Review Komik Tekken #1 (2017)

Ngomongin Tekken jadi inget jaman sekolah dulu, bela-belain bolos kursus buat main dingdong / video game Tekken di mall yang kebetulan cuma berjarak beberapa ratus meter dari tempat kursus. Udah gitu uang kursus bulanannya bukannya dibayarin malah dihabisin buat beli koin pula, hehehe. Pada masanya, game pertarungan 3D ini memang fenomenal. Terutama dengan banyaknya jumlah karakter yang bisa dimainkan serta aliran jurus masing-masing yang bervariasi. Favorit saya waktu itu adalah Paul Phoenix dan King.

Bertahun-tahun berlalu, franchise Tekken terbukti masih bisa bertahan di hati para penggemarnya. Saat ini, game Tekken sudah memasuki jilid ke tujuhnya. Saya sendiri sudah tidak mengikuti lagi jalan ceritanya, mengingat sudah hampir tidak pernah memainkannya, tidak seperti dulu lagi. Itu sebabnya, begitu minggu lalu membaca berita akan adanya komik miniseri Tekken terbitan Titan Comics, saya langsung antusias menanti. Siapa tahu tidak kalah kerennya dengan komik Street Fighter yang lebih dulu terbit.

Nah, seperti apa jalan cerita dari komik Tekken #1? Simak yuk sinopsis dan spoilernya di bawah ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER

All new comic series based on the iconic fighting game franchise!

Written by Cavan Scott (Doctor Who, Vikings) and illustrated by Andie Tong! This sensational new comic series will tap into Tekken’s rich history, and will feature memorable characters from the celebrated video game canon including Heihachi Mishima, Yoshimitsu, Nina Williams and Paul Phoenix.

Story: Cavan Scott
Art: Andie Tong
Color: Marcio Menyz
Letter: Comicraft’s Jimmy Betancourt
Judul Edisi: Blood Feud
Tanggal Rilis: 3 Mei 2017

Kyoto, Jepang. Ling Xiaoyu sedang bergegas menuju sebuah pesta bersama Panda saat sebuah mobil tiba-tiba hendak menabraknya. Berdua mereka berlari untuk menghindar, namun alih-alih lolos, mereka justru terpojok di sebuah gang, tepat di hadapan Anna Williams dan anak buahnya dari G Corporation. Ia menanyakan keberadaan Jin Kazama, yang dijawab tidak tahu oleh Ling.

Tiba-tiba, seorang pemabuk dengan selimut coklat berjalan sempoyongan menuju ke arah pasukan G Corporation. Lebih tak diduga lagi, ‘pemabuk’ tersebut ternyata adalah Paul Phoenix yang sedang menyamar. Tak lama, giliran Nina Williams yang datang ke TKP. Bertiga mereka pun mulai balik melawan Anna dan para anak buahnya.

Begitu mendapat celah untuk kabur, ketiganya segera pergi menuju sebuah tempat dimana sebuah helikopter telah menunggu. Paul ternyata bekerja bersama Nina untuk membawa Ling, sesuai dengan perintah seseorang. Kegagalan Anna menangkap Ling sendiri membuat Kazuya Mishima, bos G Corporation, geram dan nyaris lepas kontrol. Entah apa yang telah ia rencanakan, Anna meyakinkan bahwa meski Ling tidak berhasil ditangkap, semuanya masih berada dalam kendalinya.

Sementara itu, Ling, Nina, dan Paul tiba di pegunungan Hida. Ling sempat kaget begitu mendapati sudah ada King dan juga Yoshimitsu di sana. Terlebih lagi begitu ia tahu bahwa yang mengumpulkan mereka semua adalah Jin, orang yang sedang dicari-cari oleh G Corporation. Jin lantas memberitahu bahwa ia ingin agar mereka membantunya mengambil Artefact 333 yang tersimpan di arsip Mishima Zaibatsu, karena kemampuan artifak tersebut sangat berbahaya dan tidak boleh sampai jatuh ke tangan Heihachi Mishima, kakeknya.

Saat yang lain sibuk mendengarkan, Panda menggaruk-garuk tubuhnya dan sesuatu tiba-tiba terjatuh. Tanpa disangka, itu adalah alat pelacak milik G Corp. Dan benar, sesaat kemudian, dengan terlebih dahulu meledakkan tembok, muncullah Kazuya, Nina, dan sepasukan android Jack.


Saya sekilas membaca plot dari game Tekken 7 dan sepertinya tidak berhubungan dengan cerita komik ini. Mungkinkah yang ada di komik miniseri ini prekuelnya? Apapun itu, sejauh ini saya cukup menikmati cerita yang disajikan. Malah terasa terlalu singkat dan kurang panjang, saking serunya, hehehe. Bagi yang belum pernah memainkan gamenya atau tidak mengikuti jalan cerita di gamenya (seperti saya) rasanya tidak akan kesulitan untuk mengikuti cerita di komik ini karena latar belakang singkat masing-masing karakter utama sudah cukup menjelaskan peran mereka. Sayangnya, artwork bagi saya kurang nendang. Mungkin dari sisi pewarnaannya.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply