Review Komik The Flash #22 (2017)

Di cerita sebelumnya, The Flash dan Batman mengikuti jejak pin Comedian melalui Speed Force dengan menggunakan Cosmic Threadmill. Perjalanan mereka ternyata terhenti di dunia Flashpoint, dimana Batman bertemu dengan ayahnya, Thomas Wayne. Setelah pertemuan singkat itu harus berakhir, mereka kembali melanjutkan mengikuti jejak pin Comedian. Dan kali ini yang muncul di hadapan mereka adalah Reverse-Flash! Apa yang akan terjadi selanjutnya di komik The Flash #22 yang merupakan bagian akhir dari arc “The Button” ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

“THE BUTTON” part four! The cataclysmic events of DC UNIVERSE: REBIRTH #1 continue here! The Dark Knight and The Fastest Man Alive, the two greatest detectives on any world, unite to explore the mystery behind a certain blood-stained smiley button embedded in the Batcave wall. What starts as a simple investigation turns deadly when the secrets of the button prove irresistible to an unwelcome third party—and it’s not who anyone suspects! It’s a mystery woven through time, and the ticking clock starts here!

Story: Joshua Williamson
Art: Howard Porter
Color: Hi-Fi
Letter: Steve Wands
Judul Edisi: The Button Part Four
Tanggal Rilis: 17 Mei 2017

The Flash segera menyadari bahwa yang ada di depan mereka adalah Reverse-Flash (Euthorn Thawne) dari masa lalu. Ingat, Reverse-Flash bisa menembus dimensi waktu. Ia mencoba mengingatkan Reverse-Flash untuk mundur karena ia tahu bakal seperti apa nasib Reverse-Flash nanti jika ia meneruskan niatnya untuk menyusuri jejak pin Comedian. Alih-alih mendengarkan, Reverse-Flash justru makin jumawa dan berjanji setelah itu bakal kembali lagi ke masa lalu Barry dan tidak hanya sekedar membunuh ibunya, melainkan akan membesarkan Barry sebagai anaknya sendiri, untuk membuat hidup Barry menjadi makin berantakan.

Sementara The Flash sibuk beradu argumen, Batman mencoba memberitahunya bahwa ada sebuah suara yang terus menerus memanggil nama Barry. The Flash tidak menghiraukannya, menyatakan bahwa ia sudah terbiasa mendengar suara-suara di dalam Speed Force.

Tiba di ujung jejak pin Comedian, Reverse-Flash langsung menantang siapa pun itu yang ada di sana. Tapi begitu sosoknya yang berwarna biru muncul, raut wajah Reverse-Flash berubah ketakutan dan sesaat kemudian ia pun tewas dengan kondisi seperti yang sudah kita lihat sebelumnya di bagian pertama arc “The Button” (baca: Batman #21).

Sementara itu, Cosmic Threadmill kembali hancur berkeping-keping. Untuk bisa keluar dari Speed Force, Batman meminta The Flash untuk mengikuti saja suara yang sedari tadi memanggilnya, karena mungkin hanya itulah satu-satunya jalan. The Flash menurut dan suara itu ternyata membawanya kepada… Jay Garrick!

Tanpa basa-basi Jay Garrick mendorong Batman dan The Flash hingga keluar dari Speed Force dan kembali lagi ke Bat Cave. Jay meminta The Flash untuk mencoba mengingatnya agar ia bisa kembali secara permanen di dunia itu (seperti yang terjadi pada Wally West di DC Universe Rebirth #1). Namun kali ini The Flash tidak berhasil mengingat dan menyebutkan nama Jay hingga Jay pun kembali menghilang ke dalam Speed Force.

Bruce Wayne dan Barry Allen berdiri di depan makam kedua orang tua Bruce. Barry mengatakan bahwa yang terjadi mungkin saja adalah akibat dari kematian Thawne. Bruce tidak menyetujuinya dan yakin masih ada hal lain di balik peristiwa yang baru saja mereka alami.

Malam harinya, Bruce dan Alfred memandang sinyal panggilan Batman dari mansionnya. Berbeda dengan biasanya, Batman kali ini tidak bergeming. Pikirannya kembali pada perkataan ayahnya, Thomas Wayne, sebelum mereka berpisah, yang meminta agar Bruce berhenti menjadi Batman.

Di Speed Force atau entah dimana, tempat terbunuhnya Reverse-Flash, sebuah tangan berwarna biru memungut pin Comedian yang tergeletak di tanah.


Tidak banyak jawaban misteri Rebirth di penghujung cerita arc “The Button”. Seperti yang sudah saya prediksikan sebelumnya, pada akhirnya kita hanya akan mendapat petunjuk mengenai siapa yang berada di balik misteri Rebirth. Dan dari warnanya sudah jelas itu adalah Doctor Manhattan. Walau pun begitu, edisi ini tidak sama sekali hambar. Saya tertarik dengan bagaimana Bruce nantinya menyikapi pesan dari ayahnya untuk berhenti menjadi Batman. At least, untuk kali ini dia sudah memulainya dengan tidak merespon Bat Signal.

Tema artikel yang berhubungan: , ,  pengertian speed force.

Reply