Review Komik Justice League vs. Suicide Squad #1 (2016)

Akhirnya major event pertama di era Rebirth dimulai dengan pertarungan dua tim super, Justice League melawan Suicide Squad. Mungkin agak spoiler, tapi perlu diinfokan di awal bahwa cerita di sini tidak berhubungan atau berbeda timeline-nya dengan cerita yang ada di seri komik Justice League maupun Suicide Squad. Jadi jangan kaget jika Captain Boomerang masih hidup dan Jessica Cruz (Green Lantern) masih bergabung dengan Justice League, ya. Ceritanya sendiri adalah tentang awal Suicide Squad dibentuk, yang tidak disetujui keberadaannya oleh Batman dkk. Kalau yang ini bukan spoiler loh karena sudah beberapa kali disinggung di seri komik Batman. Nah, seperti apa kisahnya? Simak deh sinopsis miniseri komik Justice League vs. Suicide Squad #1 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

The first major event storyline of DC’s Rebirth era begins with a day Amanda Waller always knew would come: the Justice League discovers the existence of the Suicide Squad! This government-sponsored black-ops team of super-villains with bombs implanted in their brains is obviously a deal-breaker for Earth’s paragons of truth and justice! But you can bet that the Wall and her Task Force X won’t go down without the fight to end all fights as this weekly series gets underway!

Story: Joshua Williamson
Art: Jason Fabok
Color: Alex Sinclair
Letter: Rob Leigh
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 21 Desember 2016

Di Death Valley, California, atau tepatnya di The Catacombs, sebuah penjara super rahasia yang didesain untuk menahan hanya narapidana-narapidana paling berbahaya, seseorang berhasil menerobos masuk ke dalam. Dengan tenang ia meminta dokter yang mengawasi mereka untuk membebaskan para narapidana. Tidak punya pilihan lain, ia terpaksa melakukannya. Sesaat kemudian, pasukan penjaga tiba dan berniat untuk melumpuhkan mereka kembali. Namun dengan mudah para narapidana tersebut membantai mereka, termasuk juga dokter yang tadi melepaskan mereka.

“Sekarang ikuti aku,” ujar sosok yang tadi membebaskan para narapidana, “menuju ke jantung kegelapan.”

Ia dan lima orang narapidana tadi pun pergi meninggalkan Catacombs.

Di Badhisia, seperti biasa, tim Suicide Squad sedang menjalankan misi yang diberikan oleh Amanda Waller. Kali ini tim terdiri atas Harley Quinn, Captain Boomerang, Killer Croc, Deadshot, El Diablo, Killer Frost (Caitlin Snow), dan juga Enchantress. Sementara itu, di penjara Belle Reve, Lousiana, Rick Flag mempertanyakan keputusan Amanda Waller untuk tidak menyertakannya dalam misi tersebut. Juga tentang Caitlin Snow yang sebaliknya dimasukkan ke dalam tim meski belum berpengalaman. Waller berdalih bahwa kemampuan Snow cocok untuk misi mereka kali ini, untuk merebut kembali Quake Pulsar (alat pembuat gempa) yang dicuri oleh Brimstone Brotherhood dari S.T.A.R. Labs. Mereka berniat untuk membuat gempa di pulau kecil Badhisia, sebagai ritual pengorbanan untuk dewa mereka. Flag kemudian memutuskan bahwa ia akan tetap menuju ke sana, setidaknya untuk menjemput mereka setelah misi usai.

Watch Tower. Seluruh anggota Justice League sedang berkumpul dimana Batman memberitahu mereka tentang keberadaan tim Task Force X a.k.a Suicide Squad yang dibentuk oleh Amanda Waller. Waller sendiri juga sudah menyadari kecurigaan Batman terhadap aksinya, bahkan ia sudah mengambil dokumen-dokumen yang dimiliki Batman terkait tim yang ia bentuk untuk mengetahui sejauh mana hasil investigasi Batman (baca: Batman #13). Semua anggota Justice League mengamini ketidaksetujuan Batman terhadap keberadaan Suicide Squad dan berniat untuk menghentikannya.

Cyborg yang sedari tadi sudah melakukan pengawasan di berbagai penjuru dunia, berhasil menemukan lokasi Suicide Squad saat ini, di Badhisia. Harley Quinn dkk sendiri saat itu sedang sibuk menghadapi Apex, pimpinan dari Brimstone Brotherhood. Dengan pulsar yang ada di tangannya, anggota Suicide Squad kesulitan untuk melumpuhkannya. Waller menginstruksikan agar mereka menghabisinya saja. Dan dengan tembakan jarak jauh, Deadshot melakukannya dari gedung tua yang ada di seberang.

Tanpa diduga, gedung tersebut tiba-tiba mulai runtuh. Dengan Enchantress yang tidak sadarkan diri karena sebelumnya terkena serangan dari Apex, anggota tim Suicide Squad hanya bisa pasrah menyaksikan apa yang bakalan terjadi pada Deadshot. Sadar sudah tidak ada lagi jalan keluar, dengan sebelumnya berpamitan pada putrinya melalui foto yang selalu ia bawa, Deadshot melompat begitu saja dari gedung tersebut.

“Sampai jumpa di neraka, Amanda Waller,” teriaknya.

“Tidak hari ini, Deadshot,” ujar Superman yang mendadak muncul dan membawa Deadshot pergi menjauhi gedung tersebut.

Satu demi satu anggota Justice League bermunculan dan menjalankan tugas mereka masing-masing. Sementara Green Lantern dan Aquaman menahan gedung agar tidak jadi ambruk, Wonder Woman, The Flash, dan Cyborg menyelamatkan orang-orang yang ada di TKP dan sekitarnya.

Kehadiran mereka membuat Suicide Squad terkejut. Tanpa basa-basi, Batman menyatakan bahwa Task Force X sudah berakhir dan mereka diminta untuk menyerahkan diri. Waller yang menyaksikannya dari Belle Reve menginstruksikan agar mereka jangan sampai tertangkap hidup-hidup oleh Batman dkk. Pertarungan mereka pun dimulai.

Di The Swiss Alps, di sebuah kastil, sosok orang yang tadi membebaskan tahanan dari Catacombs membuat deal dengan para narapidana. Ia, Maxwell Lord, akan membantu mereka membunuh Amanda Waller jika mereka mau membantunya mendapatkan apa yang ia cari. Kelimanya menyetujui tawaran tersebut. Dan kelimanya adalah Lobo, Doctor Polaris, Rustam, Emerald Empress, dan juga Johnny Sorrow.


Pertanyaan tentang hadirnya Amanda Waller di Bat Cave akhirnya terjawab di sini. Untuk edisi pembuka not bad lah, pemilihan kelompok villain-nya juga seru, karena sebagian adalah karakter super-villain yang jarang eksis belakangan ini. Yang sedikit saya sayangkan adalah pemilihan timeline dari sisi Suicide Squad dimana event ini terjadi _sebelum_ seri Suicide Squad pasca Rebirth dimulai (karena Captain Boomerang masih hidup). Demikian pula dari sisi Justice League, dimana di sini GL Jessica Cruz masih bergabung dengan mereka. Kalau disesuaikan dengan timeline sekarang rasanya lebih nyaman deh bacanya.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply