Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 9 & Preview Episode 10 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) dan Bang Ja-Young (Park Ji-Young) memutuskan untuk pindah ke kamar apartemen Lee Bbang-Gang (Mun Ka-Young), meski tidak minta ijin terlebih dahulu kepadanya. Lee Hwa-Shin (Cho Jung-Seok) yang gagal mencegahnya memutuskan juga untuk mencari tempat tinggal di sekitar apartemen ‘Rak Pasta’. Hwa-Shin akhirnya mau untuk ikut terapi radiasi kanker setelah dipaksa oleh Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin). Sedang Na-Ri, yang tidak ingin Hwa-Shin makan dan minum yang dilarang oleh dokter, saat acara kantor memakan dan meminum seluruh hidangan ‘haram’ yang disajikan pada Hwa-Shin. Alhasil ia pun mabuk berat. Hwa-Shin yang mengantarkannya kembali ke dorm, mendengarnya terus merengek takut tidak bisa bangun pagi apabila ketiduran, memutuskan untuk tidur di sampingnya. Apa yang kira-kira bakal terjadi di sinopsis drama korea Incarnation of Jealousy episode 9 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 9

Menuruti perintah ibunya, Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo) menjemput Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee) usai acara kantor untuk mengantarkannya pulang. Soo-Jung melihat sikap Jung-Won yang agak dingin menanyakan apakah Jung-Won marah karena ia mabuk. Jung-Won membantah, namun mengatakan ada yang ingin ia bicarakan besok saat Soo-Jung usdah tidak mabuk. Soo-Jung lalu menambahkan bahwa ia dan teman-teman di kantor baru tahu bahwa Na-Ri dan Hwa-Shin berkencan. Jung-Won terdiam mendengarnya. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedari tadi diam-diam memotret mereka.

Dalam keadaan mabuk Ja-Young tiba di apartemen. Tanpa sadar ia malah masuk ke kamar Kim Rak (Lee Sung-Jae) dan tidur di sebelahnya. Sedangkan Sung-Sook, yang tiba tak lama kemudian dalam kondisi yang sama, masuk ke kamar Bbal-Gang dan tidur di sana. Sementara itu, di dorm, setelah sempat tertidur sejenak, Hwa-Shin bangun dan kaget melihat ternyata ada Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye) di sana sedang duduk diam memperhatikannya. Ia pun pura-pura tertidur kembali. Hye-Won yang tahu bahwa Hwa-Shin sudah bangun lantas maju dan membuka kelopak mata Hwa-Shin 😀

Ngakak abis pas bagian ini :D :D :D

Ngakak abis pas bagian ini 😀 😀 😀

Hwa-Shin kemudian mengajak Hye-Won keluar kamar. Ia mencoba menjelaskan bahwa ia tadi tidak sengaja tertidur karena mengantuk. Hye-Won tidak mempercayainya. Sambil memperagakan posisi tidur Hwa-Shin yang memeluk Na-Ri di belakang, Hye-Won meyakini bahwa Hwa-Shin sengaja melakukannya agar Na-Ri yang sedang mabuk saat ini tidak mengingatnya pada saat bangun nanti. Hye-Won menambahkan, meski pada saat makan malam Na-Ri terlihat perhatian kepadanya, tapi raut wajah dan matanya terlihat seperti anak kecil yang sedang melakukan tugasnya.

“Wanita bisa melihatnya. Kamu menyukainya sendiri. Seperti jatuh cinta, sendiri, diam-diam.” ujar Hye-Won.

Hwa-Shin jadi gelagapan dan salah tingkah mendengar kata-kata Hye-Won. Ia membantahnya dan memastikan itu tidak akan terjadi lagi.

Usai mengantarkan Soo-Jung, Jung-Won datang ke dorm. Ia sempat melihat Hye-Won yang sedang memeluk Hwa-Shin dari belakang, sehingga rumor tentang sahabatnya yang berkencan dengan Na-Ri otomatis ia abaikan. Melihat Na-Ri yang sedang tertidur, Jung-Won berniat untuk membangunkannya nanti untuk siaran pagi. Guna menghabiskan waktu, ia mendatangi Hwa-Shin yang saat itu sedang berlatih tinju di gym. Masih tidak bisa terima bahwa dirinya dianggap suka dengan Na-Ri, Hwa-Shin memukul samsak dengan sekuat tenaganya. Saat Jung-Won datang, ia pun mengajaknya untuk sparring. Setelah beberapa kali diam-diam melampiaskan cemburunya pada Jung-Won dengan memukul bagian belakang kepala sahabatnya itu, di saat terakhir Hwa-Shin mengalah dan membiarkan Jung-Won memukulnya dengan telak.

Usai berlatih, Hwa-Shin mengatakan pada Jung-Won bahwa ia sengaja nge-gym untuk menghabiskan waktu agar nanti bisa membangunkan Na-Ri yang harus siaran pagi. Mendengarnya, Jung-Won meminta Hwa-Shin agar tidak khawatir karena ia nanti yang akan melakukannya. Jung-Won lantas menelpon sekretarisnya dan memintanya untuk membawakan gaun berwarna biru yang sudah ia buatkan khusus bagi Na-Ri. Raut muka Hwa-Shin terlihat cemburu saat mendengarnya.

Setelah sekretarisnya datang, Jung-Won mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya dan membawanya ke kamar Na-Ri. Ternyata itu adalah perangkat membuat kopi. Na-Ri yang sebenarnya sudah bangun dan pura-pura tidur kembali saat tahu Jung-Won datang, diam-diam mengintip Jung-Won yang sedang menyiapkan kopi untuknya. Bau harum kopi membuatnya penasaran. Selesai membuat kopi, Jung-Won duduk di samping Na-Ri.

“Aku suka kamu,” ujar Jung-WOn. “Kapan aku akan mendengarnya mengatakan itu?”

Beberapa saat kemudian ponsel Jung-Won berbunyi. Ia pun segera keluar untuk mengangkat telpon tersebut, sementara Na-Ri, setelah yakin Jung-Won sudah keluar, segera bangun dan meminum kopi bikinan Jung-Won sambil tersenyum.

adegan_jealousy_9b

Persiapan untuk syuting berita pagi dimulai. Jung-Won memberikan gaun buatannya kepada Na-Ri yang sudah berada di ruang ganti. Melihatnya, Park Jin (Park Eun-Ji) yang akan membawakan berita pagi meminta Jung-Won untuk mensponsori pakaiannya juga. Jung-Won tidak menghiraukannya. Pantang menyerah, setelah Jung-Won pergi, ia bersama Na Joo-Hee (Kim Ye-Won) meminta dengan paksa agar Na-Ri menyerahkan baju itu kepadanya. Untungnya mereka tidak berhasil melakukannya.

Kim Rak terbangun dan kaget mendapati Ja-Young tertidur di sampingnya. Ja-Young yang terbangun tak lama kemudian tak kalah kagetnya mengetahui ia sedang berada di kamar Kim Rak. Ia segera meminta maaf dan mengambil pakaiannya. Kim Rak memberikan selimutnya untuk menutupi tubuh Ja-Young, yang saat itu sedang hanya mengenakan pakaian dalam, dan ia pun keluar untuk menyiapkan sarapan. Saat Ja-Young keluar, ia sempat berpapasan dengan Oh Dae-Goo (An Woo-Yeon) yang kebetulan tinggal di seberang kamar Kim Rak. Dae-Goo menatapnya dengan wajah syok.

Hal serupa dialami Sung-Sook. Bbal-Gang marah kepadanya begitu mengetahui ibunya diam-diam tidur di sampingnya. Ia mengancam akan pergi dari apartemen apabila Sung-Sook melakukan hal tersebut lagi. Sung-Sook pun meminta maaf dan keluar dari kamar Bbal-Gang. Tepat pada saat itu Ja-Young masuk ke kamar apartemen. Giliran Sung-Sook yang kaget melihat Ja-Young masuk hanya dengan mengenakan selimut dan pakaian dalam. Ia langsung curiga Sung-Sook baru saja tidur dengan Kim Rak dan kesal menganggap Kim Rak murahan. Tanpa sengaja, Bbal-Gang mendengarnya.

Di stasiun SBC, sesi ramalan cuaca berjalan lancar. Semua orang memuji gaun yang dikenakan Na-Ri. Selama sesi tersebut, Park Jin menatap iri ke arah Na-Ri. Bahkan, di penutup acara berita, ia sempat menyinggung gosip tentang Na-Ri yang sedang berpacaran. Semua kru jadi bingung mendengarnya. Direktur Oh Jong-Hwan (Kwon Hae-Hyo) menanyakan apa yang terjadi dan Jo-Hee memberi tanda mata ke arah Hwa-Shin dan Na-Ri. Hwa-Shin hanya bisa menghela nafas melihat semua kejadian itu.

adegan_jealousy_9c

Kembali ke apartemen ‘Rak Pasta’. Semua penghuni sedang sarapan pagi bersama di restoran Kim Rak. Melihat Kim Rak yang perhatian terhadap Ja-Young, Dae-Goo jadi kesal dan tidak jadi makan dengan alasan terlalu asin. Disusul oleh Bbal-Gang, yang pergi setelah menyindir ibunya sebagai orang dewasa yang tidak memberikan contoh yang baik hingga Ja-Young tersedak. Pyo Chi-Yeol (Kim Jung-Hyun) yang tidak tahu masalahnya hanya bisa kebingunan melihat sikap kedua orang temannya itu. Sung-Sook lantas menyinggung soal gosip Na-Ri dengan Hwa-Shin. Tanpa diduga, Kim Rak marah mendengarnya. Dengan alasan sarapan pagi bukan waktunya untuk bergosip, ia meminta Sung-Sook agar tidak usah datang lagi ke dapurnya mulai besok. Mendengarnya, Ja-Young girang dan berbisik menyemangati Kim Rak 😀

Usai acara berita, direktur Oh memarahi Jin karena membahas hal yang tidak penting di saat sedang siaran. Hwa-Shin bukannya ikutan marah, malah jadi salting ketika direktur Oh menanyakan kebenaran gosip tersebut. Begitu Hye-Won tiba, Hwa-Shin, dengan gegalagapan, memintanya untuk membantu meng-clear-kan masalah gosip yang ada. Hye-Won justru berbalik menanyakan perasaan Na-Ri, yang direspon dengan Na-Ri dengan usaha untuk meyakinkan direktur Oh dan kru lainnya bahwa ia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Hwa-Shin. Menyukainya pun tidak.

Beberapa waktu kemudian, di ruang ganti, Joo-Hee dan Jin menertawakan Na-Ri yang mereka anggap pandai berbohong menutupi fakta yang ada. Kali ini Na-Ri tidak tinggal diam. Dengan nada tinggi ia memarahi keduanya, termasuk mengungkit masalah Joo-Hee yang dulu sengaja menumpahkan makanan ke baju Na-Ri dan membuatnya dipecat. Alhasil, ketiganya pun berkelahi. Hwa-Shin yang sedari tadi tidak sengaja mendengar percakapan mereka langsung masuk ke dalam dan mencoba melerai. Setelah sempat terdorong hingga terjengkang, ia berhasil membawa Na-Ri keluar. Na-Ri yang emosi terus-terusan berteriak bahwa ia tidak suka dengan Hwa-Shin. Hwa-Shin jadi bete sendiri mendengarnya.

Keluar dari kantor, Hwa-Shin menanyakan apakah Na-Ri tidak apa-apa. Bukannya sedih, Na-Ri malah mengajak Hwa-Shin untuk menemaninya pergi ke toko kosmetik. Melihat Na-Ri yang asyik memilih dan mencoba lipstik membuat Hwa-Shin makin bingung. Ternyata Na-Ri tidak terlalu memikirkan masalah gosip tersebut. Sebaliknya, ia senang karena kini kesannya cintanya sudah tidak lagi bertepuk sebelah tangan ( — mungkin ada yang lupa, dulu Na-Ri selama tiga tahun naksir Hwa-Shin tapi dicuekin — ). Ia malah berharap rumor yang beredar adalah Hwa-Shin yang naksir dirinya, sehingga ia bisa merasa terbang di atas awan.

adegan_jealousy_9d

Sung-Sook dan Ja-Young kembali ke kamar apartemen. Mereka kaget melihat ibu Lee, ibu mertua mereka (Park Jung-Soo) sedang tidur di lantai menutupi jalan menuju kamar mereka berdua. Dengan harapan kedua (mantan) menantunya itu pergi, ibu Lee mengatakan bahwa ia akan tinggal di sana mulai sekarang. Tanpa ia duga, Sung-Sook dan Ja-Young tidak keberatan sama sekali. Usai bersiap dan berganti pakaian, mereka malah kompak mempersilahkan ibu Lee untuk tinggal dan beres-beres kamar pada saat mereka tidak ada di rumah. Ibu Lee jadi kesal mendengarnya 😀

Jung-Won datang menemui ibunya. Hari itu adalah hari ulang tahun perkawinannya. Seperti biasa, suaminya tidak datang dan hanya mengirimkan sebuah amplop melalui Jung-Won. Mengira bahwa itu hanya tiket pesiar seperti biasanya, ibu Jung-Won tidak mau menerimanya. Jung-Won diam-diam melihat isi amplop tersebut dan ternyata itu adalah surat perceraian. Ia tidak mengatakan hal tersebut kepada ibunya dan mengajak ibunya untuk mulai makan bersama.

Kembali ke kantor, setelah berganti pakaian, Na-Ri yang melihat kondisi ruang staf sedang kosong, diam-diam mendaftarkan diri untuk ikut open recruitment pembawa berita acara pagi. Sementara itu, di ruang staf pembawa berita, Hwa-Shin heran melihat beberapa pembawa berita yang berkumpul dan memandang iri ke arah Soo-Jung, sembari mengatakan bahwa ia adalah wanita yang beruntung karena sudah terpilih menjadi pewaris. Tanpa sengaja Hwa-Shin melihat komputer milik karyawan di belakangnya, dan terlihat berita mengenai Jung-Won yang berkencan dan hendak menjalani pernikahan dengan Soo-Jung.

Jung-Won sendiri, yang saat itu usai makan bersama ibunya, menghubungi ayahnya dan memintanya untuk setidaknya menemui ibunya sebanyak tiga kali sebelum melakukan perceraian. Bukannya mendengarkan perkataan Jung-Won, ayah Jung-Won justru menutup telponnya di tengah-tengah pembicaraan. Hal tersebut membuat Jung-Won gusar dan menendang tong sampah yang ada di sebelahnya hingga penyok. Belum reda kemarahannya, sekretaris Cha memberikan tabletnya dan menunjukkan berita tentang dirinya dengan Soo-Jung yang saat ini beredar, yang ternyata adalah ulah ibunya sendiri. Setelah terdiam sejenak, ia membereskan kembali tong sampah yang barusan ia tendang, lalu mengajak sekretarisnya untuk berangkat menuju stasiun TV.

adegan_jealousy_9e

Na-Ri yang sedang memfotokopi dokumen heran melihat orang-orang memberi selamat pada Soo-Jung. Ia baru menyadari apa yang terjadi setelah melihat berita yang ada di komputer yang ada di seberangnya. Na-Ri mencoba tetap tenang dan mengatakan pada Hwa-Shin yang ada di depannya, siapa tahu berita tersebut juga gosip seperti rumor tentang dirinya dan Hwa-Shin. Namun tak lama kemudian datang seorang pengantar bunga membawa buket bunga berwarna putih ukuran jumbo bagi Soo-Jung. Na-Ri yang galau memutuskan untuk pergi keluar kantor. Saat ia tiba di lobi, ia sempat makin galau saat teringat kembali kata-kata ibu Jung-Won yang ia dengar saat ia berada di ruang ganti butik Jung-Won.

Hwa-Shin mencari Na-Ri ke sana kemari dan mendapati bahwa ponsel Na-Ri tertinggal di kantor. Pun demikian dengan Jung-Won, yang tiba tak lama setelah Na-Ri pergi, kebingungan mencari keberadaan Na-Ri. Ia lantas bertemu dengan Hwa-Shin di atap gedung stasiun dan menanyakan apakah Hwa-Shin tahu dimana Na-Ri berada.

“Kamu yakin ia tidak bersembunyi karena kamu?” tanya Hwa-Shin. “Kamu membuatnya menghilang, lalu kenapa kamu mencarinya?”

“Tidak ada yang serius,” jawab Jung-Won. “Aku ingin menjalani sepenuhnya dengan Na-Ri. Bantu aku.”

“Jika kamu akan melukainya, tidak peduli apakah itu sepenuhnya, setengahnya, atau bahkan sebelum dimulai, jika ia sampai terluka, aku akan membatalkan restumu dengan dia. Cari dia, apapun yang terjadi. Cari jika. Jangan biarkan dia sendirian dan merasa kesepian.”

Saat itu, Na-Ri ternyata datang ke butik Jong-Wun. Awak media yang menunggu di sana sempat mengira bahwa itu adalah Soo-Jung langsung mundur teratur begitu mengetahui mereka salah. Setibanya di dalam, setelah tahu Jung-Won sedang tidak ada di tempat, Na-Ri menyerahkan sebuah tas kepada karyawan yang menerimanya. Ibu Jung-Won yang melihatnya menanyakan apakah yang datang itu pembawa berita atau peramal cuaca. Karyawan yang menemani ibu Jung-Won menjawab bahwa itu adalah peramal cuaca.

Jung-Won tiba kembali ke butik beberapa waktu setelah Na-Ri pergi. Ibu Jung-Won yang menyambutnya tanpa basa-basi mempersilahkannya untuk memberlakukan si peramal cuaca dengan baik, tapi hanya sebatas mensponsori pakaiannya saja.

“Pada saat seperti ini, aku paham kenapa ayah melakukan apa yang ia lakukan,” jawab Jung-Won dengan nada tinggi. “Pergi saja pesiar. Berhenti mengurusi kehidupan anakmu. Kamu melakukan ini karena kamu punya waktu luang.”

Ibu Jung-Won marah mendengarnya. Ia meraih cetakan kaki Pyo Na-Ri yang dipajang Jung-Won di dinding dan melemparkannya ke arah Jung-Won hingga pecah berkeping-keping.

“Kamu mengatakan padaku untuk menceraikan ayahmu?” bentak ibunya.

Jung-Won terdiam mendengarnya.

adegan_jealousy_9f

Alarm reminder di ponsel Hwa-Shin tiba-tiba berbunyi. Ternyata saat itu adalah waktu untuk pergi terapi. Hwa-Shin bergegas menuju mobilnya, menebak bahwa Na-Ri akan menunggu di tempat biasa mereka bertemu sebelum pergi ke rumah sakit. Walau demikian, ia separuh berharap agar ia tidak mendapati Na-Ri di sana.

“Ku mohon, jangan ada di sana. Jangan ada di sana. Kamu tidak boleh ada di sana. Jika kamu menungguku di sana, pada saat seperti ini, apa yang harus aku lakukan?” ujarnya sambil menyetir.

Doa Hwa-Shin tidak terkabul. Na-Ri benar-benar ada di sana.

“Aku tidak bisa membiarkannya bersama dengan laki-laki lain,” gumamnya.

Saat ditanya mengapa Na-Ri ada di sana, Na-Ri menjawab bahwa saat itu sudah waktunya untuk pergi terapi. Hwa-Shin terdiam sejenak, lalu kembali menjalankan mobilnya. Namun alih-alih menuju rumah sakit, ia memutar balik tanpa menghiraukan protes Na-Ri. Dalam perjalanan, Hwa-Shin meminta agar Na-Ri percaya pada Jung-Won. Berita yang beredar pastilah juga rumor belaka seperti rumor mereka berdua. Na-Ri tidak menghiraukannya dan kembali menanyakan mengapa mereka tidak pergi ke rumah sakit. Ganti Hwa-Shin yang tidak menghiraukannya dan menceritakan bahwa Jung-Won sudah jatuh cinta pada Na-Ri sejak pertama kali mereka bertemu di pesawat. Ia juga yakin bukan Jung-Won yang mengirim buket bunga pada Soo-Jung karena Jung-Won tidak suka bunga berwarna putih. Dan warna yang ia suka adalah biru, sama seperti warna baju yang semalaman ia buat untuk Na-Ri.

“Percayalah pada Jung-Won. Ia lebih kesepian daripada aku. Dia lebih baik daripada aku. Dia bisa bersikap baik kepada kekasihnya lebih daripada aku. Dia punya lebih banyak uang daripada aku. Tapi, di atas semua itu, dia sehat, tampan, dan tinggi. Dan Jung-Won adalah korban. Ia mungkin terlihat senang melakukan apa saja semaunya, tapi ia tidak melakukan apa yang ia inginkan. Aku tahu itu.”

Hwa-Shin lantas mengeluarkan ponsel Na-Ri yang ia bawa dari kantor dan menunjukkan ada 100 panggilan tak terjawab dari Jung-Won. Mata Na-Ri mulai berkaca-kaca.

[socialpoll id=”2389276″]

Di butik, sekretaris Cha menunjukkan tas berisi gaun yang dikembalikan oleh Na-Ri. Jung-Won bergegas keluar, berniat untuk kembali ke stasiun dan mencarinya. Tepat pada saat itu, Na-Ri dan Hwa-Shin tiba. Sempat kembali meminta untuk pergi ke rumah sakit, Hwa-shin membukakan pintu Na-Ri dan memaksanya turun. Melihat Jung-Won yang berdiri di depan butik, perlahan Na-Ri mendekatinya. Tanpa menunggu Na-Ri berbicara, Jung-Won langsung mengungkapkan kekesalannya karena Na-Ri mengembalikan tas tersebut begitu saja tanpa berbicara atau menemuinya terlebih dahulu.

“Apakah aku orang yang tidak bisa dipercaya?” tanya Jung-Won.

Na-Ri menahan tangisnya.

“Mungkin ini terlambat, tapi aku akan mengatakan ini sekarang,” jawab Na-Ri. “Aku menyukaimu.”

“Itu belum terlambat,” respon Jung-Won, yang lantas mencium Na-Ri.

Hwa-Shin berdiri terpaku melihat keduanya. Terlihat kilat menyambar dan bunyi petir menggelegar di langit. Hujan mulai turun dengan deras. Dengan langkah gontai, Hwa-Shin berjalan menjauhi mereka.

Preview Episode 10

» Sinopsis ep 10 selengkapnya

Reply