Review Komik Nightwing #5 (2016)

Saya memang tidak memasukkan seri Nightwing di antrian review komik rutin, tapi berhubung kali ini event crossover “Night of The Monster Men” mengikutsertakan Nightwing, maka sudah pasti harus ikut direview supaya tidak terputus ceritanya. Nah, sebelumnya, di Batman #7, diceritakan badai besar melanda kota Gotham. Banjir yang lebih dahsyat ketimbang Zero Year juga sudah berada di depan mata. Saat Batman dkk sibuk mengevakuasi warga kota ke sebuah gua di Olsen Park, muncul ‘monster men’, sosok monster raksasa yang merupakan hasil modifikasi DNA manusia dari Hugo Strange. Batman berhasil mengalahkan monster men yang pertama, tapi kini muncul lagi sosok yang kedua, dengan ukuran yang lebih besar. Mampukah Nightwing, Batman, dan yang lainnya mengalahkannya? Akankah ada lagi monster men yang berikutnya? Simak jawabannya di sinopsis komik Nightwing #5 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

nightwing_5

“Night of the Monster Men” part 2! The Monster Men are stomping their way through Gotham City. How can the Bat-team face the monsters and the storm of the century? And when Nightwing goes behind the scenes to discover where the monsters came from, what lurks in the shadows may be worse than the monsters themselves!

Story: Tim Seeley, Steve Orlando
Art: Roge Antonio
Color: Chris Sotomayor
Letter: Carlos M. Mangual
Judul Edisi: Night of The Monster Men Part Two
Tanggal Rilis: 21 September 2016

Duke mengungkapkan keresahannya pada Alfred, merasa ia seharusnya berada di luar sana membantu yang lain melawan monster men, bukan malah ‘terkurung’ di dalam BatCave. Alfred mengingatkan bahwa sudah demikian perintah Batman sehingga ia harus menurutinya. Lagipula Batman dkk membutuhkan bantuannya di dalam BatCave. Walau demikian, Duke tetap merasa Batman tidak berhak untuk memberlakukan dirinya (dan Claire a.k.a Gotham Girl) seperti itu karena di luar atau di dalam seharusnya adalah keputusan mereka sendiri, bukan terserah Batman.

Melihat monster men kedua yang memiliki ukuran dan kekuatan yang lebih besar, BatWoman berkoordinasi dengan Clayface untuk memperluas wilayah evakuasi. Batman lalu meminta Nightwing untuk menuju kamar jenazah dan mencari petunjuk di sana, sementara ia dan BatWoman akan menangani monster men kedua yang berbentuk mirip naga itu.

Sambil menarik perhatian monster men naga, Batman meminta Duke untuk mengaktifkan Bat-Beacon, semacam hologram yang aktif di lampu penerangan jalanan Gotham dan menampilkan video rekaman Batman yang meminta penduduk Gotham untuk mengungsi karena ada bahaya yang mengancam di kota. Sementara itu, di lokasi penampungan yang berada di Olsten State Park, detektif Harvey Bullock mengingatkan Spoiler bahwa kondisi gua sudah semakin padat. Ia juga menyayangkan sikap Orphan yang sama sekali tidak membantu proses evakuasi dan hanya duduk di tebing mengawasi keadaan sekitar. Spoiler mengingatkan Bullock bahwa di antara mereka justru Orphan yang paling berpengalaman menghadapi monster, sehingga mereka harus percaya kepadanya.

Batman dan BatWoman mencoba untuk menjatuhkan monster men naga dengan menggunakan kabel. Usahanya mereka sempat berhasil, namun tanpa disangka, muncul kepala kedua dari tengkuk naga tersebut. Ia pun kembali pulih dan melanjutkan aktivitas penghancuran yang ia lakukan. Dari salah satu bangunan yang dihajar naga, Nightwing melihat seseorang terlempar keluar. Ia segera turun untuk menyelamatkannya dan untungnya berhasil. Ia membawa orang tersebut ke tempat aman, tidak menghiraukan Batman yang berulangkali mengingatkannya untuk segera menuju rumah jenazah. Nightwing menyadari bahwa Batman melakukan hal yang biasa ia lakukan setelah kehilangan seseorang — menjadikan dirinya sendiri target dan mendorong yang lain menjauh dari bahaya. Batman tidak mengindahkan kata-kata Nightwing dan memintanya untuk segera OTW ke rumah jenazah.

Bersama BatWoman, Batman menggiring monster naga tersebut ke sebuah tempat dimana selama ini Batman menyembunyikan Nightwing Cycle. Giliran BatWoman yang tidak setuju dengan ulah Batman tersebut yang seolah tidak percaya pada Nightwing. Batman berdalih bahwa ia guru Nightwing, sehingga Nightwing adalah tanggung jawabnya. Namun adu argumen mereka harus ditunda karena kali ini kepala ketiga si monster men naga sudah muncul.

Nightwing dalam perjalanan menanyakan updet tentang hasil penelitian DNA monster men yang pertama. Menurut Alfred, DNA tersebut merupakan hasil modifikasi dari DNA manusia dengan tingkat agresivitas yang tinggi. Sel DNA tersebut mengambil alih jaringan manusia dan melakukan rekonstruksi ulang sesuai dengan bentuk yang sudah diprogram sebelumnya. Selain itu juga terdapat bahan kimia khusus yang digunakan untuk memicu dan mempercepat proses akselerasi sel yang bersangkutan. Sayangnya, ‘bahan kimia khusus’ tersebut terdiri dari beberapa elemen, sehingga masih sulit ditemui sumbernya.

Di gua penampungan, tiba-tiba cairan berwarna merah menetes dari atas dan membasahi penduduk yang berada di sana. Entah apa yang terjadi, orang-orang yang terkena cairan tersebut menjadi emosi dan keadaan mulai rusuh. Sementara itu, Nightwing akhirnya tiba di rumah jenazah. Ada pasukan keamanan yang berjaga di sana sehingga Nightwing yakin Hugo Strange kemungkinan besar berada di tempat tersebut. Duke yang mendengarnya menawarkan untuk mengirimkan anak buahnya, The Robins, untuk membantu Nightwing, namun Nightwing menolak, mengatakan bahwa hal tersebut akan membuat Batman menjadi makin tidak fokus.

Memasuki ruang autopsi, Nightwing menemukan ada empat jenazah yang hilang, sehingga dipastikan masih akan ada dua lagi monster men yang muncul. Ada semacam larva dan sisa residu di sana, yang mengarah ke bawah tanah. Nightwing segera mengirimkan gambarnya kepada Alfred di BatCave. Sesaat kemudian monster men ketiga muncul di Blackgate Penintiary, dengan badan seperti semut tapi memiliki tangan seperti arit.

Nightwing bergegas menuju ke sana, namun masalahnya, posisinya berada saat ini jauh dari TKP, sehingga membutuhkan waktu setidaknya 6 menit lagi. Batman meminta Nightwing menunggu hingga yang lain datang, tapi Nightwing mengatakan sudah tidak ada waktu lagi untuk menunggu. Tanpa diduga, Claire ternyata sedari tadi mendengarkan komunikasi mereka dan ia memutuskan untuk segera menuju ke Blackgate karena sudah tidak tahan mendengar jeritan orang-orang di sana. Batman berusaha mencegahnya, namun Claire sudah mengambil keputusan. Ia pun berganti kostum Gotham Girl dan dalam sekejap sudah terbang melewati Nightwing, menuju Blackgate seorang diri.


Di bagian pertama saya sempat mengira satu monster men berasal dari beberapa mayat yang bergabung menjadi satu, ternyata salah. Hanya 1 orang per 1 monster men. Tapi yang menarik adalah cairan merah yang membuat warga Gotham menjadi terpancing emosinya. Apakah itu juga ulah Dr. Strange? Untuk Batman sendiri saya malah tidak terlalu suka dengan sikapnya yang kembali over-protective karena hal semacam itu sudah sering ia tunjukkan. Di sisi lain jadi penasaran dengan Duke, yang resah karena dipinggirkan seperti sekarang. Akankah nanti ia memberontak dan menolak nurut dengan perintah Batman seperti yang dilakukan oleh Gotham Girl di cliffhanger edisi ini?

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply