Review Komik Superman #12 (2016)

Di arc sebelumnya, “In The Name of The Father”, Jonathan Kent a.k.a Superboy untuk pertama kalinya bertemu dengan Damian Wayne a.k.a Robin. Bukan pertemuan yang hangat karena penuh dengan pertengkaran khas anak-anak. Namun di arc kali ini bukanlah panggung bagi Robin (dan Batman), karena untuk pertama kalinya, Superman ‘baru’ harus berhadapan dengan Frankestein. Seperti apa pertemuan keduanya? Simak di sinopsis dan spoiler komik Superman #12 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

“SINISTER PURPOSE” part one! Frankenstein has come to Hamilton County, home of Superman, and Hell has come with him. It’s Man of Steel vs. the Monster to save the life of someone in the town with a horrifying secret.

Story: Patrick Gleason, Peter J. Tomasi
Art: Jaime Mendoza, Christian Alamy (Inks) / Doug Mahnke (Pencils)
Color: Wil Quintana
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: Sinister Purpose / Super-Monster Part One
Tanggal Rilis: 7 Desember 2016

Lois tiba di kantor berita lokal Hamilton Horn. Ia bertemu dengan Candice, pemimpin redaksi, yang berniat untuk memperkerjakannya di sana. Saat sedang menyampaikan tugas pertamanya untuk Louis, tanpa diduga Frankenstein menerobos tembok dan masuk begitu saja. Mengaku sebagai utusan dari S.H.A.D.E (Super-Human Advanced Defense Executive), ia hendak menangkap Candice dan menyerahkannya pada S.H.A.D.E.

Lois mencoba untuk menyelamatkan Candice, tapi Frankenstein dengan mudah menghempaskannya. Segera Lois mencari sesuatu dari dalam backpacknya dan ternyata itu adalah HellBat Glove (diambil saat ia, Superboy, dan Superman berada di bulan). Dengan menggunakan glove itu, Lois menyerang Frankenstein dan melumpuhkannya untuk sementara waktu.

Lois bergegas mengajak Candice untuk meninggalkan TKP. Menggunakan hover-bike yang tadi dikendarai oleh Frankenstein, mereka berdua kabur dari sana. Apes, Frankenstein berhasil menyusul mereka dan melompat memegangi hover-bike. Untung akhirnya Superman tiba dan langsung memukul Frankenstein hingga menjauh dari hover-bike.

Superman menghampiri Frankenstein dan menanyakan tujuannya. Frankenstein tidak menjawabnya dan terus menyerang Superman. Bantuan tiba-tiba datang dari Mr. Cobb, kakek Kathy, yang menembakkan senapannya ke arah Frankenstein. Tentu saja senjata tersebut tidak memiliki efek apapun bagi Frankenstein. Perlahan Frankenstein menghampiri Mr. Cobb dan mengambil senjatanya. Dengan tenang Mr. Cobb menghadapinya. Namun sebelum terjadi apa-apa kepadanya, Superman kembali datang dan menghajar Frankenstein.

Superman kembali menghampiri Frankenstein, memintanya untuk menyerah dan berhenti bertarung. Tanpa disangka, hover-bike yang dikendarai Lois menabrak Superman. Lois segera turun dan mengecek kondisi Superman. Saat itulah Frankenstein menangkap Candice. Belum sempat Superman bertindak, Frankenstein menarik ‘wajah’ Candice, dan muncullah Kroog.


Aneh rasanya melihat bagian dari HellBat bisa ada di tangan Lois. Pertama, dengan kemampuan X-Ray-nya, Superman pastinya tahu apabila Lois membawa glove tersebut di ranselnya. Kedua, Batman sudah melakukan audit terhadap kerusakan di markas miliknya yang ada di bulan, sehingga tidak mungkin ia tidak tahu bila glove tersebut tidak ada di sana. Terlebih, glove itu bukan sembarang globe karena dibuat bersama-sama oleh para anggota Justice League. Di luar itu, cerita kali ini cukup menghibur, walau tidak terlalu istimewa. Agak heran saja kenapa Frankenstein (dan juga Swamp Thing di edisi Superman Annual minggu lalu) lebih memilih untuk menyerang Superman ketimbang mengutarakan tujuan mereka baik-baik. Dasar sumbu pendek.

Eh satu lagi, sosok Mr. Cobb yang super cool di sini juga mencurigakan. Saya penasaran dengan apa yang dipegang Frankenstein di tangan kirinya saat ia berhadapan langsung dengan Mr. Cobb, karena senapa Mr. Cobb yang tadinya ia rebut sudah dibuang ke belakang. Sayang Superman keburu datang sehingga tidak jelas apa yang sedang dipegang oleh Frankenstein…

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply