Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 13 & Preview Episode 14 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, beberapa insiden terjadi antara Lee Hwa-Shin (Cho Jung-Seok) dan Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo) akibat Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin). Pada akhirnya, saat keduanya minum bersama hingga mabuk, keduanya pun akur kembali. Namun masalah belum usai karena tanpa sengaja Na-Ri melihat gambar-gambar Pyo Bum (Seol Woo-Hyung) yang bertuliskan “I Love You, Pyo Na-Ri”. Apa yang kira-kira bakal terjadi di sinopsis drama korea Incarnation of Jealousy episode 13 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 13

Na-Ri berdiri terpaku melihat gambar-gambar Bum bertuliskan “I Love You, Pyo Na-Ri” yang terpajang dengan rapi di kamar Hwa-Shin. Hwa-Shin tiba-tiba melihat lampu kamarnya menyala, sehingga ia pamit sebentar pada Jung-Won untuk melihatnya sekaligus berganti pakaian terlebih dahulu. Setibanya di sana, lampu kamar Hwa-Shin ternyata sudah mati kembali dan baik Na-Ri maupun Bum sudah tidak ada di sana. Keduanya seperti sudah sempat turun melalui sisi bangunan yang lain. Saat hendak masuk ke ‘Rak Pasta’, Na-Ri janjian pada Bum agar tidak menceritakan kejadian barusan kepada siapapun.

Sementara itu, Kim Tae-Ra (Choi Hwa-Jung), ibu Hwa-Shin, bertemu dengan Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee). Sebagai ketua asosiasi penyair SBC, ia mengatakan akan ikut andil dalam proses audisi penyiar. Soo-Jung mengatakan bahwa Na-Ri adalah seseorang yang bekerja keras dan cekatan, sehingga pantas menjadi calon penyiar. Sepeninggal Soo-Jung, Tae-Ra mengatakan pada sekretaris Cha (Park Sung-Hoon) bahwa ia akan memajukan jadwal audisi ke jam 8, tepat di saat siaran berita pagi Na-Ri usai. Dengan alasan akan pergi ke luar negeri pada siang harinya, Tae-Ra menghubungi Bang Ja-Young (Park Ji-Young) dan memintanya untuk jadwal audisi. Ia juga menawarkan untuk mensponsori siaran radio Ja-Young. Ja-Young pun akhirnya mau menerima usulan Tae-Ra.

Kembali ke ‘Rak Pasta’, karena masakan Na-Ri keasinan, Jung-Won mengajaknya untuk minum teh di luar. Hwa-Shin mempersilahkan mereka untuk pergi berdua, beralasan esok harus berangkat pagi. Setibanya ia di kamarnya, ia menatap ke arah gambar-gambar Bum lalu melepaskan satu demi satu gambar tersebut dari dinding kamarnya.

Dalam perjalanan pulang, sekretaris Cha menceritakan rencana ibu Jung-Won untuk mencegah Na-ri ikut audisi. Sesi ramalan cuaca Na-Ri usai pukul 7.45, sedang audisi dimulai pukul 8. Karena keduanya berlangsung di gedung yang berbeda, maka tidak mungkin bagi Na-Ri untuk tiba tepat waktu, mengingat ia adalah peserta audisi pertama.

“Betapa kejamnya dia,” respon Jung-Won. “Ia setidaknya bisa membuat sop rumput laut untuk anaknya di hari ulang tahun anaknya. Yang keasinan pun tidak apa-apa.”

1

2

3

Na-Ri menjatuhkan piring hingga pecah saat sedang mencuci. Pyo Chi-Yeol (Kim Jung-Hyun) yang melihatnya segera meminta Na-Ri untuk berhenti dan beristirahat, sementara ia yang akan melanjutkan mencuci. Di luar kamar, ia melihat Hwa-Shin, yang saat itu hendak membuang gambar-gambar Bum. Hwa-Shin segera meletakkan gambar-gambar tersebut di balik tembok agar tidak ketahuan Na-Ri.

Na-Ri hendak mengatakan sesuai pada Hwa-Shin tentang gambar yang ia lihat di kamarnya, namun ia malah membayangkan hal-hal dramatis yang lebai ala telenovela sehingga ia mengurungkan niatnya. Sebaliknya, ia meminta Hwa-Shin untuk berhenti merokok. Hwa-Shin menolak

“Kenapa aku harus melakukan semua yang kamu minta? Aku tidak ingin melakukan apa yang kamu minta.” ujar Hwa-Shin.

Saat itu angin bertiup kencang. Tanpa disadari Hwa-Shin, selembar kertas gambar yang ia sembunyikan di balik tembol terbang tertiup angin. Setelah Na-Ri masuk ke kamarnya, Hwa-Shin membakar satu demi satu kertas gambar Bum. Sedangkan Jung-Won, termenung di kamarnya, memikirkan rencana ibunya.

4

5

Esok harinya, Na-Ri keluar dari ‘Rak Pasta’ tepat di saat Hwa-SHin hendak berangkat ke kantor. Setelah berpikir sejenak, Na-Ri menyusul mobil Hwa-Shin dan minta untuk pergi dengannya, beralasan ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Belum sempat Hwa-Shin menjawab, mobil Jung-Won tiba dan Na-Ri segera bersembunyi di bawah kursi agar tidak ketahuan. Jung-Won yang sempat menyapa Hwa-Shin pun tidak curiga dan lanjut menuju ‘Rak Pasta’.

Saat mobil Hwa-Shin melanjutkan lajunya, tanpa disadari, kertas gambar yang sebelumnya ada di jalan terbang terkena angin mobil dan terjatuh tepat di atas jendela mobil Jung-Won. Saat itu Jung-Won sedang berdiri di depan ‘Rak Pasta’ untuk menelpon Na-Ri, menanyakan keberadaannya. Na-Ri berbohong mengatakan ia berangkat lebih dahulu karena ditelpon dari kantor. Kembali ke mobil, Jung-Won melihat kertas gambar itu dan menyimpannya.

“Apakah kamu membenciku? Apakah kamu mencintaiku?” tanya Na-Ri di dalam mobil.

“Tidak” jawab Hwa-Shin bingung.

Na-Ri pun memastikan bahwa Hwa-Shin TIDAK mencintainya dan sebaliknya, Hwa-Shin IYA membencinya. Meski bingung, Hwa-Shin mengamininya. Na-Ri lalu memintanya untuk melanjutkan perjalanan.

Di ‘Rak Pasta’, chef Kim Rak (Lee Sung-Jae) memanggil Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) dan Ja-Young untuk sarapan bersama. Sembari mereka makan, secara tiba-tiba Kim Rak mengajak mereka berkencan. Keduanya sempat salah tingkah karena girang, namun langsung terganga begitu Kim Rak menyatakan bahwa ia tidak ingin melakukan apa-apa saat berkencan karena ia impoten. Kim Rak sendiri merasa Sung-Sook dan Ja-Young adalah sosok wanita yang berbeda dengan yang lain sehingga ia berani mengungkapkan kondisinya dan juga mau mengajak mereka kencan. Permasalahannya tidak demikian dengan Sung-Sook dan Ja-Young, yang sama sekali tidak berminat dengan pacaran model seperti itu, mengingat mereka semua sudah sama-sama dewasa. Usai sarapan, dengan rukun, Sung-Sook dan Ja-Young saling meminta agar yang satunya mau menyimpan Kim Rak untuk dirinya, karena keduanya sama-sama tidak menginginkan Kim Rak lagi.

Di kantor, gara-gara sudah patah hati dengan Kim Rak, melihat Hwa-Shin dengan gaya cool berdiskusi dengan Oh Jong-Hwan (Kwon Hae-Hyo) soal liputan lumba-lumba di Busan, Sung-Sook dan Ja-Young jadi sedikit terpesona olehnya. Apes bagi direktur Oh, ia didamprat oleh Sung-Sook karena terus menerus memanggilnya untuk rapat, sedangkan Sung-Sook sendiri memang sedang asyik melamun membayangkan Hwa-Shin sehingga sempat tidak mendengar panggilan direktur Oh.

6

7

8

Na-Ri akhirnya menerima pesan broadcast bahwa audisi penyiar dimajukan ke pukul 8. Na Joo-Hee (Kim Ye-Won) yang berada di dekatnya dan juga menerima pesan broadcast tersebut langsung tersenyum penuh kemenangan dan menyindir Na-Ri yang tidak mungkin bisa tiba tepat waktu di tempat audisi. Na-Ri hanya terdiam mendengarnya.

Jung-Won menemui ibunya, meminta agar Tae-Ra mengubah kembali jadwal audisi. Ibunya tidak keberatan melakukannya, bahkan berjanji untuk meloloskannya dengan nilai tertinggi, asalkan Jung-Won mau menemui orang tua Soo-Jung dan melanjutkan perjodohan mereka. Sementara itu, Hwa-Shin tiba di apartemennya untuk bersiap pergi ke Busan. Tanpa disangka, ia mendapati ibunya (Park Jung-Soo) sedang menangis di depan kamarnya. Dan tanpa disangka oleh Hwa-Shin, ibunya ternyata menangis karena takut kehilangan Hwa-Shin yang terkena kanker.

“Lakukan apa yang kamu inginkan. Lakukan apa yang kamu inginkan seperti sebelum kamu membuat kakakmu bangkrut. Aku tidak peduli jika aku mati besok. Jika ada orang yang terkena kanker payudara, itu seharusnya aku. Kenapa malah kamu? Kenapa kamu? Aku tidak bisa kehilangan kedua anakku.” ujar ibu Hwa-Shin sembari menangis di pelukan Hwa-Shin.

“Mulai sekarang,” lanjut ibu Hwa-Shin, “lakukan apa yang kamu ingin lakukan.”

“Oke”, jawab Hwa-Shin, “Tapi aku tidak bisa lagi melakukan apa yang ingin aku lakukan sekarang.”

Sambil makan makanan yang dibawakan oleh ibunya, ibu Hwa-Shin menunjukkan boneka yang ada di kamar Hwa-Shin dan menanyakan apakah kini Hwa-Shin sudah punya pacar. Kaget melihat boneka Bum itu, Hwa-Shin segera menemui Bum dan menanyakan mengapa bonekanya bisa ada di kamarnya. Bum dengan polosnya mengatakan bahwa ia sudah berjanji pada Na-Ri untuk merahasiakan kalau mereka kemarin masuk ke kamar Hwa-Shin. Hwa-Shin kaget mendengarnya dan teringat kembali pertanyaan Na-Ri tadi pagi di mobilnya.

Na-Ri ternyata tidak patah semangat dengan jadwal audisi yang mepet. Ia kini berlatih untuk bisa berlari tepat waktu dari gedung tempat ia siaran menuju gedung audisi. Sayangnya, dari beberapa kali percobaan tetap saja ia belum bisa tiba di sana on time.

9

10

Hwa-Shin kembali ke kantor dan mengabarkan pada direktur Oh yang saat itu sedang rapat bersama Sung-Sook dan Ja-Young bahwa ia batal pergi ke Busan gegara lumba-lumba mati yang rencananya akan ia liput ternyata tidak mati karena terkena minyak, melainkan karena memang sudah tua 😀 Langkah Hwa-Shin keluar ruangan terhenti saat usulan Sung-Sook agar sesi ramalan cuaca besok diadakan di Cosmos Festival disetujui oleh direktur Oh. Ja-Young keberatan karena memikirkan Na-Ri yang sudah tidak mungkin lagi untuk kembali tepat waktu apabila acara diadakan di sana. Sung-Sook tidak peduli karena memang itu sudah resikonya. Tapi direktur Oh juga jadi kepikiran karena khawatir dianggap sengaja menggagalkan audisi Na-Ri. Saat mereka saling beradu pendapat, Hwa-Shin tiba-tiba nimbrung dan mengatakan bahwa sudah seharusnya bagi Na-Ri untuk memilih mana yang lebih ia inginkan dan fokus sepenuhnya pada hal itu.

Jung-Won tiba di stasiun SBC dan mendapati Na-Ri yang sedang berlari-lari. Ia pun mengajaknya pergi makan bersama. Di restoran, mereka mengajak sekretaris Cha untuk ikut makan bersama mereka. Meski sempat terkejut, sekretaris Cha mengiyakan.

“Apakah kamu benar-benar ingin menjadi pembawa berita?” tanya Jung-Won.

Na-Ri mengangguk. Dengan tersenyum Jung-Won berkata, “Baiklah”.

Kembali ke ruangannya, Ja-Young ditanya oleh Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye) apakah benar waktu audisi diubah ke jam 8 pagi. Dengan gontai karena kepikiran Na-Ri Ja-Young mengiyakan. Soo-Jung yang ikut mendengarnya diam-diam tersenyum girang. Tiba-tiba ponsel Ja-Young berbunyi. Begitu tahu Kim Rak yang menelpon, Ja-Young segera beralasan bahwa ia sedang rapat. Kim Rak, yang restorannya saat itu sedang dipenuhi wanita-wanita yang ngefans dengannya, ganti mencoba menghubungi Sung-Sook. Hasilnya sama saja, malah Sung-Sook langsung meng-cancel telponnya begitu saja.

11

12

13

Direktur Oh memanggil Na-Ri dan, sesuai dengan usul Hwa-Shin, memintanya untuk memilih untuk terus menjadi pembawa ramalan cuaca atau ikut audisi penyiar. Direktur Oh sendiri mengatakan bahwa ia cukup puas dengan hasil kerja Na-Ri saat ini. Pada akhirnya dengan berat hati Na-Ri memilih untuk besok pergi ke Cosmos Festival. Ia pun keluar dari ruangan direktur Oh dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk menangis meluapkan perasaannya. Hwa-Shin terdiam melihatnya.

Tak lama kemudian keduanya bertemu di lift. Setelah terdiam beberapa saat, Hwa-Shin membuka percakapan.

“Kamu melihat gambarnya, kan?” tanya Hwa-Shin.

“Aku tidak peduli tentang itu”, jawab Na-Ri, lantas menekan tombol lift agar berhenti di lantai berikutnya.

Begitu pintu lift terbuka, Na-Ri bergegas keluar dan berpindah ke lift yang ada di seberang. Tanpa diduga Hwa-Shin menyusulnya dan menariknya kembali masuk ke lift yang mereka naiki sebelumnya.

Di rumahnya, Jung-Won dan sekretaris Cha sedang berpikir bagaimana caranya agar Na-Ri bisa tetap ikut audisi. Karena sudah stress, sekretaris Cha menawarkan untuk memastikan besok bunga kosmos tidak mekar sehingga jadwal festival terpaksa diundur 😀

“Aku tidak bisa mengontrol kosmos yang menaungi alam semesta, tapi aku bisa sedikit mengontrol waktu, kan? ujar Jung-Won, yang sepertinya sudah menemukan solusi permasalahan mereka.

Di kantor, Na-Ri memanggil tukang antar barang dan memintanya untuk membantu mengantarkannya besok dari lokasi festival ke gedung audisi, beralasan ia tidak mau menyerah begitu saja tanpa berusaha terlebih dahulu. Tukang antar barang tersebut sempat menolak, namun akhirnya mau melakukannya. Jung-Won yang kebetulan lewat sempat ikut mendengarnya.

Hwa-Shin menemui direktur Oh dan menunjukkan ada lagi lumba-lumba yang mati dan kali ini benar karena minyak yang tumpah di laut. Ia pun mengatakan akan pergi ke Busan besok pagi-pagi dengan menggunakan helikopter.

14

15

Hari berganti. Sesuai dengan pilihannya, Na-Ri melakukan sesi ramalan cuacanya di Cosmos Festival sementara helikopter yang ditumpangi Hwa-Shin mulai melaju. Dari kediamannya, Tae-Ra berangkat untuk menuju gedung audisi. Ia meminta sopirnya untuk segera tiba di sana karena acara tidak bisa dimulai apabila juri belum lengkap. Tanpa diduga, lima buah mobil hitam tiba-tiba mengepungnya sehingga mobil yang ia tumpangi tidak bisa melaju. Saat mereka semua berhenti di lampu merah, Tae-Ra melongokkan kepalanya keluar dan memaki-maki pengemudi mobil di sebelahnya. Kembali tanpa ia duga, si pengemudi mobil menurunkan kaca mobilnya dan yang terlihat adalah wajah Jung-Won!

“Selamat pagi, ibu,” sapa Jung-Won tenang. Ia melanjutkan, “Jika ada seseorang yang bermain curang denganku, aku tidak akan memaafkan mereka, bahkan jika itu adalah engkau.”

Jung-Won pun mengatakan bahwa ia akan melindungi Na-Ri dari segala kesialan yang disengaja yang datang ke arahnya. Dengan kesal ibu Jung-Won melemparkan jeruk ke arahnya 😀 Saat sedang sibuk memaki-maki Jung-Won, mobil di sisi lain mengklaksonnya dan saat Tae-Ra menoleh, ia jadi makin kesal melihat itu adalah sekretaris Cha.

Dari atas helikopter, melihat kondisi jalanan yang macet, Hwa-Shin meminta pilot helikopter untuk mampir ke suatu tempat. Ia berjanji akan menanggung segala konsekuensinya.

“Selama tiga tahun, aku merasa aku adalah segalanya dan hanya menerima dan terus menerima. Dengan ini, kita bisa pergi dari Jamsil ke studio dalam tiga menit. Tolong bantu aku. Hanya tiga menit. Bantu aku melakukan ini untuknya. Hidupnya sedang dipertaruhkan. Ia memberiku tiga tahun. Tolong bantu aku kembalikan tiga menit itu. Ku mohon.” punta Hwa-Shin, yang akhirnya dituruti oleh pilot helikopter.

16

17

Sesi ramalan cuaca akhirnya berakhir. Dengan sigap Na-Ri segera berlari menuju motor si pengantar barang yang sudah standby menunggunya. Untunglah Hwa-Shin tiba tepat pada waktunya sehingga ia bisa menghentikan Na-Ri. Tanpa basa-basi, ia langsung menggandeng tangan Na-Ri dan memintanya untuk ikut dengannya. Na-Ri sempat menolak namun Hwa-Shin lantas menariknya masuk ke dalam helikopter.

Sedikit adegan flashback muncul, di saat Hwa-Shin menarik Na-Ri masuk kembali ke dalam lift.

“Kamu melihat gambar itu, bukan?” tanya hwa-Shin. “Apa yang akan terjadi jika aku mengatakan ini tiga tahun yang lalu.”

“Jangan berkata apa-apa, semua sudah terlambat,” jawab Na-Ri tegas.

“Aku menyukaimu,” ucap Hwa-Shin dalam hati.

“Jangan menyukaiku,” kata Na-Ri.

“Aku mencintaimu,” kembali Hwa-Shin berucap dalam hati.

“Aku mencintai orang lain. Aku mencintai sahabatmu,” kembali, seolah pikiran mereka nyambung, Na-Ri berkata seakan membalas ungkapan perasaan Hwa-Shin.

“Maaf aku butuh lama untuk menyadarinya.” ujar Hwa-Shin.

“Lupakanlah. Lupakanlah perasaanmu”, respon Na-Ri.

Dan sambil terbayang percakapan mereka di dalam lift, helikopter pun melaju, membawa Na-Ri dan Hwa-Shin menuju gedung audisi.

Preview Episode 14

Coming soon

» Sinopsis ep 14 selengkapnya

One Response - Add Comment

Reply