Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 (TAMAT) (2016)

Di sinopsis Let’s Fight Ghost episode sebelumnya, ingat Kim Hyun-Ji (Kim So-Hyun) sepenuhnya kembali. Ia akhirnya mengetahui bahwa Joo Hye-Sung (Kwon Yool) lah yang telah menabrak dirinya 5 tahun lalu. Demikian pula dengan perangkat ritual yang dititipkan padanya, yang kini ia ingat berada di loker Myongsong University Station. Bersama Myung-Chul (Kim Sang-Ho), Park Bong-Pal (TaecYeon) pun berupaya mengejar Hye-Sung yang membawa Hyun-Ji ke tempat tersebut. Pertempuran mereka pun tidak dapat dihindarkan lagi. Sayangnya, hasil akhir tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bong-Pal tergeletak tak berdaya pasca mendapat hajaran Hye-Sung, sementara Myung-Chul, yang sempat mengusir keluar roh jahat dalam tubuh Hye-Sung, harus menerima kenyataan pahit: tubuhnya dimasuki oleh roh jahat tersebut. Apa yang akan terjadi selanjutnya di episode terakhir dari drama korea “Let’S Fight Ghost” ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 16

Roh jahat ternyata hanya menembus tubuh Myung-Chul dan membuatnya terjatuh tak sadarkan diri. Roh jahat kembali mengincar Bong-Pal, yang untungnya masih sempat menangkap gelang ritual yang dilemparkan oleh Hyun-Ji dan menggenggamnya di tangannya untuk memukul roh jahat hingga hancur.

Mengira terjadi hal-hal yang tak diinginkan pada Myung-Chul, Bong-Pal mulai menangis sembari memanggil-manggil namanya. Tak lama, sambil terkekeh-kekeh Myung-Chul membuka matanya dan meminta dibantu untuk duduk. Ia lantas mendekati Hye Sung dan memeriksa nadinya. Ternyata ia masih hidup.

Tak lama kemudian detektif Yang (Yoon Seo-Hyun) ditemani oleh Choi Chun-Sang (Kang Ki-Young) dan Kim In-Rang (David Lee) datang ke TKP. Hyun-Ji dan Bong-Pal tersenyum melihat mereka. Di luar stasiun, Hye Sung sempat dirawat lukanya sebelum akhirnya dibawa oleh detektif Yang menuju mobil polisi. Bong-Pal merasa kasihan padanya karena pada dasarnya ia juga merupakan korban.

“Di mata kita, iya. Tapi bagi orang biasa, ia adalah seorang pembunuh. Roh jahat mengambil alih tubuhnya karena sejak awal ia memiliki kebencian di dalam hatinya. Kita tidak bisa mengabaikan kejahatan itu.”, ujar Myung-Chul.

Bong-Pal lantas mengantarkan Hyun-Ji pulang. Sudah ada ibu dan ayah Hyun-Ji menunggu dengan khawatir di rumahnya. Setelah meminta Hyun-Ji untuk masuk ke rumah, ibu Hyun-Ji (Choi Ji-Na) memarahi Bong-Pal karena untuk kedua kalinya ia sudah membuat Hyun-Ji dalam bahaya. Ia pun meminta Bong-Pal untuk tidak lagi menemui Hyun-Ji. Saat ibu Hyun-Ji hendak masuk ke dalam rumah, Bong-Pal menitipkan mata kalung Hyun-Ji (pemberiannya sebelumnya) kepada ibu Hyun-Ji, yang menerimanya tanpa berkata apa-apa.

adegan_ghost_16a

Di kantor polisi, detektif Yang menunjukkan foto-foto korban pembunuhan Hye-Sung. Mulai dari No Hyun Joo, Im Hyun Soo, Park Ji Hoon (ayah Bong-Pal), hingga Joo Jin Myung (ayah Hye-Sung). Setelah terdiam beberapa saat, dengan terbata-bata Hye-Sung mengaku bahwa ialah yang telah membunuh mereka. Detektif Yang lalu membawanya ke tahanan kantor polisi. Sempat bertemu dengan ibunya (Yook Mi-Ra), Hye-Sung tidak berkata apa-apa dan hanya terdiam.

Bong-Pal mendapati Myung-Chul sedang asik minum soju di kamar apartemennya. Myung-Chul mengatakan bahwa itu adalah obat terbaik pasca dihajar oleh hantu. Ia lalu menanyakan mengenai Hyun-Ji, yang dijawab Bong-Pal bahwa Hyun-Ji jadi pergi meninggalkan Seoul esok hari. Karena Bong-Pal mengaku tidak sedih, Myung-Chul pun tertawa senang karena merasa bahwa masing-masing dari mereka memang harus memulai awal yang baru dan hidup layaknya manusia normal. Myung-Chul juga menambahkan bahwa jarak pasti juga tidak akan memisahkan Bong-Pal dan Hyun-Ji.

Esok harinya, ibu Hye-Sung menjenguk Hye-Sung di tahanan. Ibunya ingin membicarakan masalah Hye-Sung yang dirasuki oleh roh jahat saat ia melakukan pembunuhan tersebut, namun Hye-Sung merasa bahwa memang pada dasarnya ia bersalah karena hatinya juga ingin melakukan hal tersebut. Sambil beranjak pergi ia meminta agar ibunya tidak usah datang lagi menjenguknya karena akan melukai hatinya. Ibu Hye-Sung menolak dan menjawab bahwa ia pasti akan datang setiap hari untuk Hye-Sung.

Sementara itu, sambil menunggu orang tua dan pegawai jasa pindah rumah usai memasukkan barang-barang mereka ke truk, Hyun-Ji menelpon Bong-Pal untuk berpamitan. Ia meminta Bong-Pal agar memahami sikap ibunya, dan Bong-Pal mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Aku tidak ingin pergi,” ujar Hyun-Ji, “aku ingin bersamamu.”

“Aku pun juga demikian,” balas Bong-Pal.

“Lalu mengapa kamu tidak ke sini untuk menemuiku? Aku tidak tahu kapan kita akan bisa bertemu lagi. Tidakkah kamu rindu padaku?” tanya Hyun-Ji.

“Aku rindu padamu,” jawab Bong-Pal. “Tapi aku takut tidak akan bisa melepasmu pergi jika aku melihatmu.”

“Aku ingin kamu segera kembali ke kehidupan normal,” lanjut Bong-Pal. “Aku tidak ingin kamu meninggalkan sesuatu hanya karenaku. Kita akan berpisah untuk saat ini, tapi kita akan selalu bersama lagi pada saat kamu masuk kuliah. Pada saat itu terjadi, mari kita meminta ijin untuk berkencan dengan resmi pada ibumu. Aku tahu itu sulit, tapi mari kita berpegang pada hari itu”.

Tak lama ibu Hyun-Ji memanggilnya untuk segera turun dan berangkat. Sebelum masuk ke mobil, Hyun-Ji sempat melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Bong-Pal. Karena tidak menemukannya, ia pun masuk ke dalam mobil. Sesaat setelah mobil melaju, tak jauh dari rumah Hyun-Ji, Bong-Pal muncul dari balik tembok dan memandang kepergian mobil Hyun-Ji dan keluarganya.

adegan_ghost_16b

Hari-hari berlalu. Hyun-Ji giat belajar demi bisa lulus ujian perguruan tinggi dan berkuliah di kampus yang sama dengan Bong-Pal. Bong-Pal sendiri semakin akrab dengan Chun-Sang dan In-Rang serta tidak lagi menyendiri seperti sebelumnya. Hingga akhirnya hari pengumuman ujian tiba.

Setelah sengaja menyendiri agar bisa mengetahui hasil ujian dengan tenang — namun masih sempat-sempatnya diganggu oleh hantu yang tiba-tiba nongol di hadapannya — hati Hyun Ji pun galau mengetahui bahwa ia tidak lulus ujian. Dengan gontai ia menghubungi Bong-Pal dan memberitahukan hal tersebut. Bong-Pal yang akan lulus tahun depan mengatakan bahwa ia kan sengaja mengambil cuti semester demi menunggu Hyun-Ji diterima di kampusnya. Dengan tertawa Hyun-Ji tidak memperbolehkannya dan memintanya untuk segera lulus agar bisa mencari kerja.

Pemikiran Bong-Pal tidak jauh berbeda. Ia pun menanggapi Hyun-Ji dengan membeberkan rencananya untuk segera lulus dan bekerja. Dengan demikian, pada saat Hyun-Ji lulus kuliah 4 tahun kemudian, Bong-Pal sudah memiliki kehidupan yang layak dan mereka pun bisa hidup bersama.

Semester baru pun dimulai. Tidak seperti sebelumnya, Bong-Pal kini tidak keberatan mengerjakan tugas kelompok dengan mahasiswa yang lain. Saat melangkah keluar tiba-tiba Chun-Sang menghampirinya, mengatakan ada hal genting terjadi. Ternyata hal genting yang dimaksud adalah klub sosis darah yang terancam ditutup karena kekurangan anggota. Baik In-Rang maupun Im Seo-Yeon sudah lulus, sedang tidak ada mahasiswa baru yang berminat untuk mendaftar. Namun demikian, usaha Chun-Sang agar Bong-Pal membantunya menyelesaikan masalah tersebut menemui jalan buntu karena Bong-Pal sama sekali tidak berminat.

Lulus dari kuliah, In-Rang ternyata menseriusi bisnis pemburu hantu mereka dan membuka kantor dengan menggunakan uang dari neneknya yang ia terima beberapa waktu lalu. Sayangnya, hampir semua yang datang mengira bahwa klub sosis darah adalah sebuah restoran. Saat Chun-Sang tiba di tempatnya dan melaporkan apa yang terjadi pada klub mereka di kampus, In-Rang menjadi emosi padanya dan menyuruhnya untuk bersih-bersih kantor.

adegan_ghost_16c

Sementara itu, usaha pemburu hantu Myung-Chul juga mengalami gangguan. Kali ini dari seorang cenayang wanita (Kim Hyun-Sook) yang menjelek-jelekkan reputasinya dan mengambil alih pekerjaan-pekerjaannya. Saat Myung-Chul mengkonfrontasinya, si cenayang wanita justru menyerangnya. Kasus pun terbaksa berlanjut di kantor polisi dan ditangani langsung oleh detektif Yang yang kini sudah dipromosikan menjadi kepala polisi.

Di kampus, Bong-Pal dihampiri oleh beberapa orang mahasiswi baru yang memintanya untuk datang ke pesta penyambutan mahasiswa baru. Meski sempat menolak, Bong-Pal akhirnya mau untuk datang. Di acara pesta, satu demi satu maba memperkenalkan dirinya. Bong-Pal yang tidak terlalu tertarik hanya tertunduk sembari menikmati gelas minumannya. Hingga tiba salah seorang di antaranya memperkenalkan diri sebagai Kim Hyun Ji.

Mendengar nama tersebut Bong-Pal lantas mendongakkan wajahnya dan ternyata memang benar, ada sosok Hyun Ji di hadapannya. Kebetulan, beberapa orang mahasiswa senior sudah menggosipkan dirinya sebagai maba paling cantik di angkatan saat ini. Tanpa basa-basi salah seorang di antaranya menanyakan apakah Hyun Ji sudah memiliki pacar.

“Ya, dia ada di sini,” sambil menatap ke arah Bong-Pal.

Hyun-Ji ternyata senagaja berbohong pada Bong-Pal agar bisa memberikan kejutan padanya. Ia tinggal di rumah pamannya yang tidak jauh dari tempat tinggal Bong-Pal. Sambil bercanda ia meminta Bong Pal untuk memanggilnya kakak karena pada dasarnya umurnya lebih tua setahun dari Bong Pal.

Setibanya di depan rumah pamannya, Bong Pal mempersilahkan Hyun-Ji untuk masuk. Saat hendak masuk ke dalam, Hyun Ji membalikkan badannya, berlari ke arah Bong-Pal dan memeluknya. Tak lama setelah Hyun-Ji masuk, Myung-Chul menelponnya dan memintanya untuk menjemputnya di kantor polisi.

Dalam perjalanan pulang, setelah mengungkapkan kekesalannya pada si cenayang wanita yang ia anggap melanggar kode etik cenayang, Myung Chul pun berpamitan. Bong-Pal mencegahnya dan memintanya untuk berhenti bekerja. Ia lalu mengajak Myung-Chul untuk tinggal bersamanya karena bagi Bong-Pal ia adalah satu-satunya keluarga yang tersisa. Bong-Pal menambahkan bahwa ia juga sudah menyiapakan kamar kosong bagi Myung-Chul. Dengan mata berkaca-kaca Myung-Chul menghampiri Bong-Pal.

“Kamu tahu cara membuat orang menangis”

Esok harinya, dua orang temannya di kampus mengajak Hyun-Ji untuk ikutan blind date bersama mereka dan menemui mahasiswa-mahasiswa dari jurusan manajemen. Hyun-Ji sempat menolak karena takut Bong-Pal marah. Namun karena mereka mengaku sudah berjanji akan mengajak mahasiswi tercantik di jurusan ekonomi, Hyun-Ji menjadi ge-er dan akhirnya mengiyakan.

Di saat acara blind date, Bong-Pal tiba-tiba menghubungi Hyun-Ji menanyakan keberadaannya. Hyun-Ji lantas berbohong dengan mengatakan bahwa ia sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kelompok dengan teman-temannya di kafe. Tanpa Hyun-Ji sadari, salah seorang dari mahasiswa yang ikut acara blind date tersebut membuat rekaman video dan menyebarkannya ke sosmed.

Adalah In-Rang yang terlebih dahulu mengetahui hal tersebut. Ia lantas menelpon Bong-Pal untuk memastikan apakah Bong-Pal tahu apa yang sedang dilakukan Hyun-Ji. Karena Bong-Pal menjawab bahwa Hyun-Ji sedang mengerjakan tugas, In-Rang lalu mengirimkan video rekaman blind date tersebut kepadanya. Bong-Pal langsung kesal melihatnya dan segera mendatangi Hyun-Ji di kafe dan membawanya pergi sembari menegaskan pada pria-pria yang hadir bahwa Hyun-Ji adalah pacarnya.

Dalam perjalanan pulang, Hyun-Ji mengaku bahwa ia juga sudah mengatakan pada yang lain bahwa ia telah memiliki pacar. Ia sengaja ikut dalam blind date tersebut karena ingin merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswi. Lagipula ia juga sudah menunggu 7 tahun agar bisa berkuliah. Melihat Hyun-Ji yang terus merajuk menggodanya, Bong-Pal pun akhirnya memaafkannya.

adegan_ghost_16d

Setibanya di rumah pamannya, Hyun-Ji tiba-tiba mendapat pesan dari ibunya yang menyatakan bahwa ia sedang berada di Seoul dan saat ini sedang menunggu dirinya. Hyun-Ji lantas meminta Bong-Pal pergi agar tidak terjadi keributan dengan ibunya. Namun Bong-Pal menanggapinya dengan senyuman. Ia lalu menggandeng tangan Hyun-Ji dan melangkah menuju pintu rumah paman Hyun-Ji.

Ternyata ibu Hyun-Ji sendiri yang membukakan pintu. Setelah sedikit berbasa basi, Bong-Pal mengutarakan niatnya untuk berkencan dengan Hyun-Ji. Dengan dingin ibu Hyun-Ji menanggapi dengan mengatakan bahwa bukankah selama ini keduanya telah berkencan tanpa ijin darinya.

“Apakah kamu benar-benar meminta ijin dariku?” tanya ibu Hyun-Ji.

Bong-Pal mengiyakan.

“Jadi jika aku mengatakan untuk tidak lagi menemui Hyun-Ji maka kamu tidak akan menemuiny lagi?” tanya ibu Hyun-Ji kembali.

Tanpa menghiraukan Hyun-Ji yang keberatan dengan kata-katanya, ibu Hyun-Ji melanjutkan, “Sejujurnya, dari awal aku tidak memiliki feeling baik terhadapmu. Ketika anakku kembali dari hampir mati, kamu tiba-tiba muncul dan mengikutinya serta mengatakan kamu menyukainya. Orang tua mana yang tidak akan curiga untuk menerimamu?”

“Aku paham,” jawab Bong-Pal lirih.

Dan ternyata ibu Hyun-Ji menyetujui hubungannya dengan Bong-Pal. Baik Bong-Pal maupun Hyun-Ji senang mendengarnya.

adegan_ghost_16e

Di penjara, ibu Hye-Sung sedang mengunjungi anaknya dan membawakan aneka makanan baginya. Mendadak hye-Sung memanggil sipir penjara yang ada di dekatnya dan ia memberikan kotak berwarna putih pada Hye-Sung. Hye-Sung lantas memberikan kotak tersebut pada ibunya. Isinya sebuah bros yang dibuat oleh Hye-Sung di sela-sela waktunya di dalam tahanan. Hal itu membuat ibu Hye-Sung menangis bahagia.

“Kita memang tidak bisa kembali,” ujar ibu Hye-Sung sembari tersenyum, “tapi mari kita berbagi apa yang tidak bisa kita lakukan sebelumnya”

“Ya, ibu,” jawab Hye-Sung dengan senyuman tulus.

Esok harinya, Myung-Chul membuang sampah di area pembuangan sampah apartemen Bong-Pal. Seorang wanita tiba-tiba mendatangi dan memperhatikannya. Karena pernah dituduh sedang memulung sampah, Myung-Chul terlebih dahulu mengatakan bahwa ia sedang membuang sampah, bukan memungutinya. Tiba-tiba saja wanita tersebut terpeleset dan dengan gerak cepat Myung-Chul menahannya agar tidak terjatuh. Saat memperhatikan wajahnya, Myung-Chul sempat merasa pernah melihatnya. Namun ia tidak terlalu memikirkannya dan berlalu sembari mengedipkan mata pada si wanita. Si wanita sendiri tersipu malu melihat ulah Myung-Chul.

Di kampus, tanpa sengaja Hyun-Ji bertabrakan dengan seseorang. Saat ia melihat wajahnya, ternyata orang yang ia tabrak adalah Oh Kyung-Ja (Lee Do-Yeon). Hyun-Ji menanyakan apakah mereka pernah bertemu sebelumnya, tapi Kyung-Ja mengabaikannya. Tanpa diduga beberapa orang pria datang dan saling berebut perhatian Kyung-Ja. Setelah mereka berdebat sendiri, Kyung-Ja pergi meninggalkan mereka.

Saat sedang makan sendiri di kantin, Hyun-Ji mengomentari wanita di depannya yang tidak suka dengan kimchi bercampur daging babi. Tiba-tiba saja seorang pria duduk di sebelahnya dan ikut mengomentari hal tersebut. Ia setuju dengan Hyun-Ji bahwa sudah sewajarnya kimchi dimakan bersama daging babi. Ia pun lantas proses memasak masakan tersebut yang membuat Hyun-Ji terpana. Terakhir, ia mengenalkan dirinya sebagai Goo Dae Hyung (Yoon Doo-Joon), mahasiswa tingkat dua di fakultas pendidikan fisik. Dan setelah mengetahui Hyun-Ji adalah mahasiswa baru, Dae Hyung mengajaknya untuk bergabung di klubnya, “Let’s Eat” (simak drama korea “Let’s Eat”).

adegan_ghost_16f

Saat Dae Hyung sedang asyik mempromosikan klubnya, Chun-Sang datang. Dae Hyung segera memberi hormat pada Chun-Sang yang merupakan seniornya di fakultas dan undur diri dari meja Hyun-Ji. Setelah Dae Hyung pergi, Chun-Sang meminta waktu pada Hyun-Ji. Seperti sudah diduga, tujuan Chun-Sang ternyata adalah mempresentasikan klub Sop Susis Darah pada Hyun-Ji bersama dengan In-Rang.

Tak lama Bong-Pal bergabung dengan mereka. Chun-Sang dengan pede mempresentasikan lembar demi lembar slidenya tanpa menyadari Bong-Pal dan Hyun-Ji pergi meninggalkan mereka. In-Rang dan Chun-Sang lalu menyusul mereka. Hyun-Ji mengatakan bahwa sejak awal ia tidak berniat untuk ikut klub apapun karena ingin serius belajar dan cepat lulus. Namun Chun-Sang dan In-Rang terus memaksa mereka untuk bergabung dengan mereka, dengan atau tanpa klub. Saat sedang sibuk meyakinkan mereka, tiba-tiba saja In-Rang mendapat telpon dari seorang calon klien. Mereka pun kembali berusaha meyakinkan Bong-Pal dan Hyun-Ji agar bisa menerima pekerjaan tersebut.

Dalam perjalanan di taman, Hyun-Ji mengungkapkan bahwa ia sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk membantu Chun-Sang dan In-Rang karena baginya tidak semua hantu jahat. Ada pula hantu-hantu yang harus dibantu supaya mereka bisa move on ke akhirat. Setibanya di rumah, Bong-Pal yang bimbang lantas menanyakan alasan Myung-Chul menjadi pengusir hantu, dan jawabannya ternyata sama dengan Hyun-Ji, untuk membantu orang.

Myung-Chul menambahkan, bahwa alasannya dulu tidak memperbolehkan Bong-Pal melakukannya adalah karena ada kebencian terhadap hantu di mata Bong-Pal. Namun karena sekarang hal tersebut sudah tidak terlihat, maka Myung-Chul menyerahkan pada Bong-Pal apakah ia akan tetap menjadi pengusir hantu atau tidak.

“Membuat orang bahagia akan membuat kita lebih bahagia. Jika matamu bisa membuat orang yang telah mati bahagia, kamu tidak dikutuk, melainkan diberkahi oleh sebuah anugerah.”

adegan_ghost_16g

Kata-kata Myung-Chul membuat Bong-Pal yakin dan akhirnya mau bekerja lagi dengan Chun-Sang dan In-Rang. Tugas pertama mereka setelah sekian lama vakum adalah mengusir hantu yang gentayangan di sebuah perkantoran. Setibanya di sana, tepat sebelum menghadapi hantu yang dimaksud, berbarengan Hyun-Ji dan Bong-Pal berteriak, “Let’s Fight Ghost!”

Reply