Review Komik Suiciders: Kings of Hell.A #1 (2016)

Apa jadinya jika sebuah bencana besar menghancurkan sebuah kota metropolitan hingga melumpuhkan berbagai lini kehidupan yang telah berjalan dengan baik sebelumnya? Entahlah, yang jelas, semua orang yang selamat pasti akan berusaha untuk bertahan dan tetap hidup. Seringkali juga mau tidak mau harus menghalalkan berbagai cara. Inilah yang diangkat dalam seri komik Suiciders besutan Lee Bermejo yang sekarang memasuki sekuel (atau chapter?) keduanya, “Kings of Hell.A”. Jika di seri Suiciders sebelumnya yang diangkat adalah tema gladiator jalanan, di seri ini yang menjadi fokus adalah perebutan kekuasaan antar gang jalanan. Dan tenang saja, meski tidak mengikuti cerita sebelumnya (seperti saya), kita tetap bisa dengan nyaman membaca “Kings of Hell.A” ini kok, karena ceritanya benar-benar terpisah (hanya latar belakang kejadiannya saja yang sama). So, without further ado, let’s check the synopsys and spoiler of Suiciders Kings of Hell.A #1 below.

Sinopsis Komik *SPOILER*

suiciders_kingsofhella_1

Story: Lee Bermejo
Art: Alessandro Vitti
Color: Jordan Boyd / Matt Hollingsworth (Prologue)
Judul Edisi: Quake Baby
Tanggal Rilis: 30 Maret 2016

Cerita dimulai dengan flashback masa lalu Johnny dan Trix. Beda usia keduanya 5 tahun dan Trix kebetulan lahir sesaat setelah gempa bumi dahsyat menghancurkan kota New York. Memori buruk yang mereka alami bertambah dengan dibunuhnya ayah mereka di depan mata mereka sendiri.

15 tahun setelah gempa bumi, Johnny dan Trix membentuk sebuah gang anak jalanan (bukan yang ada si Boy yah, hehehe) bersama dengan kurang lebih 15 orang teman mereka. Kebetulan hari itu mereka bersiap untuk bertarung dengan gang Hillside. Dalam perjalanan menuju taman yang menjadi arena pertempuran, Johnny dkk mampir ke sebuah tempat gadai dimana Johnny memaksa si pemilik toko — yang dipanggilnya Frankestein karena bertubuh besar — untuk menjual sebuah pedang bernama Coyote’s Sword.

61_10

Berhubung si pemilik toko menolak, maka Johnny pun naik pitam dan bersiap untuk menghajarnya. Namun belum sempat keduanya bertarung, dari belakang justru muncul geng Hillside. Pertempuran pun tidak dapat dielakkan lagi. Si pemilik toko yang sebenarnya tidak terlibat pun jadi ikut emosi gara-gara melihat tokonya hancur berantakan dan kepalanya tertimpuk batu. Dengan menggunakan pedangnya, ia lalu turut menyerang anggota geng Hillside.

61_20

Melihat kondisinya sedang di atas, Johnny dan anak buahnya jadi makin bersemangat. Namun mendadak muncullah skuad polisi yang melemparkan gas air mata untuk menghentikan mereka semua.


Meski belum banyak yang bisa kita pelajari di edisi perdana ini, terutama mengenai poin utama ceritanya, namun setidaknya secara garis besar sudah ada yang nancep di pikiran. Yang masih misterius adalah si pemilik toko yang sepertinya berkaitan dengan sosok (pahlawan?) bernama The Coyote. Saya juga tidak memperhatikan ada wanita lain di geng Johnny, sehingga jika Trix adalah satu-satunya, sepertinya juga bakal jadi elemen cerita yang menarik di episode-episode selanjutnya. Definitely put this series on my reading list from now on!

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply