Review Komik Poison Ivy: Cycle of Life And Death #5 (2016)

Kondisi seolah beranjak kembali normal di ending cerita Cycle of Life and Death #4 lalu, dengan diperoleh kembalinya catatan penelitian Pamela Ivy, terbongkarnya niat dan ulah jahat Victor Lee selama ini, berhasil diselamatkannya salah satu anak hybrid hasil eksperimen lab Lee, serta dihancurkannya laboratorium rahasia Gotham Bothanical Plant yang menjadi ruang kerja rahasia Lee dalam menggapai ambisinya. Namun faktanya tidak. Rose, Hazel, dan Thorn mulai beranjak remaja, dan tahu sendiri lah, masa-masa anak remaja adalah fase paling penuh perjuangan bagi orang tua. Eh, katanya sih, saya belum punya anak soalnya, belum ngerasain sendiri, hehehe. Eniwei, penasaran gak dengan ulah bandel yang dibuat mereka? Juga bagaimana tentang sosok monster yang selama ini mengawasi Pamela? Atau kelanjutan penyelidikan polisi terhadap kasus pembunuhan di Bothanical Plant? Jika tidak, close aja deh tab browsernya, ngapain juga baca artikel ini, hehehe. Tapi jika ya, yuk silahkan monggo dilanjut bacanya ke bagian bawah, bagian sinopsis dan spoiler komik Poison Ivy: Cycle of Life And Death #5.

Sinopsis Komik *SPOILER*

poisonivy5

Trouble is brewing as Poison Ivy’s sporelings discover their powers and spread their wings, causing mayhem across Gotham City! Plus, a murderer-mastermind is revealed in this penultimate chapter of Life and Death!

Story: Amy Chu
Art: Clay Mann, Stephen Segovia (Pencils) / Seth Mann, Sandu Florea, Art Thibert (Inks)
Color: Ulises Arreola
Letter: Janice Chiang
Judul Edisi: We Are Family
Tanggal Rilis: 18 Mei 2016

Setelah Rose dan Hazel, kini keluarga kecil Poison Ivy ketambahan satu anggota, Rose, gadis hybrid yang ia selamatkan dari laboratorium rahasia Gotham Bothanical Plant. Waktu berlalu, kini ketiga ‘anak’ gadisnya telah beranjak remaja (dalam dunia tanaman, 25 minggu setara dengan 15 tahun manusia), dan mereka bosan terus-terusan harus berada di dalam rumah, suatu tindakan yang memang sengaja dilakukan Pamela untuk menjaga mereka hingga siap menghadapi dunia. Selain itu, mereka juga mulai mempertanyakan asal usul mereka: makhluk apakah mereka, bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang, dan sebagainya.

Malam harinya, karena sudah tidak tahan lagi, Hazel dan Thorn memutuskan untuk menyelinap keluar. Rose yang memergoki mereka sempat berusaha menahannya, namun akhirnya malah ikutan juga. Di kota Gotham, tanpa sengaja mereka malah masuk ke sebuah strip club dan ikut beraksi atas panggung. Aktivitas mereka membuat salah satu pengunjung gemes dan berusaha untuk grepe-grepe Rose yang sedang mencari minuman di bar. Jelas usahanya sia-sia karena Rose yang marah segera mengeluarkan jurus andalannya, mengubah tangan si om-om genit itu menjadi batang pohon.

33_10

Aksi Rose jelas berbuntut panjang. Pihak kepolisian, terutama dua orang detektif yang menangani kasus pembunuhan di Bothanical Plant sebelumnya, turun tangan dan menemukan bahwa isi ruang night club tersebut telah hancur berantakan. Untungnya, sesaat ketika Hazel berusaha untuk menyerang kedua detektif tersebut, Poison Ivy tiba di TKP. Ia meminta ketiga anak gadisnya untuk berhenti berulah dan segera pulang ke rumah.

33_14

Untuk menghukum mereka, Pamela mengurung ketiganya dalam sebuah sangkar pohon. Ia lalu meninggalkan mereka untuk berkomunikasi dengan alam dan meminta petunjuk apa yang harus ia lakukan selanjutnya, mengingat ini adalah pengalaman perdananya dalam ‘mengasuh’ hybrid. Namun komunikasinya terganggu oleh datangnya sesosok monster yang sepertinya sama dengan yang selama ini mengawasinya dari kejauhan (termasuk saat menjemput Rose, Hazel, dan Thorn dari strip club). Dan saat monster tersebut menyerangnya, Pamela mengenali suaranya yang mirip dengan Doctor Eric Grimley, pimpinan departemen sains Bothanical Plant yang telah tewas beberapa waktu lalu.


Not bad. Meski alur cerita hanya semalam, namun banyak hal yang terjadi. Mulai dari hubungan Poison Ivy dengan Rose, Hazel, dan Thorn yang mulai renggang, hingga monster yang *akhirnya* menampakkan diri di depan Pamela dan menyerangnya. Sayang tidak ada perkembangan dari hubungan Pam dan Darshan yang menuju ke arah cinta-cintaan. Tapi ya memang sudah bisa diduga sih, lha kalo disandingin juga gak bakal serasi, hehehe. Yang jelas, chapter finale bulan depan sepertinya bakal seru.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply