Review Komik Superman #22 (2017)

Di cerita sebelumnya, Superman, Robin, dan Superboy memutuskan untuk mencari keberadaan Batman yang tiba-tiba menghilang. Alih-alih menemukan si manusia kelelawar, mereka justru harus berhadapan kembali dengan gurita raksasa yang beberapa waktu lalu pernah dikalahkan oleh Superman dan Superboy. Begitu tahu akan adanya rumah tua di tengah-tengah Dead Man’s Swamp, Superman bergegas menuju ke sini seorang diri. Sementara itu, Superboy dan Robin yang sempat beradu jotos hanya gara-gara berbeda pendapat untuk terus mencari Batman atau tidak, tanpa diduga menghadapi fakta yang mengejutkan, bahwa Cathy bukanlah gadis kecil biasa, melainkan seseorang yang memiliki kemampuan super. Siapakah dia? Dimanakah Batman berada? Simak kelanjutan kisahnya di sinopsis komik Superman #22 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER

“BLACK DAWN” part one! What is the secret of the Dead Man’s Swamp? Superman is tested by a mysterious force that pushes his convictions to the limit. Can the Man of Steel save face in the eyes of Hamilton and his son, Superboy?

Story: Patrick Gleason, Peter J. Tomasi
Art: Jaime Mendoza, Ray McCarthy (Inks) / Doug Mahnke (Pencils)
Color: Wil Quintana
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Black Dawn Part Three
Tanggal Rilis: 3 Mei 2017

Sendirian di rumah membuat Lois merasa tidak tenang. Apalagi setelah tidak terdengar lagi kabar dari Batman, Superman, Superboy, dan Robin. Pengalamannya mengajarkan bahwa setiap kali mereka merasa (atau berharap) kondisi sudah kembali seperti semula, selalu saja muncul ketidakberesan yang baru.

Melihat api yang menyala di tengah perkebunan, Lois bergegas menghampirinya dan mendapati bahwa pohon besar (yang biasa diduduki oleh Jon) mereka terbakar. Setelah memungut sisa kalung Goldie yang berada di sana (Goldie dimakamkan di dekat pohon tersebut), ia mendatangi kediaman Mr. Cobb untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang mencurigakan terjadi. Mr. Cobb mengaku tidak tahu menahu dan saat itu baru hendak memeriksa sumber kebakaran.

Lois kemudian pergi ke kota untuk mencari keberadaan suami dan anaknya. Tanpa diduga ia melihat Candice yang melangkah dengan tenang di pinggir jalan. Heran bagaimana Candice bisa pulih segera dari lukanya (di Superman #21 Candice terkena hantaman gurita raksasa), Lois mencoba mengikutinya hingga tiba di sebuah ruangan yang ada di lantai dasar Town Hall. Begitu memasukinya, Lois tercengang melihat sejumlah layar monitor yang menayangkan aktivitas Jon dan Superman si berbagai peristiwa.

Belum habis keterkejutan Lois, Candice muncul dari belakang dengan membawa sepucuk pistol. Dengan sigap Lois berhasil meloloskan diri dan segera memacu mobilnya kembali ke rumah untuk mengambil Justice League Emergency Communicator dan memberitahu anggota Justice League. Ia kembali tercengang saat masuk ke rumah dan menemukan Candince, walikota Goodman, dan beberapa warga lain di dalam, sudah mengambil alih Justice League Emergency Communicator. Tidak hilang akal, Lois berlari menuju kamarnya dan mengenakan sarung tangan Hell Bat Suit yang ia simpan, bersiap untuk bertarung melawan mereka.

Bantuan sempat datang dalam bentuk BatMobile (yang entah bagaimana caranya mendatangi Lois). Berkat sarung tangan Hell Bat Suit yang ia kenakan, Lois memperoleh akses untuk mengemudikan BatMobile tersebut. Namun saat Candince, Goodman, dan yang lain telah mampu ia kalahkan, Mr. Cobb muncul dan dengan santainya mempreteli BatMobile begitu saja.

Superman menyusuri tangga demi tangga di dalam rumah tua yang ada di Dead Man’s Swamp hingga bermil-mil jauhnya di bawah tanah. Pada akhirnya ia menemukan sebuah ruangan hi-tech, dengan tube-tube stasis berisi tubuh Batman, Robin, Frankenstein, The Bride, dan lain-lain.


Tanpa sadar saya meneteskan air mata saat membaca Superman #22 ini. Bukan karena sedih, melainkan karena girang. Ini ceritanya bener-bener keren. Bahkan saat sebagian isi buku dikuasai oleh Lois, saya sama sekali tidak merasa kehilangan sosok Superman yang notabene merupakan karakter utama. Rebirth harus diakui telah mengubah karakter Lois yang dulu hanya ‘sekedar’ pendamping Superman menjadi salah satu tokoh sentral. Thumbs up!

Kejutan terbesar di edisi ini jelas penemuan fakta bahwa yang berbeda bukan hanya Mr. Cobb dan Cathy, melainkan seluruh penduduk kota. Seru juga mengkhayalkan bahwa dari awal keberadaan Superman (dan keluarganya) di Hamilton County sebenarnya sudah diawasi oleh ‘mereka’, entah siapapun itu. Yang bagi saya sedikit anti-klimaks sih letak ruangan monitor pengawas Superman yang ternyata tidak jauh-jauh amat, hanya di balai kota. Eh, tapi ini yang mengawasi Mr. Oz, kan? Apa beda lagi?

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply