min). Gurunya, yang ternyata berkongkalikong dengan Hyomyeong, memutar kertas yang ada di mejanya agar bisa terbaca oleh Hyomyeong sehingga yang lain tidak curiga kepadanya. Masalahnya, di lembar contekan tersebut tertulis dengan detil setiap gerakan yang harus dilakukan, termasuk berapa kali ia harus tertawa. King Soonjo yang mengetahuinya menjadi marah kepadanya.

adegan_moonlight_1a

Ra-On sedang memberikan obat pada ayah angkatnya — yang dulu menemukan dirinya di saat kecil dan membesarkannya hingga kini — saat seseorang kembali mencari jasanya. Kini giliran seorang pria, seorang putra bangsawan, yang meminta tolong untuk menuliskan surat cinta pada wanita yang dicintainya. Surat tersebut ternyata ditujukan pada adik Lee Young, yang begitu mengetahuinya menjadi kesal karena isi gombalan di surat tersebut yang jauh dari kondisi fisik asli adiknya. Ia pun memutuskan untuk mendatangi si pengirim surat di tempat yang direncanakan di dalam surat.

Dengan menyamar, Lee Young diam-diam keluar dari istana dan menuju ke TKP. Dalam perjalanan, di sebuah desa, ia sempat melihat sebuah pertunjukan tradisional janggu yang berkisah tentang raja dan putranya. Karena ceritanya mengolok-olok dirinya, Hyomyeong menjadi emosi dan tanpa sadar berteriak pada para pemainnya. Sadar orang-orang langsung memperhatikan dirinya, ia pun mengungkapkan uneg-unegnya dan segera bergegas pergi meninggalkan kerumuman massa.

Salah satu dari pemain janggu tersebut ternyata adalah Ra-On. Usai pertunjukan, kliennya meminta dirinya untuk menggantikannya menemui gadis pujaannya. Meski awalnya menolak, Ra-On akhirnya setuju setelah diiming-imingi imbalan dengan jumlah lumayan. Setibanya di tempat pertemuan, Ra-On syok ketika melihat yang menemuinya adalah seorang pria alias Hyomyeong. Namun ia lantas berpikir ‘positif’ dan menganggap bahwa kliennya memang penyuka sesama jenis. Tidak ingin batal mendapatkan gajinya, ia lalu lanjut berkomunikasi dengan Hyomyeong.

adegan_moonlight_1b

Percakapan keduanya berlangsung canggung dan beberapa kali terjadi salah paham. Ra-On yang benar-benar menganggap pria yang ada di depannya sebagai seorang gay, dengan santai mengatakan agar ia tidak perlu bimbang dengan pilihan cintanya, meski ditentang oleh banyak pihak. Demikian pula dengan sosoknya yang tidak terlihat kuat, karena ada juga pria yang lemah gemulai bagaikan bunga 😀

Lee Young lama kelamaan menjadi kesal dan meminta Ra-On untuk membuktikan bahwa dirinya adalah benar seorang putra bangsawan. Karena terus dipaksa, Ra-On mengikuti maunya. Saat tiba di sebuah tempat berisi kotoran yang dulu pernah digunakan oleh rentenir untuk mengancam dirinya yang belum juga melunasi hutangnya, Ra-On berpura-pura untuk buang air kecil di dekatnya. Saat Lee Young membalikkan badan, Ra-On segera mendorongnya ke arah lubang. Lee Young terperosok ke dalamnya, tapi ia sempat menggapai kaki Ra-On, sehingga ia pun ikut terjatuh.

Lee Young yang marah segera memarahi Ra-On, namun marahnya terhenti karena dari balik pundaknya mendadak muncul seekor ular. Ia pun berteriak ketakutan dan pada akhirnya justru Ra-On yang menangkap ular tersebut dan melemparkannya (ke arah kamera). Mereka lantas mencoba untuk keluar dari lubang kotoran. Setelah berbagai cara, Ra-On berhasil keluar terlebih dahulu. Saat Lee Young memanggilnya, Ra-On memutuskan untuk kabur meninggalkan Lee Young di dalam lubang.

Sementara itu, Kim Yoon-Sung (Jin Young) tiba di pelabuhan. Ia sempat berpapasan dengan pasangan pria dan wanita (klien pertama Ra-On) yang hendak naik ke atas kapal. Melihat ada beberapa penjaga di sekitar pelabuhan, Yoon-Sung berpura-pura merayu seorang wanita yang ada di dekatnya dan berjalan bersamanya sehingga luput dari perhatian para penjaga.

Sekembalinya di desa, Ra-On melihat poster pencarian tiga orang yang berisi gambar dirinya, serta pasangan pria dan wanita tersebut. Setelah mengetahui bahwa si pria ternyata adalah pembantu dari ayah si wanita, seorang juragan besar, dan melihat beberapa orang anak buah si juragan sedang menyisir desa untuk mencari ketiga orang tersebut, Ra-On pun menjadi panik. Ia lantas mengambil minyak di dekatnya untuk membuat tompel di pipinya, agar tidak terlihat mirip dengan yang ada di gambar. Yoon-Sung yang kebetulan ada di sana tersenyum geli melihatnya dan sengaja menganggunya dengan memancing perhatian anak buah si juragan. Namun saat mereka mendekat, Yoon-Sung tiba-tiba memeluknya dan mengajaknya pergi, seolah-olah Ra-On adalah pasangannya.

Kim Hun (Cheon Ho-Jin), penasehat kerjaan, membahas masalah hukuman bagi para pencuri beras dengan King Soonjo. Ia menyarankan untuk menghukum mati mereka yang diiyakan oleh King Soonjo. Namun King Soonjo kemudian sadar bahwa diam-diam Kim Hun telah mengeksekusi mereka terlebih dahulu sebelum mendapat persetujuan darinya. Kim Hun berdalih bahwa ia sudah tahu jawaban dari King Soonjo sehingga ia melakukannya tanpa perlu mengkonfirmasi terlebih dahulu. Terlebih, ia mengingatkan kejadian 10 tahun lalu dimana istana diserbu dan sempat dihancurkan oleh para penjarah.

Segera setelah berpisah dengan Yoon-Sung, Ra-On diculik oleh kawanan rentenir. Mereka memaksa Ra-On untuk mencap darah surat perjanjian yang menyatakan dirinya telah dijual sebagai ganti pelunasan hutang-hutangnya. Tanpa disangka, mereka menjualnya sebagai kasim kerajaan. Setelah dibawa ke Lembaga Pelatihan di Kantor Pelayan Kasim, Ra-On menjadi panik karena seseorang bernama Um Gong terlihat sedang mengasah pisaunya. Karena mengira bahwa Um Gong akan segera memotong ‘anu’nya (yang jelas tidak ia miliki), Ra-On berusaha memohon-mohon ampun padanya. Untungnya, operasi pemotongan tersebut tidak langsung dilaksanakan hari itu juga karena Ra-On harus berpuasa terlebih dahulu selama tiga hari.

adegan_moonlight_1c

Pada hari H, Um Gong mengikat Ra-On di kursi untuk melakukan operasi terhadapnya. Ternyata Um Gong lebih suka melakukan hal tersebut dalam keadaan mabuk sehingga ia pun mulai minum-minum. Kesempatan itu digunakan Ra-On untuk melepaskan ikatannya dan memancing Um Gong untuk minum lebih banyak lagi. Tak lama Um Gong merasa sudah siap dan segera mengambil pisaunya. Beberapa saat kemudian terdengar suara teriakan Ra-On.

Um Gong terbangun esok harinya dan mendapati Ra-On terbaring lemah dengan banyak darah di bagian bawah tubuhnya. Karena ia tidak ingat yang terjadi, ia mengira telah usai memotong alat vital Ra-On. Ra-On pun mengamini perkiraan Um Gong. Setelah Um Gong pergi, Ra-On membuka selimutnya dan terlihat bahwa pisau Um Gong menggores paha bagian dalamnya di dua bagian.

Sementara itu, ayah Ra-On pergi meninggalkan rumahnya bersama rekan-rekannya. Ia sempat menunggu Ra-On datang, namun terpaksa berangkat karena sudah akan ditinggalkan oleh teman-temannya. Ra-On sendiri, saat sedang membalut lukanya, teringat dengan masa lalunya, yang ternyata sudah diminta untuk berpura-pura menjadi pria oleh ibunya sejak kecil.

Tak lama Um Gong membawa Ra-On ke istana. Dalam perjalanan Ra-On sempat bertabrakan dengan seorang pria berbaju hitam yang memiliki tatapan tajam. Malam harinya, karena gelisah mengingat perkataan Um Gong sebelumnya, bahwa nantinya ia akan menjalani tes obat-obatan untuk memastikan bahwa ‘anu’nya telah benar-benar terpotong dengan benar, mencoba untuk melarikan diri. Tanpa disangka, di luar ia bertemu dengan Lee Young yang langsung mengingat dirinya dan tersenyum puas melihat keberadaannya di sana sebagai pelayan.

Preview Episode 2

» Sinopsis ep 2 selengkapnya

Reply