Review Komik Peek A Boo (Zenescope, 2018)

Pecinta film horror so pasti sudah pernah menonton film “Wrong Turn”. Setidaknya satu dari beberapa seri yang menjadi bagian franchise tersebut. Dan jika teman-teman termasuk pecinta film bertema bunuh-bunuhan sadis semacam itu, jangan sampai melewatkan mengikuti serial komik yang satu ini, “Peek A Boo”. Diterbitkan oleh Zenescope, mini seri 5 edisi yang ditulis oleh Victoria Rau ini mengangkat tema serupa, tentang sekelompok orang kanibal yang bersembunyi (atau tinggal) di suatu tempat terpencil. Untuk gambaran sekilas, coba disimak sinopsis Peek A Boo #1 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

A mother seeking solace with her two teenage children after a recent tragedy signs up for a group hiking and camping tour. But navigating the difficult terrain is the least of the hikers’ worries as the group soon finds they’re being stalked by unseen predators.

Story: Joe Brusha, Ralph Tedesco
Writer: Victoria Rau
Art: Marcelo Basile
Letter: Charles Pritchett
Tanggal Rilis: 14 Maret 2018 (edisi #1)

Jurang dalam (ngarai) Peek A Boo, Utah. 5 orang remaja berkemah di salah satu tempat di jurang Peek A Boo. Malam harinya, tanpa disangka, sekelompok orang misterius diam-diam mendatangi tenda mereka dan membantai mereka satu demi satu dengan sadis.

Dua minggu kemudian. Sekelompok orang mengikuti kegiatan trekking Peek A Boo Loop di wilayah jurang Peek A Boo. Ada seorang ibu bersama 3 orang anaknya (2 cewek dan 1 cowok), sepasang kekasih, seorang ayah bersama 2 putranya (salah satunya adalah putra tiri), 2 orang sahabat, dan 1 orang guide. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda.

Setelah berjalan kaki beberapa saat, mereka memutuskan untuk bermalam di suatu tempat. Tanpa diketahui, sekelompok orang diam-diam mendatangi kantor si tour guide dan merusak perangkat komunikasi yang ada di sana. Kendaraan-kendaraan mereka juga tidak luput jadi sasaran perusakan.

Tengah malam, sekelompok orang misterius tersebut mulai melancarkan aksinya, menyerbu kemah peristirahat peserta trekking. Keadaan menjadi kacau dan beberapa orang tewas terbunuh. Anehnya, sekelompok orang tersebut tidak membunuh para wanita, melainkan justru membawa mereka pergi, termasuk kedua anak gadis si ibu-ibu.

Siapa sebenarnya kelompok orang misterius tersebut? Apa yang hendak mereka lakukan terhadap para wanita yang diculik? Temukan jawabannya di kelanjutan serial Peek A Boo 🙂


Lumayan seru, kan? Dari segi cerita mungkin yah so so lah, tidak jauh beda dengan film-film bertema sejenis. Tapi saya 100% yakin, pecinta film horror aliran ini bukan menonton karena tertarik dengan jalan ceritanya, melainkan karena menikmati adegan-adegan sadisnya, hehehe. Ya, kan?

Sayangnya, untuk gambar, yang ditangani oleh Marcelo Basile, masih kurang mantap. Terutama pada penggambaran karakter. Saya pribadi masih sulit untuk membedakan sosok wajah karakter-karakter yang ada, padahal jumlahnya tidak terlalu banyak. Tidak terbayang kalau Marcelo dipercaya untuk membuat artwork komik yang bertema kerajaan, hehehe. Yah, semoga saja untuk edisi-edisi berikutnya ada peningkatan dari segi desain.

Komik Peek A Boo versi digital dapat dibeli di Comixology melalui tautan berikut ini (bukan link affiliate).

UPDATE: Di Peek-A-Boo #2 sudah ada tambahan halaman yang berisikan daftar karakter yang ada di komik ini, baik yang sudah mati maupun yang masih bertahan. Selain itu di dalam cerita juga dicantumkan nama tokoh yang saat itu sedang disorot. Lumayan membantu banget untuk lebih memahami jalan cerita.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply