Review Komik Justice League of America: Killer Frost Rebirth #1 (2017)

Inilah komik one-shot pemanasan terakhir sebelum serial Justice League of America dirilis, Killer Frost Rebirth #1. Seperti sudah kita ketahui, sebelumnya DC Comics sudah memperkenalkan kembali sebagian anggota dari JLA versi Rebirth. Yaitu The Atom, The Ray, dan Vixen. Dan meski Killer Frost adalah karakter yang berlaga di major event Justice League vs. Suicide Squad, saya rasa keputusan pihak DC untuk tetap memberikan panggung one-shot baginya cukup tepat karena sejarahnya belum banyak dikenal. Berbeda dengan Lobo, jebolan Suicide Squad lain yang juga terpilih menjadi anggota JLA versi Rebirth, yang karakternya sudah tidak asing lagi di jagat DC. Nah, seperti apa kisah Killer Frost hingga ia bisa bergabung dengan JLA? Simak selengkapnya di sinopsis komik (dan spoiler) Justice League of America: Killer Frost Rebirth #1 berikut ini. Cekidot!

Sinopsis Komik *SPOILER*

SPINNING OUT OF THE PAGES OF JUSTICE LEAGUE VS. SUICIDE SQUAD! What happens to a super-villain on their last day in Belle Reve Prison? Against all odds, Killer Frost is up for parole from the Suicide Squad, but you can bet Amanda Waller isn’t going to make it easy for Frost to join the new JLA.

Story: Jody Houser, Steve Orlando
Art: Mirka Andolfo
Color: Arif Prianto
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: –
Tanggal Rilis: 25 Januari 2017

Pasca insiden Eclipso, Amanda Waller ternyata tidak langsung membebaskan Killer Frost / Caitlin Snow seperti yang diminta oleh Batman. Meyakini Killer Frost adalah sosok yang berbahaya karena membutuhkan energi panas dari makhluk lain untuk hidup, ia tetap mengurungnya dalam tahanan Belle Reve. Tidak itu saja, untuk memancing Killer Frost agar lepas kontrol, Waller sengaja beberapa kali meletakkan Killer Frost di tempat dimana ada super-villain yang memiliki spesialisasi panas, termasuk memindahkannya ke ruangan sel bersama dengan Heatstroke. Dari namanya saja sudah bisa dibayangkan kan keahliannya apa.

Meski energinya kian melemah, Killer Frost masih bisa menahan diri. Hingga suatu ketika, beberapa orang tahanan menyerang Heatstroke. Awalnya ia mencoba untuk mengabaikannya, namu karena tidak tahan lagi, ia pun menyerang mereka untuk menyelamatkan Heatstroke. Untungnya, ia masih bisa menahan diri untuk tidak menyerap energi mereka dan hanya melumpuhkan mereka saja.

Di hadapan Killer Frost, Waller memastikan bahwa ia masih punya berjuta cara untuk ‘mengalahkan’ Killer Frost. Namun Batman tiba-tiba muncul dari belakangnya dan memastikan bahwa kali ini Waller telah kalah. Setelah bom micro yang ada di kepala Killer Frost diambil, ia pun akhirnya bebas.

Di luar, sambil mengulurkan tangan, Batman menanyakan apakah Killer Frost sudah yakin bahwa ia bisa mengontrol ‘rasa laparnya’ terhadap energi. Dengan tersenyum Killer Frost menyambut uluran tangan Batman dan mengiyakan. Terlihat bahwa selama ini sebenarnya diam-diam Killer Frost sudah mengambil sedikit energi dari orang-orang yang berpapasan dengannya sehingga tidak melukai mereka.


Sebagian sejarah Caitlin Snow sebenarnya sudah disampaikan saat ia ngobrol dengan Superman di JL vs. SS #6, tapi saya pikir tidak ada salahnya seandainya disinggung lagi di sini agar penjelasannya tidak terlalu nanggung seperti di bagian awal cerita. Secara keseluruhan, saya suka dengan aksi Waller yang masih saja berusaha untuk ‘nggandoli’ (apa ya bahasa Indonesianya?) Killer Frost hingga saat-saat terakhir, tidak mau menyerah begitu saja terhadap Batman untuk menunjukkan superioritasnya. Nyebelin sih karakternya, tapi harus diakui untuk urusan meracik strategi, Waller adalah lawan sepadan bagi Batman.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply