Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 11 & Preview Episode 12 (2016)

Di sinopsis Jealousy Incarnate episode sebelumnya, Lee Hwa-Shin (Cho Jung-Seok) mendapatkan kamar apartemen tepat di samping ‘Rak Pasta’. Sebuah insiden membawanya pergi ke sana bersama Hong Hye-Won (Seo Ji-Hye). Hye-Won, yang menyadari perasaan Hwa-Shin terhadap Pyo Na-Ri (Kong Hyo-Jin), memanas-manasi Hwa-Shin untuk merebut Na-Ri dari Ko Jung-Won (Ko Gyung-Pyo). Tanpa diduga, Hwa-Shin menerima ‘tantangan’ tersebut. Dan tanpa ia duga pula, Jung-Won mendengar percakapan mereka sedari tadi dari balik tembok. Apa yang kira-kira bakal terjadi di sinopsis drama korea Incarnation of Jealousy episode 11 kali ini?

Dok. gambar dan video © SBS of Korea Selatan

Sinopsis Episode 11

Na-Ri ternyata tidak mendengar percakapan Hwa-Shin dan Hye-Won. Setelah Hwa-Shin mengatakan bahwa ia akan menjadi bajingan, Na-Ri justru memanggilnya dan menanyakan apa yang sedang ia lakukan. Hye-Won terlihat kesal karena ia tadi sengaja memanasi Hwa-Shin dengan harapan Na-Ri mendengarnya. Hwa-Shin lalu memberitahu Na-Ri bahwa mulai sekarang ia akan tinggal di sana untuk menjaga Lee Bbal-Gang (Mun Ka-Young).

Turun dari rooftop, Hye-Won kaget melihat Jung-Won sudah menunggunya. Di dalam mobil, Jung-Won menanyainya tentang pernyataan Hwa-Shin barusan. Hye-Won mengatakan, meski Hwa-Shin mengatakan akan melakukannya, ia yakin Hwa-Shin tidak akan melakukannya. Ia berusaha keras untuk melupakan perasaannya terhadap Na-Ri demi Jung-Won. Hye-Won pun menyarankan agar Jung-Won berpura-pura tidak tahu semua yang terjadi barusan.

adegan_jealousy_11a

Jung-Won menemui Hwa-Shin yang sedang minum soju di pinggir jalan. Ia menanyakan tentang kencan Jung-Won dengan Na-Ri barusan, apakah berjalan lancar. Jung-Won mengiyakan.

“Maaf, teman. Aku suka Na-Ri,” ujar Hwa-Shin tiba-tiba.

“Lalu kenapa?” tanya Jung-Won.

“Aku akan mengatakan kepadanya perasaanku,” ungkap Hwa-Shin.

“Kamu tidak bisa,” respon Jung-Won.

“Aku tidak butuh ijinmu. Aku akan melakukannya,” balas Hwa-Shin.

“Kamu tidak bisa melakukannya,” ujar Jung-Won.

“Mari berhenti menjadi teman. Aku merasa menyesal dan malu untuk menjadi temanmu.”

“Kamu juga tidak bisa melakukannya,”

“Apa yang bisa aku lakukan kalau begitu?” tanya Hwa-Shin.

“Hanya… tetap seperti ini.” jawab Jung-Won.

“Tetap seperti ini? Kamu ingin aku melihat kalian berdua dari belakang? Jika aku tetap seperti ini, aku akan menjadi gila. Aku akan mengambil Na-Ri darimu. Ia akan datang kepadaku begitu aku mengatakan kepadanya perasaanku. Aku ingin memegang tangannya, memeluknya, menciumnya, dan tidur dengannya.”, ujar Hwa-Shin.

“Katakan itu lagi,” balas Jung-Won.

“Aku ingin memegang tangannya, memeluknya, menciumnya, dan tidur dengannya,”

“Kamu bajingan!”, bentak Jung-Won. “Inikah yang kamu maksud saat kamu mengatakan akan menjadi bajingan? Bagaimana bisa kamu berhenti menjadi temanku karena seorang wanita?”

“Ya, aku bajingan,” jawab Hwa-Shin. Ia melanjutkan, “Aku setidaknya ingin mengatakan kepadamu tentang perasaanku pada Na-Ri. Karena aku tidak akan pernah bisa mengatakan ini pada Na-Ri. Kenapa? Karena kamu. Aku tidak bisa. Na-Ri tidak akan pernah tahu. Aku tidak akan membiarkannya. Jangan khawatir.”

Setelah meneguk segelas soju, Hwa-Shin berdiri dari kursinya.

“Mari berpura-pura percakapan ini tidak pernah terjadi. Aku akan melupakannya. Aku akan memaafkanmu sekali ini.” ujar Jung-Won.

Hwa-Shin mengangguk dan melangkah pergi.

adegan_jealousy_11b3

adegan_jealousy_11b2

adegan_jealousy_11b

Di restoran ‘Rak Pasta’, chef Kim Rak (Lee Sung-Jae) sedang beraksi memasak dengan menggunakan kacamata hitam. Ia sengaja mengenakannya karena takut ia tidak sengaja berkedip lagi dan membuat orang salah paham. Penampilannya yang keren membuat pengunjung-pengunjung di sana yang kebanyakan wanita asyik memperhatikannya sambil sesekali memotretnya. Beberapa saat kemudian, Bbal-Gang masuk bersama Bang Ja-Young (Park Ji-Young), Pyo Chi-Yeol (Kim Jung-Hyun), dan Oh Dae-Goo (An Woo-Yeon), Sebagai tanda terimakasih karena telah menjemput mereka, Kim Rak menawarkan untuk membuatkan makanan apa saja bagi Ja-Young dan yang lainnya. Ja-Young menanyakan menu yang sebaiknya mereka pesan, sembari memberitahukan pada yang lainnya bahwa mulai sekarang Chi-Yeol akan menjadi anaknya. Chi-Yeol hanya tersenyum kecil dengan tatapan salting mendengarnya. Bbal-Gang sendiri mengamati Ja-Young, yang sudah mulai akrab dengan penghuni ‘Rak Pasta’.

Dae-Goo memberitahu pamannya agar datang ke sekolah untuk menemui gurunya soal kuliah. Mendengarnya, Ja-Young menanyakan pada Bbal-Gang apakah ia juga perlu pergi untuk menemui gurunya. Bbal-Gang menjawab bahwa yang diminta datang adalah ibunya. Ja-Young terdiam mendengarnya. Kim Rak lalu menawarkan kepadanya untuk pergi bersama saja karena mereka semua ada di satu kelas.

adegan_jealousy_11c

Kye Sung-Sook (Lee Mi-Sook) yang sudah tidak diperbolehkan lagi masuk ke restoran ‘Rak Pasta’ oleh Kim Rak terpaksa makan sendiri di kamarnya. Sambil menyantap mie instan, ia membayangkan kembali kedipan mata Kim Rak terhadapnya sambil tersenyum-senyum sendiri.

Na-Ri sedang membeli es krim saat ia melihat Hwa-Shin lewat di jalan. Ia segera menyusulnya dan menawarkan es krim yang ia beli pada Hwa-Shin. Karena lagi sumpek dan berusaha untuk tidak terus dekat dengan Na-Ri, Hwa-Shin pun memintanya untuk menyingkir. Tapi seperti biasa, Na-Ri tidak melakukannya. Ia bahkan mengungkapkan kekesalannya karena Hwa-Shin pindah di seberang kamarnya, dimana ia bisa melihat dan mendengar semua yang terjadi di sana. Hwa-Shin menjadi kesal dan kembali meminta Na-Ri untuk minggir sembari mengatakan bahwa ia tidak berhak untuk mengaturnya.

“Juga, jangan muncul lagi di hadapanku. Jangan pernah berada di dekatku lagi. Pergilah. Apakah kamu bakal pindah ke bulan atau tidak, aku tidak peduli. Yang penting pergilah.” ujar Hwa-Shin.

