Review Komik Spidey #4 (2016)

Akhirnya rilis juga kelanjutan komik Spidey ini. Setelah sebelumnya bertarung melawan Lizard, siapa lagi musuh klasik Spider-Man yang akan diperkenalkan di seri komik ini? Tapi melihat bahwa komik ini ternyata hanya terbit beberapa bulan sekali, sepertinya Marvel memang mengkhususkan Spidey sebagai ajang memperkenalkan sejarah Peter Parker dan Spider-Man serta musuh-musuhnya, terutama kepada pembaca baru, dengan latar yang lebih kekinian. Bagi yang sudah khatam membaca cerita-cerita Spider-Man sepertinya tidak perlu berharap banyak pada serial ini. But anyway, yuk simak kelanjutan kisah Spidey #4 di sinopsis rasa spoiler di bawah ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

spidey4

Spidey squares off with DR. DOOM!

Story: Robbie Thompson
Art: André Lima Araújo
Color: Rachelle Rosenberg
Judul Edisi: Doomsday Off
Tanggal Rilis: 13 April 2016

Kehidupan Spider-Man sebagai public enemy dimulai, semua berkat koran Daily Bugle yang memutarbalikkan fakta. Yah, gak beda-beda jauh lah dengan sebagian media (online) di Indonesia saat ini, hehehe. Meski melakukan aksinya mencegah kejahatan, namun Daily Bugle memberitakannya sebagai bentuk kerjasama Spidey dengan si penjahat. Parah beud.

Untuk menenangkan jiwanya yang resah, Peter pun memutuskan untuk mengunjungi museum, yang dulunya sering didatangi bersama dengan Uncle Ben dan Aunt May. Tanpa disangka, ia bertemu dengan Doctor Victor Von Doom a.k.a. Doctor Doom yang sedang beraksi mencuri sebuah lukisan yang berasal dari tempat tinggal, Latveria, dan ia yakini berhukum wajib untuk dipajang di sana.

35_05

Setelah serangkaian pertarungan di dalam museum, Spidey sukses mengalahkan Doctor Doom. Sayangnya, ternyata itu hanyalah robot anak buahnya. Curiga dengan fenomena tersebut, Spider-Man pun mengecek kondisi kota dan mendapati fakta bahwa robot Doom juga menyerang dimana-mana, dibarengi dengan matinya pembangkit energi kota.

Setelah menyusup masuk ke dalam bangunan power plant, Spider-Man menemukan Doctor Doom dan pasukannya di sana. Namun karena dikeroyok, ia pun kalah dan terlempar menjauh dari tempat tersebut, hingga terjatuh di sebuah taman. Di sana ia bertemu dengan seorang anak yang merupakan fans beratnya. Percakapan singkat dengan si Owen, nama anak tersebut, membuat Spidey tidak hanya menjadi bersemangat kembali, melainkan juga mendapat inspirasi untuk mengalahkan Doctor Doom. Yaitu dengan cara mematikan power para robotnya.

35_14

Dan melalui aksi ber-katapult langsung ke arah mesin robot, ia sukses melakukannya. Robot Doom berhenti beraksi, termasuk sosok Doctor Doom sendiri yang ternyata juga merupakan robot. Aslinya? Sedang duduk cantik di singgasananya, di Castle Doom, menikmati lukisan yang dicuri dari museum. Sementara itu, Captain America dianggap sebagai orang yang telah menghentikan pasukan robot dan Spider-Man dituduh telah merusak museum dan barang berharga di dalamnya. Duh dek.


Mungkin yang paling greget dari edisi ini adalah pemilihan artisnya, yang menggambarkan kisah Spider-Man di komik Spidey #4 dengan nuansa yang berbeda. Terasa cocok dan menyatu dengan karakter Spider-Man yang ‘kekanak-kanakan’. Penampakan cameo Hulk, Captain America, dan Fantastic Four juga memberi kesan tersendiri.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply