Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 7 & Preview Episode 8 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, Lee Joong-Shin (Yun Da-Hun), ayah Lee Bbal-Gang (Mun Ka-Young), akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah menelpon Lee Hwa-Shin (Cho Jung-Seok) dan mengatakan ia merindukannya. Tanpa tahu bahwa Joong-Shin sama sekali tidak memusuhi Hwa-Shin, ibu mereka (Park Jung-Soo) tetap menyalahkan Hwa-Shin atas meninggalnya sang kakak. Kedua mantan istrinya, Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) dan Bang Ja-Young (Park Ji-Young) pun tidak luput dari amarah ibu Lee. Sementara itu, Kim Rak (Lee Sung-Jae) bimbang dengan surat wasiat Joong-Shin yang menyatakan Ja-Young yang seharusnya merawat Bbal-Gang, karena ia merasa Sung-Sook sebagai ibu kandung Bbal-Gang lebih berhak untuk itu. Apesnya, saat ini kedua ‘ibu’ Bbal-Gang sedang marah kepadanya karena telah merahasiakan keberadaan Bbal-Gang dari mereka. Apa yang terjadi selanjutnya?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 7

Ja-Young mendamprat Kim Rak karena dianggap telah sengaja menyembunyikan keberadaaan Bbal-Gang darinya serta mencoba merayunya. Sung-Sook ikut memanasinya. Tidak terima, Kim Rak mengatakan bahwa ia tidak berminat dengan wanita yang sudah hendak berumur 60 tahun. Ja-Young makin emosi mendengarnya. Kali ini Sung-Sook yang sedari tadi hanya menimpali juga ikut kena marah. Melihat keduanya, Kim Rak semakin tidak rela untuk menyerahkan Bbal-Gang. Ia pun menyelipkan kembali surat wasiat Joong-Shin ke saku celananya dan pergi meninggalkan mereka.

Waktu berlalu dan hari demi hari berganti. Pukul 3 pagi Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin) hendak berangkat ke kantor. Ia kaget melihat Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo) tertidur di dalam mobil yang ia parkir di depan apartemen ‘Rak Pasta’, menunggu Na-ri berangkat. Ternyata Na-Ri kini dipindahkan ke sesi ramalan cuaca berita jam 6 pagi, sehingga ia berpikir untuk tinggal saja di dorm agar tidak repot setiap hari. Dalam perjalanan, Na-Ri menanyakan apakah Hwa-Shin sudah tahu Jung-Won memperlakukannya seperti sekarang ini. Jung-Won menjawab belum, karena baru beberapa hari berlalu semenjak pemakaman Joong-Shin. Ia lalu menanyakan apakah Na-Ri masih mau berkencan dengannya apabila ia tidak bisa setiap hari mengantarnya. Na-Ri malu mendengarnya dan mengalihkan pembicaraan dengan berpura-pura sibuk memperhatikan langit yang tidak berbintang.

Syuting sesi ramalan cuaca pagi itu berlangsung di atap gedung stasiun TV. Awalnya Na-Ri sibuk mengurusi pakaiannya yang berkibar ke sana kemari tertiup angin kencang. PD Choi Dong-Gi (Jung Sang-Hoon) pun memintanya untuk mengatasi hal tersebut agar sesi berjalan lancar. Setelah sempat diikat (dan ditertawakan Dong-Gi karena mirip pakaian ibu-ibu yang hendak datang ke acara pernikahan :D), Na-Ri akhrinya melepaskan ikatan tersebut dan memanfaatkan pakaian yang ia pakai untuk memperkuat laporan ramalan cuaca yang ia bawakan saat itu. Sempat kaget, Dong-Gi pun puas dengan aksi Na-Ri.

adegan_jealousyincarnate_7b

Usai syuting, Na-Ri sempat bertemu dengan Hwa-Shin yang hendak berangkat untuk melakukan liputan. Melihat Hwa Shin sedang meminum kopi dengan gula dan krim, Na-Ri mencoba mengingatkannya karena ia tidak diperbolehkan minum minuman seperti itu selama terapi. Hwa Shin tidak menghiraukannya sama sekali dan pergi berlalu bersama tim liputannya.

Bbal-Gang melamun di kamarnya sembari memandangi foto ayahnya. Ja-Young datang membawakan makanan untuknya, tapi ia tidak menghiraukannya. Ja-Young pun pergi setelah meninggalkan bungkusan makanan di depan pintu. Tak lama giliran Sung-Sook yang datang. Kali ini ia membawakan pakaian dan menawarkan uang saku padanya. Karena Bbal-Gang juga tidak keluar, Sung-Sook meninggalkan pakaian tersebut di depan pintu, menyelipkan uang ke kantong susu, serta MENGAMBIL bungkusan makanan yang ditinggalkan oleh Ja-Young 😀 Kim Rak datang tak lama kemudian dan mengambil uang yang ditinggalkan oleh Sung-Sook. Ia kesal melihat kelakuan mereka berdua yang berusaha untuk membeli cinta anaknya dengan uang dan barang.

Stasiun SBC saat ini sedang menayangkan hasil liputan Hwa Shin yang membahas mengenai pekerjaan membersihkan kaca gedung bertingkat yang tidak dilengkapi oleh prosedur dan fasilitas keamanan yang memadai. Tidak hanya sekedar melaporkan, ia pun turut serta sebagai pekerja untuk menghasilkan tayangan yang benar-benar real dan eksklusif. Hasilnya cukup baik, walau membuat direktur Oh Jong-Hwan (Kwon Hae-Hyo) was-was dan curiga bahwa Hwa Shin berniat untuk bunuh diri pasca ditinggal oleh kakaknya. Sung-Sook menimpali bahwa saat seseorang ingin mati biasanya justru tidak bisa mati.

Na-Ri yang juga ikut menonton syuting berita saat itu memberikan jempol pada Hwa Shin. Lagi-lagi Hwa Shin mencuekinya. Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye), pembaca berita saat itu, menyusul Hwa Shin yang pergi meninggalkan ruang siaran dan menanyakan bagaimana performanya hari itu. Hwa Shin menjawab kurang bagus. Layaknya film kartun, Na-Ri membuntuti dan menguping pembicaraan mereka dengan cara masuk ke pintu satu dan keluar di pintu lain 😀

adegan_jealousyincarnate_7c

Malam harinya, ibu Hwa-Shin (siapa sih ini namanya?) mengusirnya dari rumah dan memintanya untuk tidak datang lagi ke sana. Esok harinya, Sung-Sook mendatangi ibu Hwa-Shin. Ia mempertanyakan ibu Hwa-Shin yang tidak pernah membalas pesannya dan mengatakan seandainya ia menempuh jalur hukum pasti perawatan Bbal-Gang akan diserahkan kepadanya. Ibu Hwa-Shin emosi dan melemparkan pasir ke wajah Sung-Sook, mengatai bahwa ia ibu yang tidak bertanggung jawab karena sudah melahirkan Bbal-Gang namun kemudian meninggalkannya begitu saja. Sung-Sook tidak terima dan mengatakan bahwa yang sudah bersalah justru ibu Hwa-Shin karena sudah membuat Bbal-Gang membenci dirinya dan membawanya pergi meninggalkan dirinya.

Jung-Won membawa Na-Ri ke tokonya dan memintanya untuk memilih dan mencoba pakaian yang ia suka. Saat Na-Ri sedang berganti pakaian, ibu Jung-Won datang bersama dengan Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee). Jung-Won yang menyangka mereka akan datang berusaha untuk dengan halus mengusir mereka. Namun ibunya berkeras untuk tetap di sana karena ingin mencarikan baju pernikahan baju calon menantunya itu. Jung-Won mengatakan bahwa mereka bahkan belum berkencan, tapi Soo-Jung yang menjawab, mengatakan bahwa mereka bisa berkencan setelah nanti menikah. Saat itulah diam-diam Na-Ri, yang sedari tadi mendengar percakapan mereka, kabur keluar dari ruang ganti. Melihatnya, Jung-Won segera mempersilahkan Soo-Jung dan ibunya untuk melihat-lihat sementara ia pergi menyusul Na-Ri.

“Hubungan kita tidak benar,” ujar Na-Ri pada Jung-Won yang mencegatnya di jalan. “Kita seharusnya mempertimbangkan hal-hal lain.”

“Memangnya hubungan apa yang sedang kita jalani?” tanya Jung-Won.

“Hanya mencoba?” tanya Na-Ri ragu.

“Maksudmu, kau mencoba diriku?”

“Bisakah aku mencoba rasanya berkencan dengan pria kaya?”

“Lalu bagaimana rasanya setelah kau mencobanya?” tanya Jung-Won. “Asin? Pedas? Hambar?”

“Manis” jawab Nari. Tapi ia kemudian menambahkan sambil berlalu, “Sangat menakutkan”

“Kalau begitu coba saja,” ujar Jung-Won. “Orang-orang tetap memiliki selera saat memakan sup tawar. Kau harus mencoba rasa seorang pria yang mungkin kau sukai.”

adegan_jealousyincarnate_7d

Na-Ri tersenyum lalu berlalu meninggalkan Jung-Won. Ia lantas mendatangi rumah sakit untuk kontrol. Usai kontrol, dokter menceritakan tentang Hwa-Shin yang tidak lagi datang menjalani terapi. Ia kesal karena Hwa-Shin lebih mementingkan masalah rumor ketimbang kesehatannya. Na-Ri turut kesal mendengarnya. Sebelum pulang, dokter memintanya untuk membawa Hwa-Shin terapi, karena selain dokter dan perawat hanya dialah yang tahu tentang penyakit Hwa Shin. Dokter pun menakut-nakuti Na-Ri akan membiarkan Hwa Shin mati apabila ia tidak mau melakukan terapi. Na-Ri yang sebenarnya enggan menjadi kepikiran.

Diusir dari rumah membuat Hwa-Shin memutuskan untuk tinggal di dorm kantor. Saat sempat berpapasan dengan Na-Ri, Hwa-Shin kembali mengabaikannya. Na-Ri jadi makin kesal, tapi karena sudah terlanjur kepikiran, ia pun mengirimkan SMS ke ponsel Hwa-Shin dan menawarkan untuk menemaninya ke terapi besok. Hwa-Shin yang membaca pesan teks tersebut tidak menghiraukannya.

Tak lama tiba-tiba Jung-Won datang dan tidur di samping Hwa Shin. Hwa Shin kaget mengetahuinya. Jung-Won lalu meminta Hwa Shin untuk tinggal saja di tempatnya untuk sementara waktu. Hwa Shin tetap tidak mau, berdalih esok ia akan siaran pagi. Tanpa disangka, Jung-Won lantas memeluknya dari belakang.

“Aku mungkin tidak sebaik mendiang kakakmu, tapi aku akan tetap mencobanya.”

Hwa-Shin terdiam.

Jung-Won melanjutkan, “Joong-Shin adalah orang yang baik, pasti dia sekarang ada di surga. Dia pasti mengharapkan yang terbaik untukmu dari atas sana. Berhenti bersikap seperti landak berduri tajam. Bersikap baiklah pada Bbal-Gang dan ibumu. Dan aku akan tetap bersikap baik padamu.”

“Oke,” jawab Hwa Shin lirih.

adegan_jealousyincarnate_7a

Bbal-Gang menghabiskan malam di diskotik bersama Oh Dae-Goo (An Woo-Yeon) dan Pyo Chi-Yeo (Kim Jung-Hyun). Tanpa disangka Dae-Goo, Bbal-Gang memintanya mendekat dan langsung menciumnya begitu saja. Chi-Yeo yang tidak suka berada di tempat semacam itu lalu mengajak Bbal-Gang pulang. Alih-alih menurutinya, Bbal-Gang justru bertanya apakah ia tidak menyukainya.

Kembali ke dorm. Hwa-Shin mendatangi kamar Na-Ri dan mencoba mencari ponsel Na-Ri. Na-Ri terbangun dan kaget melihat keberadaan Hwa-Shin di sana. Hwa-Shin lantas bertanya dimana ia menyimpan ponselnya sembari berusaha mencarinya di bawah bantal dan tubuh Na-Ri. Saat ditanya Na-Ri, Hwa-Shin mengatakan bahwa ia ingin menghapus video yang ada di sana, karena Na-Ri sudah sempat menunjukkannya pada Jung-Won (di acara pemakaman). Na-Ri menjadi sadar bahwa beberapa hari terakhir Hwa Shin mengabaikannya gara-gara video tersebut. Hwa Shin mengingatkan bahwa mereka akan mati bersama apabila Na-Ri menunjukkan video tersebut pada orang lain. Na-Ri membalas bahwa Hwa-Shin memang akan mati, tapi karena ia tidak mau ikut terapi. Ia pun menanyakan alasan Hwa-Shin tidak mau ikut terapi.

“Kakakku sudah meninggal. Bagaimana aku bisa hidup lebih lama lagi? Apa hakku mengikuti terapi radiasi saat dia pergi begitu saja?” jawab Hwa-Shin.

“Jika kau bermaksud mati secepatnya, kenapa masih peduli soal video sialan itu?” tanya Na-Ri, yang sama sekali tidak bersimpati terhadap jawaban Hwa-Shin.

“Sekalipun aku mati, tidak dengan cara yang memalukan.”

Hwa-Shin kembali menggeledah tubuh Na-Ri guna mencari ponselnya. Ia bahkan menyingkap selimut yang digunakan oleh Na-Ri sehingga membuat Na-Ri panik. Setelah masih juga tidak berhasil menemukan ponsel Na-Ri, saat itulah Na-Ri baru sadar bahwa ponselnya memang tidak ada di sana dan tertinggal di WC. Ia pun segera berlari ke sana dengan dikejar oleh Hwa-Shin. Setelah Na-Ri berhasil menemukan ponselnya, Hwa-Shin berusaha untuk merebutnya. Na-Ri kemudian menawarkan untuk menghapus video tersebut di hadapan Hwa-Shin apabila Hwa-Shin mau datang ke terapi. Jika memang ia malu, maka ia akan menemaninya sehingga orang yang melihat akan menganggap Hwa-Shin sebagai wali Na-Ri. Hwa-Shin masih tidak mau melakukannya dan kembali berusaha merebut ponsel Na-Ri. Kali ini aksinya bisa dikatakan sukses, karena ponsel Na-Ri jadi terjatuh ke dalam toilet.

Dengan senyum lega Hwa-Shin pun menawarkan untuk membelikan ponsel baru bagi Na-Ri. Na-Ri tidak menghiraukannya dan mengambil ponsel tersebut lalu pergi ke ruang kerja untuk mengeringkannya. Hwa-Shin mengikutinya dan keduanya kembali beradu argumen. Tiba-tiba Jung-Won datang. Na-Ri segera mengadu pada Jung-Won bahwa Hwa-Shin baru saja membuang ponselnya ke toilet. Begitu mengetahui Hwa-Shin melakukan hal tersebut gara-gara video dirinya, Jung-Won lantas mengeluarkan ponselnya dan mengatakan bahwa ia juga memiliki kopi dari video Hwa-Shin. Ia mempersilahkan Hwa-Shin untuk membuangnya juga ke toilet.

Melihat sahabatnya kini membela Na-Ri, Hwa-Shin hampir kelepasan menceritakan penyakitnya. Tapi Na-Ri menahannya dan berdalih bahwa Hwa-Shin hanya sakit di dada karena memikirkan kakaknya. Tak lama, Jung-Won menunjukkan video yang ia dapat dari Na-Ri pada Hwa-Shin: video Hwa-Shin sedang berlatih berdansa (di Bangkok) secara diam-diam dan tidak sengaja dilihat oleh Na-Ri yang sedang mencarinya untuk memulai melakukan syuting. Jung-Won menganggap Hwa-Shin sudah kelewatan dan menyarankannya untuk minta maaf pada Na-Ri.

adegan_jealousyincarnate_7e

Sementara itu, Bbal-Gang membuat ulah di diskotik dan menimbulkan perkelahian dengan pengunjung lain. Chi-Yeol dan Dae-Goo berusaha untuk melerai, walau pada akhirnya mereka semua dibawa ke kantor polisi. Yang menjadi heboh adalah semua orang yang berkaitan dengan Bbal-Gang datang karena mendapat telpon, baik dari pihak kepolisian sendiri, Chi-Yeol, dan Dae-Goo. Mulai dari Sung-Sook, Ja-Young, Kim Rak, Hwa-Shin, Na-Ri, dan Jung-Won (yang mengantarkan Na-Ri). Adu mulut pun terjadi di depan kantor polisi, masing-masing merasa paling berhak untuk mengurus Bbal-Gang. Bbal-Gang tidak menghiraukan mereka semua dan memilih menggandeng Jung-Won pergi. Dan setelah semuanya pergi, Ja-Young dan Sung-Sook yang tersisa masih juga sempat-sempatnya berantem, dimana Sung-Sook menyindir Ja-Young yang datang dengan menggunakan make-up.

Setibanya kembali di apartemen, Dae-Goo menanyakan pada Bbal-Gang apakah benar ia juga mencium Chi-Yeol. Mendengarnya, Chi-Yeol menghela nafas dan langsung pergi ke kamarnya. Pun demikian dengan Bbal-Gang, yang tidak menjawab pertanyaan Dae-Goo, dan terus berjalan menuju kamarnya. Dae-Goo menatapnya dengan wajah bingung. Sementara itu, Kim Rak meminta Ja-Young dan Sung-Sook untuk berbicara bertiga dengannya, sedangkan Jung-Won mengajak Na-Ri dan Hwa-Shin untuk makan terlebih dahulu sebelum kembali ke stasiun.

Na-Ri memilih untuk pergi dengan menggunakan mobil Jung-Won. Hwa-Shin yang melihatnya mengatakan bahwa ia akan langsung saja ke stasiun TV. Jung-Won berusaha mencegahnya dan meminta mereka berdua untuk segera menyelesaikan permasalahan di antara mereka. Hwa-Shin tidak mau, berdalih bahwa ia tidak bersalah. Karena Jung-Won terus memaksa, Hwa-Shin pun mengatakan bahwa ia akan membelikan ponsel baru pada Na-Ri. Na-Ri emosi mendengarnya dan menghampiri Hwa-Shin, meminta ia mengganti uang bra. Jung-Won kaget mendengarnya. Pun demikian dengan Hwa-Shin yang langsung mengalihkan pembicaraan dengan meminta mereka berdua segera masuk ke mobil Jung-Won dan memberitahu lokasi makan bersama.

Di restoran, Kim Rak membuat masakan bagi Ja-Young dan Sung-Sook. Aksinya membuat Ja-Young dan Sung-Sook terpana. Sementara itu, Chi-Yeol menanyakan pada Bbal-Gang, dengan ibu yang mana ia akan tinggal. Ia juga mempertanyakan pernyataan Bbal-Gang yang menyebutkan bahwa ia telah menciumnya, padahal tidak. Chi-Yeol mengira Bbal-Gang masih bingung akan segala hal yang terjadi saat ini. Bbal-Gang membantah.

“Aku tidak pernah bingung akan segala hal.” jawab Bbal-Gang. “Aku akan tinggal dengan ibu yang lebih pencemburu. Orang yang lebih pencemburu adalah orang yang paling mencintaiku.”

Dae-Goo yang diam-diam menguping dari lantai bawah merenung mendengarnya.

adegan_jealousyincarnate_7f

Hwa-Shin akhirnya membayar hutang uang bra pada Na-Ri. Jung-Won yang sedari tadi memperhatikan mereka jadi penasaran. Ia pun menawarkan akan membelikan sebanyak mungkin bagi Hwa-Shin jika ia memang membutuhkannya. Na-Ri tertawa senang mendengarnya. Jung-Won pun menanyakan apakah masalah di antara mereka sudah selesai. Keduanya mengiyakan.

Setelah masakan usai, Kim Rak menghidangkannya pada Ja-Young dan Sung-Sook. Ia mengatakan bahwa ia amat terluka karena sudah dikatai mempermainkan mereka berdua melalui pasta yang ia berikan. Ia juga lebih terluka lagi saat dikatakan pasta yang ia buat tidak enak. Oleh karena itu, ia sengaja membuatkan pasta tersebut bagi mereka dan menghidangkannya secara bersamaan agar tidak ada lagi yang merasa dipermainkan. Terakhir, Kim Rak meminta maaf karena telah merahasiakan mengenai Bbal-Gang. Mendengar kata-kata Kim Rak, Ja-Youn pun minta maaf karena telah memukulnya di acara pemakaman.

Pada saat Ja-Young dan Sung-Sook menikmati pasta, Kim Rak menceritakan alasannya merahasiakan keberadaan Bbal-Gang. Ia lalu mengungkit masalah ibu yang seharusnya merawat Bbal-Gang. Sempat akan membacakan surat wasiat Joong-Shin, Kim Rak mengurungkannya setelah mendengar Sung-Sook berkata bahwa ia bisa mati kalau Bbal-Gang sampai tidak memanggilnya ibu. Ia juga menceritakan tentang usahanya selama ini hingga bisa mencapai posisi pembawa berita di jam elit, semuanya demi membanggakan Bbal-Gang.

Beralih ke restoran, melihat Na-Ri yang perhatian pada Jung-Won, Hwa-Shin menjadi agak cemburu dan meminta Na-Ri untuk berhenti makan dengan dalih pencernaannya tidak terganggu. Na-Ri tidak menghiraukannya dan terus makan karena merasa sayang itu adalah makanan mahal. Ia pun berbalik menyindir Hwa-Shin yang tidak pernah mentraktirnya makan selama ini. Hwa-Shin makin cemburu melihat Na-Ri berbagi makanan dengan Jung-Won.

adegan_jealousyincarnate_7g

“Kalian berdua cocok satu sama lain. Kalian semestinya berkencan.” ujar Hwa-Shin tiba-tiba.

“Bolehkah?” tanya Jung-Won.

“Kenapa kau bertanya padaku?” tanya Hwa-Shin balik sembari tertawa.

“Kita memiliki selera yang sama soal wanita” jawab Jung-Won.

Hwa-Shin berdalih bahwa seleranya lebih baik dari Jung-Won. Jung-Won membalas bahwa justru Hwa-Shin yang seleranya aneh.

“Tapi bukankah ada seseorang yang kau sukai, Na-Ri?” tanya Hwa-Shin.

“Benarkah?” jawab Na-Ri sambil sekilas menatap ke arah Jung-Won.

Tiba-tiba sup mendidih sehingga percakapan mereka pun terhenti sejenak. Hwa-Shin kembali mengatakan bahwa Na-Ri seharusnya mengencani Jung-Won karena ia orang yang baik. Toh ia pernah mengatakan tidak akan terluka apabila nanti dicampakkan. Jung-Won pun menanyakan apa yang seharusnya ia lakukan, mengencani Na-Ri atau tidak. Hwa-Shin tidak menjawabnya, hanya mengatakan pada Na-Ri untuk mencobanya.

“Jangan sampai terluka kali ini,” ucap Hwa-Shin sembari berdiri dari kursinya. “Jung-Won adalah pria yang lebih baik dibanding diriku”

Hwa-Shin melangkah pergi. Sesaat kemudian ia berbalik dan melihat ke arah Na-Ri dan Jung-Won, yang ternyata tidak terlalu mempedulikan kata-katanya dan sekarang asyik ngobrol berdua. Perasaannya makin galau melihat Na-Ri yang tertawa bahagia.

“Terimalah banyak cinta kali ini,” ujarnya perlahan sambil berlalu.

Preview Episode 8

» Sinopsis ep 8 selengkapnya

Reply