Review Komik Spidey #3 (2016)

Marvel kembali menghadirkan seri baru dengan Spider-Man sebagai tokoh utamanya. Dengan tajuk Spidey, seri komik ini mencoba mengangkat cerita awal saat Peter pertama kali menjadi sosok Spider-Man. Mungkin tidak terlalu awal banget karena beberapa kejadian origin sengaja dilewati dan hanya digambarkan sekilas. Dua edisi perdananya cukup menjanjikan, dengan kisah yang fresh dan kekinian. Tapi apakah bisa bertahan seperti itu? Untuk saat ini jelas belum bisa diprediksi, jadi mending kita nikmati saja satu demi satu edisi yang hadir sembari berharap ceritanya tidak menjadi membosankan. Setuju?

Sinopsis Komik

41_00

IN THE JAWS OF THE LIZARD! As Peter Parker finds his footing at school and with GWEN STACY…SPIDER-MAN finds himself face-to-face with the LIZARD!

Story: Robbie Thompson
Art: Nick Bradshaw
Color: Jim Campbell
Tanggal Rilis: 3 Februari 2016

Hari-hari Peter Parker yang harus menjalani dua kehidupan yang berbeda — sebagai seorang pelajar dan juga superhero — tidaklah mudah. Berkat bimbingan belajar dari Gwen ia sukses mengkatrol nilainya dalam mata pelajaran sejarah. Namun Flash, ex-sahabatnya, tidak suka dengan hal itu dan membully-nya. Meski kesal, namun ia ingat pesan Uncle Ben untuk tetap menjaga keseimbangan antara dirinya di ‘kehidupan nyata’ dengan identitas rahasianya sebagai Spider-Man.

Di rumah, Peter mengetahui bahwa Aunt May sedang terbelit hutang yang menumpuk. Meski dilarang, diam-diam Peter mulai mencari penghasilan sampingan untuk membantu tantenya, dengan menjadi pengantar pizza. Di saat sedang mengantar pizza, tiba-tiba muncul serbuan ratusan kadal raksasa. Yah gak raksasa-raksasa amat sih, tapi yang jelas jauh lebih besar dari ukuran kadal normal gitu deh.

41_06

Setelah berganti kostum Spider-Man, Peter pun mulai menghajar dan mengusir pasukan kadal tersebut. Mereka kemudian melarikan diri masuk ke dalam gorong-gorong. Mau tidak mau Spidey mengikuti mereka dan tibalah ia pada sebuah lab tersembunyi yang berisikan alat-alat untuk memproduksi pasukan kadal tersebut. Setelah bersusah payah meloloskan diri dari kadal-kadal yang mendadak muncul dan mengeroyoknya, hadirlah si penjahat utama, Dr. Curt Connors alias Lizard.

Mengingat sulit untuk bisa menang melawan Lizard di bawah tanah, Spider-Man pun memutuskan untuk kabur keluar. Strateginya berhasil karena Lizard mengikutinya. Pertarungan babak kedua berlanjut dan kali ini Peter sukses menghajarnya. Namun saat akan menangkapnya, tiba-tiba pasukan kadal berhamburan keluar dan Lizard menggunakan kesempatan ini untuk kabur. Spidey lalu memutuskan untuk menangkap kadal-kadal tersebut dan menyerahkannya ke kebun binatang.

41_13

Awalnya ia berharap untuk mendapatkan uang dari ‘penjualan’ kadal tersebut, tapi penjaga bonbin menyarankan untuk menjual foto kadal pada National Geographic, siapa tahu mereka berminat. Ucapan tersebut memberikan ide bagi Peter untuk menjual cerita dan juga foto-foto aksi Spider-Man pada surat kabar Daily Bulge. Dan seperti rencana semula, uang hasil penjualan tersebut ia serahkan pada Aunt May yang menjadi sangat bangga akan sikap Peter belakangan ini.


Latar waktu cerita di seri komik Spidey ini sepertinya semakin jelas di edisi #3. Meski menceritakan kisah awal Spider-Man, namun bukan awal-awal amat karena sebagian supervillain hadir bukan dalam rangka pertemuan pertama alias sebelumnya sudah pernah bertarung melawan Spidey. Terus terang saya lebih tertarik untuk mengikuti kisah Peter dan Gwen, sayang di edisi ini hanya sekilas saja.

By the way, variant cover-nya keren.

spidey3_variant

Tema artikel yang berhubungan: , ,

2 Comments - Add Comment

Reply