Review Komik Poison Ivy: Cycle of Life And Death #6 (2016)

Kemarin saya tiba-tiba teringat akan miniseri Poison Ivy ini dan ternyata sudah terbit edisi finalnya sejak 2 bulan lalu 😀 Supaya tidak ada tanggungan lagi, saya posting dulu review komik ini sebelum berlanjut ke review komik lain yang rilis minggu ini. Dan untuk sedikit menyegarkan ingatan, di cerita sebelumnya, monster yang selama ini mengawasi Pamela Ivy a.k.a Poison Ivy dan ‘keluarga’ kecilnya (Hazel, Rose, dan Thorn) akhirnya menampakkan batang hidungnya dan menyerang Pamela. Yang mengejutkan, dari suaranya, Pamela mengenal sosok monster tersebut sebagai Dr. Eric Grimley, pimpinan departemen sains Bothanical Plant yang diduga telah tewas beberapa waktu lalu. Apa sebenarnya yang terjadi? Dan bagaimana akhir cerita dari miniseri Cycle of Life and Death ini? Simak sinopsis edisi #6 selengkapnya di bawah ini, gaes!

Sinopsis Komik *SPOILER*

poisonivy_6

Poison Ivy and her Sporelings battle for survival in the epic final chapter of “Cycle of Life and Death”! The monster Grim makes his final move, the murderer is revealed, and Pamela Isley’s life will be forever changed! Plus, someone, or someTHING, joins the fray!

Story: Amy Chu
Art: Scott Hanna, Sandu Florea (Inks) / Cliff Richards, Al Barrionuevo (Pencils)
Color: Ulises Arreola
Letter: Janice Chiang
Judul Edisi: Cycle of Life And Death Part Six: The Conclusion
Tanggal Rilis: 15 Juni 2016

Sembari menggenggam Poison Ivy di tangannya, Grim menceritakan apa yang terjadi kepadanya. Selama ini ternyata ia melakukan penelitian tentang kehidupan yang abadi. Namun umur mengalahkannya dan meski pikirannya tetap sehat, tubuhnya makin melemah. Di saat itu ia mengetahui tentang tanaman Welwitschia Mirabilis atau pohon Yew yang sedang diteliti oleh Pamela. Tanaman tersebut pada dasarnya kaya akan Taxan, yang ampuh untuk mengobati kanker. Diam-diam ia, dengan dibantu oleh Victor Lee, pun melakukan proses stem cell atau regenerasi sel dengan cara menyuntikkan cairan embrio dari tanaman tersebut ke dalam tubuhnya

Upayanya berhasil dan sedikit demi sedikit kondisi tubuhnya membaik. Hanya saja, muncul benjolan-benjolan di kulitnya yang diperkirakan merupakan efek samping dari proses stem cell yang ia lakukan. Ditambah dengan Dr. Luisa yang mencurigai adanya penggunaan dana ilegal yang digunakan oleh Victor dan Grim untuk membangun laboratorium rahasia di Gotham Bothanical Garden. Untuk membungkamnya, mereka meracuni Luisa hingga tewas, serta meminta bantuan dari beberapa anggota dewan Wayne Foundation untuk menutup investigasi dari pihak kepolisian.

Yang menjadi masalah, kini bibit tumor kembali menyerang Grim, sedangkan laboratorium yang berisi persediaan stem cell telah dihancurkan oleh Pamela. Ia pun berencana untuk mendapatkannya dari tubuh ketiga ‘anak’ Poison Ivy. Saat itulah tiba-tiba Darshan serta Hazel, Thorn, dan Rose datang untuk menyelamatkan Poison Ivy. Bahu membahu mereka mencoba mengalahkannya, namun gagal karena kekuatan mereka ternyata tidak berpengaruh terhadap monster Grim. Bahkan Darshan sempat nyaris tertelan masuk ke dalam tubuh Grim, yang untungnya diselamatkan oleh Swamp Thing (a.k.a Alec Holland) yang secara mengejutkan hadir di TKP dan memukul mundur Grim hingga terjatuh.

Saat sedang membahas mengenai masalah tersebut, tanpa disadari Grim bangkit kembali dan menangkap Rose. Tahu bahwa kekuatan mereka tidak dapat melukai Grim, Thorn dan Hazel menggunakan pedang serta penggaruk rumput untuk menghajar Grim. Usaha mereka berhasil dan potongan tubuh Grim pun mereka buang ke sungai.

Sembari berpamitan, Swamp Thing mengingatkan Pamela bahwa ia tidak bisa selamanya melindungi sporelings alias anak-anaknya. Apalagi mereka belum sepenuhnya dewasa, ada banyak hal yang bisa saja terjadi tanpa bisa Pamela prediksi. Kata-kata Swamp Thing membuat Pamela teringat bahwa ia pun memiliki teman yang bisa diandalkan. Ia segera menghubungi Harley Quinn dan menanyakan kabarnya. Saat Harley menyinggung soal ketiga anaknya, Pamela baru menyadari bahwa Hazel, Rose, dan Thorn tidak ada lagi di rumahnya.

Dengan diantar oleh Darshan, Hazel, Rose, dan Thorn ternyata telah berada di terminal bus Gotham dan bersiap untuk pergi keluar kota. Mereka ingin berkeliling melihat dunia luar dengan sisa waktu yang mereka miliki, sekaligus menghindari pihak kepolisian yang kemungkinan akan mengejar mereka pasca kejadian di klub malam sebelumnya.


Hadirnya Swamp Thing jelas menjadi kejutan sendiri yang cukup menarik untuk disimak. Meski endingnya tidak terlalu membahagiakan bagi Poison Ivy, namun secara keseluruhan saya cukup menikmati miniseri “Poison Ivy: Cycle of Life and Death” ini. Dan saya sangat mendukung apabila DC Comics berniat untuk menerbitkan miniseri-miniseri lainnya, terutama apabila yang diangkat sebagai tokoh sentral adalah karakter-karakter kelas dua di dunia DC yang jarang terekspos. Setuju gak teman-teman?

Reply