Review Komik Tekken #4 (2017)

Di cerita sebelumnya, Jin Kazama dan rekan-rekannya menuju Mishima Zaibatsu Research and Development Center yang ada di Tokyo untuk mengambil artifak 333 yang disimpan oleh Heihachi Mishima. Artifak 333 yang dimaksud selama ini ternyata adalah Angel, yang sengaja disekap untuk diserap kekuatannya dan nantinya akan digunakan oleh Heihachi untuk meningkatkan kekuatannya to the max. Heihachi yang mengetahui kedatangan Jin itu mengkonfrontasi cucunya. Setelah dengan mudah menaklukkan Ling Xiaoyu, dengan energi dari Angel yang mulai terkirim ke dalam tubuhnya, Heihachi bersiap untuk melakukan pertarungannya melawan Jin. Apa yang akan terjadi kemudian di sinopsis komik Tekken #4 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

Final issue of the smash hit comic series based on the iconic fighting game franchise!

Story: Cavan Scott
Art: Andie Tong
Color: Mauricio Wallace
Letter: Comicrafts’ Jimmy Betancourt
Judul Edisi: Blood Feud Part 4
Tanggal Rilis: 6 September 2017

Kazuya Mishima dan tangan kanannya, Anna Williams, tiba di kompleks gedung Mishima Zaibatsu Research and Development Center. Ia pun terkejut begitu merasakan keberadaan Angel di dalam sana.

Sementara Heihachi dengan energi Angel mulai menyerang Jin, Paul Phoenix, Nina Williams, Panda, dan Yoshimitsu menghadapi pasukan keamanan Heihachi. Tugas mereka makin bertambah berat dengan hadirnya Kazuya dan Anna. Paul yang menghadang Kazuya dalam sekejap berhasil dipatahkan punggungnya oleh Kazuya, sedang Anna menghembuskan nafas terakhirnya di tangan Nina, kakaknya sendiri. Namun sebelum menutup mata, Anna memerintahkan pasukan keamanan untuk melakukan tembakan ke arah Nina dkk. Hasilnya, Nina, Panda, dan Yoshimitsu menyusul Paul menemui ajalnya.

Kembali ke pertarungan Heihachi versus Jin. Tanpa disangka, energi Angel tiba-tiba menghilang begitu saja dari tubuh Heihachi. Angel menyatakan bahwa tidak mungkin bagi Heihachi untuk bisa menyerap kekuatannya. Ling yang ternyata sudah siuman tidak membuang waktu untuk melumpuhkan Heihachi yang sedang lengah karena kejadian tersebut.

Namun peristiwa tak terduga kembali terjadi. Bukannya berterima kasih karena sudah dibebaskan oleh Jin dan Ling, Angel justru baper, tidak terima dengan perlakuan yang ia terima dari Heihachi. Sembari membangkitkan kembali Nina, Anna, Paul, Panda, dan Yoshimitsu sebagai pasukan malaikat, ia menegaskan niatnya kini untuk memusnahkan semua anggota klan Mishima.

Jin yang awalnya pasrah dan hendak menerima begitu saja takdirnya di tangan pasukan malaikat, akhirnya tidak mampu lagi menahan iblis yang ada dalam dirinya. Apalagi setelah kedatangan Kazuya untuk membantu mereka menghadapi para pasukan malaikat. Setelah berubah menjadi iblis dan melumpuhkan mereka, ia membawa Angel keluar dari gedung dan menghadapinya seorang diri. Sesaat sebelum terjadi ledakan yang melenyapkan tubuh keduanya, Angel mengatakan bahwa Jin adalah satu-satunya orang yang bisa memutus rantai kutukan di klan Mishima.

Di saat yang hampir bersamaan, rekan-rekan Jin maupun Anna yang sebelumnya meninggal mendadak membuka matanya. Mereka pun melanjutkan hidup mereka seperti sediakala. Terkecuali untuk Nina, yang bertekad untuk mencari dan menemukan kembali Jin.


Well, ending yang terus terang agak mengecewakan. Seperti menonton film yang di saat klimaks tiba-tiba tokoh utamanya terbangun dan menyadari bahwa segala yang terjadi sepanjang durasi film hanyalah mimpi belaka. Saya sendiri tidak mengikuti cerita di game Tekken, khususnya Tekken 7 yang berkaitan dengan miniseri komik ini, namun dari respon beberapa pembaca, ending cerita di game tersebut juga sama-sama kentangnya dengan komik ini.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply