Review Komik Superman #31-#32 (2017)

Lanjut lagi dengan seri Superman yah. Arc kali ini, dalam edisi #31 dan #32, berjudul “Breaking Point”. Musuh yang harus dihadapi adalah Slade Wilson a.k.a Deathstroke, si pembunuh bayaran super handal. Tanpa diduga, seseorang membayarnya untuk membunuh Lois Lane. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, siapa orang yang berani nekat berniat untuk membunuh orang yang paling dicintai Superman? Temukan jawabannya di sinopsis komik Superman berikut ini, yuk 🙂

Sinopsis Superman #31

Lois Lane is after the interview of a lifetime. The subject of her Daily Planet article: Deathstroke the Terminator! Determined to get “inside the mind of a killer,” Lois follows a trail of bodies across the globe and comes face to face with the ultimate assassin. But the encounter turns deadly and, with Superman half a world away, the interview of a lifetime could cost Lois Lane her life! Don’t miss part one of “Breaking Point”!

Story: James Bonny
Art: Tyler Kirkham
Color: Arif Prianto
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: Breaking Point Part One
Tanggal Rilis: 20 September 2017

Lois Lane berniat untuk mewawancarai Carlos Gorzman, a.k.a The Grave Maker, bos bandar narkoba besar di wilayah Amerika Selatan. Namun rencananya urung terwujud karena Carlos dan anak buahnya sudah keburu tewas, dibantai oleh Deathstroke.

Kembali ke Metropolis, Lois mengajukan proposal pada Perry White untuk diperbolehkan melakukan ekslusif interview dengan Deathstroke (Slade Wilson). Dengan berat hati White meng-acc-nya. Pun demikian dengan Clark Kent (Superman), yang mengizinkan istrinya menemui Deathstroke asalkan ia mau membawa bekal sebuah stun gun khusus ciptaan S.T.A.R. Labs. Lois menyanggupi.

Di Praha, Lois sukses menemui sekaligus mewawancarai Deathstroke. Ia juga mengetahui sosok Cestus, yang tengah berusaha untuk mencari dan menangkap Deathstroke, walau Deathstroke sendiri tidak mau memberitahu alasannya. Komplotan Cestus sendiri sempat menyerang Lois, namun Superman berhasil menyelamatkannya, berkat stun gun Lois yang ternyata juga berfungsi sebagai pengirim sinyal bahaya pada Superman.

Artikel tentang Deathstroke telah dimuat di harian Daily Planet. Puas dengan kerja Lois, White memberikan cuti libur kepadanya. Sembari melangkahkan kaki menuju apartemen tempat tinggalnya, Lois melakukan video call dengan Clark. Tanpa disangka, Deathstroke tiba-tiba muncul di hadapannya dan tanpa banyak basa-basi menembakkan pistolnya.

Sinopsis Superman #32

The concluding chapter of “Breaking Point,” Deathstroke has come to Metropolis…and he’s got his sights set on Superman. Slade Wilson gives the Man of Steel an impossible choice: maintain his ideals and let the love of his life die, or save Lois Lane and become a killer himself. Will Deathstoke push Superman to his breaking point?

Story: James Bonny
Art: Tyler Kirkham
Color: Arif Prianto
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: Breaking Point Part Two
Tanggal Rilis: 4 Oktober 2017

Tembakan Deathstroke ternyata mengenai tubuh Superman, yang berhasil tiba tepat pada waktunya untuk melindungi Lois. Superman menanyakan siapa yang memerintahkan Deathstroke untuk membunuh Lois, namun Deathstroke tidak mau menjawabnya. Pertarungan di antara mereka pun tidak terelakkan.

Meski dari segi kekuatan Superman jelas di atas Deathstroke, tapi kostum baru Deathstroke punya fitur Gravity Sheath yang bisa menangkal semua serangan Superman dan bahkan mengembalikan energi serangan itu sendiri pada Superman. Superman yang tidak ingin membunuh Deathstroke terus berusaha untuk menghantamnya dengan pukulan-pukulan biasa, yang tentu saja hasilnya nihil.

Pada akhirnya Superman memang bisa melumpuhkan kostum Deathstroke, tapi Deathstroke berhasil kabur meninggalkannya.

Tiga hari kemudian, Lois dan Jimmy Olsen meliput sebuah gudang yang terbakar di pelabuhan. Superman yang juga hadir di sana untuk menjaga Lois kemudian masuk ke dalam terlebih dahulu untuk mematikan sumber api. Tanpa disangka, baru mulai memadamkan api, sudah muncul penampakan Deathstroke, bersama dengan Lois yang sudah menjadi tawanannya.

Dengan wajah Lois di ujung pistolnya, Deathstroke terus berusaha memprovokasi emosi Superman. Memegang teguh kode etiknya untuk tidak membunuh, Superman teguh pada pendiriannya dan menjaga emosinya. Tiba-tiba salah satu drum yang ada di gudang meledak dan melontarkan tubuh Deathstroke dan Lois ke laut.

Lois tersadar di sebuah ruangan dalam keadaan selamat. Ada Deathstroke berdiri tak jauh dari tempatnya. Mengira Deathstroke akan menghabisinya, dengan sigap Lois menyalakan stun gun yang ia bawa.

Tak lama kemudian Superman tiba di TKP dan mendapati Lois di sana. Deathstroke sendiri sudah pergi dari sana dan hanya meninggalkan pesan bertuliskan “Game Over” pada Superman di dinding. Superman pun menyadari bahwa sedari awal Deathstroke hanyalah berniat untuk mengujinya, menguji seberapa jauh ia akan bertindak untuk menyelamatkan orang yang ia sayang.

Deathstroke berada dalam sebuah mobil, berbicara dengan orang yang telah menyewanya untuk melakukan tugas pengujian pada Superman. Dan orang tersebut ternyata adalah Amanda Waller.


Terlepas dari apa yang ia lakukan, karakter Deathstroke maupun Slade Wilson terlihat keren di sana. Sudah ada yang menduga bahwa aksi-aksi Deathstroke belakangan ini merupakan pertanda kemunculannya di salah satu film DC. Terbukti, sosoknya hadir di adegan post credit film Justice League, dan kemungkinan besar bakal menjadi salah satu tokoh villain di Justice League Part 2.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply