Review Komik New Super-Man #6 (2016)

Di cerita sebelumnya, Human Firecracker memanfaatkan Starro, lebih tepatnya Genetically-Modified Starro (G.M.S), untuk menguasai Bat-Man dan Wonder Woman of China. Kini ia berniat untuk mewujudkan impiannya, menghancurkan Zhongnanhai, gedung pusat pemerintahan China yang ada di Beijing, dengan cara menabrakan pesawat terbang ke arahnya. New Super-Man bersama ayahnya, The Flying Dragon General, berusaha untuk mencegah hal itu terjadi. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis komik New Super-Man #6 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“MADE IN CHINA” conclusion! Kong Kenan is in the fight of his life against the insane Human Firecracker and his Starro bomb! New Super-Man must confront his darkest demons as he tries to save the Bat-Man and Wonder-Woman of China! Alliances will be tested, heroes will be forged—and the shocking fate of Kenan’s family is revealed!

Story: Gene Luen Yang
Art: Viktor Bogdanovic (Pencils) / Richard Friend (Inks)
Color: Hi-Fi
Letter: Dave Sharpe
Judul Edisi: Made In China Part Six
Tanggal Rilis: 14 Desember 2016

Di Zhongnanhai, August General in Iron memberitahu kondisi terkini mengenai ancaman kelompok Freedom Fighters of China pada Luo, CEO China Southeast. Satu-satunya cara untuk menghentikan mereka adalah dengan menghancurkan pesawat terbang yang menuju ke arah Zhongnanhai. Masalahnya, anak Luo, Luo Lixin, ada di dalam pesawat terbang. Dengan berat hati, demi kepentingan yang lebih besar, Luo mengijinkan The Great Ten menjalankan misi mereka.

Dr. Omen memberitahu Kenan dan Flying Dragon General bahwa mereka punya waktu 20 menit sebelum The Great Ten sampai di pesawat dan menghancurkannya. Melihat pesawat yang dimaksud sudah ada di bawah mereka, Kenan meminta ayahnya untuk membuka bagian belakang pesawat karena ia akan mencoba untuk membangkitkan kembali kekuatannya (Qi) dengan petunjuk yang sebelumnya diberikan oleh Mingming. Merasakan sesuatu di dalam tubuhnya, dengan pede Kenan melompat menuju pesawat di bawahnya, mengira kekuatannya sudah kembali. Ternyata tidak, hanya ilmu kebalnya saya yang kembali, tidak yang lainnya, hingga ia pun terjerembab di atas pesawat.

Setelah Flying Dragon General menyusul turun, keduanya masuk ke dalam pesawat dan mulai menyerbu Freedom Fighters. Kenan berhasil memanfaatkan GMS yang dilontarkan oleh Human Firecrackers untuk digunakan pada anggota Freedom Fighters yang lain. Tidak hilang akal, Human Firecrackers memerintahkan para penumpang pesawat (yang sudah terkena GMS) untuk menyerbu Kenan. Kenan berusaha untuk mengeluarkan tiupan dinginnya, namun sayang, kekuatannya itu belum juga kembali. Padahal, udara dingin kemungkinan besar bisa melumpuhkan Starro / GMS.

Dalam keadaan terdesak, Lixin yang ternyata lolos dari GMS dan bersembunyi di dalam lemari, memberitahu Kenan bahwa ada freezer di salah satu sudut pesawat. Dengan info tersebut, Kenan mencoba untuk menyadarkan Baixi (Bat-Man) terlebih dahulu. Dan ternyata sukses! Kini, dengan bantuan Baixi, dengan mudah Kenan melumpuhkan semua GMS yang ada di pesawat.

Tinggal satu musuh yang tersisa, Human Firecracker. Kenan bergegas menuju kokpit untuk mengkonfrontir Human Firecracker yang saat itu sedang bertarung dengan ayahnya, sementara Wonder Woman of China mengajak Freedom Fighters bersatu dengan mereka untuk menghadang The Great Ten dan mencegah mereka menghancurkan pesawat. Pada akhirnya, Kenan berhasil mengalahkan Human Firecrackers. Namun musibah terjadi. Human Firecracker tidak mau menyerah begitu saja dan menyalakan kembang api yang ada di tubuhnya. Melihat hal itu, Flying Dragon General segera menerjangnya. Kenan selamat, tapi ayahnya terluka parah.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, ayah Kenan berpesan agar Kenan melanjutkan perjuangan ibunya, untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan demokrasi di Cina. Tidak dengan cara Freedom Fighters, melainkan dengan cara Kenan sendiri, cara yang lebih baik dari mereka. Dan Kenan bisa memulainya dengan berjuang untuk membantu lebih banyak orang lagi.

Di depan makam kedua orang tuanya, Kenan berniat mengusut masalah kematian ibunya, berbekal petunjuk bahwa Departemen Kemandirian-lah yang bertanggung jawab untuk itu. Wonder WOman of China dan Bat-Man berjanji akan membantunya, meski harus melawan Departemen Kemandirian sekali pun. Selain itu, untuk menyiapkan dirinya, Kenan menemui Mingming, yang kemudian mengarahkannya pada Master I-Ching, seorang guru bela diri.

Di suatu tempat di laboratorium penelitian Departemen Kemandirian, Dr. Omen menemui seseorang yang berada di dalam Compliance Device. Orang itu ternyata adalah Zhongdan alias The Flying Dragon General.

“Aku akan menemukan cara agar kita bisa bersama lagi. Aku berjanji padamu, cintaku,” ujar Dr. Omen.


Damn, I didn’t see THAT coming! Dr. Omen adalah istri Zhongdan / ibu Kenan Kong???!!! Di luar kejanggalan kenapa Wonder Woman of China dan Bat-Man tidak berusaha mencegah The Great Ten untuk menjatuhkan pesawat dan malah mengajak Freedom Fighters untuk menghadapi mereka, jelas ini adalah edisi TERBAIK New Super-Man sejauh ini. Gak sabar untuk nunggu seperti apa jalan cerita selanjutnya. Semoga gak banyak bertele-tele dan fokus tentang hubungan Kenan Kong, Dr. Omen, dan The Flying Dragon General.

Tema artikel yang berhubungan: , ,

Reply