Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 8 & Preview Episode 9 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, Lee Hwa Shin (Cho Jung-Seok) yang diusir dari rumah ibunya terpaksa tidur di mess kantor. Begitu pula dengan Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin), yang kini dipindah tugas ke sesi ramalan cuaca di jam 6 pagi. Mau tidak mau ia pun harus tinggal di mess agar tidak setiap hari harus berangkat pagi-pagi ke kantor yang jaraknya cukup jauh dengan tempat tinggalnya. Sama-sama di dorm membuat Hwa-Shin berusaha untuk mengambil ponsel Na-Ri dan menghapus rekaman video dirinya. Yang terjadi justru ponsel Na-Ri nyemplung ke dalam WC. Belakangan Hwa-Shin baru tahu bahwa video yang ditunjukkan Na-Ri pada Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo) bukanlah video dirinya sedang memakai bra, melainkan video lain. Hwa-Shin semakin lama juga semakin cemburu dengan kedekatan Na-Ri dengan Jung-Won, meski ia sendiri jaim dan tidak mau mengakuinya. Apa yang kira-kira bakal terjadi di sinopsis drama korea Incarnation of Jealousy episode 8 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 8

Sepeninggal Hwa-Shin, Jung-Won memastikan pada Na-Ri bahwa Hwa-Shin telah merestui hubungan mereka berdua. Na-Ri mengiyakan, hanya saja ia merasa aneh. Lagipula ia masih belum yakin kenapa Jung-Won bisa menyukainya yang punya banyak kekurangan. Jung-Won lantas mengajak Na-Ri untuk bergantian menceritakan kekurangan masing-masing dan saling berkomentar, sehingga bisa diketahui siapa di antara mereka yang paling kekurangan. Na-Ri enggan melakukannya, tapi Jung-Won sudah mulai membicarakan kekurangannya tanpa menunggu persetujuan Na-Ri. Tak lama Na-Ri pun menyuruhnya berhenti.

“Apa kau sungguh mengenalku, Pyo Na-Ri?” tanya Jung-Won.

“Apa maksudnya?” tanya Na-Ri balik.

“Lihat, aku seperti pengemis sekarang. Aku memohon untuk kasih sayang.”, ujar Jung-Won.

Na-Ri jadi salah tingkah mendengarnya. Jung-Won lalu mengatakan bahwa sikap Na-Ri terhadap Hwa-Shin berbeda dengan sikapnya terhadap Jung-Won. Na-Ri pun lalu mengatakan, kalau memang begitu ia yang akan membayar makanan mereka hari itu. Jung-Won menatap Na-Ri yang sedang membayar di kasir dengan pandangan syahdu.

Tiba kembali di dorm, Na-Ri menyikat giginya sambil membayangkan kembali kata-kata Jung-Won barusan, yang memohon kasih sayang kepadanya. Ia menjadi girang sendiri mengingatnya. Sementara itu, Jung-Won yang malam itu ikut menginap di dorm, ditanyai oleh Hwa-Shin mengenai apa yang terjadi setelah ia pergi. Jung-Won menjawab bahwa kondisinya tidak terlalu lancar karena Na-Ri jual mahal. Hwa-Shin yang penasaran menanyakan sejak kapan Jung-Won bisa suka dengan Na-Ri. Jung-Won menjawab sejak pertama kali bertemu di pesawat terbang dalam perjalanan ke Thailand. Meski baru bertemu sebentar, ia sudah merasa kesepian saat pulang sendiri ke Korea.

“Bersikaplah baik kepadanya,” ujar Hwa-Shin.

Jung-Won lanjut bertanya berbagai macam hal tentang Na-Ri. Hwa-Shin memotongnya dan memintanya tidak usah memikirkan hal-hal seperti itu, cukup berbuat baik saja kepadanya. Ia juga meminta Jung-Won untuk tidak usah kembali lagi besok ke dorm, karena ia berniat untuk tinggal bersama Bbal-Gang dan menjaganya.

“Aku mungkin tidak bisa menggantikan kakakku,” ucap Hwa-Shin, “tapi aku akan mencoba menjadi sosok ayah baginya, sampai ia menikah nanti.”

adegan_jealousyincarnate_8a

Hari pun berganti. Kim Rak (Lee Sung-Jae) mendatangi makam Lee Joong-Shin (Yun Da-Hun) dan meminta izin untuk menunda menyampaikan wasiatnya, karena ia masih belum yakin siapa di antara Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) dan Bang Ja-Young (Park Ji-Young) yang paling tepat untuk merawat Lee Bbal-Gang (Mun Ka-Young). Sung-Sook dan Ja-Young sendiri saat itu sedang berada di dalam lift yang sama, bersama dengan direktur Oh Jong-Hwan (Kwon Hae-Hyo), lagi-lagi dengan memakai pakaian yang sama. Ja-Young heran bagaimana bisa seleranya serupa dengan Sung-Sook, mulai dari pakaian hingga pria. Jong-Hwan yang nyeletuk keduanya juga sama-sama membencinya langsung terdiam terkena lirikan tajam keduanya.

Keluar dari lift, Ja-Young segera berganti baju. Demikian pula Sung-Sook, yang bahkan mengenakan baju untuk naik gunung. Hwa-Shin yang berpapasan dengannya heran melihat kostum Sung-Sook dan mengira ia akan melakukan liputan khusus. Sung-Sook menjawab bahwa ia akan naik gunung dan berteriak “yahoo” begitu tiba di puncak. Hwa-Shin hanya bisa terdiam melihat sosok Sung-Sook yang berlalu dengan tatapan aneh.

Usai berganti baju, Ja-Young ternyata menuju apartemen Rak Pasta. Ia tidak sendiri, melainkan bersama truk pengangkut barang. Ia berniat untuk memindahkan barang-barangnya dan tinggal bersama Bbal-Gang. Tiba di apartemen ia langsung kaget begitu mengetahui Sung-Sook sudah tiba lebih dulu di sana dan melakukan hal yang sama. Situasi menjadi rusuh gara-gara Sung-Sook mengiming-imingi pekerjanya bayaran dua kali lipat apabila berhasil membawa barang-barangnya terlebih dahulu ketimbang pekerja Ja-Young. Alhasil semua saling berebut dan saling menghalangi satu sama lain 😀

Seolah belum cukup, Hwa-Shin tiba tak lama kemudian dan kesal melihat kelakuan Ja-Young dan Sung-Sook, yang seenaknya berpindah ke sana tanpa meminta persetujuan Bbal-Gang. Ia sendiri hendak melakukan hal yang sama, tapi masih menunggu Bbal-Gang memperbolehkannya. Hwa-Shin segera ikut menghalangi mereka pindahan, termasuk naik ke atas kasur milik Sung-Sook yang sedang diangkut ke lantai atas. Ia segera menyadari bahwa ‘naik gunung’ yang tadi disebut-sebut oleh Sung-Sook adalah ‘naik ke apartemen’ Bbal-Gang. Karena gagal mencegah barang naik ke atas, Hwa-Shin pun berdiri di depan pintu kamar Bbal-Gang agar tidak ada yang bisa masuk. Perkelahian di antara ketiganya berlanjut kembali dan baru berakhir setelah tubuh Hwa-Shin tertimpa sepanci kimchi yang dibawa oleh Ja-Young 😀

adegan_jealousyincarnate_8b

Agar tetap bisa menjaga Bbal-Gang, Hwa-Shin lalu memutuskan untuk mencari kamar apartemen kosong yang ada di sekitar apartemen Rak Pasta. Sementara itu, ibu Hwa-Shin (Park Jung-Soo) geram begitu mendengar Ja-Young dan Sung-Sook yang pindahan ke tempat Bbal-Gang. Bbal-Gang sendiri saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah bersama Pyo Chi-Yeol (Kim Jung-Hyun) dan Oh Dae-Goo (An Woo-Yeon). Ia masih terus mencoba memancing rasa cemburu Chi-Yeol, yang masih sama, tetap bersikap cool dan seolah tidak mempedulikannya. Berbeda dengan Dae-Goo yang penasaran dengan hubungan mereka bertiga, mengingat (yang ia tahu) Bbal-Gang telah mencium dirinya dan juga Chi-Yeol. Dae-Goo yakin Bbal-Gang menyukai mereka berdua, sementara Chi-Yeol justru sebaliknya.

“Jika seorang gadis menyukai seseorang, dia tidak akan mencium lelaki yang tidak disukainya,” ujar Chi-Yeol.

Jung-Won meminta Na-Ri datang ke butiknya di malam hari dengan mengenakan rok pendek dan kaos ketat. Na-Ri memang mengenakan rok pendek, tapi ia tidak mengenakan kaos ketat karena tidak nyaman mengenakannya malam-malam di bus. Tanpa banyak bicara, Jung-Won segera menarik Na-Ri dan memegang pinggulnya. Na-Ri yang sudah terlanjur risih sekaligus malu menjadi salah tingkah. Ternyata tujuan Jung-Won hanyalah mengukur tubuh Na-Ri, karena sebagai sponsor pakaiannya, ia berniat untuk membuat pakaian bagi Na-Ri dengan ukuran yang benar-benar pas untuknya. Bahkan termasuk sepatunya. Dan hasilnya memang benar-benar pas.

Bbal-Gang pulang ke apartemennya dan mendapati Ja-Young dan Sung-Sook tidur bersama di kamarnya 😀 Ia pun memilih untuk tidur di kamar lain, sembari menangis memanggil nama ayahnya.

Esok harinya, Na-Ri berniat untuk men-servis ponselnya yang habis nyemplung WC. Ternyata ponselnya baik-baik saja, termasuk data-data yang ada di dalamnya. Setibanya di kantor, ia berpapasan dengan Hwa-Shin. Tanpa babibu, Na-Ri segera menggandeng lengan Hwa-Shin dan mengajaknya untuk berangkat terapi. Karena Hwa-Shin menolaknya, Na-Ri malah memegang dada dan punggung Hwa-Shin untuk memeriksa apakah hari itu ia mengenakan branya atau tidak. Perbuatan keduanya ternyata dilihat oleh 3 orang rekan pembaca berita, yang jadi curiga akan hubungan mereka berdua. Risih dipegang-pegang oleh Na-Ri, Hwa-Shin membawanya ke sudut, dan memintanya untuk tidak melakukan hal itu lagi, sekaligus meminta Na-Ri berhenti mengkhawatirkan dirinya. Nari menjawab bahwa ia sendiri juga tidak ingin melakukan hal itu, tapi dada Hwa-Shin mengingatkannya pada dada ibunya yang meninggal karena kanker payudara, sehingga mau tidak mau ia terus kepikiran. Hwa-Shin terdiam mendengarnya.

Pada akhirnya Hwa-Shin mau mengikuti keinginan Na-Ri. Saat berdua menuju mobil Hwa-Shin, Ja-Young dan Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye) melihatnya. Demikian pula dengan ketiga rekan pembaca berita yang menguntit Hwa-Shin dan Na-Ri. Mereka jadi semakin yakin bahwa Na-Ri kembali mengejar-ngejar Hwa-Shin. Sementara itu, Ja-Young memberitahu Hye-Won bahwa ia harus bisa meraih posisi pembaca berita utama di jam 9 malam, karena apabila Sung-Sook yang mendapatkannya, maka tidak akan ada pembaca berita pria yang mau membawakan berita bersama dengannya. Saat melihat Hwa-Shin, Ja-Young mengingatkan bahwa Hwa-Shin juga sedang mengincar posisi tersebut dan Hye-Won bisa memanfaatkannya.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, Hwa-Shin mengajak Na-Ri untuk mampir makan terlebih dahulu. Na-Ri tidak mau karena mereka bisa makan nanti setelah pulang dari terapi. Hwa-Shin terus memaksa, berdalih ia sedang stress sejak kemarin. Kesal mendengar Hwa-Shin terus mencari alasan untuk tidak ikut terapi, Na-Ri menjambak rambut Hwa-Shin dan juga menarik-narik dasinya dengan gemas. Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidak peduli lagi dengannya dan keluar dari mobil.

Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Hwa-Shin akhirnya kembali menurut pada Na-Ri dan kini keduanya berada di antrian rumah sakit. Sesuai perjanjian, Hwa-Shin akan berpura-pura menjadi wali Na-Ri, sehingga yang nanti dipanggil adalah nama Na-Ri. Dokter pun sudah menyetujui hal tersebut, asalkan Hwa-Shin mau terapi. Meski agak canggung karena selama proses berlangsung mereka harus bergandengan tangan atau berpelukan layaknya sepasang suami istri atau pasangan kekasih, Hwa-Shin pasrah melakukan terapi tersebut.

adegan_jealousyincarnate_8c

Dalam perjalanan kembali ke kantor, Hwa-Shin mengajak Na-Ri untuk makan terlebih dahulu. Saat itu pesan SMS dari Jung-Won masuk, dan isinya mengajak Na-Ri untuk makan bersama. Tentu saja Na-Ri memilih untuk makan bersama Jung-Won. Hwa-Shin kesal mengetahuinya tapi tidak bisa berkata apa-apa. Saat ia tiba di kantor, Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee) menghampirinya dan memberikan amplop persembahan karena sebelumnya tidak bisa datang ke upacara pemakaman Joong-Shin. Sebelum pergi, Soo-Jung mengatakan bahwa ia akan segera menikah dengan Jung-Won, sehingga nanti ia pasti akan sering bertemu dengan Hwa-Shin. Hwa-Shin kaget mendengarnya.

Setelah sempat ragu, tak lama kemudian Hwa-Shin menelpon Jung-Won, yang saat itu sedang makan di restoran bersama Na-Ri.

“Apa kau mempercayaiku?” tanya Hwa-Shin.

“Aku mempercayaimu,” jawab Jung-Won.

“Aku tidak,” ujar Hwa-Shin.

Kata-kata Hwa-Shin membuat Jung-Won terkejut, namun ia berusaha tetap tenang di hadapan Na-Ri agar ia tidak khawatir. Na-Ri lalu menanyakan apakah keduanya pernah berkelahi. Jung-Won menjawab belum. Na-Ri pun jadi penasaran siapa yang akan menang jika itu terjadi. Jung-Won menjawab mereka berdua tidak punya alasan untuk berkelahi.

Usai syuting berita, Hye-Won meminta Hwa-Shin yang kebetulan melihat syuting tersebut untuk ikut minum bersamanya. Hwa-Shin awalnya menolak, tapi Hye-Won dengan tegas memintanya untuk ikut dengannya. Sambil minum, Hye-Won mengutarakan tujuannya untuk menjadi pembawa berita utama jam 9. Dengan Hwa-Shin yang saat ini merupakan kandidat utama, maka mereka akan lebih berhasil mencapai posisi itu apabila saling bekerjasama. Hye-Won bahkan tidak keberatan mereka berdua menjalin hubungan lebih karena baginya Hwa-Shin adalah satu-satunya pria yang memperlakukannya apa adanya.

Malam harinya, dada Hwa-Shin terasa gatal. Ia curiga itu disebabkan ia tadi mengkonsumsi alkohol. Ia segera mendatangi kamar Na-Ri di dorm dan menanyakan apakah Na-Ri punya salep untuk itu. Na-Ri yang saat itu tidur dengan menghadap tembok hanya memberikan tanda tidak punya dengan tangannya. Setelah janjian untuk besok pergi bersama, Hwa-Shin pun pergi. Namun sebelumnya, melihat Na-Ri yang tidur dengan mengenakan atasan tanktop, ia membenarkan selimut Na-Ri terlebih dahulu. Tanpa Hwa-Shin sadari, wanita yang sedari tadi ia ajak berbicara sebenarnya bukanlah Na-Ri, melainkan karyawan lainnya (salah satu dari tiga orang yang sebelumnya mengamati Hwa-Shin dengan Na-Ri). Wanita tersebut jadi makin yakin bahwa Hwa-Shin sedang berpacaran dengan Na-Ri. Na-Ri sendiri pada saat itu baru tiba di dorm.

Keesokan harinya hujan turun dengan deras. Na-Ri yang harus melakukan sesi ramalan cuaca di luar ruangan menjadi sedikit flu karenanya. Usai syuting, direktur Oh mengajak semua pembawa berita, termasuk pembawa ramalan cuaca, untuk ikut makan bersama karena ada pengumuman penting masalah audisi pembawa berita. Mengetahui restoran yang dituju memiliki menu utama daging babi, Na-Ri menjadi khwatir terhadap Hwa-Shin. Diam-diam ia memesan menu daging sapi dan memberikannya pada Hwa-Shin.

Pengumuman yang dimaksud direktur Oh ternyata adalah mengenai audisi penyiar yang akan disiarkan secara live di jaringan internal stasiun SBC. Dengan demikian prosesnya bisa berlangsung fair dan terbuka. Semua orang setuju dengan pengumuman tersebut.

Acara selanjutnya adalah minum-minum. Untuk mencegah Hwa-Shin minum alkohol, Na-Ri berulang kali merebut jatah minum Hwa-Shin dan meminumnya sendiri, hingga akhirnya ia pun mabuk karena kebanyakan minum. Melihat Na-Ri yang berkorban sedemikian besar untuk dirinya membuat Hwa-Shin termenung.

adegan_jealousyincarnate_8d

Waktunya berkaraoke ria. Saat giliran Na-Ri yang bernyanyi, tidak ada yang memperhatikannya saking jeleknya. Hwa-Shin yang mengetahuinya segera ikut beryanyi bersamanya sehingga semua orang pun memperhatikan mereka. Namun Hwa-Shin menjadi tidak nyaman sendiri setelah diminta untuk menyanyikan lagu ‘Pertemuan Yang Salah’, yang liriknya mirip dengan hubungan dirinya, Na-Ri, dan Jung-Won saat ini. Di tengah-tengah lagu ia pergi meninggalkan yang lain, menyusul Na-Ri yang keluar duluan karena sudah tidak tahan lagi untuk muntah.

Soo-Jung menghubungi Jung-Won, meminta untuk dijemput pulang karena ia sedang mabuk. Jung-Won enggan melakukannya dan meminta sekretarisnya untuk menjemput Soo-Jung. Ibu Jung-Won yang saat itu sedang ada di sebelahnya marah melihat sikap Jung-Won yang tidak mau menjemput Soo-Jung. Ia pun mengancam akan melakukan rencananya sendiri apabila Jung-Won bersikap seperti itu.

“Lakukan saja yang ibu mau,” ujar Jung-Won sambil melangkah pergi.

Namun tak lama langkah Jung-Won terhenti. Ia berbalik dan menghampiri ibunya, berkata, “Ibu ingin aku hidup seperti Ibu? Ayah memperlakukan ibu seolah tidak pernah ada, seakan ibu orang asing. Aku akan menikahi gadis yang ku sukai. Biarkan aku melakukannya dan aku akan menurut dalam hal lainnya.”

“Biarkan aku mengurus soal pernikahanmu,” jawab ibu Jung-Won, “maka aku tidak akan ikut campur dalam hal lainnya.”

Sementara itu, Hwa-Shin menggendong Na-Ri yang mabuk. Ia menawarkan untuk menelponkan Jung-Won, tapi Na-Ri menolak karena malu dilihat Jung-Won dalam kondisi seperti itu. Setibanya di dorm, sembari merebahkan Na-Ri di tempat tidur dan memasangkan selimutnya, Hwa-Shin mengomeli Na-Ri yang sudah minum sedemikian banyak. Saat ia hendak pergi, ia mendengar Na-Ri yang menggumam khawatir tidak bisa bangun pagi untuk sesi ramalan cuaca jam 6 pagi. Padahal ia sendiri merasa mengantuk dan kepala serta perutnya sakit. Na-Ri terus merengek ingin tidur tapi takut tidak bisa bangun. Hwa-Shin akhirnya duduk di samping Na-Ri dan menemaninya tidur sembari menepuk pundaknya. Tak lama, ia pun tertidur di sampingnya.

Preview Episode 9

» Sinopsis ep 9 selengkapnya

5 Comments - Add Comment

Reply