Na-Ri akhirnya tidak bisa lagi menahan emosi. Tanpa sadar, ia melempaskan es krimnya ke arah Hwa-Shin… dan tepat mengenai mukanya 😀

adegan_jealousy_11d

adegan_jealousy_11d2

adegan_jealousy_11d3

Na-Ri menjadi kaget sendiri melihat akibat dari ulahnya. Ia segera meminta maaf dan meminta Hwa-Shin melepas bajunya agar ia bisa mencucikannya. Ia juga menawarkan untuk membelikan es krim pada Hwa-Shin sembari terus meminta maaf. Hwa-Shin tidak menghiraukannya dan lanjut berjalan kembali ke apartemennya.

“Kenapa ia begitu imut? Ini benar-benar gila.” gumam Hwa-Shin sambil melangkah pergi meninggalkan Na-Ri.

Setibanya kembali di apartemen, Hwa-Shin berdiri di rooftop dan memandang ke arah langit. Ia teringat tiga tahun yang lalu, dimana ia pernah mempermalukan Na-Ri di hadapan semua teman-temannya hingga Na-Ri menangis. Kini giliran Hwa-Shin yang tidak bisa menahan lagi tangisnya. Ia bahkan melampiaskan semua perasaan yang berkecamuk di dadanya dengan menendang sebuah ember yang ada di dekatnya hingga penyok dan membangunkan tetangga-tetangga sekitar. Na-Ri juga sempat melihatnya bersikap demikian, namun ia memilih untuk tetap diam dan lanjut masuk ke kamarnya sendiri.

adegan_jealousy_11e

adegan_jealousy_11e2

Sekretaris Cha (Park Sung-Hoon) mendatangi Jung-Won. Ia memberitahu bahwa ibunya (Choi Hwa-Jung) tadi meminta nomer telpon Pyo Na-Ri kepadanya.

“Aku rasa kamu tidak perlu tahu nomer telponnya. Apakah kamu tidak tahu bahwa cinta di antara sepasang pria dan wanita muda, semakin banyak orang yang berusaha memisahkan mereka, akan semakin besar pula cinta mereka? Tampaknya mereka sendiri sudah punya cukup masalah. Jika kamu melangkah mundur sejenak dan hanya melihat, ada kemungkinan besar mereka akan putus dengan sendirinya, nyonya.” respon Jung-Won.

“Kamu baik-baik saja, tuan?” tanya sekretaris Cha dengan heran melihat sikap Jung-Won.

adegan_jealousy_11f

Hari berganti. Hwa-Shin datang ke apartemen Bbal-Gang, berniat untuk mengantarkannya ke sekolah. Duo Ja-Young dan Sung-Sook sempat menolaknya, namun akhirnya memperbolehkannya asal Bbal-Gang sarapan terlebih dahulu. Sambil makan, Hwa-Shin mengatakan bahwa Bbal-Gang boleh menganggapnya sebagai ayahnya dan menceritakan apa saja kepadanya. Ia juga menawarkan uang saku apabila Bbal-Gang membutuhkan. Bbal-Gang tersenyum dan mengatakan ia butuh uang saku sebesar $10,000. Ja-Young dan Sung-Sook menahan tertawa mendengarnya. Hwa-Shin berusaha tetap tenang dan menanyakan kebutuhan Bbal-Gang. Bbal-Gang menjawab, kerugian bisnis ayahnya adalah 10 juta dollar akibat ulah Hwa-Shin, sehingga apabila ia memberinya $10,000 per bulan selama 10 tahun maka hutangnya akan impas. Dengan tetap tenang, Hwa-Shin justru memarahinya karena salah menghitung dan mengatainya wajar berada di peringkat terbawah di sekolah. Bbal-Gang jadi sebal mendengarnya.

adegan_jealousy_11g

Saat memakan pangsit buatan ibu Lee (Park Jung-Soo), tanpa diduga ibu Lee datang dan menanyakan kenapa mereka memakan pangsit tersebut. Ja-Young segera mengambil kesempatan untuk melaporkan bahwa sejak kemarin Sung-Sook sudah memakannya. Sung-Sook berusaha cari teman dan ganti mengatakan bahwa Hwa-Shin juga sudah ikut memakannya. Ibu Lee jadi heran bisa-bisanya mereka berdua tinggal bersama. Hwa-Shin menimpali bahwa ia juga berpikir hal yang sama. Ibu Lee lantas menanyakan mengapa ia pagi-pagi berada di sana. Begitu mendengar jawaban Hwa-Shin bahwa ia juga pindah tinggal di sana, semua orang kaget mendengarnya.

Masih kepikiran masalah semalam, Jung-Won pergi begitu saja meninggalkan rapat direksi yang sedang berjalan. Kim Tae-Ra, ibunya, heran melihat hal itu. Sementara itu, di stasiun TV, direktur Oh Jong-Hwan (Kwon Hae-Hyo) memberi sebuah materi liputan pada Hwa-Shin. Direktur Oh menambahkan bahwa Na-Ri akan melakukan pembawaan ramalan cuaca di tempat yang sama, sehingga mereka nanti bisa berangkat bersama. Mendengarnya, Hwa-Shin mengatakan bahwa ia akan pergi sendiri saja.

Sung-Sook yang sedari tadi menguping langsung nimbrung dan mengatakan bahwa ia saja yang akan berangkat. Direktur Oh tidak memperbolehkannya karena jadwal acara berita sudah dekat. Sung-Sook beralasan ia bisa melakukannya dari sana sehingga terlihat lebih terpercaya. Direktur Oh suka dengan usul itu. Hwa-Shin menjadi kesal karena Sung-Sook sudah merebut liputannya. Ia tidak terima dan menantangnya bertarung secara adil. Kali ini giliran usulan Hwa-Shin yang disetujui direktur Oh.

adegan_jealousy_11h

adegan_jealousy_11h2

Jung-Won ternyata pergi ke stasiun TV. Saat ia masuk, Geum Soo-Jung (Park Hwan-Hee) sempat melihatnya. Saat itu, Hwa-Shin sedang dalam perjalanan ke toilet. Na-Ri yang melihatnya lantas menyusulnya dan menanyakan apakah Hwa-Shin suka gurita karena ia akan pergi ke mudflat (tempat dimana Hwa-Shin juga akan melakukan liputan) dan ia bisa membawa gurita dari sana sebagai oleh-oleh. Hwa-Shin tidak menghiraukannya dan masuk ke dalam toilet. Sempat ikut masuk dan dicaci oleh orang-orang yang sedang ada di dalam, Na-Ri keluar sambil mengomel tentang Hwa-Shin.

Tanpa ia sadari, Jung-Won mendengar omelan Na-Ri. Ia menjadi kesal sekaligus cemburu, lalu mendatangi Hwa-Shin di dalam toilet.

“Aku tidak tahan lagi. Semakin aku memikirkannya, semakin aku menjadi marah. Kata-katamu semalam begitu memalukan tapi aku tidak akan kehilangan Na-Ri kepadamu. Jangan berani untuk berbicara dengan Na-Ri atau membuat kontak mata dengannya. Kamu adalah orang bodoh yang telah menjodohkanku dengan orang yang kamu tidak tahu kalau kamu suka. Kamu orang dungu yang pindah ke dekat Na-Ri dengan menggunakan Bbal-Gang sebagai alasan. Kamu orang cabul yang jadi tergila-gila pada Na-Ri yang merupakan pacar sahabatmu. Dan kamu adalah bajingan yang memukul bagian belakang kepala seseorang saat sedang bertinju.”

adegan_jealousy_11i

Jung-Won pun pergi setelah mengatakan semua itu. Namun saat hendak melangkah ke luar gedung, ia tiba-tiba berhenti dan berbalik masuk kembali ke dalam. Ia kembali menemui Hwa-Shin, yang saat itu sedang bersama Hye-Won di ruang siaran. Sebelum Jung-Won masuk, Hwa-Shin mengatakan pada Hye-Won bahwa ia yakin persahabatannya dengan Jung-Won tidak akan rusak gara-gara hal ini.

“Kenapa kamu membiarkan Na-Ri naksir kepadamu selama tiga tahun?” tanya Jung-Won tanpa basa-basi.

Hwa-Shin meminta Hye-Won untuk pergi, tapi Hye-Won menolak karena ia ingin menonton Jung-Won yang belum pernah bersikap seperti sekarang selama ini. Jung-Won pun melanjutkan, bahwa seharusnya pada waktu itu Hwa-Shin membuatnya menyerah, bukan membiarkannya menderita selama itu. Hwa-Shin kali ini tidak tinggal diam. Ia berdiri dan membalas kata-kata Jung-Won.

“Jika aku mengambil Na-Ri tiga tahun yang lalu, ini semua tidak akan terjadi. Kamu tidak akan terperangkap di tengah-tengah seperti ini. Itukah yang kamu inginkan? Apakah kamu marah kepadaku karena tidak melakukan itu? Apa? Haruskah aku mendapatkan hati Na-Ri lagi?”

“Dasar orang menyedihkan,” balas Jung-Won. “Jangan biarkan Na-Ri tahu bagaimana perasaanmu. Jangan berani melakukan itu. Sudah terlambat untukmu. Kamu melewatkannya tiga tahun lalu. Kamu sudah kehilangan kesempatanmu, sejak pertama kali kamu menjodohkanku dengan Na-Ri…”

“Kamu takut?” tanya Hwa-Shin dengan nada menantang.

adegan_jealousy_11j

adegan_jealousy_11j2

Tiba-tiba Na-Ri datang. Setelah sekali lagi mengingatkan Hwa-Shin bahwa ia percaya kepadanya untuk tidak menceritakan perasaannya pada Na-Ri, Jung-Won pun mengajak Na-Ri pergi seolah tidak terjadi apa-apa. Sepeninggal mereka, Hwa-Shin berteriak-teriak sendiri, kesal karena Jung-Won masih saja mempercayainya.

“Jangan percaya aku. Biarkan saja aku menyukainya. Ku mohon.” ujarnya sambil menangis. “Jika kamu percaya aku, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Jangan percaya aku.”

Soo-Jung tiba-tiba memanggil Hwa-Shin dari lantai atas dan memberi semangat kepadanya. Ternyata sedari tadi ia mengetahui apa yang terjadi di antara mereka.

Sambil menemani Jung-Won keluar kantor, Na-Ri menceritakan bahwa ia akan pergi liputan bersama Sung-Sook besok. Ia juga akan menginap semalam di sana dan mengajak Jung-Won untuk ikut. Jung-Won, masih kepikiran soal Hwa-Shin, tidak menanggapinya, justru menanyakan siapa yang lebih disukai Na-Ri, dirinya atau Hwa-Shin. Tanpa menunggu jawaban Na-Ri, Jung-Won memintanya tidak usah menjawab karena pertanyaannya sungguh kekanak-kanakan. Ia pun pergi meninggalkan Na-Ri.

adegan_jealousy_11k

Sekretaris Cha mengantarkan Tae-Ra ke ‘Rak Pasta’ untuk menemui Na-Ri. Ia mencoba untuk menyampaikan kata-kata Jung-Won sebelumnya, dan sepertinya berhasil, karena Tae-Ra tidak jadi naik ke rooftop dan belok masuk ke dalam restoran. Sekretaris Cha segera melaporkan hal tersebut via SMS pada Jung-Won. Sementara Tae-Ra menjadi girang begitu mengetahui Kim Rak ternyata meminum obat impoten yang ia berikan.

Dokter menelpon Na-Ri dan memintanya untuk membawa Hwa-Shin ke rumah sakit. Saat Hwa-Shin hendak pulang dari kantor, Na-Ri langsung ikut masuk ke mobilnya dan mengajaknya ke rumah sakit. Karena Hwa-Shin mengusirnya, Na-Ri mengira ia masih marah gara-gara dilempar es krim. Ia segera mengeluarkan es krim dari plastik yang ia bawa, dan menawarkannya pada Hwa-Shin. Karena Hwa-Shin masih juga diam, ia lalu memakannya sendiri hingga mulutnya belepotan es krim. Hwa-Shin menatap ke arah Na-Ri, galau dengan perasaannya.

“Apa kamu selalu berpakaian seperti ini saat kamu kencan?” tanya Hwa-Shin.

“Apakah kamu bersikap manis seperti es krim terhadap laki-laki?” tanya Hwa-Shin lagi.

“Aku tidak tahu karena kamu selalu bersikap kasar kepadaku.” jawab Na-Ri.

Hwa-Shin tidak tahan lagi dan ia mengelap bekas es krim di bibir Na-Ri. Namun ia segera tersadar dan kembali meminta agar Na-Ri keluar dari mobil.

adegan_jealousy_11l

Esok harinya, acara pertemuan wali murid dengan guru berlangsung. Dae-Goo menanyakan kenapa Chi-Yeol tidak memberitahu Na-Ri. Chi-Yeol beralasan bahwa ia tidak ingin membebani Na-Ri dengan melanjutkan berkuliah. Dae-Goo mengingatkan bahwa Na-Ri pasti akan kecewa jika Chi-Yeol melakukan hal itu, terlebih karena saat ini Na-Ri berniat untuk jadi pembawa acara agar bisa lebih menjamin Chi-Yeol berkuliah. Chi-Yeol hanya terdiam.

Saat itu, Na-Ri dan Sung-Sook dalam perjalanan menuju mudflat, tempat mereka akan meliput. Sung-Sook tiba-tiba mendapat telpon dari Kim Rak, yang menanyakan apakah Bbal-Gang sudah memberitahunya soal pertemuan dengan guru di hari itu. Begitu mendengar bahwa Ja-Young akan datang, Sung-Sook langsung menutup telponnya. Setelah meninggalkan Na-Ri begitu saja di pinggir jalan dengan alasan menyuruhnya membeli bekal, Sung-sook segera meminta sopir untuk berangkat menuju sekolah Bbal-Gang. Na-Ri jadi kebingungan apa yang harus ia lakukan. Sementara itu, Hwa-Shin melihat gambar Pyo Bum (Sul Woo-Hyung) yang bertuliskan “I Love Pyo Na-Ri”. Ia pun berniat untuk membelinya dari Bum, yang setelah nego akhirnya mau melepasnya dengan harga $3 😀

adegan_jealousy_11m

Kim Rak, Ja-Young, dan Sung-Sook (yang mencuri sebuah moge demi bisa tiba tepat waktu) tiba bersamaan di sekolah. Mereka segera menuju ke ruang konseling, diikuti oleh Chi-Yeol dan Dae-Goo yang sempat melihat kedatangan mereka di pintu gerbang. Sudah ada Bbal-Gang di sana, yang seolah tidak percaya melihat kedatangan kedua ibunya, apalagi dengan baju yang sama-sama basah karena keringat dan nafas tersengal-sengal. Berbondong-bondong akhirnya mereka semua masuk ke dalam.

Saat ditanya siapa ibu Bbal-Gang, Ja-Young sadar diri dan hanya terdiam. Sung-Sook segera mengangkat tangan, dan setelah berkenalan dengan guru kelas Bbal-Gang, ia meminta agar sang guru membantu Bbal-Gang sebisa mungkin agar ia bisa melanjutkan kuliah. Sung-Sook yakin, meski nilainya tidak baik, tapi ia pasti punya setidaknya satu kelebihan yang bisa membuatnya diterima di perguruan tinggi. Kegigihan ibunya memperjuangkan dirinya membuat Bbal-Gang terharu.

Karena Kim Rak adalah paman Dae-Goo, guru kelas menanyakan keberadaan Ja-Young. Ia akhirnya mengaku bahwa ia ibu tiri dari Chi-Yeol. Guru kelas senang melihatnya hadir di pertemuan ini dan menceritakan bahwa Chi-Yeol menolak untuk lanjut ke sekolah medis karena tidak mau membebani saudaranya. Chi-Yeol memotong kata-kata gurunya dan mengatakan akan membahasnya nanti secara private bersama ‘keluarganya’. Tanpa diduga, Ja-Young bersemangat menanggapinya dan memastikan pada sang guru bahwa Chi-Yeol akan melanjutkan ke sekolah medis. Chi-Yeol menatap ke arah Ja-Young sembari terdiam. Sementara Ja-Young menatap iri pada Bbal-Gan yang tampak senang dengan kehadiran Sung-Sook, di belakangnya Kim Rak terlihat senang dan terharu dengan Ja-Young yang mau membantu Chi-Yeol.

adegan_jealousy_11n

Na-Ri tiba sendiri di laut dekat tempat liputan. Saat itu Jung-Won menelponnya, tapi karena sedang asyik bermain di pantai, Na-Ri tidak mendengar dering telponnya. Jung-Won baru teringat bahwa Na-Ri akan pergi bersama sung-Sook untuk liputan. Ia segera meminta sekretaris Cha untuk mencari tahu dimana liputan tersebut berlangsung. Masalah sepertinya akan terjadi karena Hwa-Shin, yang saat itu sedang memandangi gambar Bum, ditelpon oleh direktur Oh dan diberitahu bahwa Sung-Sook tidak bisa datang untuk liputan.

Jung-Won tiba di pantai dan melihat Na-Ri sedang asyik bermain di lumpur pantai yang sedang surut seorang diri, mencoba untuk menangkap gurita. Ia pun berniat untuk nimbrung, namun sekretaris Cha mengatakan ia akan mencoba mencarikan baju ganti terlebih dahulu. Jung-Won mengiyakan, tapi ia tetap saja turun ke pantai untuk menghampiri Na-Ri. Hwa-Shin ternyata juga sudah tiba di tempat tersebut dan menjadi khawatir melihat Na-Ri berada di sana, mengingat sebentar lagi air akan pasang. Ia mencoba memanggilnya, namun karena Na-Ri tidak mendengarnya, ia pun turun dan mendatangi Na-Ri.

Separuh perjalanan, baik Hwa-Shin maupun Jung-Won baru menyadari keberadaan masing-masing. Setelah saling bertatapan, keduanya berbalik arah dan saling menghampiri. Jung-Won mempertanyakan keberadaan Hwa-Shin di sana. Hwa-Shin menjawab bahwa ia memang diperbolehkan berada di situ, dan balik mempertanyakan sikap Jung-Won yang katanya percaya kepadanya. Keduanya akhirnya tidak bisa lagi saling menahan emosi dan mulai berkelahi di lumpur. Orang yang mereka perebutkan sendiri saat itu sedang girang karena berhasil mendapatkan banyak gurita 😀

adegan_jealousy_11o3

adegan_jealousy_11o2

adegan_jealousy_11o1

adegan_jealousy_11o4

“Cemburulah seumur hidupmu,” teriak Jung-Won pada Hwa-Shin. “Jika kamu melakukan 10 hal, aku akan melakukan 100 hal untuk Na-Ri. Aku akan melakukan berbagai hal untuknya yang tidak bisa kamu lakukan di hidupmu. Tetaplah cemburu. Itu hal terbaik yang bisa kamu lakukan!”

Setelah serangkaian adu jotos, Jung-Won melanjutkan kata-katanya, “Kamu pikir mudah bagiku untuk membencimu? Apakah kita masih tetap teman?”

“Tentu saja, bajingan!” jawab Hwa-Shin.

Keduanya pun berbaring berdampingan di lumpur.

“Aku cemburu padamu, dan kamu khawatir karenaku, hanya karena seorang gadis. Begitu memalukan,” ujar Hwa-Shin.

“Jangan cemburu,” balas Jung-Won.

“Jangan biarkan aku melihatmu khawatir karena aku. Jadilah seorang pria,” pinta Hwa-Shin.

“Dan kamu adalah seorang pria karena sudah cemburu?” tanya Jung-Won.

Mereka berdua berdiri kembali.

“Dia milikku”, ucap Jung-Won tegas.

“Aku tahu.”, jawab Hwa-Shin.

“Tidak, kamu sepertinya tidak tahu. Biar aku tunjukkan.”, balas Jung-Won sembari menjatuhkan Hwa-Shin dan menyeretnya ke arah Na-Ri.

Hwa-Shin meminta Jung-Won untuk melepaskannya karena ia tidak ingin melihat kedekatan mereka. Jung-Won tidak mempedulikannya.

“Kamu tidak perlu menunjukkannya padaku,” gumam Hwa-Shin, yang sudah tidak lagi memberontak dan pasrah.

Preview Episode 12

» Sinopsis ep 12 selengkapnya

3 Comments - Add Comment

Reply