Review Komik Justice League of America #1 (2017)

Tim baru besutan Batman, Justice League of America (JLA), menghadapi musuh pertama mereka yang menamakan diri sebagai The Extremists. Datang dari dimensi lain, kelompok pimpinan Lord Havok ini berniat untuk menghabisi para superhero karena menganggap mereka sebagai sumber keonaran di muka bumi. Simak sinopsis (dan spoiler) komik Justice League of America #1 berikut ini untuk menyimak cerita selengkapnya.

Sinopsis Komik *SPOILER*

Meet the Extremists—self-proclaimed saviors from another Earth, they thirst for peace, prosperity and total submission to the will of their leader, Lord Havok! How can the newly assembled JLA stop this group of misguided maniacs before the Extremists unleash their own unique—not to mention dangerous!—brand of law and order on our chaotic world?

Story: Steve Orlando
Art: Joe Prado, Oclair Albert, Julio Perreira (Inks) / Ivan Reis (Pencils)
Color: Marcelo Maiolo
Letter: Clayton Cowles
Judul Edisi: The Extremists Part One
Tanggal Rilis: 22 Februari 2017

Para anggota JLA sedang menyelesaikan tugas mereka masing-masing saat Lord Havoc dan anak buahnya muncul di bilangan Saratoga, New York. Datang dari dimensi lain, mereka berniat untuk ‘menyelematkan’ dimensi yang mereka datangi saat ini, dengan segala cara.

Mengetahui hal tersebut, Batman segera mengkoordinasikan pasukan JLA untuk menuju ke TKP. Situasi di sana sudah kacau balau di saat Batman dkk datang. Batman segera meminta The Ray untuk mengatur parameter demi mengamankan penduduk sipil, sebelum akhirnya memulai pertarungan dengan kelompok yang menamakan diri mereka sebagai The Extremists itu.

The Atom yang paling tidak berpengalaman menjadi titik lemah JLA. Lord Havoc berhasil menangkapnya dan berniat untuk membunuhnya sebagai ‘contoh’ atas apa yang bisa mereka lakkuan. Batman bergegas menghentikannya dan menawarkan dirinya sebagai pengganti The Atom.


Saya deg-degan membaca edisi perdana komik ini. Khawatir jangan-jangan bakal menjadi seri Justice League part two, alias sama-sama ngebosenin dan garing. Tapi untuk edisi perdana sepertinya cukup berhasil dan ceritanya juga cukup jelas. Semoga saja untuk selanjutnya bakal demikian. Untuk ceritanya sendiri belum banyak yang bisa dibahas. Tapi saya suka dengan The Atom yang digambarkan masih kaku dan kebingungan dalam bertarungan, sesuai dengan karakternya saat ini.

Tema artikel yang berhubungan: , , ,

Reply