Review Komik Spidey #11 (2016)

Di edisi sebelumnya, Spider-Man bertemu dengan Captain America, superhero yang dicintai oleh banyak orang. Kali ini efeknya baik bagi Spider-Man, karena Captain America, setelah melihat sendiri keseriusan Spider-Man dalam membasmi kejahatan, diam-diam mendatangi Jonah Jameson dan memintanya untuk tidak lagi memposisikan Spider-Man sebagai penjahat di koran hariannya. Karena takut, Jonah pun menurutinya. Satu masalah Spider-Man kini usai. Atau mungkin Jonah akan berubah pikiran kembali? Bagaimana dengan hubungan asmara Peter Parker dengan Gwen Stacy? Akankah bakal tidak lagi bertepuk sebelah tangan? Lalu musuh apa lagi yang bakal dihadapi Spider-Man kali ini? Daripada penasaran, simak langsung deh jawabannya di sinopsis Spidey #11 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

spidey_11

Spidey has had a lot of villains in his early days, but none were designed to hate him more than Mac Gargan, the Scorpion! So why is this Spider-Man/Scorpion battle so different from the others? All this, plus: Peter Parker and Flash Thompson…BFF?!

Story: Robbie Thompson
Art: Nathan Stockman
Color: Jim Campbell
Letter: Travis Lanham
Judul Edisi: Missing Out
Tanggal Rilis: 5 Oktober 2016

Meski sudah membantu Flash Thompson belajar untuk ujian, sikapnya terhadap Peter tidak berubah. Kali ini, usai ujian, ia sengaja menjatuhkan segelas kopi ke lembar ujian Peter agar Peter tidak bisa ikut datang ke restoran burger seperti yang diminta Gwen Stacy. Sepeninggal mereka, guru kelas Peter berterimakasih kepada Peter yang telah membantu Flash belajar, karena tidak semua orang seberuntung Peter yang memiliki orang sebaik Aunt May yang menjaganya. Peter tidak begitu paham dengan perkataan gurunya.

Untuk menghilangkan bad mood-nya, Peter pun menjalankan rutinitasnya sebagai Spider-Man. Berkat campur tangan Captain America di edisi sebelumnya, warga kota kini mulai bisa menerima keberadaan Spider-Man sebagai superhero, bukan penjahat. Tiba-tiba Spider-Man melihat sosok raksasa (Galactus) yang sedang dikepung oleh Fantastic Four, Captain America, Iron Man, Thor, dan Doctor Strange.

Spider-Man pun berniat untuk bergabung dengan mereka. Tanpa diduga, seseorang menyerangnya dari belakang dan itu adalah Scorpion. Mau tidak mau Spider-Man terpaksa menghadapinya terlebih dahulu, yang entah mengapa, kali ini memiliki cara bertarung yang berbeda dengan biasanya serta terus menerus menggumamkan kata “Kamu harus mati” pada Spider-Man. Pada akhirnya, dengan mencopot ekor Scorpion, Spider-Man berhasil melumpuhkannya.

Saat hendak melangkah pergi, Scorpion tiba-tiba memanggilnya dan memintanya untuk mengambil sesuatu yang ada di kepalanya. Ternyata ada semacam chip di bagian belakang kepala Scorpion, yang langsung meledak begitu Spider-Man mengambilnya. Sikap Scorpion sendiri langsung kembali normal setelah chip tersebut dilepas. Tahu bahwa Scorpion hanya dimanfaatkan, Spider-Man memutuskan untuk membiarkannya pergi. Namun apes bagi Spider-Man, saat akhirnya bisa tiba di TKP pertarungan superhero lainnya dengan Galactus, ternyata pertarungan sudah usai. Bukannya membantu beraksi, kini Spider-Man membantu beberes puing-puing hasil pertarungan barusan 😀

Esok harinya, hasil ujian dibagikan. Flash girang luar biasa begitu tahu ia lulus di ujian tersebut. Pun begitu dengan Peter, yang tiba-tiba dikabari oleh Gwen bahwa ia ingin agar Peter yang menemaninya menghadiri pesta dansa.


Finally, cerita Spidey mendekati titik akhir. Satu demi satu masalah yang dihadapi Peter / Spider-Man tuntas dan sesuai preview yang ada, Spidey #12 (edisi terakhir btw) bakal menghadirkan pertarungan Spider-Man dengan Sinister Six yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Oh ya, walau hanya sekilas, senang juga bisa melihat beberapa superhero dunia Marvel muncul sekaligus di edisi ini. Sampai-sampai Doctor Strange yang jarang eksis aja bisa nongol.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply