Review Komik Superman #29-#30 (2017)

Kembali nyicil ketertinggalan seri review komik, kali ini ada arc “Fear Itself” di Superman edisi #29 dan #30. Penggemar Green Lantern kemungkinan bakal happy karena ada Sinestro dan Parallax yang jadi bintang tamu di arc ini. Seperti apa ceritanya? Cekidot langsung deh di sinosis komik Superman berikut ini.

Sinopsis Superman #29

This issue now features “FEAR ITSELF” part one! The writing team of Tomasi and Gleason are joined by co-writer Keith Champagne in a story that returns to their Green Lantern roots and asks the question “What scares Superman?”

Story: Keith Champagne
Art: Doug Mahnke (Pencils) / Jaime Mendoza, Scott Hanna, Rob Hunter (Inks)
Color: Wil Quintana & Tony Avina
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Fear Itself Part One: A Minute Longer
Tanggal Rilis: 16 Agustus 2017

Seorang bocah pria bertopi merah sedang bermain semacam permainan Pokemon Go ala DC ketika ia menemukan ‘seekor’ monster di bangunan milik Lex Corp. Mengira itu adalah salah satu monster dalam permainan, ia pun mengambilnya. Namun sesaat kemudian terdengar teriakan darinya dan ia menghilang.

Satu demi satu anak-anak di Metropolis menghilang. Kejadian yang sudah berlangsung selama dua minggu berturut-turut tersebut membuat para orang tua khawatir. Superman mencoba menenangkan mereka, meski ia sendiri belum mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik semua kejadian itu. Satu-satunya petunjuk yang ia dapatkan dari Jimmy Olsen adalah adanya eksposur berwarna kuning dari foto-foto di TKP.

Anak laki-laki bertopi merah yang pertama kali hilang, Zachariah Ferruci, muncul di samping tempat tidur seorang anak perempuan. Saat si bocah perempuan ketakutan, mata si anak laki-laki mulai mengeluarkan cahaya kuning.

Superman mulai menemukan petunjuk yang berhubungan dengan informasi dari Jimmy, jejak-jejak kaki yang memancarkan radiasi berwarna kuning. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Zachariah dan juga si anak perempuan yang sedang berjalan kaki. Superman memintanya untuk pulang ke rumah, tapi Zachariah membalasnya dengan serangan setelah terlebih dahulu matanya kembali mengeluarkan cahaya kuning. Si anak perempuan juga melakukan hal yang sama terhadap Superman sehingga ia pun tak sadarkan diri.

Esok harinya, Superman tersadar dan mulai paham bahwa yang ia hadapi ada kaitannya dengan rasa takut. Setelah mencari, ia menemukan jejak mereka di sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai. Dan betapa kagetnya ia mendapati anak-anak yang hilang tersebut berada dalam sebuah ruangan, terjerat dalam semacam jaring berwarna kuning berkilauan.

Zachariah berdiri dengan tenang menantang Superman. Awalnya Superman mengira ia adalah Sinestro, tapi ternyata bukan. Sesaat kemudian Zachariah pun berubah menjadi Parallax. Demi menyelamatkan anak-anak yang ia culik, Superman menyerahkan dirinya sebagai inang dan mempersilahkan Parallax untuk merasuki dirinya.

Tanpa diduga, Sinestro tiba-tiba muncul menyerang ‘Super-Parallax’ dan mengklaim Superman memiliki sesuatu yang menjadi miliknya.

Sinopsis Superman #30

“FEAR ITSELF” part two! This looks like a job for…Sinestro?! Thrust into the anti-matter universe of Qward, Superman’s only hope is the former greatest of the Green Lanterns!

Story: Keith Champagne
Art: Ed Benes, Tyler Kirkham, Phillip Tan
Color: Dinei Ribeiro, Tomeu Morey, Sunny Gho
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Fear Itself Part Two
Tanggal Rilis: 6 September 2017

Pertarungan Sinetro versus Super-Parallax berlangsung singkat. Weaponers of Qward menteleport mereka ke Qward dimana tanpa ampun mereka langsung menyerang Super-Parallax hingga ia pun berhasil dilumpuhkan. Sesuatu yang dimaksud oleh Sinetro adalah hak miliknya ternyata adalah energi milik Parallax, yang hendak ia gunakan untuk membangun kembali pasukannya. Di sisi lain, Superman sendiri mempelajari tujuan Parallax merasukinya, yaitu untuk mengalahkan Sinestro dan mencegahnya mengambil energi miliknya.

Untuk memancing agar Parallax keluar dari tubuh Superman, Sinestro membangkitkan pikiran-pikiran yang membuat Superman merasa takut, namun tidak mempan. Lyssa Draak memberitahunya bahwa yang ditakuti oleh Parallax adalah Sinestro sendiri dan ia menyarankan agar Sinestro menyerahkan cincinnya pada Parallax.

Alih-alih menurut, Sinestro hendak berbalik menyerang Lyssa yang ia anggap sudah berkhianat. Tiba-tiba saja salah seorang Weaponers menyerangnya dari belakang. Sinestro segera menyadari bahwa sebenarnya Parallax sudah terlepas dari tubuh Superman dan diam-diam merasuk ke dalam tubuh Weaponers tersebut. Ia segera membalas serangannya, namun Superman berhasil mematahkan serangan Sinestro.

Sementara Superman berusaha melepaskan diri dari belenggu Sinestro, Sinestro berusaha untuk menangkap Parallax. Jam demi jam berlalu, pada akhirnya Sinestro roboh karena kehabisan energi tanpa berhasil mewujudkan niatnya. Superman kemudian mengambil cincin milik Sinestro dan memasukkan Parallax ke dalam cincin tersebut.

Bersama Lyssa Draak, Sinestro terpaksa angkat kaki begitu mengetahui sikap Weaponers kini berbalik memusuhinya. Superman pun meminta bantuan salah seorang Weaponers yang sebelumnya ia selamatkan untuk mengembalikannya ke bumi.


Saya bukan fans Green Lanterns (dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya) jadi jujur saja secara pribadi arc ini tidak begitu menarik. Tapi jika teman-teman mengikuti seri-seri Green Lanterns, kelanjutan nasib Sinestro dapat disimak di Hal Jordan and The Green Lantern Corps edisi #30-#31.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply