Review Komik Supergirl #1 (2016)

Supergirl: Rebirth #1 tiga minggu lalu menghebohkan pembacanya. Bukan karena ceritanya yang super-duper-wow, melainkan sebaliknya, karena Steve Orlando memutuskan untuk me-reboot kisah Supergirl yang ada selama ini dan mengubahnya menjadi new kids on the block yang baru tiba di bumi beberapa bulan sebelum meninggalnya Superman. Usianya pun lebih muda ketimbang yang kita kenal selama ini, setara pelajar SMA. Hal ini membuat banyak orang kecewa dan pesimis terhadap kelanjutan cerita. Saya juga sama sih. Tapi everyone deserves a second chance, jadi here i am, membaca kelanjutan cerita Supergirl pasca Rebirth di komik Supergirl #1. Seperti apa ceritanya? Simak deh sinopsis lengkapnya berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

supergirl_1

“REIGN OF THE CYBORG SUPERMAN” part one! Supergirl is back and working for the DEO to defend National City! As Kara Danvers, average American teenager and high school student, Supergirl must balance her life as a superhero with her new life on Earth. But some demons from her Kryptonian past are coming back to haunt her, and Kara will find herself face-to-face with her father: the sinister Cyborg Superman!

Story: Steve Orlando
Art: Brian Ching
Color: Michael Atiyeh
Letter: Steve Wands
Judul Edisi: Reigh of The Cyborg Supermen Part One
Tanggal Rilis: 7 September 2016

Kara Zor-El alias Supergirl memulai hari-harinya di bumi sebagai Kara Danvers, seorang gadis pelajar SMA biasa. Dengan susah payah ia berusaha beradaptasi dengan kondisi di bumi, dan berujung pada dirinya yang dikucilkan oleh pelajar yang lain karena dianggap aneh. Walau demikian, ada salah satu siswa yang menganggap dirinya ‘sesuatu’, yaitu Ben Rubel. Namun berhubung esok adalah waktunya kontes Cat Grant’s Young Innovator yang diikuti Ben, ia tidak mau ambil pusing terlebih dahulu soal Kara dan ingin fokus 100% pada kontes tersebut.

Kara sendiri akhirnya mendapat hiburan dengan adanya aksi kriminal di sebuah kereta api. Sekelompok penjahat menyandera orang-orang yang ada di sana dan berniat untuk mengambil identitas mereka dengan alat yang diberi nama “Dataphage”. Tidak butuh waktu lama bagi Supergirl untuk tiba di sana dan melumpuhkan mereka. Namun mendadak muncul Cat Grant, yang kesal dengan ulah Supergirl, karena menurutnya ia bisa menangani mereka seorang diri. Apalagi Cat pede merasa komplotan tersebut ingin mencuri data identitasnya mengingat ia (merasa) adalah seorang icon yang menjadi pusat perhatian publik.

59_07

Ternyata tidak hanya Cat yang merasa kesal, direktur D.E.O Cameron Chase juga demikian. Ia kesal karena Supergirl melakukan aksi tersebut tanpa menunggu perintah darinya. Ia menyebutnya sebagai ‘Kryptonia’s Way’ dalam memecahkan masalah. Dalam arti negatif. Cameron lantas mengungkit masalah penduduk Krypton (yang ia pelajari dari sunstone milik Kara, khususnya ayah Kara, yang dianggapnya telah membawa planet Krypton dalam kehancuran. Supergirl berulang kali berusaha membantahnya, namun Cameron terus saja berbicara, sehingga Supergirl memutuskan untuk tidak lagi berbicara. Di akhir omelannya, Cameran membandingkan Kara dengan sepupunya, Superman, yang juga berlatih bertahun-tahun terlebih dahulu sebelum eksis di publik.

59_11

Untuk membuat Kara lebih nyaman berada di bumi, suami istri Danvers berusaha untuk belajar bahasa Krypton. Mereka juga mengubah interior kamar Kara menjadi mirip dengan interior rumah di planet Krypton. Tetap saja, Kara merasa tidak nyaman berada di bumi. Ia lalu pergi untuk menenangkan diri di Fortress of Solitude. Di dalamnya ternyata sudah ada seseorang yang menunggunya… ayahnya a.k.a Cyborg Superman.


Well, better than expected. Hadirnya kembali ayah Kara dalam bentuk Cyborg Superman jelas merupakan kejutan tersendiri. Yang membuat saya khawatir hanya masalah Kara yang sulit beradaptasi dengan kondisi di bumi, karena seri komik Supergirl sebelumnya juga berkutat dengan masalah yang sama dan semakin lama jadinya semakin membingungkan. Serasa baca kisah alay yang gak bisa move on. Semoga saja yang satu ini tidak menyuguhkan hal yang sama.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply