Review Komik Superman: American Alien #1 #2 (2015)

Kalau Batman punya mini seri keren yang saat ini masih ongoing, Batman: Europa, Superman juga punya. Judulnya Superman: American Alien. Direncanakan terbit dalam 7 issue, seri komik ini menceritakan tentang asal usul Superman / Clark Kent mulai dari ia kecil hingga dewasa dalam versi yang sedikit berbeda. Apakah ada hubungannya dengan karakter Superman yang eksis saat ini di era DC You? Sepertinya sih tidak, menurut saya hanya sekedar alternate reality atau what if (ala Marvel) story aja. Tapi ada juga sih yang bilang kalau ini flashback Superman versi Prime Earth. Yah untuk lebih pastinya baru bisa disimpulkan nanti ketika serial ini mencapai edisi terakhirnya. Untuk saat ini, kita simak dulu aja sinopsis dari dua edisi awalnya. Cekidot!

Sinopsis Komik Superman: American Alien #1

supermanamericanalien1

Hollywood screenwriter and Eisner Award nominee Max Landis (Chronicle, American Ultra, ADVENTURES OF SUPERMAN) joins forces with top comics artists including Jock, Francis Manapul and Jae Lee to bring you SUPERMAN: AMERICAN ALIEN, a 7-issue miniseries chronicling the life of Clark Kent and his development into the archetypal hero he will eventually become. But these are not the stories of the iconic “Superman” as you know him, but of the soft-spoken, charming, often-funny Kansas farm-boy behind the Man of Steel. With the tone of each issue ranging from heartwarming and simple, to frighteningly gritty and violent, to sexy, sun-kissed and funny, SUPERMAN: AMERICAN ALIEN is unlike anything you’ve seen before.

In this first issue, superstar artist Nick Dragotta (East of West, Fantastic Four) illustrates the story of Jonathan and Martha Kent as they struggle to deal with their 12-year-old son’s latest quirk—he’s been floating up into the air, sometimes hundreds of feet!

Story: Max Landis
Art: Nick Dragotta
Color: Alex Guimaraes
Judul Edisi: Dove
Tanggal Terbit: 11 November 2015

Cerita dibuka dengan adegan dimana tubuh Clark tiba-tiba melayang ke angkasa dengan Martha berusaha menahannya dengan cara memegang kakinya dan memintanya untuk memegang tangannya. Entah bagaimana hal itu bisa membuat Clark berhenti melayang. Tapi yang jelas, tiba-tiba kemampuan melayang Clark hilang dan mereka berdua terjatuh. Meski tampak lumayan tinggi titik awal jatuhnya, tapi terlihat mereka berdua tidak apa-apa. Justru Jonathan Kent yang sedang mencari mereka di ladang yang kakinya terluka terkena kaca (atau mungkin batu, tidak dijelaskan).

09_02

Keesokan harinya, Jonathan dan Martha memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Clark. Dari hasil analisa, secara fisik tidak ada yang aneh, hanya saja, dari dalam tubuhnya memancarkan gelombang radiasi magnetik. Dokter pun menyarankan agar mereka membawa Clark ke ilmuwan untuk diteliti, tapi baik Jonathan maupun Martha tidak mengiyakannya.

Di sekolah, Ross (Pete Ross?) mengajak Clark untuk nonton film bersama dengan teman-teman yang lain nanti malam. Salah satunya adalah Lana Lang. Lah kok ya kebetulan, film yang kemudian mereka tonton ternyata adalah tentang alien yang ditangkap dan dikurung untuk dianalisa di lab. Clark yang memang merasa bahwa ia bukan manusia biasa karena kemampuan-kemampuannya tiba-tiba tubuhnya melayang kembali dan mengagetkan orang-orang. Untung kali ini hanya sebentar saja dan begitu terjatuh ia segera meninggalkan TKP tanpa menghiraukan orang lain.

Jonathan yang menjemput Clark sempat akan memarahinya mengingat Clark sebelumnya telah menghancurkan tembok toilet karena membayangkan wajahnya sebagai alien di cermin. Namun kemudian ia membatalkan niatnya dan memutuskan untuk sejak saat itu membantu Clark menguasai kemampuannya. Mulai dari melemparkan Clark hingga mengangkutnya naik mobil dengan kecepatan tinggi dan mengerem mendadak agar kemampuannya untuk melayang bisa muncul. Namun semua itu masih gagal.

Ketika keduanya sedang beristirahat dan Martha pulang dari berbelanja, justru tiba-tiba tubuh Clark kembali melayang. Dan kali ini ia berada di ketinggiannya yang cukup lumayan sebelum akhirnya bisa berhenti. Jonathan yang kebingungan memutuskan untuk meminta bantuan tetangganya, Ben, yang punya pesawat terbang untuk membawa Clark turun. Caranya adalah dengan menggunakan pengait yang nantinya akan dikaitkan oleh Jonathan ke baju Clark pada saat
Ben membawanya ke angkasa dengan menggunakan pesawat.

Strategi ekstrim ini ternyata yah bisa dibilang berhasil. Jonathan memang sukses mengait baju Clark, tapi karena pengaruh kecepatan pesawat, kain baju tersebut robek. Clark? Entah pengaruh ketakutannya atau emosinya, berkat kejadian tersebut ia jadi menguasai ilmu melayangnya dan bisa terbang. Jonathan? Ia dimarahin Ben karena gara-gara kejadian tersebut pesawat mereka menabrak lumbung dan rusak.

09_20

Cerita ditutup dengan Clark yang dengan bersemangat menceritakan rencana-rencananya untuk mengajak Jonathan dan Marta berpergian (dengan terbang) kemanapun mereka mau dan pasangan orang tua angkat Clark tersebut hanya tersenyum menanggapinya.


Sinopsis Komik Superman: American Alien #2

supermanamericanalien2

After Smallville experiences its first violent crime in years, teenager Clark Kent is pressured by his best friend Pete Ross to take matters into his own hands in the second issue of SUPERMAN: AMERICAN ALIEN!

Renowned artist Tommy Lee Edwards (MAD MAX: FURY ROAD) illustrates this unflinching look at the boy behind the Man of Steel.

Story: Max Landis
Art / Color: Tommy Lee Edwards
Judul Edisi: Hawk
Tanggal Terbit: 16 Desember 2015

Kisah Clark berlanjut di masa SMA. Dibuka dengan ia yang sedang belajar bahasa Perancis dengan Lana. Sepertinya, gak tau ini penting atau gak, untuk saat ini keduanya masih sekedar berteman, walau masing-masing saling menunjukkan ketertarikan. Sesaat kemudian Pete datang menjemput Clark. Sebelum Clark pergi, Clark yang merasa masih terlalu jago bahasa Perancisnya (entah modus atau beneran) meminta Lana untuk mengajarinya sekali lagi sebelum ujian. Lana menyanggupinya dan memintanya untuk datang saja ke rumahnya besok malam, karena kebetulan orang tuanya sedang pergi keluar kota.

Di tempat lain, seorang penjahat bernama Owen dan dua rekannya, sebut saja penjahat 1 dan penjahat 2, mendatangi sebuah toko dan menghabisi semua orang yang ada di dalamnya. Belum jelas apa maksudnya karena cerita berpindah kembali ke Clark, Pete, dan Kenny yang sedang kongkow di sebuah tempat bertuliskan ‘No Trespassing’ (alias dilarang masuk). Saat mereka sibuk membully Clark yang punya kemampuan X-ray, datanglah sheriff Parker, mengabarkan adanya peristiwa pembunuhan di kota. Kebetulan om Pete, Howie, menjadi saksi mata kejadian tersebut dan sedang shok, sehingga sherif meminta Pete untuk menemaninya pulang. Clark sendiri diminta untuk menyimak TKP, untuk mengetahui apakah ada petunjuk dari pelaku pembunuhan, namun Clark dengan ragu-ragu mengatakan tidak ada apa-apa.

3_09

Usai mengantar Howie pulang, Pete yang mengetahui ada yang tidak beres dengan Clark memintanya untuk membantu mencari si pelaku kriminal. Meski awalnya Clark menolak, tapi kata-kata Pete yang menyuruhnya membayangkan apabila kejadian tersebut menimpa kedua orang tuanya, atau bahkan dirinya, akhirnya membuat Clark berpikir ulang.

Di sebuah peternakan, yang rupanya adalah milik ayah Owen, trio penjahat sedang berada di sana, ‘menyandera’ ayah dan ibu Owen serta adiknya. Ternyata ia tidak terima karena sebelumnya ayahnya mengusir dia dari rumah dan kini ia ingin membalas dendam. Sebelum keadaan bertambah genting, Clark datang dan masuk melalui pintu depan, sembari mencoba mengajak berkomunikasi. Namun si Owen bukan orang yang suka ngobrol karena ia langsung saja menembak Clark hingga terlempar keluar.

Clark yang untungnya masih bisa sedikit mengelak dari tembakan tersebut dan hanya terluka di bagian wajahnya, langsung membalas memukul Owen hingga terhempas ke dalam rumah. Lalu penjahat 1 muncul dan kembali menghujani Clark dengan tembakan. Kali ini Clark merespon dengan heat vision yang tidak hanya melumpuhkan penjahat 1, melainkan juga melelehkan kedua tangannya!

3_17

Penjahat terakhir muncul sambil membawa adik Owen dan mengancam untuk membunuhnya. Clark yang energinya terkuras sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi, namun untung Pete tiba-tiba muncul dan menghajar si penjahat 2 dengan sekop. Tim Clark + Pete win.

Di kantor polisi, sherif bingung dengan apa yang harus ia lakukan apabila kejadian tersebut menyebar ke publik. Namun ia tidak menahan Clark dan menyuruhnya pulang. Di rumah, Martha agak kesal dengan keputusan Clark untuk campur tangan dengan urusan polisi. Namun setelah sempat ngobrol berdua di atas atap pada saat sunrise (momen cie cie sih sebenarnya, cuman kok ibu anak ya), kondisi pun jadi kondusif kembali.


Sebagai edisi pembuka, Superman: American Alien #1 sukses mengangkat ekspektasi pembacanya. Termasuk saya tentunya. Jarang ada cerita asal usul Superman dengan latar ia masih berusia anak-anak. Dulu pernah ada sih, di Secret Origin kalau tidak salah, dimana mobil Bruce Wayne yang disopiri Alfred tiba-tiba mogok di dekat area perkebunan Jonathan Kent. Ketika Jonathan membantu memperbaikinya, Bruce kemudian berkenalan dan bermain bersama Clark. Saat itu juga Bruce sudah tahu mengenai kemampuan Clark yang di atas manusia normal. Hanya saja, ayolah, kelihatan seperti dibuat-buat kan ceritanya?

Kembali ke American Alien. Poin plus kedua bagi saya adalah bisa melihat Jonathan dan Marta yang masih muda. Ini juga jarang diceritakan. Tentang awal-awal mereka harus menghadapi kemampuan Clark yang tidak biasa dan beradaptasi dengannya. Alih-alih komik superhero, saya justru merasa ini bagai sebuah komik keluarga. Warm, funny, and lovely.

Berlanjut ke edisi #2, saya harus membaca dua kali sebelum benar-benar paham ceritanya. Bukan karena mbulet, tapi karena saya paling gak suka art yang model seperti di Superman: American Alien #2 ini. Just personal opinion, no offence buat om Tommy Lee Edwards yang sudah susah payah ngegambar, hehehe.

Di bagian kedua kita langsung meloncat ke masa remaja Clark Kent. Beberapa hal dapat disimpulkan, seperti beberapa kemampuan Clark lain yang sudah dikuasainya serta penduduk kota yang sebagian besar mengetahui dan turut menjaga rahasianya. Nah loh, jangan-jangan niru idenya Huck nih. Semoga bukan, yah. Another big reveal adalah ternyata Clark tidak punya ketahanan tubuh super seperti Superman. Ia memang super kuat, tapi tetap saja bisa berdarah, patah tulang, dan sebagainya. Tuh, jelas alternate reality nih kalau gini ceritanya.

Apakah masih terasa seperti komik keluarga? Entahlah, jujur saja, sulit bagi saya untuk memberi penilaian obyektif untuk edisi #2 ini karena pengaruh artnya. Bawaannya sudah puyeng dulu…

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply