Review Komik Superman #9 (2016)

Di cerita sebelumnya, prakarya Jonathan Kent (a.k.a Superboy) yang berupa sebuah piring terbang mini tiba-tiba menjadi tidak terkontrol dan entah apa sebabnya mengakibatkan Superman dan anaknya itu terlempar ke suatu tempat di kepulauan pasifik. Tempat yang ternyata merupakan salah satu medan tempur di masa Perang Dunia II itu tidak hanya berisi saksi bisu kekejaman Perang Dunia II, melainkan juga beraneka makhluk pra-sejarah yang masih eksis hingga saat ini. Dalam pencarian mereka terhadap piring terbang Superboy agar bisa kembali ke Fortress of Solitude, mereka bertemu dengan makam The Losers. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dapatkah Superman dan Superboy menemukan kembali jalan pulang? Apakah yang sebenarnya terjadi di kepulauan tersebut? Simak jawabannya di sinopsis komik Superman #9 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

superman_9

“RETURN TO DINOSAUR ISLAND” part two! Trapped on a strange island removed from time, Superman and Son encounter a lone survivor from the past. He may hold the key to their escape, but first they must survive the other denizens of the Island.

Story: Peter J. Tomasi, Pattrick Gleason
Art: Douh Mahnke (Pencils) / Jaime Mendoza, Trevor Scott (Inks)
Color: Wil Quintana
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Escape From Dinosaur Island Part Two
Tanggal Rilis: 19 Oktober 2016

Superman sedang menjelaskan tentang O.S.S. (Office of Strategic Service) pada Superboy ketika tiba-tiba seseorang datang dan menembaki mereka tanpa basa-basi. Tidak sulit bagi Superman untuk melumpuhkan orang tersebut, yang ternyata adalah Captain William Storm, pimpinan dari The Losers. Tidak seperti anak buahnya yang telah gugur, ia ‘berhasil’ selamat karena diserang dan dibawa oleh pterodactyl (burung pra sejarah) ke sarang mereka. Ia kemudian kabur dari sana dan kembali ke gua tempat mereka sebelumnya bermarkas. Sayangnya ia terlambat. Ia tiba dan mendapati semua rekannya sudah mati.

Setelah meminta bantuan pada Superman untuk memakamkan kembali rekan-rekannya, Storm membantu mereka berdua mencari keberadaan ‘kotak terbang’ yang dicari. Meski tidak tahu pasti, tapi Storm meyakini kotak itu mungkin berada di satu tempat, dimana ia tidak berminat untuk datang ke sana tanpa senjata. Saat hendak kembali ke gua untuk bersiap, Superman mendapati Superboy meringkuk di balik semak-semak. Ketika dihampiri, ternyata ia sedang menangis, takut memikirkan mereka tidak bisa kembali dan tidak akan bertemu dengan ibunya lagi. Superman meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja dan meminta Superboy untuk percaya kepadanya. Superboy mengiyakan.

Sebelum menemui Storm, Superman mengambil sebatang kayu dan menggunakan heat vision untuk mengukirnya menjadi kaki kayu bagi Storm. Sembari menunggu Storm mengenakan kaki kayu tersebut, Superboy menanyakan bagaimana Storm bisa kehilangan sebelah kaki dan juga sebelah matanya. Usai bersiap, Superman mengejak mereka untuk berangkat. Superman berencana untuk membawa Storm terbang bersamanya, namun tanpa diduga Storm punya kendaraan yang super keren: Pterodactyl.

Ternyata Storm tidak sekedar kabur dari sarang pterodactyl. Ia meyakinkan mereka bahwa dirinya tidak enak untuk dimakan, mengajarkan mereka untuk memburu mangsa lain yang lebih cocok dimakan, serta melatih mereka untuk menurut kepadanya. Ia bahkan memberinya nama, Myrna Loy, yang berasal dari nama seorang aktris ternama.

Mereka bertiga tiba di semacam pulau volkanik. Penunggu tempat tersebut, yang diyakini Storm menyimpan kotak yang dicari Superboy, sudah menunggu mereka, seekor gorila putih raksasa (Ultra Humanite?). Ternyata, di sebelah matanya terdapat semacam kristal, sama seperti yang ditemui oleh Superman dan Superboy saat melawan gurita raksasa sebelumnya (baca Superman #2). Dan layaknya penguasa, gorila albino tersebut juga punya pasukannya sendiri. Tanpa menunggu lama, ia langsung memerintahkan monster-monster pasukannya untuk menyerang Superman, Superboy, dan Storm.

Pertempuran pun berlangsung sengit. Superboy akhirnya menemukan kotak terbang miliknya. Setelah Superman mengambil kristal dari mata si gorila, ia memerintahkan Superboy untuk mengambil kotak tersebut. Begitu Superboy meraihnya, kotak tersebut langsung mengeluarkan cahaya. Sadar bahwa mereka akan segera terlempar kembali ke Fortress of Solitude, Superman mengajak Storm untuk ikut serta bersamanya sembari menggenggam kaki kayu Storm. Tanpa diduga, Storm menembak kaki kayu tersebut sehingga patah, lalu meminta Superman untuk meninggalkannya di sana karena baginya di sana adalah rumah.

Sesaat kemudian Superman dan Superboy berteleport kembali ke Fortress of Solitude. Secara misterius, kristal dari mata gorila serta kaki kayu milik Storm yang dipegang oleh Superman menghilang. Di suatu tempat, seseorang memegang kedua benda tersebut sembari menatap ke arah monster gurita bermata satu, yang mirip dengan yang sebelumnya dilawan oleh Superman dan Superboy.


Really love this issue. Sekilas memang terlihat seperti filler, tapi ternyata ada kaitannya juga dengan misteri Rebirth, entah apapun itu. Ada tiga hal yang saya suka di sini. Pertama adalah adegan Superboy yang menangis karena takut tidak bisa lagi bertemu dengan ibunya. Ini seolah mengingatkan kita bahwa meski Jon Kent sudah mengenakan kostum Superboy dan ikut berpetualang bersama ayahnya, ia tetap masih anak-anak berusia 10 tahun yang masih membutuhkan ibunya. Semoga saja hal seperti ini juga tetap ada nanti di seri komik Super Sons.

Momen berkesan kedua adalah kejadian-kejadian lucu saat Superman dan Superboy melawan pasukan gorila albino. Selama ini kita terbiasa membaca aksi-aksi Superman yang melulu bak bik buk. Selipan adegan konyol di sini, meski tidak banyak, memberi nuansa baru yang berbeda di dunia komik Superman. Poin ketiga adalah, siapa lagi kalau bukan Krypto. Yeah, suka banget dengan karakter ini. Di New 52 ia jarang sekali tampil. Semoga saja di Rebirth porsi penampilan Krypto terus ditambah.

Sekarang tinggal satu pertanyaan tersisa… siapa lagi itu yang berada di balik kejadian-kejadian yang berkaitan dengan gurita dan gorila? Masih Dr. Oz kah? Atau lain lagi?

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply