Review Komik Supergirl: Rebirth #1 (2016)

Jujur saja, saya pikir Supergirl tidak termasuk dalam seri komik yang masuk dalam jajaran Rebirth. Sudah pasrah aja karakter DC Comics favorit saya ini gak eksis lagi di era Rebirth. Ternyata DC Comics berpihak pada saya dan here it goes, issue pembuka Supergirl: Rebirth yang nantinya bakal disusul dengan serial komik Supergirl. Seperti apa kira-kira cerita Rebirth dari saudara sepupu Superman ini? Cekidot langsung deh sinopsis dan spoilernya di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

supergirl_rebirth1

Supergirl turns to the shadowy organization known as the D.E.O. (Department of Extranormal Operations) to restore her lost powers once and for all! But as a fateful experiment sends Kara Zor-El rocketing toward the sun, disaster strikes at home in the form of the lost Kryptonian werewolf Lar-On! All the epic action of the brand new Supergirl series starts here!

Story: Steve Orlando
Art: Ray McCarthy (Inks) / Emanuela Lupacchino (Pencils)
Color: Michael Atiyeh
Letter: Steve Wands
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 17 Agustus 2016

Jauh bertahun-tahun lalu, sebelum Argo City hancur, sedang berlangsung proses eksekusi terhadap Lar-On, sosok yang dianggap membahayakan warga Argo City. Meski sebenarnya Lar-On berjasa besar karena pernah menyelamatkan kota Argo, namun tetap saja tidak menghalangi keputusan Zor-El selaku anggota Science Council untuk mendeportasinya ke Phantom Zone. Penyebabnya adalah radiasi Red Krypton yang dideritanya, yang menyebabkan ia bisa berubah menjadi sesuatu yang berbahaya tanpa bisa dikontrol. Hingga suatu saat nanti diketemukan obat penyembuhnya, ia perlu dikarantina di tempat tersebut.

Cerita menuju ke masa sekarang, dimana D.E.O (Department of Extra-Normal Operations) baru saja mengirimkan Supergirl a.k.a Kara Zor-El ke matahari dengan menggunakan pesawat roket Phantom Drive. Tujuannya adalah untuk mengembalikan kekuatan Supergirl yang hilang. Tiba-tiba saja, di lokasi peluncuran roket tersebut, muncul peningkatan energi Phantom Radiation dalam jumlah besar dan mendadak seseorang terjatuh dari balik asap radiasi berwarna ungu.

44_04

Orang tersebut adalah Lar-On, yang kebingungan bagaimana ia bisa tiba-tiba keluar dari Phantom Zone. Namun kebingungannya segera berganti menjadi kepanikan begitu melihat malam itu adalah malam bulan purnama. Sebelum sempat berlari menjauh, tubuhnya telah berubah menjadi… werewolf.

Para anggota D.E.O segera berusaha untuk melumpuhkannya, namun gagal. Eliza Danver, salah satu agen D.E.O yang sekaligus merupakan ibu angkat Kara, mengenalinya sebagai makhluk Krypton dan menggunakan Red Solar Grenade untuk menghadanya. Namun karena terbatasnya senjata, tetap saja sulit untuk menaklukkan Lar-On. Satu-satunya harapan hanyalah Supergirl, yang masih otw menuju inti matahari. Untungnya, di saat genting, rencana pemulihan energi Supergirl ternyata berhasil dan ia pun bergegas terbang kembali ke bumi.

44_08

Ia lantas membawa Lar-On menjauh dari TKP dan bertarung seorang diri melawannya. Mengetahui bahwa ia adalah warga Argo City dan ayahnya, Zor-El, adalah orang yang telah mengirimnya ke Phantom Zone, Supergirl menggunakan tehnik reverse psychology dengan mengatakan bahwa justru karena ia telah dikirim ke Phantom Zone maka ia selamat hingga kini. Supergirl melanjutkan dengan menceritakan bahwa nasibnya pun tidak jauh berbeda dan ia berjanji tidak akan menelantarkan Lar-On. Kata-kata tersebut membuat tubuh serigala Lar-On kembali ke bentuk semula.

Sejumlah halaman berikutnya menunjukkan bahwa Supergirl ternyata baru berada di bumi selama DUA BULAN. Ia datang ke D.E.O SETELAH Superman meninggal dan meminta bantuan mereka untuk memulihkan kembali kekuatannya yang hilang, dengan imbalan ia akan membantu D.E.O dalam misi-misi yang berbahaya. Pasangan suami istri agen D.E.O, Jeremiah dan Eliza Danvers, ditunjuk menjadi handler sekaligus orang tua angkatnya, dan untuk beradaptasi dengan kehidupan di bumi, Kara disekolahkan ke National City Technical High School.

Sementara itu, di penghujung halaman, terlihat Zor-El yang ternyata selamat dari kehancuran Argo City, membuka sebuah pod yang berisikan tubuh seorang wanita.


Dengan mayoritas title Rebirth yang menjanjikan, saya jelas kecewa dengan cerita Supergirl: Rebirth #1 yang penuh ketidakjelasan ini. Yang paling terasa kacau adalah timeline continuity-nya dimana alur cerita di komik ini ternyata adalah sebelum cerita Supergirl yang ada di serial TV. Mungkin memang tidak berhubungan, tapi tetap saja terasa tidak nyaman membacanya. Beberapa bagian juga terasa tidak masuk akal, seperti Eliza yang terlihat sangat mengenal Kara meski baru beberapa minggu menjadi orang tua angkatnya. Semoga seri regulernya yang mulai terbit 3 minggu mendatang bisa JAUH lebih baik dari ini.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply