Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 15 & Preview Episode 16 (2016)

Di sinopsis Cinderella and Four Knights episode sebelumnya, kebenaran mulai terkuak. Ibu Kang Ji-Woon (Jung Il-Woo) dulu pernah bekerja di Sky House, namun diusir oleh CEO Kang Jong Du (Kim Yong-Geon) setelah ketahuan berpacaran dengan salah satu anaknya. Sementara itu, Ji Hwa-Ja (Kim Hye-Ri) memanfaatkan keluguan Eun Ha-Won (Park So-Dam) dan menjadikannya kambing hitam kondisi CEO Kang saat ini. Untungnya, Kang Hyun-Min (Ahn Jae-Hyeon) mulai mencurigai adanya ketidakberesan di antara Hwa-Ja dan juga Lee Yoon-Sung (Choi Min), yang berkat campur tangan Hwa-Ja kini menjadi direktur dari Haneul Group dan pemegang saham terbesar. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Cinderella and Four Knights episode 15 kali ini?

Dok. gambar dan video © tvN of Korea Selatan

Sinopsis Episode 15

Sambil menunggu tes untuk mengetahui apakah Ji-Woon bisa menjadi donor hati dimulai, Ji-Woon menceritakan pada Ha-Won apa yang terjadi di antara dirinya dan CEO Kang, bahwa dulu CEO Kang mengaku tidak kenal dengan ibunya, namun faktanya tidak demikian. Itu sebabnya Ji-Woon sempat memutuskan untuk tidak akan kembali lagi ke Sky House. Tapi setelah memikirkan kata-kata Ha-Won sebelumnya, Ji-Woon berniat untuk menanyakan langsung kejadian sebenarnya pada kakeknya. Tanpa disangka, Ha-Won langsung memotong kata-kata Ji-Woon dan meminta untuk tidak lagi dilibatkan dalam masalah mereka.

“Urusan keluarga seharusnya diselesaikan bersama anggota keluarga,” ujarnya.

Beralasan misinya sudah selesai, Ha-Won berniat untuk pergi. Ji-Woon tidak memperbolehkannya dan memintanya untuk tetap tinggal, sembari berlalu tanpa memberi kesempatan Ha-Won untuk berdalih.

“Ku rasa aku tidak akan bisa pergi kalau aku tidak pergi sekarang..” gumam Ha-Won.

Ji-Woon berganti pakaian lalu menunggu dilakukannya tes lanjutan. Hyun-Min dan Kang Seo-Woo (Lee Jung-Shin) ternyata sudah menunggunya di depan ruang tes. Ji-Woon meminta mereka untuk pergi, namun sebaliknya, mereka justru duduk di samping Ji-Woon, menemaninya. Meski risih, Ji-Woon akhirnya pasrah dengan perhatian mereka. Hyun-Min lalu menanyakan apakah ia datang untuk Ha-Won. Ji-Woon membantah.

“Aku datang untuk kakek. Bagaimanapun ia jua keluargaku,” jawabnya.

Usai tes, dokter memberitahu Ji-Woon bahwa CEO Kang sering membicarakannya. Menurut si dokter, CEO Kang merasa bersalah kepadanya. Sambil terngiang-ngiang kata-kata dokter, Ji-Woon menemui kakeknya.

“Aku punya pertanyaan yang ingin ku tanyakan kepadamu untuk pertama kalinya dalam hidupku. Lalu mengapa kamu berbaring di sini seperti ini? Aku akan memaafkanmu demi ibuku, jadi bangunlah.” ujar Ji-Woon.

Hyun-Min, Ha-Won, dan Seo-Woo menyambut Ji-Woon yang melangkah menuju lobi rumah sakit. Ji-Woon masih belum terbiasa berakrab ria dengan mereka, sehingga dengan ketus mengatakan ia akan mengantarkan Ha-Won pulang. Setelah menanyakan apakah Seo-Woo bisa pulang sendiri, Hyun-Min pun pergi setelah sebelumnya memintanya agar berhati-hati di jalan.

1

2

3

Di parkiran, Hyun-Min bertemu dengan Hwa-Ja dan Yoon-Sung yang baru tiba. Hyun-Min menyindir keduanya yang justru jadi lebih sibuk semenjak CEO Kang pingsan. Yoon-Sung hendak menjawab, namun ibunya mencegahnya. Ia berdalih sedang berusaha mencari donor potensial. Begitu Hyun-Min menyebutkan Ji-Woon baru saja melakukan tes, raut muka Hwa-Ja terlihat berubah. Ia berusaha tetap tenang dan mengatakan mereka tetap harus mencoba mencari donor karena belum tentu Ji-Woon cocok. Hyun-Min jadi makin curiga dan terang-terangan mengatakan bahwa sepertinya Hwa-Ja berharap ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Tidak bisa lagi menjawab, Hwa-Ja meminta Hyun-Min untuk pulang dan menyerahkan masalah ini kepadanya.

“Tinggalkan apa pada siapa? Kamulah orang yang paling ku khawatirkan sekarang.” balas Hyun-Min sembari tertawa sinis.

Yoon-Sung mencoba menengahi dan menawarkan untuk mengantar Hwa-Ja pulang. Apes baginya, kini giliran ia yang kena sindir oleh Hyun-Min, yang menyelamatinya karena sudah melakukan pekerjaan yang baik.

Di taman, Ha-Won kembali mencoba untuk pergi dari Ji-Woon. Ji-Woon kembali tidak memperbolehkannya.

“Tetaplah di sampingku hingga kakek sadar kembali,” ujar Ji-Woon.

Ha-Won berniat menolak, tapi Ji-Woon langsung memotongnya dan dengan nada tinggi memintanya untuk menjelaskan bahwa yang dikatakan oleh Hwa-Ja sebelumnya tentang Ha-Won tidaklah benar.

“Kamu sebenarnya juga ingin bersamaku, kan?” tanya Ji-Woon. Ia melanjutkan, “Aku cukup tahu kamu untuk tahu tentang itu.”

Ha-Won menyerahkan jaket Ji-Woon yang dititipkan kepadanya, lalu berpamitan pergi.

“Maaf, aku minta maaf karena telah meninggalkanmu begitu saja pada waktu itu,” ujar Ji-Woon. “Aku tidak percaya apapun yang kau katakan pada hari itu. Aku tidak peduli alasanmu untuk tetap berada di sampingku. Jadi ku mohon, jangan tinggalkan aku.”

Ha-Won, yang menghentikan langkahnya, kembali hendak berdalih. Tapi Ji-Woon menghampirinya dan memeluknya dari belakang sembari berkata, “Aku tidak peduli apa yang kau lakukan… selama kamu tidak meninggalkanku. Tetaplah di sampingku.”

Ha-Won meneteskan air mata mendengarnya.

4

5

Di mansion, Hyun-Min galau memikirkan Park Hye-Ji (Son Na-Eun). Ia hendak menelponnya namun bimbang. Sementara itu, Seo-Woo dan manajernya sedang berdiskusi masalah konser-konsernya. Manajer Seo-Woo sudah membatalkan konser-konser tersebut, juga memberikan pers release tentang penundaan peluncuran album baru Seo-Woo, karena menurutnya itu lebih baik ketimbang jalan terus dengan jadwal mereka padahal kondisi kakek Seo-Woo sedang kritis. Tapi Seo-Woo sepertinya punya rencana lain dan hendak melakukan konsernya di suatu tempat dengan cara yang tidak biasa.

Ha-Won melangkah masuk ke kamarnya. Ia akhirnya menuruti permintaan Ji-Woon untuk kembali ke sana, namun berniat untuk putus dengannya lagi nanti saat kondisi CEO Kang sudah membaik. Sedang Ji-Woon, di kamarnya, mengambil foto ibunya yang tersimpan di dompet, mengatakan bahwa ia kembali.

Esok harinya, dokter mengabarkan pada Ji-Woon bahwa hasil tesnya cocok. Permasalahannya, tubuh Ji-Woon ternyata alergi anastesi, sehingga jika ia melakukan operasi tersebut, maka ada kemungkinan terburuk tubuhnya mengalami koma.

Ha-Won menjenguk CEO Kang. Di depan pintu ia sempat bertemu dengan Yoon-Sung, yang terlihat salah tingkah bertemu dengannya. Sesaat kemudian Ji-Woon datang, mengabarkan hasil tesnya cocok dan ia akan melakukan operasi itu. Yoon-Sung langsung berpamitan, beralasan akan memberitahukan hal tersebut pada Hwa-Ja.

6

7

8

Seo-Woo mengabarkan hal tersebut pada Ms. Beogyol dan Hyun-Min di mansion. Dengan bersemangat Ms. Beogyol berniat untuk mengepak baju dan perlengkapan Ji-Woon. Ia lalu meminta (lebih tepatnya memaksa) Seo-Woo dan Hyun-Min untuk membantunya.

Di kamar inap CEO Kang, Ha-Won mengeluarkan sebuah pigura yang berisi ‘foto keluarga’. Saat meletakkan pigura tersebut, Hwa-Ja masuk ke dalam. Dengan dingin ia menanyakan kapan Ha-Won akan pergi karena CEO Kang akan segera tersadar pasca operasi. Ha-Won menjawab sesaat setelah operasi berlangsung. Sepeninggal Ha-Won, Hwa-Ja menelpon Yoon-Sung, yang lantas mengabarkan bahwa tanggal operasi telah ditetapkan. Entah apa lagi yang hendak dilakukan Hwa-Ja, ia meminta Yoon-Sung mengingat tanggal tersebut karena ia akan melakukan pertemuan dengan pemegang saham pada tanggal itu.

“Pada saat CEO Kang bangun, semuanya akan berubah.” ujar Hwa-Ja.

Ji-Woon akhirnya memang benar-benar berniat untuk melakukan operasi. Ia telah menandatangani form kesediaannya, namun meminta dokter untuk merahasiakan alerginya pada yang lain. Ha-Won, yang datang pada saat Ji-Woon berbicara dengan dokter, sempat curiga karena mereka menghentikan pembicaraannya sesaat setelah ia masuk. Namun Ji-Woon meyakinkannya tidak ada apa-apa yang ia sembunyikan. Ia pun sengaja bermanja-manja pada Ha-Won agar Ha-Won tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut.

Di butik, Hye-Ji baru menyadari bahwa Carry Hong, si fashion designer yang menawarinya beasiswa sekolah di Paris, ternyata berteman dengan Hyun-Min di sosmed. Ia lantas mengajaknya bertemu dan menanyakan apakah benar ia kenal dengan Hyun-Min. Carry Hong pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, bahwa Hyun-Min datang kepadanya untuk meminta bantuan. Mendengar hal tersebut, Hye-Ji memutuskan untuk menolak tawaran beasiswa dari Carry Hong. Carry Hong lalu menjelaskan, meski ia tahu Hye-Ji dari Hyun-Min, namun ia punya reputasi yang harus dijaga dan tidak mungkin menawari Hye-Ji apabila ia tidak punya kemampuan dan bakat.

“Bukankah sudah jelas? Bukankah wajar bagi seorang pria untuk menyemangati dan mendukung wanita yang ia suka? Apa yang aneh dari itu?” ujar Carry Hong.

Setelah meminta Hye-Ji untuk memikirkan kembali jawabannya, Carry Hong pun berpamitan pergi.

9

10

11

Ha-Won masuk ke kamar inap Ji-Woon dan kaget melihat kamarnya sudah berubah menjadi meriah. Ada Seo-Woo dengan perangkat stereo-nya asyik menyetel lagu upbeat, Hyun-Min dengan TV layar lebar dan PS4-nya, serta Ms. Beogyol yang menyuapi Ji-Woon dengan camilan enak. Ia pun memarahi dan mengusir mereka, sementara Ji-Woon diam-diam melirik sambil tersenyum.

Mereka bertiga turun sambil ngedumel. Hyun-Min tiba-tiba melihat pengacara CEO Kang masuk ke rumah sakit. Ia pun meminta yang lain untuk jalan lebih dulu. Sudah diduga, pengacara tersebut datang untuk menemui Hwa-Ja. Hwa-Ja memastikan bahwa seluruh pemegang saham akan mau menandatangi penawaran yang ia berikan. Ia juga menambahkan bahwa saat ini Yoon-Sung sedang mendekati pihak-pihak yang mungkin menolak. Dari balik pintu, Hyun-Min terhenyak mendengarkan percakapan keduanya.

Hyun-Min lantas menelpon seseorang, yang memberitahunya bahwa saham Hwa-Ja telah diserahkan sepenuhnya pada Yoon-Sung. Dengan geram ia mendatangi Yoon-Sung di kantor. Tanpa basa-basi, Hyun-Min mengatakan bahwa ia sudah tahu semuanya dan berbalik menanyakan apakah Yoon-Sung tahu rencana Hwa-Ja untuk menghentikan CEO Kang dari jabatannya. Hyun-Min menambahkan bahwa ia tahu Yoon-Sung sedang bersama Hwa-Ja pada saat CEO Kang pingsan. Yoon-Sung kaget Hyun-Min sudah mengetahui semuanya.

Sudah tidak bisa bersabar lagi, Hyun-Min meraih kerah Yoon-Sung dan menanyakan apakah sejak dari awal ia sudah berniat untuk melakukan hal tersebut. Yoon-Sung tidak terima dan mengatakan bahwa CEO Kang menghabiskan seluruh hidupnya untuk membangun perusahaan hingga menjadi seperti sekarang.

“Jadi kamu akan menyingkirkannya sekarang?” bentak Hyun-Min.

“Kalau begitu kenapa kamu tidak berusaha untuk melindungi posisinya?” jawab Yoon-Sung, tidak kalah lantangnya. Ia melanjutkan, “Apakah kamu pikir posisinya dapat melindunginya sendiri?”

“Tentu saja, karena itu posisi kakek,” ujar Hyun-Min.

“Jangan berkhayal. Kamu masih tidak tahu berapa banyak orang yang menginginkan posisi ini? Ini adalah tipe posisi yang bisa diambil alih oleh siapa saja dan kapan saja. Orang lain bisa mengambil posisi ini sebelum kamu sempat untuk duduk di kursi ini. Kamu masih memanggil dirimu sendiri pewaris ketika kamu bahkan tidak tahu bagaimana cara melindungi posisinya? Fakta itu saja sudah cukup untuk mencoretmu dari posisi ini.” respon Yoon-Sung.

Yoon-Sung melangkah pergi. Hyun-Min mencegahnya, dan berkata dengan tegas, “Kalau begitu aku hanya perlu untuk membuktikannya. Aku akan tunjukkan bagaimana hebatnya aku melindungi hal-hal yang memang menjadi milikku.”

12

13

14

Melihat Ji-Woon yang sedang tertidur, Ha-Won membangunkannya dengan alasan ia nanti jadi gendut dan kondisi tubuhnya tidak baik untuk operasi. Meski kesal Ji-Woon mengalah. Ha-Won lantas menghidupkan TV dan mereka berdua kaget karena ternyata sedang dibacakan berita mengenai rencana rapat pemegang saham dengan agenda pemberhentian CEO Kang.

Di mansion, Seo-Woo yang baru menerima SMS untuk menghadiri rapat pemegang saham mempertanyakan hal tersebut pada Hyun-Min. Hyun-Min pun menceritakan apa yang terjadi, termasuk bahwa saat ini kondisinya genting bagi CEO Kang dan pihak lain yang ‘berkhianat’ adalah Yoon-Sung. Seo-Woo kaget dan tidak percaya mendengarnya. Hyun-Min lalu berbagi tugas dengan Seo-Woo, dan memintanya sebisa mungkin mempertahankan posisi CEO Kang sampai ia tersadar. Seo-Woo menyetujuinya.

Esok harinya, Hyun-Min mendatangi pemegang saham dan meyakinkan mereka untuk tetap berada di sisi CEO Kang. Ia juga meminta mereka untuk percaya kepadanya, meski mungkin sulit bagi mereka untuk melakukannya.

“Aku ingin melindungi Haneul Group yang merupakan milik kalian semua, tidak hanya milikku dan milik CEO.”

Di butik, Hye-Ji galau memikirkan Hyun-Min dan semua yang telah ia lakukan untuknya. Tak sengaja ia mendengar berita tentang Hyun-Min yang akan maju sebagai salah satu calon penerus perusahaan. Ia segera meminta ijin untuk pergi keluar sebentar. Hyun-Min sendiri sedang menemui kakeknya di rumah sakit.

“Aku sudah berusaha keras. Kakek, kamu sebaiknya memujiku begitu kamu sudah bangun.”

15

16

17

Usai menemui CEO Kang, Hyun-Min bertemu dengan Ji-Woon. Ji-Woon menyerahkan surat kuasa atas dukungannya terhadap Hyun-Min, karena ia juga salah satu pemegang saham. Hyun-Min kaget menerimanya. Ji-Woon mengatakan bahwa operasi tidak akan berarti apabila CEO Kang tahu posisinya telah dikudeta.

“Pastikan kamu benar-benar melindunginya besok,” pinta Ji-Woon.

Hong Ja-Young (Cho Hye-Jung) yang baru saja gajian mengajak Seo-Woo untuk makan pizza. Seo-Woo lantas curhat mengenai apa yang terjadi dan kegundahannya karena merasa tidak bisa membantu apa-apa. Ja-Young kemudian menyarankannya untuk bernyanyi demi mendukung yang lain, karena dukungan itu yang pasti dibutuhkan oleh semua orang yang sedang berjuang. Seo-Woo senang mendengarnya, sekaligus heran bisa-bisanya ia berpikir untuk bertemu Ja-Young di saat seperti ini. Giliran Ja-Young yang jadi senang mendengarnya.

Hyun-Min tiba di mansion dan mendapati Hye-Ji sedang menunggunya. Ia memintanya untuk pulang dengan alasan hari ini ia merasa capek.

“Kamu bisa berhenti sekarang. Kamu tidak perlu lagi untuk merasa bersalah.” ujar Hye-Ji. “Kepada kakakku, juga kepadaku.”

Hyun-Min teringat kembali kecelakaan yang menyebabkan kakak Hye-Ji meninggal dan bagaimana ia berlari meninggalkannya karena ketakutan. Hye-Ji menambahkan bahwa itu semua bukan kesalahan Hyun-Min. Hyun-Min tidak tahu harus berkata apa, memilih untuk masuk ke kamar dan meninggalkan Hye-Ji, yang mulai menangis.

Tak lama kemudian Hyun-Min kembali menemui Hye-Ji.

“Ini berat bagiku. Aku harus melindungi kakek dan perusahaannya sekarang, tapi aku tidak pernah sekalipun melindungi sesuatu yang menjadi milikku. Aku tidak bisa melindungi apa yang paling berharga untukmu. Dan yang aku rasakan adalah segala yang ku lakukan telah menyakitimu, membuatku semakin sedih. Itu sebabnya aku mendorongmu pergi dan menutup hatiku untukmu. Tapi aku tidak akan melakukannya sekarang. Aku salah telah lari darimu sebelumnya.” ucap Hyun-Min.

“Sekarang, aku akan melindungi dengan layak.” lanjut Hyun-Min sembari menghampiri Hye-Ji dan menciumnya.

18

19

20

Ji-Woon menanyakan pada Ha-Won yang baru saja masuk ke kamarnya, bagaimana jika seandainya terjadi sesuatu pada dirinya besok pada saat operasi. Ha-Won memukulnya, memintanya untuk tidak membicarakan hal-hal semacam itu. Ji-Woon lantas bercerita tentang saat pertama mereka bertemu di krematorium, yang merupakan hari peringatan kematian ibunya. Ha-Won kaget karena saat itu juga hari peringatan kematian ibunya.

“Malam ini adalah malam terakhir,” ucap Ji-Woon, sembari memberi tanda agar Ha-Won berbaring di sebelahnya. Ia lalu menceritakan berbagai macam hal yang ingin ia lakukan bersama Ha-Won. Ji-Woon kemudian menyinggung masalah permintaan yang dulu dijanjikan akan dikabulkan oleh Ha-Won, pada saat Ji-Woon berhasil menemukan kalungnya. Ha-Won lantas menanyakan permintaan Ji-Woon.

“Kencan bersamamu,” jawab Ji-Woon, “Sekarang”.

[socialpoll id=”2391058″]

Supaya Ji-Woon bisa kabur dari rumah sakit, Ha-Won mengalihkan perhatian para suster yang berjaga dengan membawakan mereka oleh-oleh. Saat itulah Ji-Woon mengendap-endap di lantai melewati mereka 😀 Apesnya, usai berganti pakaian dan begitu keluar dari lift, yang ada di depan lift adalah beberapa orang dokter dan perawat. Setelah saling bertatapan dengan Ha-Won, Ji-Woon pun mengajaknya untuk lari meninggalkan mereka.

Kencan keduanya dimulai. Mulai dari berjalan di taman, foto ala alay, nonton bioskop sambil bergandengan tangan, hingga melihat-lihat ikan di aquarium. Usai makan di pinggir jalan, mereka hendak menyeberang jalan untuk melanjutkan perjalanan. Karena ponsel Ha-Won tertinggal, Ji-Woon kembali untuk mengambilkannya, sementara Ha-Won lanjut menyeberang. Lampu penyeberangan kembali berganti merah sebelum Ji-Woon sempat menyusul Ha-Won. Ia pun melambaikan tangannya pada Ha-Won, yang dibalas Ha-Won dengan senyuman.

“Kang Ji-Woon…”, ujar Ha-Won perlahan. “Jangan kaget jika aku tidak ada di sana setelah kamu bangun dari operasi. Aku minta maaf.”

“Aku tidak bisa mendengarmu,” teriak Ji-Woon.

“Aku bilang, aku mencintaimu,” balas Ha-Won.

Lampu penyeberangan berganti hijau. Ji-Woon segera berlari ke seberang dan memeluk Ha-Won dengan erat. Lalu menciumnya.

21

22

23

Kembali ke rumah sakit, Ji-Woon menggenggam tangan Ha-Won yang sudah tertidur.

“Jangan khawatir. Aku pasti akan kembali ke sisimu.” janji Ji-Woon.

Hari berganti. Hyun-Min sedang bersiap untuk pergi ke kantor saat SMS dari Hye-Ji masuk, menyemangatinya untuk melindungi kakeknya, sama seperti ia berjanji untuk melindunginya. Hyun-Min tersenyum membacanya.

Choi Yoo-Na (Ko Bo-Gyeol) ngedumel pada ibunya, Park Soo-Kyung (Choi Eun-Kyeong), yang mengajaknya jalan jauh-jauh ke pasar hanya untuk membeli kecambah. Soo-Kyung beralasan harganya lebih murah daripada di supermarket, selain itu hitung-hitung mereka juga berolahraga. Karena Yoo-Na terus mengomel, Soo-Kyung ganti memarahinya karena dipecat dari pekerjaan paruh waktunya karena bermalas-malasan dan ketahuan tidur 😀 Soo-Kyung pun mengingatkannya agar bisa mandiri karena ayahnya saat ini sedang bekerja keras untuk mencari uang dan ia tidak bisa terus menyusahkannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Entah ada kabar apa, yang jelas Soo-Kyung tampak kaget mendengarnya.

Operasi Ji-Woon segera dimulai. Ha-Won menggenggam tangan untuk memberinya semangat. Sementara itu, rapat pemegang saham dimulai dan langsung masuk pada pengambilan suara untuk menentukan apakah CEO Kang akan diganti atau tidak. Usai Yoon-Sung memasukkan kertas suaranya, Hwa-Ja memberinya selamat atas hasil kerjanya yang bagus. Yoon-Sung hanya terdiam.

24

25

26

Ji-Woon dan CEO Kang dibawa masuk ke dalam ruang operasi. Tak lama operasi pun berlangsung. Entah apa yang terjadi, namun tiba-tiba mesin operasi berbunyi dan kondisi di dalam mulai panik. Beberapa orang dokter / asisten dokter kemudian terlihat berlari masuk ke dalam ruang operasi, melewati Ha-Won yang mulai tampak kebingungan…

Preview Episode 16

» Sinopsis ep 16 selengkapnya

Reply