Review Komik Superman #24 (2017)

Di cerita sebelumnya, kita disuguhkan adegan mengejutkan: putusnya kaki Lois Lane akibat terkena serangan nyasar dari pertempuran tim Elite melawan monster-monster raksasa. Itu saja? Tidak. Ada juga terungkapnya sosok yang selama ini ‘menjaga’ Superboy, yang ternyata adalah Manchester Black. Apa sebenarnya tujuan Manchester Black dan pasukan Elite-nya? Simak jawabannya di sinopsis komik Superman #24 berikut ini, ya.

Sinopsis Komik *SPOILER

“BLACK DAWN” part five! The Man of Steel faces the one foe he refuses to fight—his son. An emerging new ability for Superboy proves deadly to Superman as the promise of power appears to lead Jon Kent to betray his father.

Story: Patrick Gleason, Peter J. Tomasi
Art: Jaime Mendoza, Mick Gray, Joe Prado, Doug Mahnke (Inks) / Doug Mahnke & Patrick Gleason (Pencils)
Color: Wil Quintana, John Kalisz, Hi-Fi
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Black Dawn Part Five
Tanggal Rilis: 7 Juni 2017

Sebelumnya, Mr. Cobb, Kathy, dan anggota Super Elite yang lain ternyata adalah bangsa alien. Manchester Black menyelamatkan mereka dari serangan ras alien Kroog (ras yang sama dengan yang sebelumnya dilawan oleh Superman dan Frankenstein di Superman #12-#14). Sebagai gantinya, ia mengubah mereka menjadi anak buahnya. Namun yang menjadi masalah, saat Black memindahkan mereka ke bumi, rift (bingung jelasin istilah ini dalam bahasa Indonesia) yang mereka lalui tidak bisa tertutup dengan sempurna. Inilah yang kemudian menghadirkan monster-monster raksasa ke Hamilton County.

Saat ini, Cobb jenuh dengan pertempuran yang harus terus menerus mereka jalani. Pimpinan Elite mengabaikannya dan memintanya untuk kembali saja ke markas. Sementara itu, Lois Lane usai menjalani operasi, walau tidak jelas bagaimana kondisi kakinya pasca operasi tersebut. Superman sedikit syok karena selama ini tidak menyadari adanya ketidakberesan di Hamilton County. Lois menguatkannya dan memintanya untuk kembali ke medan tempur, khususnya untuk memastikan bahwa anak mereka selamat.

Saat sedang mencari petunjuk di rumah Cobb, Superboy tiba-tiba sudah berada di belakang Superman. Hasutan Black sepertinya sudah mulai merasuk ke pikiran Superboy karena ia merasa apa yang terjadi pada ibunya adalah akibat Superman yang tidak berbuat apa-apa. Belum sempat Superman berhasil menenangkan Superboy, Black sudah muncul di sana. Sadar bahwa itu semua ulah Black, tanpa basa-basi Superman langsung menyerangnya, dibantu oleh Krypton.

Sambil menceritakan tujuannya sebenarnya untuk membawa Superboy bergabung dengan pasukan Elite, dengan tenang Black merespon serangan Superman. Ia lantas menghadirkan stasis tube yang sebelumnya berada di dalam tanah ke permukaan dan membuka salah satunya yang berisi alien Kroog yang sebelumnya ditangkap oleh Franskenstein dan The Bride. Ia menawarkan pada Superboy untuk membunuh alien yang merupakan penjahat perang tersebut, namun Superboy masih bisa menolaknya.

Sesaat kemudian, Cobb dan Kathy hadir di TKP. Begitu tahu siapa Black sebenarnya, Cobb langsung menyerangnya. Namun dengan mudah Black membalasnya dan membuat Cobb sekarat. Kathy yang emosi ganti menyerang Black. Superman memanfaatkan momen tersebut untuk memecahkan stasis tube lainnya dan membebaskan rekan-rekannya, termasuk Batman, Robin, Frankenstein, dan The Bride.

Tidak mau kalah, Black memanggil pasukan Elite-nya. Tidak itu saja, dengan cairan hitam miliknya, ia mengambil alih tubuh Superboy dan membuatnya memimpin Elite untuk menyerang ayahnya sendiri.


Momen-momen emosional Superboy entah kenapa selalu seru untuk disimak. Mungkin terpengaruh dengan momen-momen Gohan di serial Dragon Ball yang juga tidak kalah serunya. Di sini pun demikian. Perubahan Superboy menjadi ‘Superboy Black’ lumayan bikin senyum-senyum sendiri saking kerennya. Sayang pada bagian tersebut artworknya tidak terlalu optimal, sehingga mengurangi level ke-greget-annya.

Dari segi cerita sendiri rasanya fifty-fifty. Tidak jelek, tapi saya juga tidak terlalu antusias membacanya (selain di bagian saat Superboy berubah itu). Sepertinya karena di awal tidak dijelaskan bagaimana sebenarnya nasib Lois, sehingga kembali terbayang soal kemampuan Black untuk melakukan manipulasi pikiran. Masalahnya, kalau pada akhirnya sebagian yang terjadi di arc ini hanyalah hasil manipulasi pikiran dari Black, saya pasti akan jadi salah satu yang kecewa berat dengannya…

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply