Review Komik Justice League / Power Rangers #3 (2017)

Di cerita sebelumnya, kesalahpahaman di antara Mighty Morphin Power Rangers dengan Justice League akhirnya bisa diselesaikan. Sementara itu, Lord Zedd tanpa disangka-sangka bertemu dengan Brainiac dan berkolaborasi dengannya. Mampukah Power Rangers dan Justice League menghentikan mereka berdua? Simak jawabannya di sinopsis komik Justice League / Power Rangers #3 berikut ini.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Evil begets evil when Brainiac and Lord Zedd partner to destroy their mutual Earths! Can the Justice League withstand the dark terrors of Lord Zedd? Will Angel Grove survive Brainiac’s archival aspirations? Co-published with BOOM! Studios.

Story: Tom Taylor
Art: Stephen Byrne
Color: –
Letter: –
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis:

Lord Zedd melepaskan monster Leviathan milik Brainiac ke-enam kota besar: Melbourne, Dublin, Cairo, Tokyo, Seattle, dan Buenos Aires. Mau tidak mau, Power Rangers dan Justice League terpaksa berbagi tim untuk mengatasi mereka. Batman awalnya tidak setuju karena masih belum mempercayai Power Rangers sepenuhnya, tapi para anggota Power Rangers mempersilahkan Batman untuk minggir jika tidak ingin ikut bertarung bersama mereka karena pertarungan melawan Lord Zedd jelas-jelas adalah pertarungan mereka.

Dengan bantuan beberapa anggota cadangan Justice League, perlawanan terhadap Leviathans pun dimulai. Namun saat Batman, Cyborg, Ranger Hitam, dan Ranger Biru hendak berangkat menuju Melborune, Cyborg menyadari ada virus yang menyerang sistem Watch Tower dan mematikan sistem teleport. Kali ini Batman tidak bisa menolak untuk bekerjasama dengan Power Rangers dan menaiki Mastodon.

Pertempuran berlangsung sengit. Belum sempat pasukan Leviathan berhasil dikalahkan, datang serangan gelombang kedua, pasukan drone dari Brainiac. Drone tersebut ternyata mampu mematikan sistem robot milik Power Rangers. Dan belum sempat mereka bereaksi, muncul anak buah Brainiac yang merebut koin milik Power Ranger. Dalam sekejap Brainiac berhasil mengontrol robot-robot Power Rangers, lantas pergi begitu saja meninggalkan dimensi mereka.

Menyadari bahwa Lord Zedd dan Brainiac sedang berada di dimensi Power Rangers, anggota Justice League dan Power Rangers mencari cara untuk berpindah dimensi. Dengan bantuan para ilmuwan CERN di Switzerland dan mesin hadron collider milik mereka, perjalanan menuju dimensi lain pun dimulai.


Saya no comment terhadap cerita, tapi gatel terhadap penggambaran ekspresi wajah karakter-karakter di sini yang rasanya tidak tepat. Lah ceritanya lagi puyeng kok malah bisa ngobrol sambil senyum-senyum. Aneh banget jadinya.

Reply