Review Komik Suicide Squad #9 (2017)

Review komik Suicide Squad sebelumnya memang mandeg karena gemes juga cerita utamanya cuman sedikit, kepotong dengan side story. Paling gak demen dengan model komik seperti itu. Termasuk juga seri komik Power Rangers yang saya hentikan artikel sinopsisnya di tengah jalan. Tapi edisi Suicide Squad yang satu ini rasanya sayang jika dilewatkan karena masih berhubungan dengan event Justice League vs. Suicide Squad, tepatnya menceritakan mengenai generasi Suicide Squad yang pertama, yang bernama Suicide Zero. Seperti apa ceritanya? Simak deh selengkapnya di sinopsis komik Suicide Squad #9 berikut ini. Cusss.

Sinopsis Komik *SPOILER*

A “JUSTICE LEAGUE VS. SUICIDE SQUAD” tie-in! Finally, discover the true history behind [REDACTED BY ORDER OF TASK FORCE X DIRECTOR AMANDA WALLER].

Story: Simon Spurrier & Rob Williams
Art: Riley Rossmo
Color: Ivan Plascencia
Letter: Pat Brosseau
Judul Edisi: The First And The Last Mission of Suicide Zero
Tanggal Rilis: 11 Januari 2017

Di hadapan beberapa orang super-villain — Lobo, Emerald Empress, Johnny Sorrow, Doctor Polaris, dan Cyclotron — Amanda Waller membeberkan misi pertama mereka sebagai tim Suicide Squad, yaitu memusnahkan senjata misil milik negara Jangsun yang dipimpin oleh seorang diktator bernama Young. Senjata yang dinamakan Jangsun Gods tersebut memiliki kekuatan dahsyat yang bahkan bisa memiliki dampak hingga radius 200 mil.

Rustam, komandan lapangan Task Force X, tidak terlalu menyetujui rencana Waller untuk menggunakan tenaga penjahat-penjahat tersebut, namun Waller mengabaikannya. Ia juga mempertanyakan keberadaan Cyclotron di dalam tim tersebut, yang kembali tidak dihiraukan oleh Waller. Alih-alih menjelaskan alasannya, Waller meminta Rustam dan anak buahnya untuk bergegas menuju Jangsun.

Setibanya tim Suicide Squad di Jangsun, mereka sudah disambut oleh sekelompok meta-human yang merupakan anak buah Young. Mereka adalah Statue, Wind, Island, Missile, dan Growth. Tanpa basa-basi pertarungan di antara mereka pun dimulai. Dan di sinilah musibah pertama muncul, bahwa para super-villain yang tergabung dalam tim Task Force X sama sekali tidak mempedulikan nasib warga sipil. Tanpa mempedulikan instruksi Waller sebelumnya untuk melindungi rakyat Jangsun, dengan santai mereka membiarkan saja penduduk sipil yang ikut menjadi korban dalam pertempuran mereka.

Setelah mengalahkan anak buah Young dan Young sendiri, kejadian tidak terduga berikutnya muncul. Cyclotron mengajak rekan-rekannya untuk membelot dari Waller dan memanfaatkan Jangsun Gods untuk kepentingan mereka sendiri. Meski awalnya menolak karena merasa terikat dengan Waller, pada akhirnya mereka menyetujuinya. Mereka juga berbalik menyerang Rustam agar tidak mencegah niat mereka. Dengan berat hati, Waller yang mengetahui hal tersebut memerintahkan Lobo untuk membunuh Cyclotron. Ia melakukannya.

Rustam terkejut melihat hal itu dan segera memberitahu bahwa Cyclotron sebenarnya adalah sebuah ‘bomb berjalan’, dimana ia akan meledak apabila dibunuh. Keberadaannya dalam tim Suicide Squad adalah sebagai fail-safe bagi Waller apabila rencana mereka tidak berjalan sesuai keinginannya. Tanpa sempat dicegah lagi, Cyclotron pun meledak beberapa detik kemudian, menghancurkan Jangsun Gods serta membuat seluruh anggota Suicide Squad, termasuk Rustam, dalam keadaan koma.

Pasukan Waller datang beberapa waktu kemudian untuk membereskan segala sesuatunya di sana, termasuk membawa kembali tubuh Rustam dkk, lantas mengurung mereka dalam penjara Belle Reve.


Ah, saya suka ini. Lagi-lagi tie-in yang bagus dari DC untuk major event Justice League vs. Suicide Squad. Kini kita tahu alasan mereka mau bergabung dengan Max Lord untuk membalas dendam pada Waller. Yang lebih utama lagi sih, terlihat kembali kemampuan Waller dalam mengatur strategi bertingkat, dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada serta cara penanggulangannya. Bener-bener karakter yang sepadan sebagai ‘musuh’ Batman.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply