Review Komik Superman: American Alien #3 (2016)

Kisah origin alternatif dari Clark Kent a.k.a Superman berlanjut di edisi ketiga dari mini seri komik Superman: American Alien. Jika pada edisi perdana kita disuguhkan kisah masa kanak-kanak Clark dan diikuti dengan kisah masa ABGnya di issue kedua, kali ini Landis membawa kita pada masa remaja (tingkat mahasiswa) Clark. Seperti apakah itu? Apakah kembali lagi hadir cerita yang mengejutkan dan tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya? Cekidot aja lah pokoknya di sinopsis komik Superman American Alien #3 di bawah ini.

Sinopsis Komik

supermanamericanalien3

When his plane crash-lands in the middle of the ocean, 21-year-old Clark Kent finds himself at a raging party on a massive yacht and is mistaken for the guest of honor: billionaire playboy Bruce Wayne!
Illustrated by Joëlle Jones (Mockingbird, Ladykiller), the third issue of SUPERMAN: AMERICAN ALIEN is sure to have everyone talking!

Story: Max Landis
Art: Joelle Jones
Color: Rico Renzi
Judul Edisi: Parrot
Tanggal Rilis: 13 Januari 2016

Dalam perjalanannya menuju Bahama, pesawat yang dinaiki Clark Kent mengalami kerusakan dan terjatuh ke laut. Tentu saja ia berhasil selamat (dan juga berhasil menyelamatkan si pilot). Namun kejutan besar menanti ketika sebuah kapal pesiar menghampirinya dan ia pun naik ke atas kapal tersebut. Ternyata itu adalah kapal milik Wayne Enterprise dan di dalamnya sedang berlangsung pesta untuk merayakan ulang tahun Bruce Wayne. Bukan itu saja kejutannya. Karena sejak umur 12 tahun Bruce tidak pernah lagi nongol ke publik, semua tamu pesta — yang saya yakin nama-namanya sudah pada kenal — mengira bahwa Clark adalah Bruce!

Ya, semua orang, kecuali seorang wanita berambut merah yang menyatakan bahwa ia tahu Clark bukanlah Bruce. Namun ia menyarankan agar Clark berpura-pura untuk menjadi Bruce agar penumpang lain tidak curiga dan urusannya tidak menjadi panjang. Dan begitulah, Clark pun asyik menikmati perannya sebagai Bruce tanpa kesulitan.

Di belakang aksi hura-huranya, hubungan Clark dengan sirama (si rambut merah) semakin intim dan berujung pada hubungan asmara di ranjang. Hingga suatu saat, saat sedang dalam kondisi mabuk dan sedang berjalan menuju kamar mandi, Clark bertemu dengan Deathstroke yang menunggu untuk membunuhnya. Ternyata ia pula yang meracuni minuman Clark hingga ia dalam keadaan teler. Deathstroke sendiri datang atas perintah dari mafia Carmine Falcone. Yang jadi masalah, ia diutus untuk membunuh Bruce Wayne, bukan Clark.

26_12

Alhasil, Deathstroke kebingungan dengan serangan-serangannya yang tanpa kesulitan diterima begitu saja oleh Clark tanpa melukainya sedikit pun. Dan yang lucu, Clark menghajarnya hanya dengan cara menyentilnya dengan jari tangan hingga terlempar keluar kapal, wkwkwk.

26_18

Saat kapal berlabuh, Clark dan sirama pun memutuskan untuk berpisah. Clark memang sudah memintanya untuk ikut serta, tapi sirama menolak karena dengan kekuatan yang dimiliki oleh Clark, ia sadar bahwa sampai kapan pun ia hanya akan menjadi bayang-bayangnya.

Di suatu tempat nun jauh dari pelabuhan, Bruce Wayne melihat rekaman kamera keamanan kapal pesiar dan mengamati Clark Kent dengan tampang jengkel.


Belakangan emang musimnya cameo muncul secara keroyokan. Tidak terkecuali di komik ini, ada banyak penampakan karakter terkenal di jagad DC yang tentunya bikin tambah seru ngebaca komiknya. Mulai dari Olliver Queen (Green Arrow), Sue Dibny, sampai Vic Zsasz (musuh Batman). Seru! Saya sampai lupa kalau sebenarnya model art seperti ini bukan selera saya banget. Ceritanya sendiri tidak banyak actionnya, tapi entah kenapa saya juga tidak masalah dengan hal tersebut. Mungkin karena cerita yang diangkat benar-benar berbeda dengan kisah-kisah Superman yang pernah ada. Great job, Mr. Landis!

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply