Review Komik Suicide Squad #1 (2016)

Selain Suicide Squad: Rebirth yang saya baca beberapa minggu lalu, saya *belum pernah* membaca satu pun seri komik Suicide Squad. Tapi setelah mengetahui bahwa versi Rebirth-nya tidak jauh berbeda dengan reboot, alias seolah dimulai dari nol, saya jadi tertarik untuk mengikuti serial komik yang melambungkan karakter Harley Quinn ini. So, without further ado, let the review begins.

Sinopsis Komik *SPOILER*

suicidesquad_1

“The Black Vault” part one! When a mysterious and definitely super-important cosmic item falls out of the heavens and into enemy hands, America has only one option: Task Force X, Amanda Waller’s strike team of incarcerated super-criminals. A one-stop-shop for plausibly deniable espionage and ultra- violence, this “Suicide Squad” only handles missions they’re not expected to survive. An insane new era of SUICIDE SQUAD begins here with superstar artist Jim Lee and red-hot writer Rob Williams (UNFOLLOW, MARTIAN MANHUNTER).

Story: Rob Williams
Art: Scott Williams (Inker) / Jim Lee (Penciler)
Color: Alex Sinclair
Letter: Nate Piekos of Blambot™
Judul Edisi: The Black Vault Part One: I Wanna Be Sedated
Tanggal Rilis: 17 Agustus 2016

Amanda Waller mendatangi penjara Belle Reve dengan dikawal oleh Rick Flag, komandan lapangan Suicide Squad, serta Katana, tangan kanan Flag. Dari sel penjara berkonsep sarang lebah, lima orang tawanan supervillain dipilih untuk menyelesaikan misi Suicide Squad kali ini. Mereka adalah Harley Quinn, Deadshot, Captain Boomerang, June Moone (a.k.a Enchantress), dan Killer Croc. Semuanya siap untuk menjalani tugas mereka (karena jika tidak memang barbel nyawa mereka akan melayang), termasuk Croc yang mensyaratkan luar angkasa sebagai tujuan yang haram baginya.

Sial bagi Croc, misi yang harus diselesaikan Suicide Squad mewajibkan mereka untuk terbang ke luar angkasa demi menghindari deteksi negara Rusia. Misinya sendiri adalah pencurian ‘cosmic item’ dengan potensi kekuatan super yang tiba-tiba terjatuh di suatu tempat di Siberia. ‘Cosmic item’ tersebut kini berada di tangan negara Rusia, tepatnya di sebuah penjara bawah laut yang memiliki penjagaan super ketat.

Setelah tiba di atas titik pendaratan, pasukan Suicide Squad pun dijatuhkan begitu saja ke bumi. Tidak butuh lama bagi Croc untuk muntah-muntah, yang masalahnya, dengan baju luar angkasa yang ia kenakan, membuat ia ‘tenggelam’ dalam muntahannya sendiri. Meski ditentang oleh Waller, Flag memutuskan untuk melepas baju luar angkasanya dan melayang ke arah Croc untuk membuka helm pelindung kepalanya. Usahanya berhasil dan Croc lolos dari mati konyol.

31_08

Masalah berikutnya muncul. Tindakan Flag tersebut mengakibatkan keseimbangan pesawat mereka terganggu dan posisi mereka menjadi nyaris terbalik. Flag segera memerintah Moone untuk ‘mengeluarkannya’, yang direspon dengan hadirnya Enchantress. Segera setelah berubah, Enchantress mengucap mantra pelindung yang menyelamatkan mereka semua dari tabrakan dengan permukaan bumi. Atau permukaan es yang membeku lebih tepatnya.


Tidak banyak cerita di edisi perdana ini karena sebagian halaman digunakan untuk cerita pendukung mengenai asal muasal Deadshot alias Floyd Lawton bisa berada di penjara Belle Reve dan menjadi bagian dari rekrutan Waller. Secara pribadi saya tidak terlalu senang dengan komik model seperti ini, yang diselipi side story, tapi baiklah, karena ini edisi pertama, saya akan lihat kelanjutan ceritanya terlebih dahulu. Yang jelas sejauh ini sih saya cukup menikmati ceritanya. Ciri khas Suicide Squad — gabungan antara aksi dan black comedy — tetap terasa kental. Seperti Deadshot yang tetap bisa tertidur nyenyak meski sedang jatuh dari luar angkasa ke bumi, serta Harley Quinn yang girang karena menemukan Pokemon di luar angkasa. Siapa tahu ini bakal jadi awal mula saya jadi fans berat mereka.

Reply