Review Komik Satan’s Hollow #6 (2016)

Empat dari lima ritual persembahan sudah terpenuhi. Persembahan terakhir, Kenny, diserahkan oleh John kepada para iblis, dan kini ia telah berada sepenuhnya dalam genggaman ratu iblis. Jacob, yang menjadi satu-satunya harapan Sandra untuk bisa membantunya, justru setali tiga uang dengan John, sama-sama merupakan pengikut setan. Dengan dirinya yang kini sendiri berada di tengah-tengah terbukanya portal neraka ke dunia, mampukah Sandra menghentikan terjadinya hal tersebut? Simak edisi terakhir dari miniseri Satan’s Hollow berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Cover A

Cover A

Twenty years ago in Blue Ash the doorway to hell was nearly opened. One father’s love for his little girl was able to stop it from happening. Now, two decades later, the same forces of evil have the doorway poised to open again. All that can stop them is that same girl now a grown woman and all alone, and this time love and hope have abandoned her.

Story: Joe Brusha
Art: Allan Otero
Color: Fran Gamboa & J.C. Ruiz
Letter: Matt Krotzer
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 7 Agustus 2016

Jacob menceritakan apa yang terjadi pada Sandra. Ia merupakan keturunan dari salah satu anggota sekte yang datang kembali ke Blue Ash untuk menyelesaikan ritual pembukaan portal neraka. 5 persembahan ritual wajib diberikan untuk itu: darah ‘monster’ pembantu setia manusia (anjing) (bagi pengawal iblis), darah seorang wanita yang baik hati (bagi ratu iblis), darah seorang pria yang baik (bagi iblis pencabut nyawa), darah seseorang yang pernah mencabut nyawa orang lain (bagi iblis eksekutor), serta darah seseorang yang masih polos (bagi raja iblis). Empat dari lima ritual telah diselesaikan, dan kini tinggal menunggu korban kelima, alias Kenny, untuk dieksekusi.

Jacob melanjutkan bahwa ialah yang bertanggung jawab telah membunuh mereka semua. Meski John sempat terlibat, namun ia separuh hati melakukannya karena tidak bisa melepaskan dirinya sepenuhnya dari Sandra. Jacob pula yang beberapa kali membawa Sandra kembali ke rumahnya pada saat ia tak sadarkan diri di Satan’s Hollow. Shadow Man yang juga berada di sana menambahkan bahwa darah Sandra dan keluarganya sudah ditakdirkan untuk menjadi pembuka portal neraka. Ia lalu menceritakan apa yang terjadi 20 tahun lalu, dimana ayah Sandra berhasil menggagalkan ritual dan Sandra pun berhasil berhasil kabur dari Satan’s Hollow. Walau demikian, usahanya itu tidak hanya membuat ayah dan ibu Sandra terbunuh, melainkan juga membuat Shadow Man, yang dulunya adalah pemimpin sekte, dihukum oleh sang raja iblis dan diubah menjadi sosok Shadow Man.

56_07

Di neraka, entah bagaimana caranya, John berhasil melepaskan dirinya dari kursi yang sebelumnya menahannya. Dan kebetulan juga, di dekat tempatnya ditahan, terdapat beberapa pedang yang lantas ia gunakan untuk menebas para monster ular penjaga. Ia pun melarikan diri dari tempat tersebut.

Di bumi, waktu ritual telah tiba. Dengan mengucap mantra, Jacob bersiap untuk menghunuskan pedangnya ke tubuh Kenny. Tiba-tiba saja dari belakang John muncul dan mendorongnya hingga terjatuh. Sementara John berkelahi dengan Jacob, Sandra membebaskan Kenny dari ikatannya di altar. Tak butuh waktu lama bagi Jacob untuk melumpuhkan John, demikian pula dengan Shadow Man yang menggunakan bayangannya untuk menahan Sandra dan Kenny. Tanpa diduga, Jacob dan Shadow Man saling berebut Sandra, sama-sama menginginkan Sandra sebagai ‘hadiah’ mereka sudah membukakan pintu portal neraka bagi sang iblis. Dengan pisau yang sudah diberi kekuatan hitam, Jacob menebas tubuh Shadow Man, dan kini kembali bersiap untuk membunuh Kenny. Peristiwa tak terduga kembali terjadi, dimana John, dengan menggunakan pistol milik Derrick, menembak Jacob dari belakang dan membunuhnya.

56_17

Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, John meminta maaf pada Sandra dan mengatakan bahwa ia mencintainya. Sandra memaafkan sekaligus mengatakan bahwa ia juga mencintai John. Ia lalu membawa Kenny meninggalkan Satan’s Hollow dan menyerahkannya pada ibunya, sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Blue Ash dan tidak akan pernah kembali lagi ke sana untuk selama-lamanya.


Pada edisi terakhir Satan’s Hollow, empat variant cover dibuat oleh Allan Otero / Ivan Nunes (cover A), Anthony Spay / Ivan Nunes (cover B), Noah Salonga / Mohan Sivakami (cover C), serta Johnny Desjardins / Meguro (cover D). Penampakan keempat cover kerennya dapat disimak di bawah ini.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply