Review Komik Justice League of America #2 (2017)

Di cerita sebelumnya, kelompok The Extremists yang dipimpin oleh Lord Havok datang ke New York untuk menjalankan misi mereka: melindungi dimensi bumi ini dengan cara yang ekstrim dan tegas di bawah kepemimpinan mereka. Batman dan rekan-rekannya di JLA berusaha untuk melawan, namun The Atom yang belum berpengalaman dalam bertarung menjadi titik lemah mereka dan memaksa Batman untuk ‘menyerahkan diri’-nya pada Lord Havok demi menyelematkan The Atom. Apa yang akan terjadi selanjutnya dalam sinopsis komik Justice League of America #2 berikut ini?

Sinopsis Komik *SPOILER*

“THE EXTREMISTS” part two! Believing heroes to be threats to the survival of any world, Lord Havok and the Extremists have already murdered the mightiest heroes from their home dimension. To save our Earth they’d kill thousands more, starting with the newly formed JLA. But eye-to-eye, are Havok’s and Batman’s goals that different? Billions of lives depend on the answer.

Story: Steve Orlando
Art: Felipe Watanabe (Pencils) / Scott Hanna (Inks)
Color: Hi-Fi
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The Extremists Part Two
Tanggal Rilis: 8 Maret 2017

Untuk mengulur waktu agar rekan-rekannya bisa melarikan diri, Batman mencoba berkompromi dengan Lord Havok. Lord Havok ternyata merespon dialog Batman dan hendak menuruti keinginan Batman untuk menukar The Atom dengan dirinya. Namun salah satu anggota The Extremists, Dr. Die Hard, menghentikan mereka dan meminta Lord Havok untuk tetap fokus pada visi misi mereka, untuk menguasai dimensi ini. Tidak terima diatur oleh anak buahnya, Lord Havok membunuhnya, lantas berteleport ke tempat lain meninggalkan para anggota JLA begitu saja, menuju Kravikoras, ibukota Kravia.

Sepeninggal The Extremists, JLA berbagi tugas. Killer Frost, The Ray, Vixen, dan Black Canary membereskan puing-puing bekas pertempuran di Saratoga, sedang yang lain mencoba mendeteksi keberadaan The Extremists. Ryan (The Atom) akhirnya berhasil melakukannya. Sementara mereka OTW menuju Kravia, Lord Havok dan anak buahnya sudah mulai bergerak untuk menaklukkan negara tersebut dengan cara mereka. Satu demi satu pihak yang dianggap membuat onar di sana mereka lumpuhkan.

Walau demikian, tidak semua warga suka dengan kehadiran The Extremists. Sebagian di antaranya diam-diam hendak melarikan diri. Death Bat, salah satu anggota The Extremists, mengetahuinya dan hendak ‘menghukum’ mereka. Saat itulah Batman dkk tiba. Namun belum sempat mereka berhasil menaklukkan Death Bat, muncullah tentara Kravia yang menyatakan bahwa The Extremists, termasuk Death Bat, kini adalah warga negara Kravia yang berada dalam perlindungan mereka. Mereka pun meminta JLA untuk pergi meninggalkan Kravia jika tidak ingin melawan satu negara.

Di batas negara Kravia dengan Gardevia, JLA berkolaborasi dengan tentara negara Gardevia untuk mencari cara mengalahkan The Extremists. Jenderal Shostakoff dari Gardevia galau karena merasa tidak mampu lagi melindungi warganya. Vixen menguatkannya dan berjanji mereka akan mencuri kembali negara Kravia dari tangan Lord Havok untuk dikembalikan ke rakyat Kravia.


Jika ada satu hal yang paling saya sukai dari edisi Justice League of America ini adalah sosok Batman yang tidak terlalu aktif. Dari awal banyak yang mengkhawatirkan JLA bakal jadi panggung lainnya bagi Batman seperti halnya Justice League. Untungnya tidak. Bahkan kesan yang saya dapat, Batman lebih berperan sebagai ‘penasehat’ dalam JLA, sekedar untuk menjaga agar para anggota JLA tidak salah langkah (dan tidak ada yang mati). Suka.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply