Sinopsis 7 First Kisses Episode 7 (25 Desember 2016)

Di sinopsis 7 First Kisses episode sebelumnya, Min Soo Jin (Lee Cho Hee) menjalani ‘kencan pertama’ ala drama korea bersama dengan Ok Taecyeon. Mulai dari bertemu saingan cinta yang judes, calon ibu mertua yang nyinyir, serta pasangan yang merupakan calon pewaris perusahaan super tajir. Kalau sebelumnya Soo Jin yang berusaha untuk tidak dicium, kali ini giliran Soo Jin yang ingin buru-buru dicium karena tidak tahan menghadapi drama asmara semacam itu. Di saat ia sudah luluh dengan ketulusan Taecyeon dan menerima hidup semacam itu, waktu berputar kembali. Apa yang kira-kira akan terjadi di sinopsis drama korea First Kiss For The Seventh Time episode 6 berikut ini?

Dok. gambar dan video © Naver (Web Drama) of Korea Selatan

Sinopsis Episode 7

Episode 7: How To Fall In Love With Celebrity

Soo Jin ternyata diminta untuk menjadi bintang iklan bersama dengan Lee Jong Suk. Pikirannya melayang kemana-mana sampai-sampai sutradara berniat untuk menggantikannya apabila ia memang tidak bisa melakukannya.

“Ini pertama kali baginya jadi wajar saja jika ia gugup,” bela Jong Suk.

Pak sutradara menyetujui ucapan Jong Suk. Syuting pun segera dimulai. Mereka berdua diminta untuk berjalan layaknya sepasang kekasih yang sedang jalan-jalan di mall.

“Aku tidak percaya aku bergandengan tangan dengan Lee Jong Suk,” ucap Soo Jin girang dalam hati.

Saking girangnya, tanpa sadar ia berjalan dengan langkah-langkah kecil seperti anak kecil yang baru belajar berjalan. Sutradara segera menghentikan syuting sementara Jong Suk tersenyum melihat tingkat Soo Jin.

“Soo Jin, apa kamu baru saja belajar berjalan?” tanya sutradara kesal, “Pernahkah kamu bergandengan tangan dengan seorang pria sebelumnya?”

“Kita akan coba lagi,” potong Jong Suk sembari tersenyum.

Ia lantas merangkul Soo Jin perlahan untuk menenangkannya seraya berkata, “Cobalah untuk santai.”

Adegan selanjutnya Soo Jin kembali bikin ulah. Saat Jong Suk memakaikan kalung ke lehernya, reaksi Soo Jin bermacam-macam. Mulai syok, geli, hingga sesak nafas. Pak sutradara jadi stress melihatnya.

“Ini tidak akan berhasil. Kita harus menggantinya,” ujar sutradara pada Jong Suk.

“Bagaimana kalau kita rehat sejenak?” usul Jong Suk.

Sutradara menyetujuinya. Jong Suk lantas mengajak Soo Jin untuk ngobrol berdua.

“Aku rasa kamu akan berkurang gugupnya jika kamu lebih mengenalku,” ujar Jong Suk seraya memberikan segelas kopi pada Soo Jin.

“Benar. Aku bukan lagi wanita yang pemalu dan ceroboh,” ucap Soo Jin dalam hati, “Aku bertindak sedemikia bodoh di dekat Lee Joon Gi, Park hae Jin, Ji Chang Wook, Kai, dan Ok Taecyeon. Tapi tidak kali ini.”

Dengan penuh gaya Soo Jin lantas meletakkan kaki kanannya di atas kaki kirinya seraya mengucapkan terima kasih. Jong Suk tersenyum kagum melihatnya.

“Kamu tiba-tiba berubah. Kamu sedang berpura-pura?” tanya Jong Suk.

“Oh, tidak, maaf,” jawab Soo Jin, kembali canggung dan kembali menurunkan kakinya.

“Well, bolehkan aku meminta bantuan?” tanya Jong Suk.

“Bantuan macam apa?” tanya Soo Jin heran.

“Mari kita saling mengenal satu sama lain,” jawab Jong Suk sambil mendekatkan wajahnya ke arah Soo Jin.

“Ia juga tertarik padaku seperti yang lainnya,” respon Soo Jin dalam hati. “Aku sungguh berharap aku bisa mengencani Lee Jong Suk. Apakah ini bakal terjadi kali ini?”

“Tidak ada ciuman,” bentak Soo Jin tiba-tiba.

Jong Suk kaget mendengarnya dan reflek memundurkan kembali wajahnya, lantas tertawa melihat Soo Jin yang jadi salah tingkah sendiri.

“Kenapa kamu tiba-tiba bilang tidak ada ciuman?” tanyanya.

“Yah, tidak ada alasan untuk itu. Aku berada dalam situasi ini, kamu lihat…”

“Ini akan membantu akting kita dalam iklan. Beginilah caranya kita saling mengenal satu sama lain,” jelas Jong Suk.

“Tentu saja kita harus saling menenal satu sama lain,” respon Soo Jin, yang lantas memberikan nomer telponnya pada Jong Suk.

Meski agak heran, dengan tersenyum Jong Suk menuruti keinginan Soo Jin.

“Kamu sudah relaks sekarang?” tanya Jong Suk.

Soo Jin mengiyakan. Jong Suk pun mengajak Soo Jin untuk mencoba kembali syuting. Dan kali ini segalanya berjalan lancar sesuai keinginan sutradara. Masalahnya, melihat hasil syuting barusan yang cukup baik, sang sutradara berniat untuk menambahkan satu adegan lagi yang sebelumnya sudah mereka hapus. Setelah berpikir sejenak, Jong Suk menyetujuinya. Tanpa tahu adegan yang dimaksud, Soo Jin ikut mengangguk-angguk. Ia pun jadi terkejut begitu tahu adegan yang dimaksud adalah adegan ciuman.

“Haruskah kita berciuman beneran?” tanya Soo Jin khawatir.

“Tidak, itu hanya akting. Hanya adegan ciuman biasa. Tidak lebih,” jawab Jong Suk.

“Oh, jadi bibir kita takkan bersentuhan? Itu hanya seolah-olah kita berciuman, bukan?”

Belum sempat Jong Suk menjawabnya, asisten sutradara sudah mendatangi mereka dan memberitahu bahwa set adegan sudah siap. Dan yang ditakutkan Soo Jin benar terjadi. Saat adegan sudah berlangsung, Jong Suk baru memberitahunya bahwa mereka harus berciuman sungguhan agar akting mereka terlihat nyata. Soo Jin pasrah menghadapinya.

Soo Jin menarik nafas dalam, seraya melihat wajah Lee Jong Suk muncul di kartu ke-enam, kartu terakhirnya. Rekannya tiba-tiba meminta untuk bertukar shift besok karena ia ada kencan dengan pacarnya.

“Jangan minta aku untuk bertukar hari denganmu,” respon Soo Jin dingin.

“Ayolah. Bantu aku kali ini. Kamu kan tidak punya pacar,” sindir rekannya.

“Aku punya pacar,” respon Soo Jin tidak terima. “Aku bahkan punya ENAM pacar!”

Soo Jin berlari meninggalkan mereka dengan kesal. Tak lama ia terlihat sedang menyendiri dan meratapi apa yang sudah ia alami.

“Itu memang pengalaman yang hebat. Aku pergi berkencan dengan selebriti yang tidak mungkin akan pernah aku temui di kehidupan nyata,” gumamnya.

Seseorang tiba-tiba menyentuh pundaknya. Saat Soo Jin menoleh, Choi Ji Woo sudah berada di sampingnya.

“Well, ini semua belum berakhir,” ujarnya. “Apa kamu pikir akhirnya akan seperti ini setelah aku mengabulkan permintaanmu?”

“Lalu bagaimana?” tanya Soo Jin lega.

“Pilih salah satu selebriti yang kamu suka dan aku akan mengirimmu kembali di saat terakhir kamu bersamanya. Dari sana, kamu bisa memutuskan masa depanmu,” jelas Ji Woo.

“Aku hanya boleh pilih satu?” tanya Soo Jin memastikan.

Ji Woo mengiyakan. Soo Jin pun jadi kebingungan pria mana yang harus ia pilih.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply