Review Komik Tekken #3 (2017)

Di cerita sebelumnya, Kayuza menemukan markas Jin di pegunungan Hida. Bersama dengan Anna dan pasukan android Jack, ia berhasil memaksa Jin dan yang lainnya untuk kabur meninggalkan tempat tersebut. Beberapa waktu kemudian, Paul, Panda, Jin, Nina, Yoshimitsu, dan Ling tiba di Kepulauan Usiyi, tempat dimana Artefak 333 yang dicari Jin disimpan. Namun ternyata, artefak tersebut sudah tidak lagi ada di sana. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik Tekken #3 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER

All-new comic series based on the iconic fighting game franchise!

Story: Cavan Scott
Art: Andie Tong
Color: Mauricio Wallace
Letter: Comicraft’s Jimmy Betancourt
Judul Edisi: Blood Feud Part 3
Tanggal Rilis: 26 Juli 2017

Kalah jumlah, Anna, Ling, dan Yoshimitsu kewalahan menghadapi pasukan android Alisa. Untunglah, tak lama kemudian Paul datang bersama Panda (atau dengan menunggangi Panda lebih tepatnya). Jin yang juga ikut dengan mereka berusaha untuk tidak ikut bertarung. Namun salah satu android Alisa yang menyerangnya memaksanya untuk merespon. Meski hanya satu pukulan, hal itu sudah cukup untuk membangkitkan kembali sosok iblis yang ada di dalam dirinya.

Sembari berusaha untuk tidak mendengarkan hasutan sang iblis, Jin mencoba menanyakan lokasi artefak 333 yang ia cari pada komputer. Tanpa diduga, tindakannya itu justru mengaktifkan protokol Hon-Maru yang mengunci tempat tersebut sekaligus menyebarkan gas beracun. Mereka kembali beruntung karena Ling mampu tanpa sengaja mengaktifkan kendaraan anti-gravity yang membawa mereka terbang keluar dari gudang arsip tersebut.

Sambil membawa kepala salah satu android Alisa yang berhasil ‘diselamatkan’ Nina, mereka pun kembali terbang sembari berusaha melacak keberadaan artefak 333 melalui komputer yang ada di dalam kepala android tersebut.

Di Mishima Zaibatsu HQ, Heihachi Mishima yang mendapatkan laporan mengenai sekelompok orang yang mencari artefak 333 meminta asistennya untuk mengatur agar orang-orang tersebut mendapatkan artefak 333.

Pelacakan yang dilakukan Jin dkk membawa mereka menuju Mishima Zaibatsu Research & Development Center di Tokyo, Jepang. Nina meminta Ling menemani Jin mencari artefak, sementara ia dan yang lainnya berusaha mengatasi para penjaga di sana.

Artefak 333 yang dimaksud selama ini ternyata adalah Angel. Jin berusaha untuk melindunginya, sementara Heihachi sebaliknya, berniat untuk mengekstrak kekuatan Angel dan menjadikannya miliknya. Sesaat setelah mereka berdua menemukan tempat Angel disekap, Heihachi muncul dan dengan mudah melumpuhkan Ling.

Pertarungan akhir pun segera dimulai, dengan Heihachi yang tanpa membuang waktu mulai mentransfer kekuatan Angel ke dalam dirinya.


Hal yang menarik di cerita ini adalah bagaimana seorang tokoh kebaikan (Jin Kazama) memiliki gen iblis (devil), sementara si tokoh jahat, Heihachi Mishima, justru menggunakan gen malaikat (angel). Berhubung saya sudah lama tidak main game Tekken, saya juga kurang tahu apa nanti hubungan cerita komik ini dengan cerita di gamenya, yang saat ini sudah mencapai seri ketujuh. Mungkin ada yang bisa membantu menjelaskan?

Tema artikel yang berhubungan: , ,  curcol komik.

Reply