Review Komik Spidey #1 – #2 (2015)

Satu lagi seri komik Spider-Man yang bikin saya kepincut. Spidey adalah seri komik terbaru dari si manusia laba-laba yang berfokus pada awal Peter Parker menjadi Spider-Man. Untuk asal mulanya sama sekali tidak diubah, dan cerita pada Spidey langsung mengambil timeline setelah Uncle Ben meninggal. Walau bisa dibilang ini adalah sekedar re-telling / re-make / alternate story atau apalah apalah, tapi nuansa kekinian yang disematkan membuatnya cukup menarik untuk disimak. Seperti apa kisahnya? Yuk, cekidot sinopsis dua edisi perdananya di bawah ini.

Sinopsis Komik Spidey #1

spidey1

Think you know everything about Peter Parker’s early days? Think again. It’s action, adventure and a rip-roaring romp in classic Marvel style as SPIDEY swings onto shelves this winter! Featuring adventures from throughout the web-slinging wonder’s younger years, it’s a return to the days of overdue homework, not knowing how to talk to girls (or anybody, really) and just a plenty of danger. Witness some of Spidey’s earliest tangles with the likes of DOC OCK, SANDMAN and a host of other unexpected guests!

Story: Robbie Thompson
Art: Nick Bradshaw
Color: Jim Campbell
Tanggal Rilis: 2 Desember 2015

Hari-hari Peter Parker berjalan seperti biasa. Di pagi hari, ia menangkap penjahat berkostum easter bunny, lalu lanjut berangkat ke sekolah. Di sekolah, gara-gara nilainya jelek, gurunya Mr. Maxwell memintanya untuk melakukan quiz remidi pelajaran sejarah besok dan untuk membantunya belajar, ia sudah meminta Gwen Stacy untuk menjadi partner belajarnya. Saat masih deg-degan memikirkan bakal belajar bareng Gwen, muncul Flash Thompson, sahabat-lama-jadi-musuh yang mengganggunya. Tanpa disangka Gwen membelanya dan mengajaknya bergegas untuk mengikuti field trip ke laboratorium Oscorp.

Saat sedang asik melihat-lihat, muncul Doctor Otto Octavious atau yang lebih dikenal dengan Doc Ock. Dengan membabibuta ia menghancurkan perlengkapan yang ada di lab, sembari menghajar para penjaga yang ada. Peter pun tidak tinggal diam. Diam-diam ia menyelinap ke toilet untuk mengganti pakaiannya dengan kostum Spider-Man. Agar tidak ada yang curiga, ia lalu menggunakan lorong ventilasi udara untuk menuju ke tempat Doc Ock beraksi.

Dan dimulailah, aksi pertempuran perdana di seri komik Spidey ini, antara Spider-Man versus Doc Ock. Sayangnya tidak berlangsung lama karena salah satu pilar di lab tiba-tiba ambruk dan Doc Ock yang sebenarnya sudah mulai terdesak menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Spider-Man segera berusaha menahan pilar dengan kekuatannya sembari memberi waktu pada orang-orang yang masih ada di TKP untuk melarikan diri.

Setelah sempat menyelamatkan Gwen yang tidak langsung bergegas keluar lab karena mencari Peter, Spider-Man pun kembali menyelinap menuju toilet dan menggunakan kembali pakaiannya. Melihat Peter keluar dari sana, teman-temannya, terutama si Thompson, menertawakannya. Kali ini giliran Harry Osborn yang membantu menyelamatkan mukanya.

Beberapa waktu kemudian, Norman Osborn (ayah Harry, pemilik Oscorp) sedang mengevaluasi kembali bagaimana Doc Ock dan juga Spider-Man bisa begitu saja masuk ke dalam markasnya. Di sini terlihat fakta bahwa Norman sudah berubah menjadi Green Goblin.


Sinopsis Komik Spidey #2

spidey2

Spidey and Sandman square off in a titanic tale that’ll knock you out! Get it? Knock you out? Because Sandman. The book has better jokes than the solicits, we swear!

Tanggal Rilis: 6 Januari 2016

Usai belajar bareng Gwen di perpustakaan, Peter menuju TKP perampokan sebuah bank. Mengingat aksi-aksinya banyak mendapatkan likes di Instagram, ia pun mencoba mengabadikan aksinya dengan kamera tersembunyi. Masuk ke dalam bank, yang ia temui ternyata adalah Sandman alias Flint Marko a.k.a si manusia pasir.

Setelah melalui pertarungan sengit, akhirnya Spider-Man dapat mengalahkan Sandman dengan menggunakan kombinasi air dan semen. Masalahnya, ia meninggalkan pihak polisi yang jengkel karena tidak tahu harus berbuat apa dengan Sandman yang sudah berubah menjadi patung semen raksasa.


Meski mengambil latar kisah masa lalu Spider-Man alias awal-awal ketika Peter menjadi Spider-Man, namun terdapat beberapa perbedaan cerita di sini dengan cerita-cerita sebelumnya. Seperti Peter yang sudah bertemu dengan Gwen sejak di SMA (bukan di universitas), atau Peter sendiri yang menemukan Uncle Ben telah terbunuh (bukan ditemukan terlebih dahulu oleh polisi). Jujur aja, sebenarnya terlalu banyak alternatif cerita seperti ini di komik-komik Marvel yang bikin saya lebih sreg dengan DC, tapi entah kenapa kali ini beda. Sejauh dua edisi perdana Spidey kok enjoy-enjoy aja bacanya, hehehe. Tuh lihat, saya kasih poin reviewnya juga bagus, loh 😀

Reply