Review Komik Superman/Wonder Woman Annual #2 (2015)

Sebelum dimulai saya mau meralat angka 2016 di gambar di atas, harusnya adalah 2015. Kebetulan komik Superman/Wonder Woman Annual #2 ini dirilis mendekati pergantian tahun, sehingga saya sedikit ‘kepleset’ tanggalnya saat mengingat-ingat tanggal terbitnya, hehehe. Edisi tahunan dari seri komik Superman/Wonder Woman ini sendiri awalnya saya kira akan memuat cerita yang masih berhubungan dengan event Vandal Savage. Ternyata tidak. Kolaborasi Tomasi dan Champagne justru mengulik kisah hubungan asmara antara Clark Kent dan Diana yang secara mengagetkan cukup menarik untuk disimak. Uniknya, masing-masing ‘chapter’ cerita ditulis dan digambar oleh penulis dan artis yang berbeda, sehingga memberi nuansa yang berbeda pula dengan edisi reguler yang terbit tiap bulan. Ya udah, gaes, langsung simak aja deh sinopsisnya di bawah ini. Selamat menikmati 🙂

Sinopsis Komik

supermanwonderwoman_annual2

Forged in the fires of battle, their union is one the world fears and hates—and some have tried to tear it asunder! Now witness the trials of the romance of Kal and Diana, and how it all came to be. See the first kiss and last breath of Superman and Wonder Woman in this epic tale that recounts the most dangerous love story of all.

Tanggal Rilis: 30 Desember 2015

Beginnings and Ends

Story: Peter J. Tomasi, Keith Champagne
Art: Marco Santucci, Michel Lacombe
Color: Beth Sotelo

Di suatu waktu (tidak jelas apakah di masa depan atau di masa sekarang) di Smallville, Clark Kent sedang mengenang masa lalu dengan membuka album foto yang berisikan gambar-gambar kedua orang tua angkatnya, Jonathan dan Martha Kent. Ingatannya kembali ke masa-masa awal ia dan Diana dimabuk cinta. Juga ketika ia menyempatkan diri untuk berziarah ke makan kedua orangtuanya itu, untuk ‘laporan’ jika saat itu ia sudah memutuskan untuk membuka hatinya pada Diana. Ciee.

Sesaat sebelum meninggalkan rumahnya (makam kedua orang tuanya ada di halaman belakang rumah), Superman sempat mengambil sesuatu dari dalam laci lemarinya.

Taking A Breath

Story: Keith Champagne
Art: Chriscross
Color: Leonardo Olea

Di Atlantis, Superman dan Wonder Woman berkunjung ke istana Aquaman dan Mera untuk makan malam bersama. Usai dinner, Mera dan Diana pergi meninggalkan Clark dan Aquaman untuk sesi curhat sesama wanita. Yah, untuk apa saja yang dibahas mereka berdua bisa dibaca sendiri di komiknya untuk lebih detilnya. Tapi pada dasarnya, (1) Mera sudah mengetahui hubungan Superman dengan Wonder Woman; (2) Diana cinta pada Clark, tapi masih bimbang dengan kelangsungan hubungan mereka; dan (3) Mera menjelaskan bahwa segala perbedaan pasti dapat teratasi dengan cinta. Ciee.

Unsaid

Story: K. Perkins
Art: Ken Lashley
Color: Pete Pantazis

TKP berpindah ke sebuah wilayah di Pakistan bernama Shimshal. Tanpa ada angin maupun hujan, tiba-tiba muncul demigod Dichara yang menyerang dua orang warga yang sedang menggembala domba. Untungnya hadir Superman dan Wonder Woman yang menyelamatkan kedua orang tersebut. Dichara sendiri ternyata baru saja nyolong pedang milik Hephaestus dan Diana diperintahkan Olympus untuk merebutnya kembali sembari menggelandang si pencoleng itu.

Babak pertarungan ini memang bisa dimenangkan dengan mudah oleh pasangan superhero favorit kita. Namun sesaat sebelum Wonder Woman membawa Dichara kembali, Dichara sempat mengucapkan kalimat yang membuat Clark gundah gulana.

Yes, Diana. After all, as a warrior, I bow to you.

Malam harinya, di apartemen Clark, terlihat ia sedang memegang kotak kecil berisikan cincin. Sesaat setelah ia menyimpannya kembali ke dalam laci, Wonder Woman datang. Clark segera menanyakan perihal perkataan Dichara sebelumnya, dan Diana pun akhirnya mengaku bahwa ia telah menjadi God of War alias dewi perang, menyusul kematian Ares saat melawan First Born.

Dan Superman pun kalap mengetahui bahwa Wonder Woman telah menyimpan rahasia dari dirinya. Apalagi mengingat bahwa kini Diana telah menjadi God of War, yang menurut opini Clark, tidak mungkin bagi Diana untuk bisa memadukan antara perang dan cinta. Wonder Woman sendiri meyakinkan Clark untuk tenang saja dan membiarkan hubungan mereka berjalan seperti biasanya.

Vulnerable

Story: Sholly Fisch
Art: Matthew Clark, Sean Parsons
Color: Jessica Kholinne

Meloncat ke waktu beberapa saat ke depan, setelah Superman mendapatkan jurus solar flare (dan sepertinya juga setelah event Vandal Savage usai jika menyimak rambut Clark yang sudah mulai gondrong kembali), Clark dan Diana sedang bersiap untuk makan malam romantis. Namun saat hidangan siap, Diana sudah berganti kostum Wonder Woman dikarenakan ada ‘tugas’ mendadak yang berkaitan dengan jabatannya sebagai God of War. Clark yang ingin ikut membantu ditolak mentah-mentah oleh Diana, demi untuk melindungi Clark yang kekuatannya masih belum pulih 100% pasca mengeluarkan jurus solar flare untuk mengalahkan Galactic Golem beberapa jam sebelumnya.

Saat Wonder Woman menjalankan tugasnya, Clark menunggu sembari berpikir. Dan begitu Diana kembali, Clark pun mengutarakan uneg-unegnya, bahwa ia tidak bisa diginiin, hehehe (kayak Nassar). Intinya, menurut Clark, sebagai pasangan, seharusnya mereka saling mempercayai dan saling membantu satu sama lain. Ia menganggap keputusan Wonder Woman untuk bertarung sendiri adalah karena Diana tidak percaya bahwa Superman dapat membantunya, meskipun saat sedang tidak memiliki kekuatan sekalipun. Diana sendiri tidak menyesali apa yang telah ia lakukan karena ia juga menganggap tindakannya benar. Dan sebagai pasangan, sudah sewajarnya jika ia melakukan hal tersebut kepada orang yang dicintainya. Ciee.

Pada akhirnya, Clark menunda keputusannya untuk melamar Diana dan menyimpan kembali cincin yang telah ia bawa sebelumnya.


Hal yang paling membingungkan dalam cerita ini sebenarnya adalah masalah waktu kejadian. Okelah untuk tiga chapter pertama titik lini masanya cukup jelas, tapi untuk chapter terakhir agak bikin puyeng. Apakah benar setelah event yang berkaitan dengan Vandal Savage (arc Savage’s Dawn untuk saat ini) berakhir? Tapi jika di bagian tersebut rambut Clark sudah gondrong, kenapa saat berada di rumah dan membuka album foto rambutnya sudah cepak kembali? Mengingat saat penggundulan rambut Clark (semi gundul sih istilahnya kalau kata orang salon) pada event Truth adalah penanda momen penting dalam cerita Superman, rasanya tidak mungkin kalau ia ‘menyepakkan’ diri untuk yang kedua kalinya. Puyeng.

But eniwei, issue ini cukup menarik, tidak hanya sekedar flashback ke kisah asmara Superman dan Wonder Woman di masa lalu, melainkan juga membeberkan kisah-kisah yang selama ini belum terekspos ke publik. Dari sini saya akhirnya bisa sedikit memahami kenapa Clark kesal dengan Diana yang diam-diam membantunya menyelamatkan teman-temannya yang disandera A.R.G.U.S. Tapi tetep aja sih, pendapat saya kalau Clark sekarang berubah jadi nyebelin tidak berubah, hehehe.

Oh ya, satu kesalahan FATAL dari pihak DC adalah, pada saat chapter Unsaid yang mengambil lokasi di Pakistan, tertulis bahwa penduduk Pakistan menggunakan bahasa Pakistan! Faktanya, bahasa utama di Pakistan adalah bahasa Urdu, dan sebenarnya tidak ada yang namanya bahasa Pakistan. Entah siapa yang bertanggung jawab atas hal ini. Meski hal kecil, masalahnya ini bukan kesalahan sepele karena berkaitan dengan fakta di dunia nyata. Semoga tidak lagi ada kesalahan-kesalahan fatal seperti ini di kemudian hari.

Reply